EDUSAINS
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
WEB MODUL IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN THINKING SKILL
SCIENCE WEB MODULE BASED ON GUIDED INQUIRY TO IMPROVE THINKING SKILLAbstractThe science web module is a systematically structured teaching material to achieve electronic learning objectives using website applications in which writing, animation, video, and navigation are exciting, interactive, active, and motivating learning that can facilitate students\u27 thinking skills. Guided inquiry is a model that trains students to be actively involved in investigations with questions raised by teachers to direct students to find concepts. Guided inquiry-based web modules are used to improve students\u27 thinking skills measured through written tests. This study uses a pretest-posttest control group design. Based on the results of the analysis using the Kruskal Wallis test, there are differences in the experimental class using the science web module based on guided inquiry and the control class using the science teaching materials commonly used by teachers. The results showed an increase in higher thinking skills in the experimental class than in the control class, resulting in the high effect size category so that the experimental class increased the thinking skills more effectively than the control class. AbstrakWeb modul IPA merupakan bahan ajar yang disusun sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran berbentuk elektronik menggunakan aplikasi website yang didalamnya terdapat tulisan, animasi, video, serta navigasi yang menjadi pembelajaran yang menarik, interaktif, aktif, dan memotivasi belajar yang dapat memfasilitasi thinking skill peserta didik. Inkuiri terbimbing merupakan model yang melatih peserta didik terlibat aktif dalam penyelidikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru untuk mengarahkan peserta didik menemukan konsep. Web modul berbasos inkuiri terbimbing digunakan untuk meningkatkan thinking skill peserta didik. Penelitian ini menggunakan pretest posttest control group design. Thinking skill diukur melalui tes tertulis. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan kelas eksperimen yang menggunakan web modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar IPA yang biasa digunakan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan thinking skill yang lebih tinggi pada kelas eksperimen daripada kelas kontrol, dengan hasil effect size kategori tinggi, sehingga kelas eksperimen meningkatkan thinking skill yang lebih efektif daripada kelas kontrol.
PENGARUH PRAKTIKUM KIMIA HIJAU PADA SIKAP SISWA TERHADAP KIMIA
THE EFFECT OF GREEN CHEMISTRY LAB EXPERIMENTS ON STUDENTS\u27 ATTITUDES TOWARDS CHEMISTRYAbstractThis study aimed to investigate the effect of green chemistry lab experiments and the traditional chemistry lab experiments on students’ attitudes towards chemistry. This type of study was a quasi-experiment with a non-equivalent pretest-posttest control group design. The population of this study was all the Class XI of Natural Sciences in SMA Negeri 4 Singaraja, totaling five classes. Samples were selected by a purposive sampling technique. Sciences of 2 and 5 was the control group taught by traditional chemistry lab experiments, while Class XI of Natural Sciences of 3 and 4 was the experimental group taught by green chemistry lab experiments. Students’ attitudes towards chemistry were measured by a questionnaire given to students before and after the chemistry lab experiments. The results of this study indicated that students’ attitudes toward chemistry were better in the green chemistry lab experiments with a mean score of 4.34 than in the traditional chemistry lab experiments with a mean score of 4.15. AbstrakPenelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh praktikum kimia hijau dan praktikum kimia tradisional pada sikap siswa terhadap kimia. Jenis penelitian adalah eksperimen kuasi dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 4 Singaraja yang berjumlah lima kelas. Sampel dipilih dengan teknik purpossive sampling. Kelas XI IPA 2 dan 5 sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan praktikum kimia tradisional, sedangkan Kelas XI IPA 3 dan 4 sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan praktikum kimia hijau. Sikap siswa terhadap kimia diukur dengan inventori yang diberikan kepada siswa sebelum dan setelah kegiatan praktikum kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan sikap siswa terhadap kimia lebih baik pada praktikum kimia hijau dengan skor rata-rata 4,34 dibandingkan dengan praktikum kimia tradisional skor rata-rata 4,15.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LITERASI SAINS SISWA SMA DI JAKARTA TIMUR
CRITICAL THINKING SKILLS AND SCIENTIFIC LITERACY OF HIGH SCHOOL STUDENTS IN EAST JAKARTA AbstractPISA in 2012 and 2015 shows the level of scientific literacy skills of Indonesian students is at a low level. One of the factors that influence the literacy ability of a person is the ability to think critically. The research aims to determine the relationship between critical thinking skills and high school students\u27 scientific literacy in East Jakarta. The study was conducted in four state high schools in East Jakarta. A total of 167 students were taken as samples chosen by simple random sampling. The method used is descriptive with correlational studies. The average value of critical thinking skills is 45 in the category of lace. The level of scientific literacy of students is at level 3, which has been able to identify a scientific problem described clearly in the context of the level of science. The correlation coefficient obtained was 0.45, with a coefficient of determination of 0.199 and a simple regression model. Ŷ = 0.66 + 2.39X. This study concludes that there is a positive relationship between critical thinking skills and scientific literacy, where critical thinking skills contribute 19.9% to scientific literacy. AbstrakPISA tahun 2012 dan 2015 memperlihatkan kemampuan literasi sains anak Indonesia berada pada taraf rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi seorang adalah kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis dengan literasi sains siswa SMA di Jakarta Timur. Penelitian dilaksanakan di empat SMA Negeri di Jakarta Timur. Sebanyak 167 siswa diambil sebagai sampel yang dipilih secara simple random sampling. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan studi korelasional. Rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis sebesar 45 berkategori rendah. Level literasi sains siswa berada pada level 3, yaitu sudah mampu mengidentifikasi permasalahan ilmiah yang dideskripsikan dengan jelas pada tingkat konteks sains. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,45 dengan koefisien determinasi sebesar 0,199 dan model regresi sederhana. Ŷ = 0,66 + 2,39X. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan literasi sains, dimana kemampuan berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 19,9% terhadap literasi sains.
The Development Of Crossword Game Media On Virus Material
PENGEMBANGAN MEDIA GAME CROSSWORD PADA VIRUS MATERIALAbstractCrossword game media was a learning tool that serves features to understand the concept and solve a problem. The media provides many features that facilitate students to learn enjoyably. This study aims to develop a viable and effective product to improve students\u27 problem-solving skills and conceptual understanding. The ADDIE model is used as a type of research and development. The subjects were students of X-grade senior high school in Salatiga. Data collection was carried out through observation, questionnaires, and tests. Media experts and material experts carried out the validation of products. Teachers were involved in giving feedback about the practicality of the media. The validation concluded that the product was feasibly based on the media aspect= 85,5% (feasible) and the material aspect = 81,25% (feasible). The product\u27s development has improved problem-solving skills and conceptual understanding effectively that the t-test showed a significant value with acquisition sig. 2 tailed < 0,05. The results indicate that the crossword game was feasible and effective in improving problem-solving skills and conceptual understanding.AbstrakMedia crossword game merupakan salah satu media belajar siswa, menyediakan fitur untuk menjadikan siswa dapat memahami konsep dan memecahkan masalah. Crossword game menyediakan banyak fitur yang memudahkan siswa untuk belajar dengan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk yang layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemahaman konseptual siswa. Model ADDIE digunakan sebagai penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X di Salatiga. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan tes. Validasi produk melibatkan ahli media dan materi. Guru dilibatkan untuk memberikan umpan balik tentang kepraktisan media. Berdasarkan validasi, disimpulkan bahwa produk layak berdasarkan aspek media = 85,5% (layak) dan aspek material = 81,25% (layak). Pengembangan dari produk telah meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemahaman konseptual secara efektif sehingga berdasarkan uji-t menunjukkan nilai yang signifikan dengan perolehan sig. 2 tailed <0,05. Hasil menunjukkan bahwa media crossword game layak dan efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemahaman konseptual.
PENGARUH MODEL INKUIRI ILMIAH TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI KALOR DALAM KEHIDUPAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep IPA melalui proses penemuan langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model inkuiri ilmiah terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains siswa (KPS). Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan model pretest and postest control group design. Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kota Padang di kelas VII. Proses pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Pembelajaran dikolaborasikan dengan tipe pembelajaran connected yang menggabungkan konsep belajar Fisika, Kimia dan Biologi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai, kuesioner, lembar observasi KPS, dan format wawancara. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji rata perbedaan (sampel independen t-test atau Mann-Whitney) dengan bantuan software SPSS 16 for Windows dan Microsoft Excel 2007. Berdasarkan hasil perbedaan rerata N gain siswa pada model pembelajaran inkuiri ilmiah dan inkuiri pada kemampuan KPS siswa memperoleh hasil sig uji (dua tailed) 0.386 ≥ (α) 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri ilmiah dan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN METODE PRAKTIKUM DAN DEMONSTRASI MULTIMEDIA INTERAKTIF (MMI) DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA
Abstract This research aims to identify the differences of scientific literacy between students arranged with STAD cooperative learning using labwork and STAD cooperative learning using interactive multimedia demonstrations. The study was also conducted to identify students responses to the two learning methods applied. The method used was quasy experiment with pretest-posttest control group design with the two classes. Instruments used in this research were scientific literacy test sheet in the form of multiple choice questions and quistionare. The research shows that cooperative learning using labwork methode increased students science literacy, better than cooperative learning with interactive multimedia demonstration. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan peningkatan literasi sains antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) menggunakan metode praktikum dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menggunakan metode demonstrasi multimedia interaktif. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi respon siswa terhadap kedua metode pembelajaran yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan pretest-postest control group design dengan perlakuan terhadap dua kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes literasi sains dalam bentuk soal pilihan ganda dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode praktikum dapat meningkatkan literasi sains siswa lebih baik bila dibandingkan dengan peningkatan literasi sains pada kelas yang menggunakan metode demonstrasi multimedia interaktif.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.167
PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM GERAK MANUSIA
Abstract This research aimed to know the influence of using contextual based student worksheet towards student learning outcomes on human movement system concept. This research was conducted at SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. The research method used quasi experiment with pretest-posttest control group design. The sampling method was simple random sampling. The research sample were 37 students for experiment class by using contextual based student worksheet and 35 students for control class by using non contextual student worksheet. The instrument of this research consist of 20 multiple choice test and non test as activity observation sheet of teacher, student responses, attitude and performance assessment. The data analysis used t-test, obtained tarithmetic 2,17 and using ttable on a significant level α = 0,05 amounted 1,99, then tarithmetic > ttable. There was influence of using contextual based student worksheet towards student learning outcomes on human movement system concept. Contextual based student worksheet to facilitate the students to constructed knowledge and have the retention on human movement system concept. Keywords: student worksheet; contextual; learning outcomes Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem gerak manusia. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian untuk kelas eksperimen berjumlah 37 orang dengan menggunakan LKS berbasis kontekstual dan kelas kontrol berjumlah 35 orang dengan menggunakan LKS non kontekstual. Instrumen penilaian yang digunakan yaitu tes dan non tes. Tes yang diberikan berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal dan instrumen non tes berupa lembar observasi aktivitas guru, respon siswa, penilaian sikap dan kinerja. Teknik analisis data menggunakan uji-t, diperoleh hasil thitung 2,17 dan ttabel pada taraf signifikansi α = 0,05 sebesar 1,99, maka thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh LKS berbasis kontekstual terhadap hasil belajar pada konsep sistem gerak manusia. LKS berbasis kontekstual dapat mempermudah siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan dan memiliki retensi terhadap konsep sistem gerak. Kata Kunci: lembar kerja siswa; kontekstual; hasil belajar Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1823
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENGAJUKAN PERTANYAAN PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL
Abstract Questioning skills is the ability of students need to be developed to face the challenges of the 21st century. The purpose of study is to get an idea of the number and types of questions students through cooperative learning model of NHT and investigate the cooperative model of NHT influence on the ability to ask questions. The method used is an experimental study with the static-group comparison design. The population in this study are 61 students of the Junior High School in Bengkalis, Riau Province. The instrument of this study is the submiting written questions task and questionnaires. The results showed that there was a significant effect on the number of questions that the student generated between the experimental class and control class, where the questions generated experimental class students are greater than the control class. There is the influence of students type of questions which are grouped based on revised Bloom taxonomy between experiment and controll class. The most asked types of questions of students in the two classes, namely the question of cognitive levels C1 and C2. The results of questionnaire analysis showed that almost all of the students agree on the implementation of cooperative learning model of NHT. Keywords: cooperative learning model NHT; questioning skills; global warming Abstrak Kemampuan mengajukan pertanyaan merupakan kemampuan siswa yang perlu dikembangkan untuk menghadapi tantangan abad 21. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai jumlah dan jenis pertanyaan yang diajukan siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT serta menyelidiki pengaruh model kooperatif tipe NHT terhadap kemampuan mengajukan pertanyaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian the static-group comparison design. Subjek penelitian melibatkan 61 orang siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bengkalis, Prop. Riau. Instrumen penelitian ini adalah task mengajukan pertanyaan tertulis dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada jumlah pertanyaan yang dihasilkan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana pertanyaan yang dihasilkan siswa kelas eksperimen lebih besar daripada siswa kelas kontrol. Terdapat pengaruh jenis pertanyaan siswa yang dikelompokkan berdasarkan taksonomi Bloom revisi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis pertanyaan yang paling banyak diajukan siswa pada kedua kelas yaitu pertanyaan tingkat kognitif C1 dan C2. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa setuju terhadap penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe NHT. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe NHT; kemampuan mengajukan pertanyaan; pemanasan global Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.1982
PENERAPAN SIKAP KEPEDULIAN LINGKUNGAN DALAM MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DALAM KONSEP EKOLOGI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
Abstract The purpose of the study is to find out the implementation of environmental awareness attitude of senior high school students for ecology and environment pollution concept through the implementation of the society technology science (STS) model. The method used in this study was classroom action research (CAR), which comprised with two cycle. The result shows the achievement of the students’ environmental awareness attitude by implementing the STM model, based on the observation sheet, that in the cycle I, indicator 1 is 49%, indicator 2 is 71%, indicator 3 is 70%, and indicator 4 is 71%. Whereas, the achievement in cycle II is that indicator 1 is 51%, indicator 2 is 67%, indicator 3 is 77%, and indicator 4 is 76%. Based on questionnaire result, the students’ environmental awareness attitude in cycle I and cycle II have high category, with percentage 27,7% in cycle I and 97,9% in cycle II. The improvement treatment given in cycle II was beside nametag, the students were also given identity mark on their table to ease the assesment on the observation sheet. Beside that, only one group of students presented their results, while the others could give advices and questions. This improvement made the learning run more effectively and let the observer to assess more easily. Keywords: environmental awareness attitude; society technology science (STS); ecology and environment pollution Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sikap kepedulian lingkungan peserta didik SMA pada konsep ekologi dan pencemaran lingkungan melalui penerapan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian sikap kepedulian lingkungan peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran STM berdasarkan pada lembar observasi pada siklus I yaitu indikator 1 49%, indikator 2 71%, indikator 3 70%, dan indikator 4 71%. Sedangkan capaian pada siklus II adalah indikator 1 51%, indikator 2 67%, indikator 3 77%, dan indikator 4 76%. Berdasarkan hasil angket, sikap peduli terhadap lingkungan siswa pada siklus I memiliki kategori tinggi dengan persentase sebesar 27,7% dan pada siklus II sebesar 97,9%. Tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus II yaitu selain diberikan nametag, peserta didik juga diberikan tanda pengenal di meja kerjanya untuk memudahkan penilaian pada lembar observasi. Selain itu pada siklus II, hanya satu kelompok peserta didik yang mempresentasikan hasil data kelompoknya, sedangkan kelompok yang lain boleh menambahkan dan bertanya. Perbaikan ini membuat kegiatan pembelajaran yang dilakukan lebih efektif dan memudahkan observer untuk melakukan penilaian. Kata Kunci: sikap kepedulian lingkungan; Sains Teknologi Masyarakat (STM); ekologi dan pencemaran lingkungan Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.3730
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN DAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH WAWASAN DAN KAJIAN MIPA
Abstract The aim of this study was to determine the effect of the implementation of e-learning to the students’ independence and interests in Science insight and Study Course. The used method was experimental post-test only control group design by questionnaire sheets. The subjects were Chemistry Education students year 2015. The results of the hypothesis-test showed that there are no significant differences of independence and interest in both of groups. However, the results of descriptive data analysis showed that the average students’ independence and interest in the experimental was higher than the control group. The experimental group mean of 3.67 (good), while the control group average of 3.48 which are at the same category. Average students’ interest in the experimental group of 4.21 (very good), while the average in the control group at 4.08 (good). In addition, based on the questionnaire of students’ responses toward e-learning obtained mean of 4.51 (very good). Keywords: e-learning; learning independent; learning interest Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran e-learning terhadap kemandirian dan minat belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Wawasan dan Kajian MIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan post-test only control group design dan instrumen lembar angket. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2015. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemandirian dan minat belajar pada kedua kelompok. Namun, hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa rerata kemandirian dan minat belajar mahasiswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rerata kelompok eksperimen sebesar 3,67 (baik), sedangkan rerata kelompok kontrol sebesar 3,48 yang berada pada kategori yang sama. Rerata minat belajar mahasiswa pada kelompok eksperimen sebesar 4,21 (sangat baik), sedangkan rerata pada kelompok kontrol sebesar 4,08 (baik). Selain itu, berdasarkan angket respon mahasiswa terhadap pembelajaran e-learning diperoleh rerata sebesar 4,51 (sangat baik). Kata Kunci: pembelajaran e-learning; kemandirian belajar; minat belajar Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.5458