289 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PELESTARIAN

    No full text
    INCREASING STUDENTS LEARNING OUTCOME THROUGH THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED-LEARNING MODEL ASSISTED WITH VIDEO ON THE CONCEPT OF ENVIRONMENTAL CHANGES AND PRESERVATION EFFORT       Juriah1, Zulfiani21SMA Negeri 3 Tangerang Selatan, Indonesia2UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, [email protected] research aims to determine the improvement of students’ biology learning outcomes in class X IPA 3 SMAN 3 Tangerang Selatan. It was conducted through the problem-based learning model assisted with video. The method was Classroom Action Research (CAR) held in two cycles. Using essay test and observation sheet, 29 students of class X IPA 3 were involved. The result showed that at the first cycle, students’ learning average was 85,31 with 93%learning completeness. Following the second cycle, both the learning average and completeness increased to 93,41 and 100% respectively. The results of the acquisition of communication skills and product making skills of the first cycle average 85,39 and the second cycle is 86,06. The average value of N-Gain in cycle I and II respectively is 0,67 and 0,79 (high category).  Students activities have also risen from 89% (cycle I) to 100% (cycle II). This concluded that problem based-learning model assisted with video enables students to enhance their learning outcomes especially on the concept of environmental changes and preservation effort. AbstrakPenelitian ini  bertujuan  untuk untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi pada peserta didik kelas X IPA 3 SMAN 3 Kota Tangerang Selatan tahun ajaran 2016/2017 dengan menerapkan model problem based learning disertai media video.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik  kelas  X IPA 3 SMAN 3 Kota Tangerang  Selatan tahun  ajaran 2016/2017 dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang. Instrumen penelitian berupa tes uraian dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian hasil belajar pengetahuan pada siklus I rerata  85,31 dengan jumlah yang mencapai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) 93%,  pada siklus II  rerata belajar 93.41 dengan KBM 100%. Hasil perolehan nilai keterampilan komunikasi dan keterampilan membuat produk siklus I rerata 85,39 dan siklus II  yaitu 86,06. Adapun rerata nilai N-Gain pada setiap siklusnya adalah 0,67 pada siklus I dan 0,79 pada siklus II dengan kategori pemahaman  tinggi. Aktifitas peserta didik juga meningkat dari 89% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning berbantu media video dapat meningkatkan hasil belajar pada konsep perubahan lingkungan.

    PEMETAAN POTENSI LOKAL KABUPATEN WONOSOBO UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

    No full text
    MAPPING AND INTEGRATING INDONESIA\u27S LOCAL POTENTIAL IN HIGH SCHOOL PHYSICS LEARNING TO CREATE THE MEANINGFUL LEARNING AbstractLearning physics in high school requires the fulfillment of 4 core competencies, namely spiritual, social, knowledge, and skills. Therefore, it is needed for various creative activities and meaningful learning to learn it. A contextual approach by integrating local potential and physics material becomes a promising choice for studying physics. This study aims to identify the local potential that can be integrated with the physics material. This is a qualitative research by study of literatureand and survey method. The results showed seven physics materials in SHS based on the Curriculum 2013 Revised Edition can be integrated with the local potential of Wonosobo, Indonesia. There is the nature of physics and measurement of physical quantities; dynamics of motion; static and dynamic fluids; temperature, heat, global warming phenomenon; kinetic gas theory; light and optical devices, and sounds. The local potential are calculate the seeds and agricultural products, Arjuna temple, how farmers irrigate land, sikidang crater, color lake, menjer lakes, pengilon lake, dlingo lake, merdada lake, cebong lake, swiwi lake, steam power plant “Geodipa”, Mangli water source, Carica Pubescens, ongklok noodles, heating equipment, Dieng plateau, Bundengan musical instruments, confusing lines around the Dieng plateau, Serayu River, Kalianget baths, and ruwatan rambut gimbal. AbstrakPembelajaran fisika di SMA menuntut terpenuhinya 4 kompetensi inti, yaitu spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai aktivitas kreatif dan pembelajaran bermakna untuk mempelajarinya. Pendekatan kontekstual dengan mengintegrasikan potensi lokal dan materi fisika menjadi pilihan yang menjanjikan untuk mempelajari fisika. Pemetaan potensi lokal dan materi fisika perlu dilakukan sebelum melaksanakan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi lokal yang dapat diintegrasikan dengan pembelajaran fisika SMA guna melaksanakan pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan survey. Hasil penelitian menunjukkan 7 materi fisika SMA berdasarkan kurikulum 2013 Edisi Revisi dapat dipetakan dengan potensi lokal Kabupaten Wonosobo, Indonesia. Materi tersebut yaitu hakikat fisika dan pengukuran besaran fisika; dinamika gerak; fluida statis dan dinamis; suhu, kalor, gejala pemanasan global; teori kinetik gas; cahaya dan alat optik, dan bunyi. Potensi lokal meliputi menghitung bibit dan hasil pertanian, Candi Arjuna, cara petani mengairi lahan, kawah sikidang, telaga warna, telaga menjer, telaga pengilon, telaga dlingo, telaga merdada, telaga cebong, telaga swiwi, PLTU Geodipa, sumber air mangli, carica, mie ongklok, alat pemanas ruangan, dataran tinggi dieng, alat musik Bundengan, jalur tingungan di sekitar dataran tinggi Dieng, Sungai Serayu, pemandian Kalianget, dan ruwatan rambut gimbal.

    MEMBANGUN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF UNTUK MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN OTENTIK

    No full text
    BUILDING CREATIVE THINKING ABILITY TO OVERCOME ENVIRONMENTAL PROBLEMS USING AUTHENTIC LEARNINGAbstractCreative thinking skills are some of the competencies needed in the 21st Century, which is a period that demands transformation, including education. This situation requires people to have the resilience to adapt and survive in this Century. Cultivating creativity in learning activities is very important to strengthen the resilience of students in the future. This study aims to describe the role of authentic learning in students\u27 creative thinking abilities. This study used a quasi-experimental method conducted on 52 Biology Education students in the second semester of classes 2A and 2B. The instructional approach used was authentic learning in the form of designing anti-styrofoam social campaigns. Data analysis techniques involved validity, reliability, and independent t-test using SPSS 20 as a statistical tool. This study used test instruments to measure four aspects of creative thinking abilities. The data collection technique used was an 8 question essay on the subject of Solid Waste Management. The results showed differences in the average ability of creative thinking between groups of students, class 2A with Authentic Learning treatment showed 73.4%, and class 2B as a control showed 46%. A large number of students have difficulty in creative thinking in the elaboration aspect. It is recommended that broader research needs to be done at the elementary and secondary school levels to develop students\u27 creative thinking skills. AbstrakKeterampilan berpikir kreatif adalah salah satu kompetensi yang dibutuhkan di Abad ke-21. Periode yang membutuhkan transformasi kehidupan termasuk pendidikan di dalamnya. Situasi ini menuntut orang untuk memiliki ketahanan untuk beradaptasi dan bertahan hidup di abad ini. Menumbuhkan kreativitas dalam kegiatan belajar sangat penting untuk memperkuat ketahanan siswa di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pembelajaran otentik pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental yang dilakukan pada 52 siswa Pendidikan Biologi di semester II kelas 2A dan 2B. Pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran otentik dalam bentuk merancang kampanye sosial anti sterofoam. Teknik analisis data melibatkan validitas, reliabilitas dan independent t-test menggunakan SPSS 20 sebagai alat statistik. Penelitian ini menggunakan instrumen tes untuk mengukur empat aspek kemampuan berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  soal essay yang berjumlah 8 pertanyaan pada pokok bahasan Pengelolaan limbah Padat. Hasil menunjukkan perbedaan dalam kemampuan rata-rata berpikir kreatif antara kelompok siswa, kelas 2A dengan perlakuan Authentic Learning menunjukkan 73,4% dan kelas 2B sebagai kontrol menunjukkan 46%. Sejumlah besar siswa mengalami kesulitan dalam berpikir kreatif yaitu dalam aspek elaborasi. Disarankan bahwa penelitian yang lebih luas perlu dilakukan di tingkat sekolah dasar dan menengah untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa. 

    EFFORTS TO IMPROVE SCIENTIFIC ATTITUDE AND PRESERVATION OF LOCAL CULTURE THROUGH ETHNOBIOLOGY-BASED BIOLOGICAL PRACTICUM

    No full text
    UPAYA PENINGKATAN SIKAP ILMIAH DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI PRAKTIKUM BIOLOGI BERBASIS ETNOBIOLOGI AbstrakPotensi lokal yang ada di sekitar sekolah pada umumnya belum banyak dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber belajar biologi, oleh sebab itu perlu dikembangkan praktikum biologi berbasis etnobiologi sebagai upaya pelestarian budaya lokal.Tujuan penelitian ini adalah 1) mengkaji pengetahuan Etnobiologi dan meningkatkan sikap ilmiah peserta didik SMA melalui praktikum biologi. 2) mengintegrasikan budaya lokal masyarakat suku Dayak Ngaju di wilayah Kabupaten Gunung Mas pada materi pelajaran biologi. Tahap pertama merupakan penelitian deskriptif kualitatif, pada tahap ini dilakukan pengkajian potensi lokal berbasis etnobiologi meliputi sumber daya alam hewan, tumbuhan dan potensi lokal lainnya, yang dimanfaatkan masyarakat.Tahap kedua dilaksanakan praktikum biologi berbasis etnobiologi pada peserta didik kelas X di tiga SMA wilayah Kabupaten Gunung Mas dengan menggunakan angket respons peserta didik terhadap pelaksanaan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan sikap ilmiah setelah mendapatkan pembelajaran biologi berbasis etnobiologi dibanding kelompok kontrol dengan rata-rata skor sebesar 0,47 (kriteria sedang).Budaya lokal perlu didokumentasikan dan diajarkan kepada generasi berikutnya untuk menghindari kehilangan budaya lokal di wilayah setempat.AbstractLocal potentials that exist around the school, in general, have not been maximally utilized as a source of biology learning. Therefore, it needs to be developed learning biology-based on ethnobiology efforts of preservation of local culture. The purpose of this research is 1) to study the knowledge of ethnobiology and to improve the scientific attitude of the learner of high school students through biology practicum. 2) integrate the local culture of the Dayak Ngaju tribe community in the Gunung Mas District area in biology subject matter. The first stage is qualitative descriptive research. At this stage conducted an assessment of local potency based on ethnobiology covering natural animal resources, plants, and other local potencies, which is utilized by society. The second stage is practicum based on ethnobiology biology of class X students in three high schools in Gunung Mas District by using the questionnaire of students\u27 responses to the practicum implementation. The results showed that there was an increase in scientific attitude after obtaining biology learning based on ethnobiology- compared to the control group with an average score of 0.47 (medium criterion). Local culture needs to be documented and taught to the next generation to avoid losing local culture in the local area.

    PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA SMP

    No full text
    Tujuan penelitian  ini adalah untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis  siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual yang dilakukan di sekolah SMPN 2 Simanindo di Simarmata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian The Matching Pretest-Posttest Control Group. Siswa kelas VII (n = 45) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik cluster random sampling dan penelitian ini terdiri dari 2 kelas.  Teknik pengumpulan data menggunakan dengan 15 butir soal pilihan ganda beralasan. Teknik pengolahan data melalui uji normalitas, uji homogenitas dan N-gain serta uji- t dua pihak dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 22 dan Microsoft excel.  Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan  antara siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual, dengan nilai signifikansi 0.411 > 0.05, yang berarti diterima dan ditolak.  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah  memiliki nilai rata – rata N-gain 0.41, sedangkan siswa yang belajar melalui pembelajaran kontekstual memiliki nilai rata –rata N-gain 0.31. Sehingga berdasarkan data penelitian tersebut, pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual dapat membantu meningkatkan berpikir kritis sisw

    PENINGKATAN DOMAIN KOMPETENSI DAN PENGETAHUAN SISWA MELALUI PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU

    No full text
    Abstract The aim of this study was to determine the enhancement of students’ competencies and knowledge domains of scientific literacy after the levels of inquiry on integrated science instruction was implemented on the theme of environmental pollution. This study used pre-experimental research method with one sample pretest-posttest design. Data were collected through scientific literacy test, observation sheet, worksheet, and questionnaire instruments. Wilcoxon Signed Ranks test results showed that there was a statistically significance different between the pretest scores and the posttest scores after implementing levels of inquiry. Significance is shown by both domains of competencies and knowledge aspects studied. Results indicated that the implementation of levels of inquiry in integrated science lesson can enhance students\u27 scientific literacy on competencies and knowledge aspects. It was concluded that implementing the levels of inquiry can help students to practice inquiry skills to enhance their scientific literacy which requires the application of competencies and knowledge they have. In addition, it was also found that the students’ have positive response about using inquiry systematically in science instruction. Keywords: levels of inquiry; scientific literacy; competencies domain; knowledge domain; integrated science Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan domain kompetensi dan pengetahuan siswa setelah diterapkannya levels of inquiry pada pembelajaran IPA terpadu tema pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental dengan desain one-sample pretest posttest design. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes literasi sains berbentuk pilihan ganda, lembar observasi, dan angket. Hasil analisis data tes literasi sains menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretes dan skor postes setelah diterapkannya levels of inquiry. Sebagai kesimpulan yaitu penerapan levels of inquiry dapat membantu meningkatkan domain kompetensi dan pengetahuan siswa pada pembelajaran IPA. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa mempunyai respon positif terhadap penggunaan inkuiri yang dilakukan secara sistematis dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci: levels of inquiry; literasi sains; domain kompetensi; domain pengetahuan; IPA terpadu  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.197

    EFFECT OF ARGUMENT MAPPING METHOD AND SELF EFFICACY ON CRITICAL THINKING ABILITY

    No full text
    PENGARUH METODE PETA ARGUMEN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS  AbstractThe aim of this study is to know the effect of argument mapping method and self efficacy on critical thinking ability and interaction between argument mapping method and self efficacy on critical thinking ability. The method that used in this research is quasi experiment with 2 x 2 factorial design. The instruments that used in this research are critical thinking ability essay test and self efficacy questionnaire. The subject of this study is students of XI IPA 1 and 3 from SMAN in Jakarta totalling 72 students. Samples were taken using simple random sampling. Analysis of data used two way anova. The result showed that : 1) There is effect of argument mapping method on critical thinking ability with p< 0,05, p = 0,000. 2). There is effect of self efficacy on argument mapping method and self efficacy on critical thinking ability with p< 0,05, p = 0,000. 3) There is no interaction between argument mapping method and self efficacy on critical thinking ability with p> 0,05, p = 0,602.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode peta argumen dan efikasi diri terhadap kemampuan berpikir kritis, serta interaksi antara pengaruh metode peta argumen dan efikasi diri terhadap kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain ANAVA dua arah dengan rancangan faktorial 2x2. Populasi penelitian ialah XI MIPA SMA Negeri di Jakarta dengan sampel penelitian sebanyak dua kelas, yaitu XI MIPA 1dan 3 yang berisi 72 peserta didik. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes uraian dan kuesioner efikasi diri. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh metode peta argumen terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan p<0,05, p = 0,00, (2) terdapat pengaruh efikasi diri terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan p<0,05, p = 0,00, (3) tidak terdapat interaksi pengaruh metode peta argumen dan efikasi diri terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan p>0,05, p = 0,602.

    SCIENCE LITERACY SKILLS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS BASED ON SCIENCE LITERACY SKILLS OF TEACHERS AND GEOGRAPHICAL LOCATION

    No full text
    KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DITINJAU DARI KEMAMPUAN LITERASI SAINS GURU DAN LETAK GEOGRAFIS SEKOLAHEndah Lestari, Adisyahputra, Ratna KomalaState University of Jakarta, [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa berdasarkan kemampuan literasi sains guru di kota dan di desa. Kemampuan literasi sains siswa dan guru di kota dan di desa diukur dengan mengunakan dua jenis tes instrumen yang berbeda untuk guru dan siswa yang masing-masing terdiri dari 40 soal PISA dan TIMSS yang sudah di modifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Ex-Post Facto. Populasi penelitian tiga sekolah di desa dan tiga sekolah di kota yang diambil secara purposive sampling berdasarkan nilai UN tinggi, sedang dan rendah di dua wilayah yang berbeda di kota dan desa, dengan jumlah subjek penelitian 480 siswa dan 16 guru yang diambil secara acak. Analisis data menggunakan uji ANAVA Faktorial 2x2x3. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh letak geografis sekolah di desa dan di kota terhadap literasi sains siswa dengan p<0,00 ; 2) Tidak terdapat pengaruh nilai UN terhadap skor literasi sains siswa dengan p>0,189 ; 3) tidak terdapat pengaruh literasi sains guru terhadap literasi sains siswa dengan p>0,318 ; 4) terdapat pengaruh letak geografis di kota dan di desa dengan input UN terhadap literasi sains siswa dengan P<0,00 ; 5) tidak terdapat pengaruh letak geografis dengan literasi guru terhadap skor literasi sains siswa p>0,194 ; 6) terdapat pengaruh input skor UN dengan literasi sains guru terhadap skor literasi sains siswa dengan P<0,00 ; 7) tidak terdapat pengaruh letak geografis, nilai UN dan literasi guru terhadap skor literasi sains siswa dengan P>0,712.  AbstractThis study aims to determine the science literacy ability of students based on teacher’s literacy abilities in cities and villages. The science literacy ability of students and teachers both in cities and villages were measured using two different types of test instruments each for teachers and students consisting of 40 modified PISA and TIMSS questions. The method used in this research is Ex-Post Facto. The study population were three schools in the village and three schools in the city chosen by purposive sampling based on the high, medium and low national examination (UN) scores, with the total number of research subjects of 480 students and 16 teachers taken at randomly. Data analysis was made using ANAVA test. The results showed: 1) there is an influence of the geographic location of the school in the village and in the city against students science literacy with p <0.00; 2) there is no effect of UN score on science literacy score of students with p> 0.189; 3) there is no influence of teachers science literacy on students science literacy with p> 0,318; 4) there is an influence of geographical location in city and in village with UN input to students science literacy with P <0,00; 5) there is no influence of geographical location with teachers literacy toward students science literacy score p> 0,194; 6) there is an influence of UN score input with teachers science literacy on science literacy score of students with P <0.00; 7) there is no influence of geographical location, UN value and teachers literacy toward science literacy score of students with P> 0.712.

    UJI KETERPAHAMAN DAN KELAYAKAN BAHAN AJAR IPA TERPADU

    No full text
    Abstract This study aimed to develop the teaching material for integrated natural science learning in junior high school using 4 steps teaching material development (4STMD) method. There were four steps that should be conducted comprised of selection, structuring, characterization, and didactic reduction. The method used in this study was Research and Development (R&D), so that understanding test was conducted more then once, which are before and after didactic reduction step. The first understanding test result in the average of percentage that are 53,7% and 53,8%. After didactic reduction, the second understanding test result in the average of percentage that is 65,8%. The next test was the feasability test of the teaching material that result in the average of percentage 76,9%, which is in the very good category. Keywords: teaching material; understanding; feasibility Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran IPA terpadu di SMP menggunakan metode 4 Steps Teaching Material Development (4STMD). Ada empat tahapan yang harus dilakukan pada metode pengembangan bahan ajar tersebut yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D), sehingga pengujian keterpahaman dilakukan lebih dari satu kali yaitu sebelum dan sesudah dilakukannya tahapan reduksi didaktik. Uji keterpahapaman tahap pertama menghasilkan nilai rerata persentasi 53,7% dan 53,8%. Setelah reduksi didaktik, dilakukan uji keterpahaman kedua yang menghasilkan rerata persentasi 65,8%. Uji selanjutnya merupakan uji kelayakan bahan ajar yang menghasilkan rerata persentasi 76,9% yang berada pada kategori sangat baik. Kata Kunci: bahan ajar; keterpahaman; kelayakan  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1818

    PENGGUNAAN BAHAN AJAR IPA TERPADU DENGAN TEMA CUACA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP KELAS VII

    No full text
    Abstract The aim of this research was analysing the enhancing of student’s concept mastery by using an integrated science teaching material themed weather for Junior High School student in seventh grade. The method used in this study was mix method between qualitative and quantitative research with Research and Development (R&D) approach. However, the study in this journal is devoted to the product testing phase in order to enhance student’s concept mastery by implementing teaching materials consisting of two chapters for 30 students. The data analyzed were obtained from pretest and posttest score for both chapters of teaching material themed weather. According to the results of this research, it can be concluded that after experimenting teaching materials, the highest enhancement of student concept is in KD 3.9, that is about air pollution. The N-Gains in Chapter II (Cuaca dan Iklim serta Perubahannya) show greater value than the N-Gains in Chapter I (Cuaca dan Unsur-unsur yang ada di Atmosfer). Keywords: teaching material; integrated science; weather; student’s concept mastery Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan penguasaan konsep siswa dengan menggunakan bahan ajar IPA terpadu bertema cuaca untuk siswa SMP kelas VII. Mix method antara penelitian kualitatif dan kuantitatif digunakan dengan pendekatan penelitian menggunakan Research and Development (R&D). Namun pembahasan pada jurnal ini dikhususkan pada tahap uji coba produk untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa dengan mengimplementasikan bahan ajar yang terdiri dari dua bab materi kepada 30 orang siswa. Data-data yang dianalisis diperoleh dari skor pretest dan posttest untuk kedua bab bahan ajar bertema cuaca. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh kesimpulan setelah melakukan uji coba bahan ajar, bahwa peningkatan konsep siswa yang paling tinggi terdapat pada KD 3.9, yaitu mengenai pencemaran udara. N-Gain pada Bab II (Cuaca dan Iklim serta Perubahannya) menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan N-Gain pada Bab I (Cuaca dan Unsur-unsur yang Ada di Atmosfer) Kata Kunci: bahan ajar; IPA Terpadu; cuaca; penguasaan konsep  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.2234

    0

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EDUSAINS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇