EDUSAINS
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI DAN KONFLIK KOGNITIF FISIKA: KASUS TERKAIT PERUBAHAN KONSEPTUAL
IDENTIFICATION OF MISCONCEPTION AND COGNITIVE CONFLICT OF PHYSICS: A CASE RELATED TO CONCEPTUAL CHANGEAbstractMisconceptions still often occur when learning physics. This study aims to identify students\u27 misconceptions and their relationship with cognitive conflict in terms of conceptual change. This research used mixed methods explanatory design methods. The subjects in this study were three students from SahabatQu High School, Yogyakarta. The students studied were categorized into three, namely low, medium, and high ability students. Information related to student abilities is obtained from physics teachers and student learning test results. A conceptual change interview guide, conceptual change observation sheet, cognitive conflict questionnaire, and parabolic motion material misconceptions tests were used as supporting instruments to obtain the desired results in research. The learning process uses a PhET simulation. The results showed that high, medium and low ability students still had misconceptions when learning parabolic motion material. Cognitive conflict in high, medium and low ability students is included in the low and moderate categories with a percentage of 8.33% - 41.67%. All students have not been able to experience the four thought processes so that there are still misconceptions on some topics such as the highest point and the farthest distance based on the projectile motion\u27s elevation angle. AbstrakMiskonsepsi masih sering terjadi pada saat pembelajaran fisika. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi miskonsepsi siswa dan hubungannya dengan konflik kognitif ditinjau dari perubahan konseptual. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods explanatory design. Subjek pada penelitian ini adalah 3 siswa yang berasal dari SMA Sahabatqu, Yogyakarta. Siswa yang diteliti dikategorikan menjadi 3 yaitu siswa berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Informasi terkait kemampuan siswa diperoleh dari guru fisika dan hasil tes belajar siswa. Pedoman wawancara perubahan konseptual, lembar observasi perubahan konseptual, angket konflik kognitif, dan tes miskonsepsi materi gerak parabola dijadikan instrumen pendukung untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dalam penelitian. Proses pembelajaran menggunakan simulasi PhET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah masih memiliki miskonsepsi pada saat pembelajaran materi gerak parabola. Konflik kognitif pada siswa berkemampuan sedang dan rendah termasuk dalam kategori rendah dan siswa berkemampuan tinggi termasuk dalam kategori sedang. Seluruh siswa belum mampu mengalami empat proses berpikir sehingga masih menyisakan miskonsepsi pada beberapa submateri seperti titik tertinggi dan jarak terjauh berdasarkan sudut elevasi gerak parabola
KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA SMA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS ETNOSAINS
SCIENTIFIC LITERACY OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS USING ETHNOSCIENCE BASED LEARNING CHEMISTRY Scientific literacy skills are needed to understand science issues, the risks, and benefits of science, and understand the nature of science, including its relationship to culture. This study aimed to determine students\u27 scientific literacy in using ethnoscience-based learning-chemistry. The study Method used quasi-experimental by nonequivalent control group design. The subject was grade XI-MIPA of SMAN 1 Kendal. The data collection techniques are test instruments to know students\u27 scientific literacy. The analysis data technique is descriptive and inferential statistical analysis (independent sample t-test and N-gain). The results showed that the ethnoscience based learning-chemistry could increase students\u27 scientific literacy. The mean score of students\u27 scientific literacy on experiment and control class was 72% (high category) and 65% (medium category), and count -3,551 and table -1,995. N-gain score experiment class of 0,47 (medium) and control class of 0,28 (low). Ethnoscience-based chemistry learning can be used in chemistry learning to develop students\u27 chemical literacy skills. AbstrakKemampuan literasi sains dibutuhkan untuk memahami isu-isu sains, resiko dan manfaat sains, serta untuk memahami sifat sains, termasuk hubungannya dengan budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan literasi sains siswa melalui pembelajaran kimia berbasis etnosains. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Kendal. Teknik pengumpulan data berupa tes untuk mengetahui kemampuan literasi siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial (independent sample t-test dan uji N-gain). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa pembelajaran kimia berbasis etnosains dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Rerata skor kompetensi literasi sains siswa kelas eksperimen dan kontrol secara berturut-turut mendapat 72% dengan kategori tinggi dan 65% dengan kategori sedang, serta thitung sebesar -3,551, dan ttabelnya -1,995. Adapun nilai N-gain pada kelas eksperimen adalah 0,47 (kategori sedang) sedangkan kelas kontrol adalah 0,28 (kategori rendah). Pembelajaran kimia berbasis etnosains dapat digunakan dalam pembelajaran kimia untuk mengembangkan kemampuan literasi kimia siswa.
VISUALISASI KARAKTER GELOMBANG LISSAJOUS PADA OSILOSKOP MENGGUNAKAN SPREADSHEET MICROSOFT EXCEL PADA PEMBELAJARAN FISIKA
VISUALIZATION OF LISSAJOUS WAVE CHARACTER IN OSCILLOSCOPE USING SPREADSHEET MICROSOFT EXCEL IN PHYSICS LEARNING AbstractThis study examines the visualization of the creation and operation of lissajous waves on the oscilloscope screen using a spreadsheet on Microsoft Excel 2013. The purpose of this research is to produce a visualization and how to operate lissajous waves using Microsoft Excel. The subject of this research is a spreadsheet program on Microsoft Excel software. Research location in the Yogyakarta State University Postgraduate Program building. The results of the study are expected to produce a visualization of how and how to operate a lissajous wave using Microsoft Excel. The data used uses fixed amplitude, frequency ratio 1:1 (a=1, b=1) with different phases at special angles ie 0o, 30o, 60o dan 90o. As well as other data with different frequency comparisons but using fixed amlitudes and phase differences of 90o. Comparison of frequency, amplitude and phase difference has the main role in forming lissajous wave patterns. It can be concluded that the speadsheets program on Microsoft Excel 2013 can be used to create simulations and describe lissajous wave patterns on oscilloscope screens in physics learning. Through simulation of lissajous wave patterns using spreadsheets on Microsoft Excel can make it easier for students and teachers to understand the lissajous curve on the oscilloscope screen. AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang visualisasi pembuatan dan pengoperasian gelombang lissajous pada layar osiloskop menggunakan spreadsheet pada microsoft excel 2013. Tujuan penelitian menghasilkan visualisasi dan cara pegoperasian gelombang lissajous menggunakan microsoft excel. Subjek penelitian ini adalah program spreadsheet pada software microsoft exel. Lokasi penelitian di gedung Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan visualisasi pembuatan dan cara pegoperasian gelombang lissajous menggunakan microsoft excel. Data yang digunakan menggunakan amplitudo tetap, perbandingan frekuensi 1:1 (a=1, b=1) dengan beda fase pada sudut istimewa yaitu 0o, 30o, 60o dan 90o. Serta data lain dengan perbandingan frekuensi yang berbeda namun menggunakan amlitudo tetap dan beda fase sebesar 90o. Perbandingan frekuensi, amplitudo dan beda fase memiliki peran utama dalam pembentukkan pola gelombang lissajous. Dapat disimpulkan bahwa program speadsheets pada miscrosoft excel 2013 dapat digunakan untuk membuat simulasi dan menggambarkan pola gelombang lissajous pada layar osiloskop dalam pembelajaran fisika. Melalui simulasi pola gelombang lissajous menggunakan spreadsheets pada microsoft excel dapat memudahkan siswa maupun guru dalam memahami kurva lissajous pada layar osiloskop.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH PENGETAHUAN
THE EFFECT OF ANALYTICAL THINKING SKILLS ON PROBLEM-BASED LEARNING TOWARDS STUDENTS’ LEARNING OUTCOME OF THE KNOWLEDGE DOMAIN AbstractThis research aims to discover the influence of analytical thinking skill on problem-based learning towards students\u27 learning outcomes of the knowledge domain. This research was conducted in SMP 1 Jaten in the academic year of 2018/2019. The research method used in this research was quasi-experimental. The researcher used simple random sampling to take a sample of this research. The sample of this research was 64 students of SMPN 1 Jaten. The researcher collected the data using objective tests in the form of 18 multiple choice questions to get data of the knowledge domain and 12 questions to get data of analytical thinking skills. The data analysis technique used by the researcher was a parametric test using the ANOVA test. Based on the data analysis, it was got that the sig value was 0.539. If the sig value was > 0.05, it could be concluded that H0 was accepted. It means that the students analytical thinking skill does not influence significantly towards students learning outcomes of the knowledge domain. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir analitis peserta didik pada pembelajaran berbasis masalah (PBL) terhadap hasil belajar pada ranah pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jaten pada tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 64 peserta didik. Pengambilan data dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda sebanyak 18 butir soal untuk mendapatkan data hasil belajar ranah pengetahuan dan 12 butir soal untuk mendapatkan data kemampuan berpikir analitis. Analisis data yang digunakan yaitu uji parametrik dengan menggunakan uji anava. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai sig sebesar 0,539. Nilai sig yang diperoleh > 0,05 maka disimpulkan H0 diterima yang menunjukkan kemampuan berpikir analitis peserta didik tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ranah pengetahuan.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PBL TERINTEGRASI STEAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP SISWA
THE EFFECT OF IMPLEMENTATION OF STEAM INTEGRATED PBL MODEL ON CREATIVE THINKING ABILITY JUDGED BY STUDENTS\u27 UNDERSTANDING OF CONCEPTSAbstractThe ability to think creatively is a skill that can support students in 21st-century learning. This study aims to describe the effect of the application of the integrated PBL model and STEAM on the ability to think creatively in terms of students\u27 conceptual understanding. The study used a pre-experimental method using one group pretest-posttest design, that is, only one experimental group without using a control group. The population was all class XI of SMAN 1 Pademawu with samples taken using cluster random sampling, namely only one class. Data were analyzed using two-way ANOVA. The result shows that there is a significant effect of the integrated PBL model and STEAM on high school students\u27 creative thinking (Fhit = 177.189 α = 0.000 <α = 5%). Students \u27high understanding of concepts has an impact on students\u27 higher creative thinking abilities when compared to students who have low concept understanding (Fhit = 202,804 α = 0,000 <α = 5%). The interaction between the STEAM integrated PBL model and students \u27understanding of the initial concept had a significant effect on students\u27 creative thinking abilities, namely (Fhit = 5.406 α = 0,000 <α = 5%). AbstrakKemampuan berpikir kreatif menjadi kemampuan yang dapat menunjang siswa dalam pembelajaran abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model PBL terintegrasi pendekatan STEAM terhadap kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design yaitu hanya satu kelompok eksperimen dengan tanpa menggunakan kelompok kontrol. Populasinya adalah seluruh kelas XI SMAN 1 Pademawu dengan sampel diambil menggunakan cluster random sampling yakni hanya satu kelas saja. Data dianalisis menggunakan ANAVA Dua Jalur. Penelitian menunjukkan ada pengaruh yang siginifikan model PBL terintegrasi pendekatan STEAM terhadap berpikir kreatif siswa SMA (Fhit = 177.189 Pemahaman konsep siswa yang tinggi berdampak pada kemampuan berpikir kreatif siswa yang lebih tinggi pula jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki pemahaman konsep rendah (Fhit = 202.804 . Interaksi antara model PBL terintegrasi STEAM dan pemahaman konsep awal siswa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu sebesar (Fhit = 5.406 .
PENGARUH LITERASI SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DASAR BIOLOGI
THE EFFECT OF SCIENTIFIC LITERACY AND CRITICAL THINKING SKILLS ON MASTERING BASIC BIOLOGICAL CONCEPTS AbstractThe efforts to develop scientific literacy and critical thinking skills are indispensable in addressing technological advances in the 4.0 era, even though the effort is still low. This research aims to determine the effect of scientific literacy on mastering basic concepts of biology, determine the effect of critical thinking skills on mastering basic concepts of biology, and determine the effect of scientific literacy and critical thinking skills together on mastering basic concepts of biology. The ex post facto method was used as a research method with a sample number of 182 students in Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Multiple regression techniques are used as data analysis. The results showed a significant effect between scientific literacy on mastering basic concepts of biology, critical thinking skills on mastering basic concepts of biology, as well as scientific literacy and critical thinking skills together on mastering basic concepts of biology. AbstrakUpaya pengembangan literasi sains dan keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan dalam menyongsong kemajuan teknologi di era 4.0 meskipun upaya tersebut masih rendah. Tujuan riset ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi sains terhadap penguasaan konsep dasar biologi, mengetahui pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap penguasaan konsep dasar biologi, dan mengetahui pengaruh literasi sains dan keterampilan berpikir kritis secara bersama-sama terhadap penguasaan konsep dasar biologi. Metode ex post facto dijadikan sebagai metode penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 182 mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Analisa data menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara literasi sains dengan penguasaan konsep dasar biologi, keterampilan berpikir kritis dengan penguasaan konsep dasar biologi, serta literasi sains dan keterampilan berpikir kritis secara bersama-sama dengan penguasaan konsep dasar biologi.
DEVELOPMENT OF SCIENCE TEST TO MEASURE HOTS AND DIGITAL LITERACY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS ON THE TOPIC OF CITY NOISE
PENGEMBANGAN SCIENCE TEST UNTUK MENGUKUR HOTS DAN DIGITAL LITERACY SISWA SMP PADA TEMA KEBISINGAN KOTA AbstractThe 2013 Curriculum emphasizes the process to improve HOTS and digital literacy. However, no appropriate science test instrument can measure the combination of these two aspects in contextual topics and relate to real-world problems. This kind of science test will engage students in-depth thinking as well as improve their digital literacy. This research aims to develop science tests based on HOTS and digital literacy in the City Noise theme for 8th-grade students. HOTS is operationally defined as critical thinking, creativity, collaboration, and communication (4C), while digital literacy is a thinking and operation skill. Borg & Gall models were adopted in this research and development. A total of 21 private school students in Semarang were subject to this research and investigated the validity and reliability of developed science tests. Based on expert judgment, the science test instrument, which consists of 25 multiple choice items and five essay items, was in a very good category. Based on the Rasch model analysis, the science tests are valid (28 items are valid) and reliable (Alpha cronbach=0.79). It can be concluded that the developed science test is feasible to use to measure HOTS and digital literacy of junior high school students on the topic of the City Noise.AbstrakKurikulum 2013 menekankan pada proses peningkatan HOTS dan digital literacy. Namun, belum banyak tersedia instrumen tes sains yang mampu mengukur kombinasi dari kedua aspek tersebut dalam topik yang kontekstual dan berhubungan dengan masalah nyata. Jenis science test seperti ini dapat melibatkan siswa dalam proses berpikir mendalam serta dapat meningkatkan digital literacy. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan science test berbasis HOTS dan digital literacy pada tema Kebisingan Kota untuk siswa kelas 8. HOTS secara operasional didefinisikan sebagai critical thinking, creativity, collaboration and communication (4C) sementara digital literacy sebagai thinking skills dan operation skills. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang mengadaptasi dari Borg & Gall. Sebanyak 21 siswa dari SMP swasta di Semarang digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini dan digunakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas science test hasil pengembangan. Berdasarkan hasil validasi ahli, instrumen science test yang terdiri dari 25 item pilihan ganda dan 5 item uraian termasuk dalam kategori baik. berdasarkan hasil analisis Rasch model, science test dikatakan valid (28 item valid) dan reliabel (Alpha Cronbach=0,79). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa science test hasil pengembangan layak digunakan untuk mengukur HOTS dan digital literacy siswa SMP pada tema Kebisingan Kota.
EFEKTIFITAS PELATIHAN LABORATORIUM VIRTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU KIMIA
EFFECTIVITY OF VIRTUAL LABORATORY TRAINING AS A LEARNING MEDIA FOR CHEMISTRY TEACHERSAchmad Lutfi, SukarminUniversitas Negeri Surabaya, Indonesia [email protected] study aims to determine the level of training achievement using virtual laboratories for chemistry teachers on the ability of teachers to use virtual laboratories and the achievement of objectives in learning chemistry using virtual laboratories. The training was conducted for chemistry teachers who were members of the City and District High School Chemistry Teachers\u27 Working Group (MGMP). During the study, the teachers were trained in how to install, operate virtual laboratories, and conduct experiments with virtual laboratories. At the end of the activity, an ability test was conducted using a virtual laboratory, giving questionnaires to participants and assigning participant assignments in the form of lesson plans (RPP) with the use of virtual laboratories as learning media. The data obtained showed that 90% of the participating teachers had been able to use virtual laboratory programs, including installing, operating, and conducting experiments with virtual laboratories. 82-100% of the participants found it useful to participate in the activities, and the compiled lesson plans showed that the participants were able to use the virtual laboratory as a medium for chemistry learning with a percentage of 85% -100%, and students gave positive responses and good learning outcomes after participating in chemistry learning with use of virtual laboratories. AbstrakPenelitian bertujuan mengetahui tingkat ketercapaian pelatihan menggunakan laboratorium virtual bagi guru kimia terhadap kemampuan guru menggunakan laboratorium virtual dan ketercapaian pembelajaran kimia dengan menggunakan laboratorium virtual. Pelatihan dilakukan terhadap guru kimia yang tergabung pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kimia Sekolah Menengah Atas Kota dan Kabupaten Kediri. Selama penelitian dilatihkan cara menginstal , mengoperasikan laboratorium virtual dan melakukan percobaan dengan laboratorium virtual. Pada akhir kegiatan dilakukan tes kemampuan menggunakan laboratorium virtual, pemberian angket kepada peserta dan pemberian tugas peserta berupa pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan pemanfaatan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran. Data yang diperoleh menunjukkan 90% guru peserta telah mampu menggunakan program laboratorium virtual, meliputi: menginstal, mengoperasikan, dan melakukan percobaan dengan laboratotium virtual. Sebesar 82-100 % peserta merasa bermanfaat mengikuti kegiatan dan RPP yang disusun memperlihatkan bahwa peserta sudah dapat memanfaatkan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran kimia dengan prosentasi 85%-100%, serta peserta didik memberikan tanggapan positif dan hasil belajar yang baik setelah mengikuti pembelajaran kimia dengan penggunaan laboratorium virtual.
PEMAHAMAN GURU KIMIA SEKOLAH MENENGAH ATAS TENTANG PENILAIAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN IMPLEMENTASINYA
HIGH SCHOOL CHEMISTRY TEACHERS\u27 UNDERSTANDING OF HIGHER-ORDER THINKING SKILLS AND ITS IMPLEMENTATIONAbstractTeachers play an essential role in attempts to develop students\u27 higher-order thinking skills through the implementation of classroom assessments. This study explores chemistry teachers\u27 understanding of higher-order thinking skills (HOTS) assessments, how they implement the assessments, and what obstacles they face. This study employed a qualitative approach that involved 12 high-school chemistry teachers in South Jakarta. Data collection was conducted in August and September 2019 through semi-structured interviews. The findings of this study show that the chemistry teachers have a different understanding of higher-order thinking assessments. The majority of teachers associate HOTS with the three highest levels of the cognitive dimension of Revision of Bloom\u27s taxonomy, critical thinking, and problem-solving. The levels of implementation of HOTS assessments among teachers vary. Among obstacles faced by the teachers are the lack of teachers\u27 knowledge and experience in applying HOTS assessments, variability in students\u27 cognitive abilities, the scarcity of learning facilities, and the lack of guidance and training about HOTS assessments in chemistry. AbstrakGuru memegang peranan penting dalam upaya mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi melalui penerapan penilaian kelas.Penelitian ini menggali pemahaman guru kimia tentang penilaian kemampuan berpikir tinggi tinggi (HOTS), penerapannya, dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan 12 orang guru kimia SMA di Jakarta Selatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus dan September 2019 melalui wawancara semi-terstruktur. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa para guru kimia memiliki pemahaman yang beragam tentang penilaian HOTS. Mayoritas guru mengaitkan penilaian HOTS dengan tiga jenjang tertinggi dimensi kognitif pada taksonomi Bloom yang telah direvisi, berpikir kritis, dan penyelesaian masalah. Tingkat penerapan penilaian HOTS di kalangan guru bervariasi. Hambatan yang dihadapi para guru Kimia SMA dalam melaksanakan penilaian HOTS, antara lain keterbatasan pengetahuan dan pengalaman guru dalam menerapkan penilaian HOTS, kemampuan kognitif siswa yang bervariasi, keterbatasan fasilitas pembelajaran, dan kurangnya panduan dan pelatihan tentang penilaian HOTS untuk mata pelajaran kimia.
THE EFFECT INQUIRY LEARNING MODEL WITH PICTORIAL RIDDLE TECHNIQUE DIGITAL BASED ON STUDENTS CREATIVE THINGKING ABILITY TOWARDS TEMPERATURE AND HEAT CONCEPT
MODEL PEMBELAJARAN EFEK INQUIRY DENGAN TEKNIK PICTORIAL RIDDLE BERBASIS KEMAMPUAN HAL KREATIF MAHASISWA TERHADAP KONSEP SUHU DAN PANASAbstractThis study to determine the effect of inquiry model with technique pictorial riddle based digital on students’ creative thinking in temperature and heat concept. The study was conducted at SMAN 01 Rumpin on even semester year 2019/2020. Purposive sampling was used to determine the sample that class XI science I as experiment class and class XI science II as control class. This study used a quasi-experimental method as a research methodology and nonequivalent control group research design. This study used 8 essay questions as instrumental tests and questionnaires as instrumental nontest. Based on hypothesis test of posttest score by using t’ test showed Sig. (2-tailed) < significant standard. This shows that learning using inquiry model with technique pictorial riddle based digital effect to the creative thinking of the student. Also, in the experimental N-Gain test the experimental class increased which was superior to the control class. While, the results of questionnaire response of students to learning using inquiry model with technique pictorial riddle base digital, who got a very good category (78%). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri dengan teknik teka-teki bergambar berbasis digital terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam konsep suhu dan kalor. Penelitian dilaksanakan di SMAN 01 Rumpin pada semester genap tahun 2019/2020. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel yaitu kelas XI IPA I sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA II sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu sebagai metodologi penelitian dan desain penelitian kelompok kontrol nonequivalent. Penelitian ini menggunakan 8 soal essay sebagai tes instrumental dan angket sebagai instrumental nontest. Berdasarkan uji hipotesis skor posttest dengan menggunakan uji t menunjukkan Sig. (2-tailed) <standar signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan teknik bergambar teka-teki berbasis digital berpengaruh terhadap daya pikir kreatif siswa. Selain itu, pada uji coba N-Gain kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih unggul dari kelas kontrol. Sedangkan hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan teknik bergambar riddle base digital memperoleh kategori sangat baik (78%)