TESLA Jurnal Teknik Elektro UNTAR
Not a member yet
297 research outputs found
Sort by
PEMESANAN JASA PRINT SECARA ONLINE BERBASIS WEB DAN APLIKASI ANDROID
The need to print file is needed by various service users among the academic community and general public. Currently, service users who want to print files need to queue at print service provider. Taking queue number, waiting to be called, inserting flashdisk into the print service provider’s computer will take a long time. If there are many people queuing at certain time, there can be congestion which is not in accordance with government\u27s direction to implement physical distancing. There needs to be a solution that can benefit service users and providers, namely making website and Android application for ordering print services. Website and Android application for ordering print services are designed using CodeIgniter framework and AppsGeyser with user welcome page, registration page, login page, profile page, your order page, order page, cart page and log out page. Website and Android application aims to connect users and print service providers online. Service users can upload files and make payments through accounts or digital wallets. Service users only need to pick up the print at print service provider\u27s place if they received notification to pick up order. Website and Android application for ordering print services successfully facilitate service users in ordering print services and making payments online. It presents the order status and order details containing total price, material, size, and quantity of order well. Availability of various features on website and Android application can be useful to minimize the density of service users at the location and reduce physical contact.Kebutuhan dalam mencetak suatu file sangat dibutuhkan oleh berbagai pengguna jasa, baik di kalangan sivitas akademi maupun masyarakat umum. Saat ini, pengguna jasa yang ingin mencetak file perlu mengantri di tempat penyedia jasa print. Pengambilan nomor antrian, menunggu hingga dipanggil, hingga memasukkan flashdisk ke komputer tempat penyedia jasa print akan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, jika di waktu tertentu banyak yang mengantri, maka dapat terjadi kepadatan yang tidak sesuai dengan arahan pemerintah untuk menerapkan jaga jarak. Perlu adanya solusi yang dapat menguntungkan bagi pengguna jasa dan penyedia jasa, yaitu membuat perancangan berupa website dan aplikasi Android untuk pemesanan jasa print. Website dan aplikasi Android untuk pemesanan jasa print dirancang menggunakan framework CodeIgniter dan AppsGeyser dengan halaman welcome user, halaman registrasi, halaman login, halaman profil, halaman pesananmu, halaman pesan, halaman keranjang dan halaman log out. Website dan aplikasi Android ini bertujuan untuk menghubungkan pengguna dan penyedia jasa print secara online. Pengguna jasa dapat langsung mengunggah filenya dan melakukan pembayaran melalui rekening atau dompet digital. Pengguna jasa hanya perlu mengambil hasil print secara langsung di tempat penyedia jasa print jika telah mendapat notifikasi bahwa pesanan siap diambil. Website dan aplikasi Android untuk pemesanan jasa print berhasil memfasilitasi pengguna jasa dalam pemesanan jasa print dan pembayaran secara online. Selain itu, menyajikan status pesanan serta detail pesanan yang memuat total harga, jenis bahan, ukuran, dan jumlah pesanan dengan baik. Ketersediaan berbagai fitur di website dan aplikasi Android ini dapat bermanfaat untuk meminimalisir kepadatan pengguna jasa di lokasi dan mengurangi kontak fisik
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING KESEHATAN TERNAK DOMBA BERDASARKAN SUHU TUBUH DAN DETAK JANTUNG BERBASIS IOT
Sheep are one of the livestock that are cultivated to be used as materials for food and textiles. Therefore, sheep health care on sheep farms really needs to be considered to ensure that all sheep are maintained in good health so that the productivity of the farm increases. Generally, sheep health can be monitored through body temperature and heart rate to determine whether the sheep is in normal condition or is in abnormal condition. To make it easier to monitor the health of sheep which is currently still done. manually and has to wait for people who have the ability to take temperature and sheep pulse measurements can cause some farmers to not realize that there are sheep who have health problems, this study aims to design and implement a tool that can monitor sheep health using a temperature sensor module and a pulse sensor which is then connected to NodeMCU ESP8266 which functions as a microcontroller that will process and then send the data to the server to be displayed to users through a web application. This research successfully monitored sheep health based on body temperature and heart rate with a temperature sensor error rate of 0.2% and a pulse sensor error of 3.2%. The results of this monitoring can be a reference for farmers to provide appropriate treatment to their livestock so that the health of their sheep is always in good condition.Domba merupakan salah satu hewan ternak yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan untuk makanan maupun tekstil. Oleh karena itu, perawatan kesehatan domba pada peternakan domba sangat perlu diperhatikan untuk memastikan semua domba tetap terjaga kesehatannya sehingga produktivitas dari peternakan tersebut meningkat. Umumnya kesehatan domba dapat dipantau melalui suhu tubuh dan detak jantung untuk menentukan apakah domba tersebut sedang dalam kondisi normal atau sedang dalam kondisi tidak normal. Untuk mempermudah memantau kesehatan domba yang saat ini masih dilakukan secara manual dan harus menunggu orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengukuran suhu dan denyut domba dapat menyebabkan beberapa peternak tidak menyadari bahwa terdapat dombanya yang mengalami gangguan kesehatan, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah alat yang dapat memantau kesehatan domba menggunakan modul sensor suhu dan sensor denyut yang kemudian terhubung dengan NodeMCU ESP8266 yang berfungsi sebagai mikrokontroller yang akan mengolah lalu mengirimkan data tersebut ke server untuk lalu ditampilkan kepada pengguna melalui aplikasi web. Penelitian ini berhasil melakukan monitoring kesehatan domba berdasarkan suhu tubuh dan denyut jantung dengan tingkat error sensor suhu sebesar 0,2% dan error sensor denyut sebesar 3,2%. Hasil dari monitoring ini bisa menjadi acuan bagi para peternak untuk memberikan perlakuan yang sesuai terhadap ternaknya agar kesehatan ternak dombanya selalu dalam kondisi yang baik
Potensi Biomassa Gasifikasi:Alternatif Berkelanjutan Dalam Menghasilkan Energi Listrik Untuk Masa Depan
The use of sustainable energy sources is becoming increasingly important in responding to future energy challenges. One promising alternative is biomass gasification, which is the process of converting biomass into synthesis gas or methane gas. The potential of gasified biomass as a source of electrical energy has attracted the attention of energy researchers and practitioners. The study aims to illustrate the potential of gasified biomass as a sustainable alternative in generating electrical energy for the future. The research method used is the systematic review method. Systematic review research is carried out by reviewing certain criteria in a structured manner to determine the evidence base. The results of the analysis show that gasified biomass has significant potential as a sustainable source of electrical energy. Biomass that can be used in gasification includes agricultural waste, forest waste, industrial waste, and special energy crops grown specifically for energy purposes. The main advantages of gasified biomass include abundant availability, renewable properties, and the ability to reduce greenhouse gas emissions. In addition, gasified biomass can also be integrated with carbon capture and storage technologies to further reduce CO2 emissions. Biomass gasification has great potential as a sustainable alternative in generating electrical energy for the future. The thermal efficiency of biomass gasification can reach a higher level compared to the direct combustion of biomass or the use of conventional steam power plants. Supporting factors for the utilization of gasified biomass include abundant resource potential, waste management, reduction of house gas emissions.
ABSTRAK: Penggunaan sumber energi yang berkelanjutan menjadi semakin penting dalam menjawab tantangan energi di masa depan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah biomassa gasifikasi, yang merupakan proses konversi biomassa menjadi gas sintesis atau gas metana. Potensi biomassa gasifikasi sebagai sumber energi listrik telah menarik perhatian para peneliti dan praktisi energi.Studi ini bertujuan untuk menggambarkan potensi biomassa gasifikasi sebagai alternatif berkelanjutan dalam menghasilkan energi listrik untuk masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode systematic review. Penelitian systematic review dilakukan dengan penelaahan dengan kriteria tertentu secara terstruktur untuk mengetahui evidence base. Hasil analisis menunjukkan bahwa biomassa gasifikasi memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber energi listrik yang berkelanjutan. Biomassa yang dapat digunakan dalam gasifikasi meliputi limbah pertanian, limbah hutan, limbah industri, dan tanaman energi khusus yang ditanam secara khusus untuk tujuan energi. Keuntungan utama biomassa gasifikasi termasuk ketersediaan yang melimpah, sifat terbarukan, dan kemampuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, biomassa gasifikasi juga dapat diintegrasikan dengan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon untuk mengurangi emisi CO2 lebih lanjut. Biomassa gasifikasi memiliki potensi besar sebagai alternatif berkelanjutan dalam menghasilkan energi listrik untuk masa depan. Efisiensi termal gasifikasi biomassa dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembakaran langsung biomassa atau penggunaan pembangkit listrik tenaga uap konvensional. Faktor pendukung pemanfaatan biomassa gasifikasi meliputi potensi sumber daya yang melimpah, pengelolaan limbah, reduksi emisis gas rumah kaca.Penggunaan sumber energi yang berkelanjutan menjadi semakin penting dalam menjawab tantangan energi di masa depan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah biomassa gasifikasi, yang merupakan proses konversi biomassa menjadi gas sintesis atau gas metana. Potensi biomassa gasifikasi sebagai sumber energi listrik telah menarik perhatian para peneliti dan praktisi energi.Studi ini bertujuan untuk menggambarkan potensi biomassa gasifikasi sebagai alternatif berkelanjutan dalam menghasilkan energi listrik untuk masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode systematic review. Penelitian systematic review dilakukan dengan penelaahan dengan kriteria tertentu secara terstruktur untuk mengetahui evidence base. Hasil analisis menunjukkan bahwa biomassa gasifikasi memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber energi listrik yang berkelanjutan. Biomassa yang dapat digunakan dalam gasifikasi meliputi limbah pertanian, limbah hutan, limbah industri, dan tanaman energi khusus yang ditanam secara khusus untuk tujuan energi. Keuntungan utama biomassa gasifikasi termasuk ketersediaan yang melimpah, sifat terbarukan, dan kemampuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, biomassa gasifikasi juga dapat diintegrasikan dengan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon untuk mengurangi emisi CO2 lebih lanjut. Biomassa gasifikasi memiliki potensi besar sebagai alternatif berkelanjutan dalam menghasilkan energi listrik untuk masa depan. Efisiensi termal gasifikasi biomassa dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembakaran langsung biomassa atau penggunaan pembangkit listrik tenaga uap konvensional. Faktor pendukung pemanfaatan biomassa gasifikasi meliputi potensi sumber daya yang melimpah, pengelolaan limbah, reduksi emisis gas rumah kaca
RANCANG BANGUN SANDING MACHINE OTOMATIS MENGGUNAKAN CONVEYOR DENGAN PROXIMITY SENSOR
These sanding machines generally operate on a limited scale or on a modern scale. In order for the newly made wood sanding machine to be more effective in the entire production process, it is necessary to have a mode of transportation used to transport raw materials, especially wood. Literature studies, field research, and the design process are the methods used. The results of the research that has been done, transporting a wood sanding machine with a 24Volt DC engine drive system shows that the difference in speed/Rpm can be changed by using a dc dimer. From a 12 Volt DC voltage, you get a speed of 38 Rpm, a 17 Volt DC voltage gets a speed of 43 Rpm, while a 21 Volt DC voltage gets a speed of 80 Rpm. DC motors as drives, belt regulators, and conveyor belts. And also use a tachometer to calculate the speed/Rpm on the conveyor and sanding drum. The sensor in this system functions as an automatic assistance system that will operate the sanding machine and as a proximity sensor to identify objects that pass through the sensor. The detection range of the proximity sensor is 30 cm, which makes it possible to detect objects passing through the sensor.
ABSTRAK:
ABSTRAK: Mesin amplas ini umumnya bergerak dalam skala terbatas maupun dalam skala modern. Agar mesin pengamplas kayu baru yang dibuat dapat lebih efektif dalam seluruh proses produksinya, diperlukan adanya moda transportasi yang digunakan untuk mengangkut bahan baku khususnya kayu. Studi literatur, penelitian lapangan, dan proses desain adalah metode yang digunakan.Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, pengangkutan pada mesin amplas kayu dengan sistem penggerak mesin 24Volt DC menunjukkan bahwa perbedaan kecepatan/Rpm dapat diubah dengan menggunakan dimer dc. Dari tegangan DC 12 Volt mendapatkan hasil kecepatan 38 Rpm, Tegangan DC 17 Volt mendapatkan hasil kecepatan 43 Rpm, Sedangkan tegangan DC 21 Volt mendapatkan hasil kecepatan 80 Rpm. Motor DC sebagai penggerak, pengatur belt, dan belt konveyor. Dan juga menggunakan tachometer untuk menghitung kecepatan/Rpm pada koveyor dan drum amplas. Sensor pada sistem ini berfungsi sebagai sistem bantuan otomatis yang akan mengoperasikan mesin pengamplasan dan sebagai sensor proximity untuk mengidentifikasi benda yang melewati sensor. Jangkauan deteksi sensor jarak adalah 30 cm, yang memungkinkan untuk mendeteksi objek yang melewati sensorMesin amplas ini umumnya bergerak dalam skala terbatas maupun dalam skala modern. Agar mesin pengamplas kayu baru yang dibuat dapat lebih efektif dalam seluruh proses produksinya, diperlukan adanya moda transportasi yang digunakan untuk mengangkut bahan baku khususnya kayu. Studi literatur, penelitian lapangan, dan proses desain adalah metode yang digunakan.Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, pengangkutan pada mesin amplas kayu dengan sistem penggerak mesin 24Volt DC menunjukkan bahwa perbedaan kecepatan/Rpm dapat diubah dengan menggunakan dimer dc. Dari tegangan DC 12 Volt mendapatkan hasil kecepatan 38 Rpm, Tegangan DC 17 Volt mendapatkan hasil kecepatan 43 Rpm, Sedangkan tegangan DC 21 Volt mendapatkan hasil kecepatan 80 Rpm. Motor DC sebagai penggerak, pengatur belt, dan belt konveyor. Dan juga menggunakan tachometer untuk menghitung kecepatan/Rpm pada koveyor dan drum amplas. Sensor pada sistem ini berfungsi sebagai sistem bantuan otomatis yang akan mengoperasikan mesin pengamplasan dan sebagai sensor proximity untuk mengidentifikasi benda yang melewati sensor. Jangkauan deteksi sensor jarak adalah 30 cm, yang memungkinkan untuk mendeteksi objek yang melewati sensor.
ANALISIS POTENSI ENERGI MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK DI INDONESIA: PROYEKSI DAN PERAMALAN KAPASITAS TERPASANG PLTS DENGAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING
This study endeavors to assess the progression in the installed capacity of Solar Power Plants (PLTS) in Indonesia, given that the obtained data indicates a solar energy potential of 207,898 MW in the country. However, the installed capacity of Solar Photovoltaic (PV) Power Plants (PLTS) is still low compared to other types of power plants. In the projection for the National Electricity Supply Business Plan (RUPTL) 2021-2030, it is expected that the installed capacity of PLTS will increase to 4.7 GWp by 2030, but this is still far from the target projection of 800-840 GWp by 2050 according to IRENA. Through forecasting using three methods, namely moving average, single exponential smoothing, and double exponential smoothing, the projected installed capacity for the year 2050 significantly deviates from IRENA\u27s projection. Historical data of installed capacity of PLTS from 2010 to 2022 was used as the basis for the forecasting. The results of the three forecasting methods were compared to assess their accuracy and performance in predicting the installed capacity of PLTS in the future years. This study suggests using the double exponential smoothing method as a feasible forecasting technique and emphasizes the need for further research on inhibiting factors and support from various stakeholders to successfully utilize solar energy as a source of electricity in Indonesia. The findings of this research provide guidance for the planning and development of PLTS in the future, as well as important implications for achieving the national renewable energy projection targets.
ABSTRAK:
Studi ini berupaya untuk menilai perkembangan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia mengingat data yang diperoleh menunjukkan potensi energi surya sebesar 207.898 MW di Indonesia. Namun, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) masih rendah dibandingkan jenis pembangkit lainnya. Dalam proyeksi RUPTL 2021-2030, diharapkan kapasitas terpasang PLTS meningkat menjadi 4,7 GWp pada tahun 2030, tetapi tetap jauh dari target proyeksi IRENA yang mencapai 800-840 GWp pada tahun 2050. Melalui peramalan menggunakan tiga metode, yaitu moving average, single exponential smoothing, dan double exponential smoothing, diperoleh hasil kapasitas terpasang pada tahun 2050 dengan selisih yang signifikan dari proyeksi IRENA. Data historis kapasitas terpasang PLTS dari tahun 2010 hingga 2022 diambil sebagai dasar peramalan. Hasil peramalan dari ketiga metode tersebut dibandingkan untuk menilai akurasi dan kinerjanya dalam memprediksi kapasitas terpasang PLTS pada tahun-tahun mendatang. Penelitian ini menyarankan penggunaan metode double exponential smoothing sebagai metode peramalan yang layak, dan menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai faktor penghambat dan dukungan dari berbagai pihak untuk berhasilnya pemanfaatan energi surya sebagai sumber tenaga listrik di Indonesia. Hasil penelitian ini memberikan panduan untuk perencanaan dan pengembangan PLTS di masa depan, serta implikasi penting dalam mencapai target proyeksi energi terbarukan nasional.ABSTRACTS: This study reveals that sunlight is an abundant and sustainable source of renewable energy throughout the Earth\u27s lifespan, with solar energy potential in Indonesia reaching 207.898 MW. However, the installed capacity of Solar Photovoltaic (PV) Power Plants (PLTS) is still low compared to other types of power plants. In the projection for the National Electricity Supply Business Plan (RUPTL) 2021-2030, it is expected that the installed capacity of PLTS will increase to 4.7 GWp by 2030, but this is still far from the target projection of 800-840 GWp by 2050 according to IRENA. Through forecasting using three methods, namely moving average, single exponential smoothing, and double exponential smoothing, the projected installed capacity for the year 2050 significantly deviates from IRENA\u27s projection. Historical data of installed capacity of PLTS from 2010 to 2022 was used as the basis for the forecasting. The results of the three forecasting methods were compared to assess their accuracy and performance in predicting the installed capacity of PLTS in the future years. This study suggests using the double exponential smoothing method as a feasible forecasting technique and emphasizes the need for further research on inhibiting factors and support from various stakeholders to successfully utilize solar energy as a source of electricity in Indonesia. The findings of this research provide guidance for the planning and development of PLTS in the future, as well as important implications for achieving the national renewable energy projection targets.
Keyword: Solar energy potential; Solar Photovoltaic Power Plants; Forecasting methods; Double exponential smoothing; Renewable energy projection.
ABSTRAK: Penelitian ini mengungkapkan bahwa cahaya matahari sebagai sumber energi terbarukan melimpah dan berkelanjutan selama masa hidup Bumi, dengan potensi energi matahari di Indonesia mencapai 207.898 MW. Namun, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) masih rendah dibandingkan jenis pembangkit lainnya. Dalam proyeksi RUPTL 2021-2030, diharapkan kapasitas terpasang PLTS meningkat menjadi 4,7 GWp pada tahun 2030, tetapi tetap jauh dari target proyeksi IRENA yang mencapai 800-840 GWp pada tahun 2050. Melalui peramalan menggunakan tiga metode, yaitu moving average, single exponential smoothing, dan double exponential smoothing, diperoleh hasil kapasitas terpasang pada tahun 2050 dengan selisih yang signifikan dari proyeksi IRENA. Data historis kapasitas terpasang PLTS dari tahun 2010 hingga 2022 diambil sebagai dasar peramalan. Hasil peramalan dari ketiga metode tersebut dibandingkan untuk menilai akurasi dan kinerjanya dalam memprediksi kapasitas terpasang PLTS pada tahun-tahun mendatang. Penelitian ini menyarankan penggunaan metode double exponential smoothing sebagai metode peramalan yang layak, dan menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai faktor penghambat dan dukungan dari berbagai pihak untuk berhasilnya pemanfaatan energi surya sebagai sumber tenaga listrik di Indonesia. Hasil penelitian ini memberikan panduan untuk perencanaan dan pengembangan PLTS di masa depan, serta implikasi penting dalam mencapai target proyeksi energi terbarukan nasional.
Kata Kunci: Potensi energi surya; Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS); Metode peramalan; Double exponential smoothing; Proyeksi energi terbarukan
PENGIMPLEMENTASIAN TEGANGAN KELUARAN PANEL SURYA DENGAN TOPOLOGI ZETA KONVERTER MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY
ABSTRACTS : The problem that arises when using solar panels is the unstable output due to the intensity of sunlight received. The greater the intensity of sunlight, the greater the voltage generated. One of the supporters of the application of SCC (Solar Charger Controller) is a dc-dc converter. Zeta converter is a DC-DC converter that can be used to regulate the voltage on solar panels to produce maximum power on solar panels. Therefore, a zeta converter circuit is used which is controlled by a solar charger controller using the fuzzy method. With this fuzzy method, it is expected to produce a stable output (14Volt). Fuzzy logic control with the mamdani method uses 5 error membership functions (NB, NK, Z, PK and PB) and 5 delta error membership functions (dNB, dNK, dZ, dPK and dPB), and 5 membership functions (K, AK, S, AB and B) output in the form of a single tone. The test results found the response signal value of fuzzy logic control, namely for response time (tr) = 2.266 seconds, overshoot = 0%, settling time (ts) = 5.074 seconds, and Error (ess) = 1%, from the parameters that have been applied and the results show that the voltage output value is stable and can run according to the design that has been made
ABSTRAK:
Permasalahan yang muncul saat menggunakan solar panel adalah output yang tidak stabil akibat intensitas sinar matahari yang diterima. Semakin besar intensitas sinar matahari, semakin besar tegangan yang dihasilkan. Salah satu pendukung penerapan SCC (Solar Charger Controller) adalah konverter dc-dc. Konverter Zeta adalah konverter DC-DC yang dapat digunakan untuk mengatur tegangan pada panel surya untuk menghasilkan daya maksimum pada panel surya. Oleh karena itu digunakan rangkaian zeta converter yang dikendalikan dengan solar charger controller dengan menggunakan metode fuzzy. Dengan metode fuzzy ini diharapkan dapat menghasilkan keluaran yang stabil (14Volt). Kontrol logika fuzzy dengan metode mamdani menggunakan 5 fungsi keanggotaan error(NB, NK, Z, PK dan PB) dan 5 fungsi keanggotaan delta error (dNB, dNK, dZ, dPK dan dPB), serta 5 fungsi keanggotaan (K, AK, S, AB dan B) keluaran berupa single tone. Hasil pengujian ditemukan nilai sinyal respon dari kontrol logika fuzzy yaitu untuk respon time (tr) = 2,266 detik, overshoot = 0 %, settling time (ts) = 5,074 detik, dan Error (ess) = 1%, dari parameter yang telah diterapkan dan menunjukkan hasil bahwa nilai keluran tegangan stabil dan dapat berjalan sesuai perancangan yang telah dibuat.ABSTRACTS : The problem that arises when using solar panels is the unstable output due to the intensity of sunlight received. The greater the intensity of sunlight, the greater the voltage generated. One of the supporters of the application of SCC (Solar Charger Controller) is a dc-dc converter. Zeta converter is a DC-DC converter that can be used to regulate the voltage on solar panels to produce maximum power on solar panels. Therefore, a zeta converter circuit is used which is controlled by a solar charger controller using the fuzzy method. With this fuzzy method, it is expected to produce a stable output (14Volt). Fuzzy logic control with the mamdani method uses 5 error membership functions (NB, NK, Z, PK and PB) and 5 delta error membership functions (dNB, dNK, dZ, dPK and dPB), and 5 membership functions (K, AK, S, AB and B) output in the form of a single tone. The test results found the response signal value of fuzzy logic control, namely for response time (tr) = 2.266 seconds, overshoot = 0%, settling time (ts) = 5.074 seconds, and Error (ess) = 1%, from the parameters that have been applied and the results show that the voltage output value is stable and can run according to the design that has been made
ABSTRAK:
Permasalahan yang muncul saat menggunakan solar panel adalah output yang tidak stabil akibat intensitas sinar matahari yang diterima. Semakin besar intensitas sinar matahari, semakin besar tegangan yang dihasilkan. Salah satu pendukung penerapan SCC (Solar Charger Controller) adalah konverter dc-dc. Konverter Zeta adalah konverter DC-DC yang dapat digunakan untuk mengatur tegangan pada panel surya untuk menghasilkan daya maksimum pada panel surya. Oleh karena itu digunakan rangkaian zeta converter yang dikendalikan dengan solar charger controller dengan menggunakan metode fuzzy. Dengan metode fuzzy ini diharapkan dapat menghasilkan keluaran yang stabil (14Volt). Kontrol logika fuzzy dengan metode mamdani menggunakan 5 fungsi keanggotaan error(NB, NK, Z, PK dan PB) dan 5 fungsi keanggotaan delta error (dNB, dNK, dZ, dPK dan dPB), serta 5 fungsi keanggotaan (K, AK, S, AB dan B) keluaran berupa single tone. Hasil pengujian ditemukan nilai sinyal respon dari kontrol logika fuzzy yaitu untuk respon time (tr) = 2,266 detik, overshoot = 0 %, settling time (ts) = 5,074 detik, dan Error (ess) = 1%, dari parameter yang telah diterapkan dan menunjukkan hasil bahwa nilai keluran tegangan stabil dan dapat berjalan sesuai perancangan yang telah dibuat
RANCANG BANGUN KENDALI ROBOT HEXAPOD MENGGUNAKAN SMARTPHONE
Hexapod robot technology has developed rapidly, starting from robots that can work independently (autonomously) to robots that are controlled via smartphones. In this research, we will design a 6-legged robot (hexapod) that can move stably and follow the commands given. The ESP32 DevKit microcontroller module is used as the center of the hexapod robot control system because it has many digital inputs and outputs, has I2C serial communication, and also has wireless communication. One method used to obtain stable robot movement is to use an inertial measurement unit (IMU) sensor, which is capable of producing angular movement data in a 3-dimensional plane on the pitch (ϕ), roll (θ) and yaw (ψ) axes. The shape of the hexapod robot body is made so that it can be easily integrated with the robot legs that will be used. To drive the robot\u27s legs, a servo motor is used for each joint. Each robot leg consists of 3 joints, so the 6-legged robot drive system requires 18 units of servo motors. Inverse kinematics with a PID control system can control robot movement by applying a tripod gait step pattern. The smartphone is used to control the direction of movement of the hexapod robot in forward, backward, left turn, right turn, and stop directions using a Bluetooth or WiFi connection. Based on the test results, the hexapod robot can be appropriately controlled according to the commands given via smartphone. The test results of 5 meters in a straight direction for forward and backward movement produced a robot speed of around 20cm/S with a deviation error ranging between 7% - 9% from the target point.
ABSTRAK: Teknologi robot hexapod telah berkembang pesat, mulai dari robot yang dapat bekerja secara mandiri (autonomous) maupun robot yang dikendalikan melalui smartphone. pada penelitian ini akan merancang bangun robot berkaki 6 (hexapod) yang mampu bergerak dengan stabil dan sesuai dengan perintah yang diberikan. Modul mikrokontroler ESP32 DevKit digunakan sebagai pusat sistem kendali robot hexapod karena memiliki banyak input dan output digital serta memiliki komunikasi serial I2C dan juga memiliki komunikasi wireless. Salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan gerakan robot stabil dapat menggunakan sensor inertial measurement unit (IMU) yang mampu menghasilkan data pergerakan sudut pada bidang 3 dimensi pada sumbu pitch (ϕ), roll (θ), dan yaw (ψ). Bentuk badan robot hexapod dibuat agar dapat dengan mudah diintegrasikan dengan kaki robot yang akan digunakan. Sebagai penggerak kaki robot digunakan motor servo untuk setiap sendinya, setiap kaki robot terdiri dari 3 sendi, sehingga untuk sistem penggerak robot berkaki 6 membutuhkan 18unit motor servo. Invers kinematik dengan sistem kendali PID dapat digunakan untuk mengatur gerak robot dengan menerapkan pola langkah tripod gait. Smartphone digunakan mengatur arah gerakan robot hexapod pada arah maju, mundur, belok kiri, belok kanan, dan berhenti dengan menggunakan koneksi bluetooth atau wifi. Berdasarkan hasil pengujian robot hexapod dapat dikendalikan dengan baik sesuai dengan perintah yang diberikan melalui smartphone. Hasil pengujian sejauh 5meter pada arah lurus untuk gerakan maju dan mundur menghasilkan kecepatan robot sekitar 20cm/S dengan error simpangan berkisar antara 7% - 9% dari titik yang dituju.Teknologi robotika telah berkembang dan beragam jenis dan aplikasinya, mulai robot yang dapat bekerja secara mandiri (autonomous) maupun robot yang dikendalikan melalui remote control seperti joystick, komputer dan smartphone. Penerapan robotika telah memasuki berbagai kegiatan manusia, mulai dari dunia industri sampai dunia pendidikan. Salah satu bentuk dan jenis robot yang telah banyak digunakan diantaranya adalah robot hexapod. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang robot berkaki 6 (hexapod) serta robot mampu bergerak dengan stabil. Untuk pusat sistem kendalinya dapat menggunakan modul mikrokontroler ESP32 yang carakerja dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan penerapannya. Dipilihnya modul ESP32 DevKitC V.4 karena modul tersebut memiliki banyak input dan output digital serta memiliki komunikasi serial I2C, komunikasi bluetooth, dan komunikasi wifi untuk dapat berinteraksi dengan modul elektronik lainnya sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai pusat kendali atau pusat pengolahan data untuk robot hexapod. Salah satu cara untuk mendapatkan gerakan robot yang yang baik dapat menggunakan sensor inertial measurement unit (IMU). Sensor IMU yang digunakan adalah 6 Degree of Freedom (DOF), yaitu 3 DOF untuk gyroscope dan 3 DOF lagi untuk accelerometer. Bentuk badan robot hexapod dibuat agar dapat dengan mudah diintegrasikan dengan kaki robot yang akan digunakan. Untuk menggerakkan kaki robot digunakan motor servo untuk setiap sendinya, setiap kaki robot terdiri dari 3 sendi, sehingga untuk sistem penggerak robot berkaki 6 akan membutuhkan 18 unit motor servo. Untuk mengatur arah gerakan robot maju, mundur, dan belok dapat dikendalikan dengan menggunakan smartphone. Komunikasi data antara robot hexapod dan smartphone dapat menggunakan koneksi bluetooth atau wifi. 
Perancangan Alat Presensi Berdasarkan Pengenalan Wajah
: The attendance system is something that is commonly encountered every day by employees or students. A attendance that is neatly arranged certainly makes it easier when carrying out the data collection process. The attendance that is used to minimize abuse is by using a non-contact attendance. This attendance system utilizes one of the technologies from computer vision. Attendance system designed to apply digital image processing technology. Image processing is a method used to process or process from the original image so as to produce another image that suits your needs. The tool is designed to consist of several modules, namely the image acquisition module, processing module, information display module, and storage module. The image acquisition module used is a Logitech C920 webcam; a processing module is a Raspberry Pi 4B; an information display module is a 7-Inch Capacitive Touch Screen LCD, and a storage module is a 64GB SanDisk microSD. The attendance tool matches the facial image with the data that has been entered into the storage system. The algorithm for the face recognition method uses the Histogram of Oriented Gradients (HOG). Attendance data recording uses CSV format which consists of date, time of entry, time of exit, and subject name. Tests were carried out with several sample cases and tests with five different subjects. Each subject was subjected to a attendance experiment five times with a distance of ± 40 cm. The algorithm can recognize the subject accurately if the subject is facing right in the image acquisition module
ABSTRAK:
Sistem presensi merupakan hal yang biasa ditemui setiap harinya oleh pegawai ataupun pelajar/mahasiswa. Presensi yang tersusun secara rapi tentunya memudahkan saat dilakukan proses pendataan. Presensi yang digunakan untuk meminimalisir penyalahgunaan yaitu dengan menggunakan presensi non-kontak. Sistem presensi ini memanfaatkan salah satu teknologi dari computer vision. Sistem presensi yang dirancang menerapkan teknologi pengolahan citra digital. Pengolahan citra merupakan metode yang digunakan untuk mengolah ataupun memproses dari gambar asli sehingga menghasilkan gambar lain yang sesuai dengan kebutuhan. Alat yang dirancang terdiri beberapa modul yaitu modul akuisisi citra, modul pemroses, modul penampil informasi, dan modul penyimpanan. Modul akuisisi citra yang digunakan berupa webcam Logitech C920, modul pemroses berupa Raspberry Pi 4B, modul penampil informasi berupa LCD 7 Inch Capacitive Touch Screen, dan modul penyimpanan berupa microSD SanDisk 64 GB. Alat presensi mencocokkan gambar wajah dengan data yang telah dimasukkan ke dalam sistem penyimpanan. Algoritma untuk metode pengenalan wajah menggunakan Histogram of Oriented Gradients (HOG). Pencatatan data presensi menggunakan format CSV yang terdiri dari tanggal, waktu masuk, waktu keluar, dan nama subjek. Pengujian dilakukan dengan beberapa contoh kasus dan pengujian dengan lima subjek berbeda. Masing-masing subjek dilakukan percobaan presensi sebanyak lima kali dengan jarak ± 40 cm . Algoritma dapat mengenali subjek secara akurat jika subjek menghadap ke depan tepat pada modul akusisisi citraSistem presensi merupakan hal yang biasa ditemui setiap harinya oleh pegawai ataupun pelajar/mahasiswa. Presensi yang tersusun secara rapi tentunya memudahkan saat dilakukan proses pendataan. Presensi yang digunakan untuk meminimalisir penyalahgunaan yaitu dengan menggunakan presensi non-kontak. Sistem presensi ini memanfaatkan salah satu teknologi dari computer vision. Sistem presensi yang dirancang menerapkan teknologi image processing. Image processing atau pengolahan citra digital merupakan metode yang digunakan untuk mengolah ataupun memproses dari gambar asli sehingga menghasilkan gambar lain yang sesuai dengan kebutuhan. Alat yang dirancang terdiri beberapa modul yaitu modul akusisi citra, modul pemroses, modul penampil informasi, dan modul penyimpanan. Modul akuisisi citra yang digunakan berupa webcam Logitech C920, modul pemroses berupa Raspberry Pi 4B, modul penampil informasi berupa LCD 7 Inch Capacitive Touch Screen, dan modul penyimpanan berupa microSD SanDisk 64 GB. Alat presensi mencocokkan gambar wajah dengan data yang telah dimasukkan ke dalam sistem penyimpanan. Algoritma untuk metode pengenalan wajah menggunakan Histogram of Oriented Gradients (HOG). Pencatatan data presensi menggunakan format CSV yang terdiri dari tanggal, waktu masuk, waktu keluar, dan nama subjek. Pengujian dilakukan dengan beberapa contoh kasus dan pengujian dengan beberapa subjek berbeda. Algoritma dapat mengenali subjek secara akurat jika subjek menghadap ke depan tepat pada modul akusisisi citra