EDUSAINS
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media video animasi sistem pernapasan manusia untuk meningkatkan hasil belajar biologi. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 3 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian two group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan adapun penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa untuk kelas eksperimen dengan menggunakan media video animasi dan 33 siswa untuk kelas kontrol dengan menggunakan media gambar power point. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data kedua kelompok menggunakan uji t, diperoleh hasil thitung 2,68 dan ttabel pada taraf signifikan α = 0,05 sebesar 2,00, maka thitung > ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media video animasi sistem pernapasan manusia dapat meningkatkan hasil belajar biologi. Hal ini dikarenakan, media video animasi dapat memudahkan siswa untuk memahami proses pernapasan yang terjadi di dalam tubuh manusia. Dengan demikian, siswa dapat memahami materi sistem pernapasan secara utuh.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA SOAL UJIAN NASIONAL KIMIA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas soal Ujian Nasional (UN) Kimia SMA pada tahun 2011/2012 dan 2012/2013 ditinjau dari proporsi keterampilan berpikir tingkat tinggi yang ditanyakan pada masing-masing ujian. Kategori keterampilan berpikir tingkat tinggi pada penelitian ini didasarkan pada tiga jenjang dimensi proses kognitif teratas pada Taksonomi Bloom Revisi (menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen. Pemilihan sampel sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Sampel sumber data pada penelitian ini adalah dokumen soal UN Kimia SMA tahun ajaran 2011/2012 dan 2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas soal UN Kimia pada tahun ajaran 2011/2012 (92,5%) maupun 2012/2013 (85%) menuntut keterampilan berpikir tingkat rendah siswa. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diujikan pada soal-soal tersebut hanya mewakili jenjang kognitif menganalisis. Sub kategori menganalisis yang dikembangkan pada soal UN Kimia tahun 2011/2012 dan 2012/2013 tersebut hanya meliputi proses kognitif membedakan dan mengorganisasi. Berdasarkan jenjang kognitif yang dikembangkan pada masing-masing ujian, kuantitas pertanyaan yang menuntut jenjang kognitif menganalisis lebih banyak terdapat pada soal yang ditanyakan dalam UN Kimia tahun ajaran 2012/2013 (15%) dibandingkan pada soal yang ditanyakan dalam UN Kimia tahun ajaran 2011/2012 (7,5%). Dengan demikian, ditinjau dari perbandingan kuantitas soal yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada masing-masing ujian, kualitas soal UN Kimia tahun ajaran 2012/2013 lebih baik dibandingkan soal UN Kimia tahun ajaran 2011/2012. Soal-soal yang menuntut tiga jenjang dimensi proses kognitif teratas pada Taksonomi Bloom Revisi sebaiknya lebih ditingkatkan lagi jumlahnya pada ujian-ujian, seperti Ujian Nasional Kimia. Hal itu dikarenakan ketiganya merupakan salah satu indikator untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Kata Kunci : Soal Ujian Nasional Kimia, Taksonomi Bloom Revisi, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
ANALISIS PERTANYAAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI ILMIAH MENGGUNAKAN KOMIK PENDIDIKAN SAINS
AbstractA study on students’ enquiry skill through scientific inquiry learning using educational science comic has been conducted to 42 students’ of 8th grade in one of junior high school in Sumedang. Research data was collected through students’ learning journal and observations. Students’ questions were analyzed base on Bloom cognitive taxonomy and convergent-divergent categories. Based on students’ question, the study show that educational science comic could be used as science instructional media for stimulated students’ enquiry skill. Another findings showed that (1) students’ asked more C1 - knowledge questions, and it reflected that students’ thinking level was low; (2) number of C4 – analyze questions was increase each meeting, and it showed that students’ thinking skill was developed; (3) students’ asked more convergent questions than divergent questions. AbstrakPenelitian yang bertujuan untuk menganalisis pertanyaan yang diajukan siswa melalui pembelajaran inkuiri ilmiah menggunakan komik pendidikan sains telah dilakukan. Penelitian ini melibatkan 42 siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Sumedang. Data penelitian berupa pertanyaan siswa diperoleh melalui jurnal pembelajaran siswa dan observasi. Pertanyaan siswa dimunculkan dengan menggunakan media pembelajaran berupa komik pendidikan sains yang dikemas dalam pembelajaran inkuiri ilmiah. Pertanyaan-pertanyaan siswa dianalisis berdasarkan jenjang kognitif dan kategori konvergen-divergen. Penelitian ini menunjukkan bahwa komik pendidikan sains dapat digunakan sebagai media pembelajaran IPA yang menstimulasi kemampuan bertanya siswa. Temuan penting dari penelitian ini adalah bahwa (1) siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan C1 pengetahuan dan hal tersebut merefleksikan tingkat pemikiran siswa yang masih rendah; (2) pertanyaan C4 yang diajukan siswa meningkat setiap pertemuannya dan hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemikiran siswa terutama dalam kemampuan menganalisis semakin lama semakin berkembang; (3) siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan konvergen daripada pertanyaan divergen.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.161
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OPEN INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHAN
AbstractThe purpose of this study was to analyze the differences between the scientific attitude of students who use the Open Inquiry learning model with students who use Guided Inquiry learning model on the theme of temperature and changes. This study used Quasi Experiment with study design Matching Only pretestposttest control group design. The study sample consisted of 56 students of class VII from one SMP N in Palembang. The sampling technique used was cluster random sampling. Data collection techniques were scale scientific attitude. Data were analyzed using normality test, homogeneity test, and test Independent Samples Test using IBM SPSS Statistics 22 program and Microsoft Excel. Data obtained from the increase in scientific attitude to student learning model that uses the Open Inquiry of 0.30 with the moderate category and for students who use Guided Inquiry learning model of 0.21 with a lower category. The test results demonstrate the value of research hypothesis significance (2-tailed) of 0.031 <α (0.05) which means that H0 rejected and H1 accepted. It can be concluded that there are significant differences scientific attitude of students who use the Open Inquiry learning model with students who use Guided Inquiry learning model on the theme of the temperature and changes. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 56 orang siswa kelas VII dari salah satu SMP N di Kota Palembang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan skala sikap ilmiah. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, dan uji Independent Samples Test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Diperoleh dari data peningkatan sikap ilmiah untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry sebesar 0,30 dengan kategori sedang dan untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry sebesar 0,21 dengan kategori rendah. Hasil uji hipotesis penelitian menunjukkan nilai signifikansi (2-Tailed) sebesar 0,031 < α (0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sikap ilmiah siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.162
IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI BERBASIS LABORATORIUM TERHADAP PERUBAHAN KONSEPTUAL SISWA SMA PADA KONSEP FOTOSINTESIS
Abstract This research aims to analyze the influence of the implementation of inquiry model by based laboratory toward the conceptual changes of Senior High School students on photosynthesis concept. The method used in this reseach was weak experimental design with the one group pretest-postest design by expansion. The research procedures done were: (1) preliminary study of student conception gaining on photosynthesis concept; (2) implementation of research learning and data gaining; (3) analysis and discussion. The results of changes analysis show that there are changes occured significantly with various types of conceptual changes. It can be concluded that the inquiry model by laboratory based has influenced the conceptual changes of Senior High School students on photosynthesis concept. Keywords: inqury model by laboratory based; conceptual changes; photosynthesis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi model inkuiri berbasis laboratorium terhadap perubahan konseptual siswa SMA pada konsep fotosintesis. Metode penelitian yang digunakan adalah weak experimental dengan desain the one group pretest-postest design dengan perluasan. Prosedur penelitian yang dilakukan secara garis besar adalah: (1) studi pendahuluan penjaringan konsepsi siswa pada konsep fotosintesis; (2) pelaksanaan pembelajaran penelitian dan penjaringan data; (3) analisis dan pembahasan. Hasil analisis perubahan konseptual menunjukkan terjadi perubahan konseptual yang signifikan, dengan berbagai tipe perubahan konseptual. Kesimpulan yang dapat diambil adalah model inkuiri berbasis laboratorium berpengaruh terhadap perubahan konseptual siswa SMA pada konsep fotosintesis. Kata Kunci: model inkuiri berbasis laboratorium; perubahan konseptual; fotosintesis Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.185
PENGARUH PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP N 2 CIKANDE DALAM KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA
Abstract Analyzing Chemistry Textbook Questions At Senior High School Based On Question Category System For Science (QCSS)". Research on Chemistry Education Studies Program, Department of Educational Sciences, Faculty of Tarbiyah and Science Teaching, State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. This study aims to determine the questions that were developed in the chemistry textbooks ofhigh school at South Tangerang City. The method used was descriptive method of content analysis with qualitative research design and random sampling technique. The research instrument used was a questionnaire sheet classification analysis based on Question Category System for Science (QCSS.) There are three books that were analyzed. The results showed that the question developed in all samples was dominated by closed questions. Chemistry textbook A was 79.24%,chemistry textbooks B was 64.10%, chemistry textbook was C 71.17%. the conclusion was the questions were developed in chemistry textbooks in high schools in South Tangerang City has an equation each other which was dominated by closed questions convergent thinking category. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanyaan yang dikembangkan pada buku teks kimia SMA negeri di Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis isi dengan desain penelitian kualitatif dan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar analisis klasifikasi pertanyaan berdasarkan Question Category System For Science (QCSS).Terdapat tiga buku yang dianalisis. Hasil penelitian menujukan bahwa pertanyaan yang dikembangkan pada semua sampel didominasi oleh pertanyaan tertutup. Buku teks kimia Asebesar 79,24%, buku teks kimia B 64,10%, buku teks kimia C sebesar 71,17%. Maka dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertanyaan yang dikembangkan pada buku teks kimia di SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan memilki persamaan antara satu dengan yang lainya yaitu sama– sama didominasi oleh pertanyaan tertutup kategori berfikir konvergen.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.203
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA SMP PADA TEMA ENERGI DALAM TUBUH MENGGUNAKAN METODE 4STMD
Abstract This research aims to produce science teaching materials in junior level with Energy in The Body as the theme using Four Steps Teaching Material Development (4STMD). The material is presented in an integrated way so that students can think holistically and contextually. The method used in this study is Research and Development. In this R&D methods is used 4STMD. There are four steps done on the development of teaching materials, the selection step, structuring step, characterization, and didactic reduction. Selection step includes the selection of indicators in accordance with the demands of the curriculum which is then developed with the selection of concepts and values that are integrated with the concept of science. Structuring step includes make macro structures, concept maps, and multiple representations. Characterization\u27s step includes preparation instruments, then trial to students to identify difficult concepts. The last, didactic reduction was done by neglect and the annotations in the form of sketches.The test results readability aspect instructional materials lead to the conclusion that by determining the main idea, the legibility of teaching materials reached 67%, with moderate readability criteria. Test results of feasibility aspects based on the results of questionnaires to the 11 teachers lead to the conclusion that the overall, level of eligibility teaching materials reached 91% with the eligibility criteria well. Keywords: teaching materials; energy; 4STMD Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA SMP pada tema Energi dalam Tubuh menggunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD). Materi disajikan secara terpadu sehingga memacu siswa untuk berpikir secara holistik dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Dalam penelitian dan pengembangan yang ini, digunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD). Terdapat empat tahap yang dilakukan pada pengembangan bahan ajar, yakni tahap seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi didaktik. Tahap seleksi meliputi pemilihan indikator yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang kemudian dikembangkan dengan pemilihan konsep dan nilai yang diintegrasikan dengan konsep IPA. Tahap strukturisasi meliputi pembuatan struktur makro, peta konsep, dan multipel representasi dari materi. Tahap karakterisasi meliputi penyusunan instrumen karakterisasi, kemudian uji coba kepada siswa untuk mengidentifikasi konsep sulit. Tahap terakhir, yaitu reduksi didaktik konsep terhadap konsep sulit. Reduksi didaktik yang dilakukan berupa pengabaian dan penggunaan penjelasan berupa sketsa. Hasil uji aspek keterbacaan bahan ajar menghasilkan kesimpulan bahwa berdasarkan penentuan ide pokok, keterbacaan bahan ajar mencapai 67%, dengan kriteria keterbacaan tinggi. Hasil uji aspek kelayakan berdasarkan hasil angket terhadap 11 orang guru menghasilkan kesimpulan bahwa secara keseluruhan tingkat kelayakan bahan ajar mencapai 91% dengan kriteria kelayakan baik sekali. Kata Kunci: bahan ajar; energi; 4STMD Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.2039
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR SELF EFFICACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Abstract The characteristics of learners in learning need to get the attention from the teacher. However, the measurement of self-efficacy has not been implemented by teacher, and instrument to measure these capabilities are not available, and teachers do not understand the importance of information about students\u27 self efficacy. The main aim of this development research is to produce a tool or instrument ratings whivch are valid, reliable and practical to measure self-efficacy in learning chemistry in junior high school. The method used in this research is the development methods. The results of this research is the availability of a viable instrument which can used to measure students’ self-efficacy in learning chemistry in junior high school, which qualifies as a valid, reliable, and practical test. Keywords: self efficacy; chemistry learning Abstrak Karakteristik siswa dalam belajar perlu mendapatkan perhatian para guru. Namun, pengukuran self efficacy selama ini belum dilaksanakan oleh guru, dan instrumen untuk mengukur kemampuan tersebut belum tersedia serta guru belum memahami pentingnya informasi tentang self efficacy siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan utama untuk menghasilkan alat atau instrumen penilaian yang valid, reliabel dan praktis untuk mengukur self efficacy dalam pembelajaran kimia di SMP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Hasil penelitian ini ialah tersedianya instrumen yang layak digunakan untuk mengukur self efficacy siswa dalam pembelajaran kimia di SMP, yang memenuhi persyaratan sebagai tes yang valid, reliabel, dan praktis. Kata Kunci: self efficacy; pembelajaran kimia Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.400
PENGGUNAAN MEDIA ONLINE DALAM PROYEK PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB PADA MATA KULIAH ZOOLOGI VERTEBRATA
DEVELOPMENT WEB BASED TEACHING MATERIALS ON VERTEBRATE CONCEPT AbstractThe study aimed to determine the profile of online media used in project web-based teaching materials in the Vertebrate Zoology course. This research was conducted on Biology Education program in the odd semester of academic year 2015/2016. The subject of this research is the students of Biology education program which in the odd semester take the Vertebrata Zoology courses totaling 25 people. The method used in the research is development with research design which consists of preliminary, development, and evaluation stage. Instrument in this research is in the form of evaluation material sheet by evaluator. The results showed that the average value given by the evaluator was 83, which entered into good category. Teaching materials developed by students vary widely. The teaching materials consist of wordpress (28%), wix (24%), webnode (16%), prezi (16%), other web and UIN Website respectively by 8%. This shows that students have been able to develop web-based teaching materials by utilizing the development of ICT. AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai penggunaan media online dalam proyek pembuatan bahan ajar berbasis web pada matakuliah Zoology Vertebrata. Penelitian ini dilakukan pada program studi Pendidikan Biologi pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan Biologi yang pada semester ganjil mengambil mata kuliah Zoologi Vertebrata berjumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode pengembangan dengan design penelitian terdiri dari tahap pendahuluan, pengembangan, dan evaluasi. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar penilaian bahan ajar oleh evaluator. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata yang diberikan oleh evaluator mendapatkan nilai 83 yang masuk kedalam kategori baik. Bahan ajar yang dikembangkan oleh mahasiswa sangat bervariasi. Bahan ajar tersebut terdiri dari wordpress (28%), wix (24%), webnode (16%), prezi (16%), web lainnya dan Website UIN masing masing sebesar 8%. Hal ini menunjukkan mahasiswa sudah mampu mengembangkan bahan ajar berbasis web dengan memanfaatkan perkembangan TIK.
Biology Module based on Cooperative Problem-based Learning (CPBL) to Enhance Students’ Problem Solving Skills at Madrasah Aliyah Negeri
MODUL BIOLOGI BERDASARKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH KOOPERATIF (CPBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERIAbstrakModel CPBL (Cooperative Problem-based Learning) memiliki beberapa keunggulan seperti siswa ditantang untuk menyelesaikan masalah yang ada, sehingga semua keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa dapat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan dan efektivitas modul biologi berdasarkan model CPBL untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D). Model pengembangan penelitian ini menggunakan Borg dan Gall. Desain penelitian menggunakan metode desain eksperimen sejati dengan desain kelompok kontrol pretest posttest. Dua kelas dipilih oleh sampel acak sederhana. Penelitian ini melibatkan 171 siswa, 85 siswa di kelas kontrol dan 86 siswa di kelas eksperimen. Analisis data deskriptif digunakan untuk menganalisis kelayakan modul dan uji-t digunakan untuk menganalisis keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan pengembangan modul memiliki hasil yang baik berdasarkan penilaian para ahli dan praktisi. Berdasarkan hasil uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen (0,001), n-gain skor kontrol dan kelas eksperimen masing-masing 0,30 (rendah) dan 0,54 (rata-rata). Berdasarkan penelitian, modul ini lebih efektif daripada buku teks dan dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa.AbstractCPBL (Cooperative Problem-based Learning) model has several advantages such as students are challenged to solve existing problems, so that all students\u27 cognitive, affective, and psychomotor skills can develop. This research aimed to determine feasibility and effectivity of biology module based on CPBL model to enhance students’ problem solving skills. This type of research is Research and Development (R & D). The development model of this research uses Borg and Gall. The research design uses true experimental design method with pretest posttest control group design. Two classes were selected by simple random sample. The study involved 171 students, 85 students are in control class and 86 students are in experimental class. Descriptive data analysis was used to analyze the module feasibility and t-test was used to analyze the problem solving skills. The results showed that the feasibility of the module development have a good results based on assessment of the experts and practitioners. Based on the t-test results, there are significant difference between control class and experiment class (0.001), n-gain score of control and experiment class respectively 0.30 (low) and 0.54 (average). Based on the research, this module is more effective than the textbook and can improve students’ problem solving skills.