289 research outputs found

    STUDENT\u27S ATTITUDE DESCRIPTION TOWARD PHYSICS ON SECONDARY SCHOOL

    No full text
    DESKRIPSI SIKAP SISWA SMA NEGERI  PADA MATA PELAJARAN FISIKA AbstractThe purpose of this study was to determine the attitudes of students toward the subjects of Physics at SMA Negeri 3 Muaro Jambi based on the attitude assessment indicators of TOSRA (Test of Science Related Attitudes). This research uses mixed methods research with an explanatory design. The research subjects were students of class X and XI MIA at SMA Negeri 3 Muaro Jambi totaling 160 students. Data analysis techniques used descriptive statistics for quantitative data and Miles Huberman analysis for qualitative data. The results of the research on the three indicators show that students are categorized as having a right attitude on the indicator \u27social implications on physics\u27 with a percentage of 52%, sufficient attitude on the indicator \u27normality of scientists\u27 with a percentage of 63%, and enough attitude on the dimension of \u27career interest in physics\u27 with 58% percentage. A high rate of these three categories is supported by qualitative data from interviews which state that physics discoveries have significant benefits for technological development, the work of scientists requires a lot of time in the laboratory, and students have the desire to work in the field of physics, but feel they cannot master physics concepts.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap siswa terhadap mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Muaro Jambi berdasarkan indikator penilaian sikap dari TOSRA (Test of Science Related Attitudes). Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods research) dengan desain explanatory. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI MIA di SMA Negeri 3 Muaro Jambi yang berjumlah 160 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk  data kuantitatif dan analisis Miles Huberman untuk data kualitatif. Hasil penelitian pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa dikategorikan memiliki sikap baik pada indikator ‘implikasi sosial terhadap fisika’ dengan presentase 52%, sikap cukup pada indikator ‘normalitas ilmuwan’ dengan persentase 63%, dan sikap cukup pada dimensi ‘ketertarikan berkarir dibidang fisika’ dengan persentase 58%. Persentase yang tinggi ketiga kategori ini didukung oleh data kualitatif hasil wawancara yang menyatakan bahwa penemuan-penemuan fisika memiliki manfaat yang besar untuk perkembangan teknologi, pekerjaan ilmuwan memerlukan waktu yang banyak di laboratorium, dan siswa memiliki keinginan untuk bekerja di bidang fisika, tetapi merasa tidak memiliki kemampuan dalam menguasai konsep-konsep fisika.

    CLASSROOM INTERACTION: TEACHER AND STUDENTS PERCEPTION ON DIALOGUE IN PRIMARY SCIENCE CLASSROOM

    No full text
    INTERAKSI DALAM RUANG KELAS : PERSEPSI GURU DAN SISWA MENGENAI DIALOG DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAROOM AbstractThis study aims to explore the teachers and students‟ perspective on classroom dialogue and its purpose in primary science classrooms that implement the new integrated curriculum in Indonesia. Research on the process of teaching and learning through classroom talks has been carried out over the last forty or so years. In the field of science education, classroom talks have become a central issue in developed countries within last twenty years. Although research focused in this topic is growing rapidly in Western countries, this is not the case in Indonesia. Few studies have dealt with classroom talk in Indonesia. We gathered our data during a period of four months by video recording, targeting lessons of classroom discussions in two primary schools in the Greater Jakarta area in Indonesia. To support data generated from classroom observation, I interviewed teachers and a sample of students in each class. Data were analysed using sociocultural discourse analysis. This study suggests that providing a room for students to interact and share with each other has changed the approach of learning science in the classroom. Classroom talk both in small groups and involving the whole class altered to pedagogical dynamics from a teacher centered approach to student centered one. The study also reveals that classroom talks did not only encourage students to develop their zone proximal development but also help them to learn the values of democracy.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dari guru dan siswa sekolah dasar terkait dengan interaksi dan dialog yang terjadi dalam pembelajaran sains di kelas mereka. Penelitian terkait interaksi dan dialog dalam proses belajar mengajar sudah berlangsung selama empat puluh tahun lebih. Dalam  bidang pendidikan sains, topik ini baru menjadi salah satu isu sentral penelitian dalam dua puluh tahun terakhir, khususnya di negara maju. Sayangnya di Indonesia, kajian ini belum banyak di teliti. Literatur dan kajian terkait dialog dalam pembelajaran sains baik di sekolah dasar maupun sekolah menengah masih sangat terbatas sekali. Data dalam penelitian ini dikumupulkan dalam kurun waktu empat bulan di salah satu sekolah di wilayah selatan Jabodetabek.. Peneliti melakukan interview dengan guru dan siswa berdasarkan gambar dan video pembelajaran kelas mereka. Data kemudian dianalisa dengan menggunakan diskursus analisis sosio kultural. Dari hasil penelitian terlihat bahwa memberikan kesempatan untuk berinteraksi didalam kelas telah mengubah pendekatan dan dinamika dalam pembelajaran sains. Penelitian ini juga menunjukan bagaiaman interaksi dan dialog dalam pembelajajaran sains tidak hanya membantu mengembangkan kemampuan siswa dalam wilayah zone proximal development mereka, akan tetapi juga mendukung siswa dalam belajar nilai kehidupan termasuk nilai-nilai demokrasi.

    THE APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL THINK TALK WRITE (TTW) TYPE ON ECOSYSTEMS TO INCREASE LEARNING RESULT OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS

    No full text
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA  SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) AbstractThis study aims to improve biology learning outcomes to be better, both individual values and classical values. the researcher uses the TTW (think talk write) model, which is in this learning. Students are asked to make notes from the reading result individually (think). Students then interact and collaborate with friends to discuss the discussed tasks previously shared Teacher (talk). Furthermore, the students write the result of the discussion (write). The research method used is Classroom Action Research Method (PTK), This class is carried out in 2 cycles. The subjects of the study were the students of class VII A Junior High School Nurul Anwar Pakel Village, Montong District, Tuban Regency in the academic year 2016/2017, which numbered 28 students. The instrument used in this study is the test of learning and observation. Learning result test is used to measure student\u27s success, observation is used through observation format to measure teacher and student performance in learning. The results showed an increase in value between before the study, cycle I and cycle II. Previously, before the research the average value of students is only 62.90, then the value of the cycle I score in the average student obtained 75,18 with 72% complete learning. The second cycle average value increased to 81,10 with 87.50% complete learning. Thus it can be concluded that student learning outcomes both individually and classically can be improved through the TTW learning model, it is suggested that biology learning with this approach can be used as an alternative method of teacher in delivering the subject matter especially on biology.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran biologi menjadi lebih baik, baik nilai individu maupun nilai klasik. Peneliti menggunakan model TTW (Think Talk Write), yang dalam pembelajaran ini. Siswa diminta membuat catatan dari hasil bacaan satu per satu (berpikir). Siswa kemudian berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman untuk mendiskusikan tugas-tugas yang dibahas yang sebelumnya dibagikan Guru (bicara). Selanjutnya, siswa menulis hasil diskusi (menulis). Metode yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam 2 siklus. Subyek penelitian siswa kelas VII A SMP Negeri Nurul Anwar Pakel Desa, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban pada tahun akademik 2016/2017, yang berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes pembelajaran dan observasi. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa, observasi digunakan melalui format observasi untuk mengukur kinerja guru dan siswa dalam pembelajaran. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai antara sebelum penelitian, siklus I dan siklus II. Sebelum penelitian nilai rata-rata siswa hanya 62,90, maka nilai siklus I skor pada rata-rata siswa 75,18 dengan tuntas belajar tuntas 72%. Nilai rata-rata siklus kedua meningkat menjadi 81,10 dengan 87,50% menyelesaikan pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasik dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran TTW, disarankan agar pembelajaran biologi dengan pendekatan ini dapat digunakan sebagai metode alternatif guru dalam menyampaikan materi pelajaran terutama pada biologi.

    PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE PROFILE OF PROSPECTIVE CHEMISTRY TEACHER

    No full text
    PROFIL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE CALON GURU KIMIAAbstractIn 2013 Dilek Karışan and Ayşe Şenay conducted experiments to investigate the Pedagogical Content Knowledge (PCK) of science teachers from Turkey that resulted in good teacher involvement determining the optimal formation of Content Knowledge in curriculum achievement, knowledge improvement and students are ready to learn. Chemical Education Study Program of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Chemistry teacher who must have pedagogic and professional competence, to get concrete information from student\u27s competence as the basis for developing KKNI curriculum of Chemistry Education Study Program. Therefore, the researcher will describe Pedagogical Content Knowledge Profile of pree-service Chemistry Teacher. Through qualitative descriptive method Mastery of PCK understanding by analyzing the answer of test result using Certainty of Response Index Criteria (CRI). Result of research PCK prospective teacher of chemistry is to know concept (49,7%) and misconceptions (50.3%). Based on the concept of chemistry of prospective teachers is to know the concept (40.4%) and do not know the concept (59.6%). This result is a consideration of the Institute for Educational Teaching Program (LPTK), especially the Chemistry Education Study Program as the basis for developing the KKNI Curriculum in the preparation of Learning Outcome Study and Leson Plan of Study. AbstrakPada tahun 2013 Dilek Karışan dan Ayşe Şenay melakukan eksperimen mengivestigasi Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru sains dari di Turki dihasilkan bahwa kertelibatan guru secara baik menentukan pembentukan Content Knowledge secara optimum dalam pencapaian kurikulum, peningkatan pengetahuan dan siswa siap untuk belajar. Program Studi Pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencetak calon Guru kimia yang harus memiliki kompetensi pedagogik dan professional,untuk mendapatkan informasi kongkrit dari kompetensi mahasiswa sebagai dasar untuk mengembangkan kurikulum KKNI Program Studi Pendidikan Kimia. Maka dengan ini peneliti akan mendeskripsikan Profil Pedagogical Content Knowledge Calon Guru Kimia.. Melalui metode deskriptif kualitatif Penguasaan pemahaman PCK dengan menganalisis Jawaban hasil tes menggunakan  Kriteria Certainty of Response Index (CRI), Hasil penelitian Profil PCK calon guru kimia adalah tahu konsep (49,7%) dan miskonsepsi (50,3%). Berdasarkan pengusaan konsep kimia calon guru adalah tahu konsep (40,4%) dan tidak tahu konsep (59,6%). Hasil ini menjadi pertimbangan terhadap Lembaga  Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) khususnya Program Studi Pendidikan Kimia sebagai dasar dalam mengembangkan  Kurikulum  KKNI dalam penyusunan Learning Outcome Program studi dan Rencana Perkuliah Semester

    RECONSTRUCTING STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT THROUGH REMEDIAL TEACHING PROGRAM

    No full text
    MEREKONSTRUKSI PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PROGRAM PENGAJARAN REMEDIAL AbstractRemedial teaching is a re-learning for students who face learning difficulty. Many teachers forget to do this program aiming at reconstructing the student’s learning achievement. This work aimed to know the effectiveness of remedial teaching program to reach the mastery learning. This study used the design of mixed method explanatory. The data collection was done by using test technique of the quantitative data, while the qualitative data were collected by observation and documentation techniques. The instrument used to collect the quantitative data was test and to collect the qualitative data, the researchers conducted the direct observation and documentation. Based on the research results, the effectiveness of remedial teaching program to achieve the mastery learning for the physics subject was 57.89% so that the remedial teaching program was effective enough to be implemented. Subsequently, the remedial teaching was conducted in the form of special and private treatment. Its method is in accordance with the students’ need or type of difficulty. The method used in this research was direct learning with the peer tutor. Thereby, the remedial teaching program can be recommended to help the students to attain the mastery learning in the physics subject.AbstrakPengajaran remedial adalah pembelajaran ulang bagi siswa yang menghadapi kesulitan belajar. Banyak guru lupa untuk melakukan program ini dengan tujuan merekonstruksi pencapaian belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program pengajaran remedial untuk mencapai hasil belajar yang baik. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran explanatory. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik uji data kuantitatif, sedangkan data kualitatif dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif adalah tes dan untuk mengumpulkan data kualitatif, para peneliti melakukan observasi langsung dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, efektivitas program pengajaran remedial untuk mencapai ketuntasan belajar mata pelajaran fisika sebesar 57,89% sehingga program pengajaran remedial cukup efektif untuk dilaksanakan. Selanjutnya, pengajaran remedial dilakukan dalam bentuk perlakuan khusus dan pribadi. Metodenya sesuai dengan kebutuhan atau jenis kesulitan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran langsung dengan tutor sebaya. Dengan demikian, program pengajaran remedial dapat direkomendasikan untuk membantu siswa untuk mencapai penguasaan pembelajaran dalam mata pelajaran fisik.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7240

    DEVELOPMENT PHYSICS PRACTICAL GUIDED BASED ON SCIENCE PROCESS SKILL USING PROBLEM SOLVING

    No full text
    PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM SOLVING AbstractBased on the results of several studies on the analysis of early skills of new students science process of 2016/2017 shows that students\u27 skills in practicing practicum are low. Therefore, it is necessary to develop a science-based Skills Processing Guide and use model one of the problem-solving. The purpose of this research is to know the result of the development of Physics Basic I Basic Pharmacist I guide using problem-solving on friction material and to know the student response to the guidance developed. This type of research is research development with Borg and Gall model. Research stages include preliminary studies, product design, validation results, and trial results. The subjects of this research trial are Physics education students who have contracted Basic Physics course I. The instrument used is an expert validation sheet and a response questionnaire. The technique of data analysis from validator conducted by descriptive qualitative. While the response questionnaire scores were done descriptively. Expert validation results state that the materials have been in accordance with the Semester Learning Plan (RPS) and the activities in the practical guide have been in accordance with the problem solving and skills-based steps of the scientific process. The response test results obtained on average is 3.1 (good).AbstrakBerdasarkan hasil dari beberapa penelitian mengenai analisis kemampuan awal keterampilan proses sains mahasiswa baru tahun 2016/2017 menunjukkan bahwa keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan praktikum tergolong rendah. Oleh karena itu diperlukan pengembangan penuntun berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) dan menggunakan model salah satunya problem solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengembangan penuntun praktikum Fisika Dasar I berbasis KPS dengan menggunakan problem solving pada materi gesekan dan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap penuntun yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan, desain produk, hasil validasi, dan hasil uji coba. Subjek uji coba penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan Fisika yang telah mengontrak mata kuliah Fisika Dasar I. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi ahli dan angket respon. Teknik analisis data dari validator yang dilakukan secara deskriptif kualitatif. Sedangkan skor angket respon dilakukan secara statistik deskriptif.Hasil validasi ahli menyatakan bahwa materi telah sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan kegiatan dalam penuntun praktikum telah sesuai dengan langkah-langkah problem solving  dan berbasis keterampilan proses sains. Hasil uji respon diperoleh rata-rata adalah 3.1 (baik).Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7248

    THE DEVELOPMENT OF STUDENTS’ WORKSHEET BASED ON GUIDED INQUIRY IN CORROSION MATTER

    No full text
    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KOROSI AbstractThis research aims to develop student worksheet of Basic Chemistry Practicum II on the topic at corrosion based on guided inquiry and investigate the feasibility of it’s implementation in the real classroom practice. This is a Research and Development (R&D) with the ADDIE model where  12 active students of chemistry department involved at the implementation stage. Data was collected through interview, questionnaire of need analysis and questionnaires to seek the opinion from students, laboratory assistant and lecturer. It was revealed that the student worksheet was valid with score of validity of 97,8%, thus, applicable for investigation. Response of students, laboratory assistants and lecturers to the implementation of practicum using student worksheet which has been developed as a whole is very good. 47,92% student were strongly agreed about practicum relevancy to daily life, 50% agreed that inquiry questions are useful. 75% of assistants strongly agreed that worksheet can help students to design their own experiments and 25% agreed about demanded the ability of class management. 71,43% lecturers strongly agreed that worksheet can motivate students to be more active and 28,57% agreed that worksheet is effective to achieve the practicum objectives. Thus, the student worksheet is applicable to be utilized as one of the teaching materials.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKM Praktikum Kimia Dasar II berbasis inkuiri terbimbing pada materi korosi dan menguji kelayakannya pada pelaksanaan praktikum. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian tahap implementasi adalah mahasiswa aktif pendidikan kimia berjumlah 12 orang. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, angket analisis kebutuhan serta angket respon dari praktikan, asisten laboratorium dan dosen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase rata-rata kelayakan LKM yang divalidasi tim ahli oleh dosen dan penilaian oleh asisten laboratorium adalah 97,8%, dan dapat dikategorikan sangat valid dan layak digunakan tanpa revisi. Respon praktikan, asisten laboratorium dan dosen terhadap pelaksanaan praktikum menggunakan LKM yang dikembangkan secara keseluruhan sangat baik. 47,92% responden menyatakan bahwa praktikum sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, 50% setuju bahwa pertanyaan penyelidikan bermanfaat. 75% asisten laboratorium sangat setuju bahwa LKM mampu melatih praktikan merancang percobaan sendiri dan 25% asisten setuju bahwa pelaksanaan praktikum berbasis inkuiri menuntut kemampuan dalam mengelola kelas. Persentase rata-rata respon dosen adalah 71,43% sangat setuju bahwa LKM mampu memotivasi praktikan lebih aktif dan 28,57% setuju bahwa LKM efektif dalam mencapai tujuan praktikum. Dengan demikian, LKM yang dikembangkan layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar

    THE DEVELOPMENT OF STUDENTS ATTITUDE INSTRUMENT TOWARDS MATHEMATICS PHYSICS CLASS

    No full text
    PENGEMBANGAN INSTRUMEN SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH FISIKA MATEMATIKA Abstract Attitude in college activity in college is very important. Attitude in the course can affect the success of students in following the lecture, as well as the attitude of students in the Mathematical Physics course. To know the attitude is required an instrument. In reality, however, it is difficult to find an attitude assessment instrument for Mathematics Physics courses. Therefore, a development research that aims to develop a student attitudinal assessment instrument on the Mathematical Physics course. This type of research is a research and development (R&D) developed by Sugiyono (2016). The test was conducted to determine the validity and reliability of the questionnaire. The results of questionnaire test that has been disseminated to 46 students who have contracted the mathematical physics course were analyzed using Partial Least Square (PLS) technique. Based on research and development result, obtained 7 questionnaire indicator consisting of 61 items of valid statement. Based on the questionnaire analysis has a good validity for each question item. Reliability coefficient of each indicator obtained is equal to 0,927; 0.951; 0.921; 0.929; 0.963; 0.944; 0.962.  Abstrak Sikap dalam  kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi sangatlah  penting. Sikap dalam perkuliahan dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan, demikian juga dengan sikap mahasiswa dalam perkuliahan Fisika Matematika. Untuk mengetahui sikap tersebut diperlukan sebuah instrument. Namun pada kenyataannya, sulit sekali mencari instrumen penilaian sikap terhadap mata kuliah Fisika Matematika. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Fisika Matematika. Jenis penelian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/R&D) yang dikembangkan oleh Sugiyono (2016). Uji coba dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari angket. Hasil uji coba angket yang telah disebar kepada 46 mahasiswa yang telah mengontrak mata kuliah fisika matematika dianalisis dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, diperoleh 7 indikator angket yang terdiri dari 61 item pernyataan yang valid. Berdasarkan analisis angket memliliki validitas yang baik untuk setiap item pertanyaan. Koefisien reliabilitas tiap indikator yang diperoleh ialah sebesar 0,927; 0,951; 0,921; 0,929; 0,963; 0,944; 0,962.  Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7213

    LEARNING MATERIAL INTEGRATED ALTERNATIVE TECHNOLOGY IN WASTED ENVIRONMENT OF GOLD MINE TO ENHANCE COGNITION OF ENVIRONMENTAL LITERACY

    No full text
    LEARNING MATERIAL INTEGRATED ALTERNATIVE TECHNOLOGY IN WASTED ENVIRONMENT OF GOLD MINE TO ENHANCE COGNITION OF ENVIRONMENTALMATERI BELAJAR TEKNOLOGI ALTERNATIF TERINTEGRASI DI LINGKUNGAN LIMBAH TAMBANG EMAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LINGKUNGANNovi Nurmayanti, Sri AtunUniversitas Negeri Yogyakarta, [email protected] Kalimantan Province has damages over quater out of its area. It caused by exploration of mining, one of which is gold mining. The decay is needed for responsible of the people, include the students who live arround the area in order to make them qualified in understanding and caring to the environment. The objective of this study is to indicate the cognition improvement of environmental literacy using learning material integrated alternative technology in wasted environment of gold mine. The method used is quasi experiment. Data were collected by doing observation, documentation and test for the experiment class and control class with 31 students for each class. The result showed that there is any of cognition enhancement presented by N-Gain of 0.43 as moderate category in experiment class and 0.13 as low category in control class. The significant improvement of experiment class is attributed by the use of learning material integrated alternative technology in wasted environment of gold mine which is qualified to enhance students’ cognition of environmental literacy.AbstrakProvinsi Kalimantan Barat memiliki kerusakan karena quater keluar dari wilayahnya. Hal itu disebabkan oleh eksplorasi penambangan, salah satunya penambangan emas.Kerusakan ini harus dibertanggung jawabkan  oleh masyarakat, termasuk siswa yang tinggal di sekitar daerah agar mereka memenuhi syarat dalam memahami dan peduli terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan peningkatan kognisi literasi lingkungan menggunakan bahan pembelajaran teknologi alternatif terintegrasi di lingkungan limbah tambang emas. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, dokumentasi dan tes untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan 31 siswa untuk setiap kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kognisi yang disajikan oleh N-Gain dari 0,43 sebagai kategori sedang di kelas eksperimen dan 0,13 sebagai kategori rendah di kelas kontrol. Peningkatan yang signifikan dari kelas eksperimen disebabkan oleh penggunaan bahan pembelajaran teknologi alternatif yang terintegrasi dalam lingkungan limbah tambang emas yang memenuhi syarat untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang literasi lingkungan.

    THE EFFECTIVENESS OF GENERATIVE LEARNING MODEL TO ENHANCE STUDENTS\u27 LOGICAL-THINKING ABILITY IN SCIENCE LEARNING

    No full text
    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAAbstractOne of the important 21st-century competencies that should be empowered is logical-thinking ability. Logical-thinking ability is one of the aspects in domain cognitive science that could not be implemented effectively in teaching and learning in the class. Then, this study was aimed to know the effectiveness of generative learning model to enhance students\u27 logical-thinking ability. This research was also conducted by using a quasi-experimental study with pretest-posttest non-equivalent control group design. The sample was taken by using simple random sampling technique. The research involved two classes which were 67 participants consist of 34 students in Class VIII.9 as an experimental group and 33 students in Class VIII.7 as a control group. The researcher used the instruments of logical-thinking ability, they were multiple choice tests with five alternative answers that have been tested for its validity and reliability. The used analysis of data is t-test by SPSS 21. The result obtained t-count value is 2.44, t-table on significant level 0.05 is 1.99, and p-value = 0.017 (p <0.05). It can be concluded that the t-count > t-table, so H0 refused. This also indicates that the application of generative learning models provides a significant impact on students\u27 logical-thinking ability. AbstrakSalah satu kemampuan penting abad 21 yang harus diberdayakan adalah kemampuan berpikir logis. Kemampuan berpikir logis adalah salah satu aspek dalam domain kognitif sains yang belum dapaat diimplementasikan dengan efektif dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran generatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini melibatkan dua kelas yang terdiri dari 67 partisipan dengan distribusi 34 siswa di Kelas VIII.9 sebagai kelompok eksperimen dan 33 siswa di Kelas VIII.7 sebagai kelompok kontrol. Peneliti menggunakan instrumen kemampuan berpikir logis yaitu tes pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah Uji-t menggunakan SPSS 21. Hasil yang diperoleh yaitu nilai thitung adalah 2.44, ttabel dengan nilai signifikansi 5% adalah 1.99 dan p-value = 0.017 (p < 0.05). Dengan demikia dapat disimpulkan bahwa nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak. Hal ini juga menunjukkan bahwa model pembelajaran generatif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir logis siswa

    0

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EDUSAINS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇