TESLA Jurnal Teknik Elektro UNTAR
Not a member yet
297 research outputs found
Sort by
PENGONTROLAN SUHU, KELEMBAPAN, DAN INTENSITAS CAHAYA PADA KUMBUNG JAMUR DENGAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT DALAM PENEMPATAN SENSOR
The success of harvesting white oyster mushrooms depends on the treatment especially the conditions of temperature, humidity, and light intensity in the mushroom house, the placement of sensors must be precise so it can represent the conditions inside the white oyster mushroom and proper action can be taken. Determination of the location of the sensor point is done using the Finite Element Method approach by dividing the mushroom house into small segments to help analyze the parameters of temperature, humidity, and light intensity inside. The control system uses an ON-OFF hysteresis controller mode. Temperature and humidity sensors (DHT11) are positioned respectively on the left, center, and right side of the mushroom house. Data from DHT11 measurement is processed by NodeMcu V3 microcontroller and then will activate the actuator. The interface (GUI) for monitoring is designed to use Blynk application. The controlled parameters meet the needs of white oyster mushrooms, temperatures of 20-26°C with the error 2°C, humidity 80-90% with the error 5%, and lighting 200-640lux with the error 10 lux. The control signal can keep the range of parameters maintained.ABSTRAK: Keberhasilan panen jamur Tiram Putih tergantung pada perawatan yang diterapkan terutama kondisi suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya di dalam kumbung, penempatan sensor harus tepat sehingga sensor dapat mereprensentasikan keadaan di dalam kumbung jamur tiram putih sehingga aksi yang tepat dapat dilakukan. Penentuan letak titik sensor dilakukan dengan menggunakan pendekatan Finite Element Method yaitu membagi kumbung menjadi segment-segment kecil untuk membantu menganalisis parameter suhu, kelembapan dan intensitas cahaya di dalam kumbung jamur tiram putih. Sistem kontrolmenggunakan mode pengontrol ON-OFF hysteresis. Sensor suhu dan kelembapan (DHT11) diposisikan masing-masing pada bagian kiri, tengah, dan kanan kumbung. Data hasil pengukuran DHT11 diolah oleh mikrokontoler NodeMcu V3 yang akan mengaktifkan aktuator di dalam kumbung. Antarmuka (GUI) untuk monitoring parameter yang diamati menggunakan aplikasi Blynk. Parameter yang dikontrol dapat memenuhi kebutuhan jamur tiram putih, yaitu suhu 20-26°C dengan error 2°C, kelembapan 80-90% dengan error 5%, dan pencahayaan 200-640lux dengan error 10lux. Sinyal kontrol yang dihasilkan mampu menjaga agar range parameter yang dibutuhkan tetap terjaga
POTENSI ENERGI PANAS BUMI, ANGIN, DAN BIOMASSA MENJADI ENERGI LISTRIK DI INDONESIA
The need of energy increases each year. Likewise, the need for electrical energy increased proportionally with the economic development and Indonesian populations. To meet the needs of national electrical energy, the implementation of new and renewable energy is indispensable, such as geothermal energy, wind and biomass. They have substantial potential in Indonesia. This research aims to explore Indonesia’s capacity of new and renewable energy for electrical energy, as well as how much energy that can has already been utilized, and the constraints such as natural and human resources or other factors, to achieve the fulfil the target in 2025 about fulfilment of national electrical energy needs. This research uses Systematic Literature Review (SLR). The data are secondary, which are collected from several journals, research articles, media, and government agency reports, especially the Ministry of energy and mineral resources (ESDM). The result shows that for the installed capacity in the plan for 2019 - 2028, wind energy contributes the highest with 82,76%. Geothermal contributes 25.31%, and biomass contributes 4.92%. In fact, in this year of 2020, new and renewable energy could not meet the government\u27s target. Several factors that impede the development of new and renewable energy, especially the geothermal, wind, and biomass, are funding, bad-coordinated plan, and also the implementation. Additionally, there is COVID-19 pandemic in 2020, and all funds are diverted for the treatment of the pandemic crisis.ABSTRAK:Kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Begitupun kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat seiring perkembangan perekonomian dan penduduk Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, maka peran Energi Baru Terbaharukan (EBT) sangat diperlukan, diantaranya panas bumi, angin, dan biomassa. Ketiga energi tersebut memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi EBT di Indonesia menjadi energi listrik, serta seberapa besar energi yang sudah dapat dimanfaatkan, dan juga kendala-kendala baik alam maupun sumber daya manusia ataupun faktor lain, agar dapat mencapai target terdekat yaitu di tahun 2025 sebagai pemenuhan kebutuhan listrik negara dari EBT. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang dikumpulkan bersifat data sekunder, yaitu berupa pengumpulan jurnal dan artikel penelitian yang sudah ada, dari media massa, dan laporan dari badan pemerintah, khususnya kementerian ESDM. Berdasarkan hasil analisis kapasitas terpasang terhadap rencana energi tahun 2019 – 2028, energi angin memiliki persentase terbesar yaitu 82,76%, panas bumi sebesar 25,31%, dan biomassa sebesar 4,92%. Pada kenyataannya di tahun 2020 ini, EBT belum bisa mencapai target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor penghambat kemajuan proyek pembangunan ataupun peningkatan hasil EBT khususnya panas bumi, angin, dan biomassa, seperti pendanaan, perencanaan yang tidak terkoordinasi dengan baik, dan implementasi yang sulit. Selain itu, di tahun 2020 masih terjadi pandemi COVID-19 yang menjadi faktor penghambat karena semua dana dialihkan untuk penanganan krisis pandemi
Sistem Pemantauan Temperatur dan Kelembaban Menggunakan Instrumentasi Virtual Sebagai Pendeteksi Dini Bahaya Kebakaran
Virtual instrumentation is a new technology that combines hardware and software computer technology which replace instrument traditional in measurement so that more efficient and accurate. One of the softwares that is used within building a virtual instrumentation is made by National Instrument and called Labview .Combination electronics digital hardware and software labview build an instrument that can do measurement as needed withquite cheap investatment .In this case Laptop and Labview is used to display temperature and Humidity that are captured by arduino system in the display that is easy to see . Wihin this article writer do researching about monitoring temperature and humidity using labview with Arduino system for preventing fire disaster. The sensor used to measure temperature and humidity is DHT11 and the microcontroller used is Arduino Un. The monitoring humidity and tenperature are did at Laboratory of Industrial Electronic STT PLN Jakarta. The results of this study are monitoring temperature and humidity can be done continuously with the Virtual Instrumentation System. Early detection of fire hazard occurs when the temperature change is monitored, the value rises and the humidity value decreases in a very short period of timeABSTRAK:Instrumentasi virtual adalah suatu teknologi baru yang menggabungkan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak komputer menggantikan alat ukur tradisional dalam pengukuran agar lebih efisien dan akurat. Salah satu perangkat lunak yang digunakan dalam membangun suatu instrumentasi virtual adalah perangkat lunak buatan perusahaan National Instrument yang disebut Labview. Penggabungan perangkat keras dan perangkat lunak Labview bisa membentuk alat ukur yang bisa melakukan pengukuran yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dengan investasi biaya yang tidak mahal. Dalam hal ini Laptop dengan Labview berfungsi untuk menampilkan hasil penangkapan data temperatur dan kelembaban oleh Sistem Arduino dalam bentuk tampilan yang mudah dilihat. Dalam artikel ini penulis melakukan penelitian mengenai pemantauan temperatur dan kelembaban untuk pencegahan bahaya kebakaran. Sistem tersebut digunakan sebagai pendeteksi dini bahaya kebakaran. Sensor yang digunakan untuk mengukur temperature dan kelembaban udara adalah DHT11 dan mikrokontroler yang digunakan adalah arduino uno. Pemantauan temperatur dan kelembaban dilakukan di Laboratorium Elektronika Industri STT PLN Jakarta. Hasil penelitian ini adalah pemantauan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan secara terus menerus dengan Sistem Instrumentasi Virtual. Pendeteksian dini bahaya kebakaran terjadi saat adanya perubahan temperatur yang dipantau nilainya semakin naik dan nilai kelembaban yang semakin turun dalam kurun waktu yang sangat singkat
Sistem Kontrol Pintu Pagar Rumah Berbasis Arduino dengan Koneksi Nirkabel Bluetooth pada Smartphone Android
The gate of the house has a very important role in everyday life, especially as a house with the road limits. The gate used in Indonesia on average has a work method pushed or pulled to close or open. To ease the burden of users, then built a remote gate control system. Control of the gate can be done using an Android smartphone as the interface. By using Bluetooth connections and programs on Android smartphones, users can simply control open or close the gate with just a touch. The designed gate can also be locked using an electric lock, so Android smartphone users can lock and unlock the fence. The system is also equipped with an object sensor that can resist the movement of the gate so as not to close when the object from the direction of the house wants to leave the house. Each key function and fencing motion can also be done without a Bluetooth connection that is by using a manual button module that has been designed using a microcontroller. Any function that can be done by programmable gate using a microcontroller is Arduino Mega. The results achieved in testing this system is the gate can be controlled remotely using a Bluetooth connection to open/close the gate, as well as lock/unlock the gate. In addition, the gate can be locked and unlocked remotely using the program on Android smartphones, besides that each function can be done without Bluetooth connection using manual buttonABSTRAK:Pintu pagar rumah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama sebagai pembatas rumah dengan jalan. Pintu pagar yang digunakan di Indonesia rata-rata memiliki cara kerja didorong atau ditarik untuk menutup atau membuka. Untuk meringankan beban pengguna, maka dibangun sebuah sistem pengontrolan pintu pagar jarak jauh. Pengontrolan pintu pagar dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah smartphone Android sebagai antar muka. Dengan menggunakan koneksi Bluetooth dan program pada smartphone Android maka pengguna dengan mudahnya melakukan kontrol buka atau tutup pintu pagar dengan hanya sentuhan. Pintu pagar yang dirancang juga dapat dikunci dengan menggunakan sebuah kunci elektrik, sehingga pengguna smartphone Android dapat mengunci dan membuka kunci pagar. Sistem ini juga dilengkapi dengan sebuah sensor obyek yang dapat menahan gerakan pintu pagar agar tidak menutup ketika obyek dari arah dalam rumah ingin keluar rumah. Tiap fungsi kunci dan gerak pagar juga dapat dilakukan tanpa koneksi Bluetooth yaitu dengan menggunakan modul tombol manual yang telah dirancang menggunakan mikrokontroler. Setiap fungsi yang dapat dilakukan oleh pintu pagar diprogram menggunakan sebuah mikrokontroler yaitu Arduino Mega. Hasil yang dicapai pada pengujian sistem ini adalah pintu pagar dapat dikontrol dari jarak jauh menggunakan koneksi Bluetooth untuk melakukan buka/tutup pintu pagar, serta kunci/buka kunci pintu pagar. Selain itu pintu pagar dapat dikunci dan buka kunci dari jarak jauh menggunakan program pada smartphone Android, selain itu tiap fungsi tersebut dapat dilakukan tanpa koneksi Bluetooth dengan menggunakan tombol manual
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ON GRID DI ECOPARK ANCOL
Indonesia is a tropical area that has a very large amount of sunlight which is a potential renewable energy with an average daily irradiation of 4.5 - 4.8 kWh / m2.As a renewable energy, sunlight is not pollutant, will not run out, but is free or free.Therefore this energy source can be utilized for electricity through the Solar Power Plant (PLTS) system. This research will discuss the design of On Grid Solar Power Generation (PLTS) systems by generating 60% of the load capacity in the Learning Farm area.The power generated is 68.17 kWp using 100 solar cell modules. This PLTSis designed to reduce electricity consumption from PLN in Ancol Ecopark.This location is considered to have good solar radiation potential and a largeavailability of land. The results of this design are expected to be a referencefor the Ancol ecopark learning farm in order to obtain a good match between energy needs, price, and quality.ABSTRAK:Indonesia merupakan daerah tropis yang mempunyai sinar matahari yang sangat besar menjadi potensi energi terbarukan dengan iradiasi harian rata-rata 4,5 – 4,8 kWh/m2. Sebagai energi terbarukan, sinar matahari tidak bersifat polutif, tidak akan habis, namun bersifat gratis atau cuma-cuma. Maka dari itu sumber energi ini dapat dimanfaatkan untuk kelistrikan melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pada penelitian ini akan dibahas perancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid dengan membangkitkan 60 % dari kapasitas beban di area Learning Farm. Besar daya yang dibangkitkan sebesar 68,17 kWp dengan menggunakan 100 modul sel surya. PLTS ini dirancang untuk mengurangi pemakaian listrik dari PLN di Ecopark Ancol. Lokasi ini dinilai memiliki potensi radiasi matahari yang cukup baik dan ketersediaan lahan yang luas. Hasil dari perancangan ini diharapkan menjadi acuan bagi pihak ecopark learning farm Ancol agar diperoleh kesesuaian antara kebutuhan energi, harga, dan kualitas yang bai
Sistem Pemantauan Inkubator Bayi Menggunakan Jaringan Wifi dan Berbasis Database
Baby incubator is very important to keep the newborn’s body temperature especially for premature babies. Premature babies is the babies that born less than 37 weeks and has less than 2500 grams body weight. Baby incubator is designed to have a lenght of 70 cm, a width of 40 cm, and a height of 60 cm. The system of baby incubator will automatically turn on or turn off the fan, heater or humidifier in accordance with the range of temperature and humidifier that has been set. The range of humidifier inside the baby incubator is 40% - 60%. The range of temperature can be set in a Graphical User Interface (GUI). At GUI, user can fill and show babies profile, babies activity, level of baby’s bilirubin, and the range of temperature. Those Datas are saved in a database’s tables. GUI can show the temperature and humidity of babies incubator in form of graph. Babies monitoring can be done by wireless. There is a monitoring device that can buzz if the baby is crying. This system has a database that can store incubator room temperature-humidity data, baby’s temperature, sound counters, biodata, activity, bilirubin and incubator temperature regulation. Can also provide information about the incubator\u27s humidity and baby\u27s temperature on the LCD and GUI and can save the record of the activities carried out by the baby, as well as keep a record of the baby\u27s bilirubin value and turn on the lights automatically according to the bilirubin value inputABSTRAK:Inkubator bayi sangat berperan penting untuk menjaga suhu tubuh bayi baru lahir khususnya bagi bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Inkubator bayi yang dirancang memiliki ukuran ruang panjang 70 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Sistem dari inkubator bayi ini akan secara otomatis menyalakan atau mematikan kipas, heater atau humidifier sesuai dengan batas suhu dan kelembaban yang telah diatur. Batas kelembaban udara di dalam inkubator bayi adalah sebesar 40% sampai 60%. Batas suhu inkubator bayi diatur sesuai dengan umur dan berat badan bayi. Pengaturan batas suhu inkubator bayi dapat diatur pada sebuah Graphical User Interface (GUI). Pada GUI, pengguna dapat mengisi dan menampilkan biodata bayi, aktivitas bayi, tingkat bilirubin bayi dan batas suhu inkubator yang diinginkan. Data-data tersebut disimpan pada tabel-tabel yang berada pada sebuah basis data. GUI juga dapat menampilkan suhu dan kelembaban inkubator bayi dalam bentuk grafik. Pemantauan bayi dapat dilakukan secara wireless. Terdapat sebuah alat pemantau yang akan berbunyi apabila bayi menangis. Sistem ini memiliki database yang dapat menyimpan data suhu-kelembaban ruang inkubator, suhu tubuh, counter suara, biodata, aktivitas, bilirubin dan pengaturan temperatur inkubator. Juga dapat memberikan informasi mengenai suhu-kelembaban inkubator dan suhu tubuh bayi pada LCD dan GUI dan dapat menyimpan record aktivitas yang dilakukan bayi, serta menyimpan record nilai bilirubin bayi dan menyalakan lampu secara otomatis sesuai dengan nilai bilirubin yang di-input
Simulasi Pencahayaan Terowongan Tomang Siang Hari Menggunakan Lampu LED
Tunnel lighting during the day is very dependent on sunlight, especially access zones and threshold zones. The intensity of light in the zone must be able to compensate for the intensity of sunlight in front of the tunnel. For that artificial lighting will be placed in the access zone and the threshold zone must be arranged according to the presence of sunlight in front of the tunnel. At night, the threshold zone up to the exit zone must have the same illumination and luminance, and the value is not much different from the illumination and luminance that is on public roads before and after the tunnel. But in the daytime each zone must have different illuminations and luminance. This study took data from the Tomang tunnel, this tunnel consists of tunnels in the direction of Tangerang with an estimated average vehicle speed of 60 km / hour. The tunnel length is 120 m, width 7 m, height 4 m. The research in the form of this simulation uses LED lights, according to which currently there are 15 pieces installed, previously using 250 Watt HPS lights, as many as 20 pieces, with a distance between 6 m lights. The results showed that the lighting of the Tomang tunnel is currently not appropriate for daylight, because the lighting threshold zone is less able to meet the sun\u27s luminance. As a result, during the day the threshold zone appears dark (there is a black hole phenomenon). While at night it produces excess illuminance and luminance, namely 104 lux illumination and 9.96 cd / m2 luminance greater than SNI standard 20 lux - 25 lux and 2 cd / m2. The use of LED lights produces higher luminance with less power, than HPS lamps. Pencahayaan terowongan pada siang hari sangat tergantung pada cahaya matahari, khususnya zona akses dan zona ambang. Intensitas cahaya pada zona tersebut harus dapat mengimbangi intensitas cahaya matahari di muka terowongan. Untuk itu pencahayaan buatan yang akan ditempatkan di zona akses dan zona ambang harus di tata sesuai adanya cahaya matahari di muka terowongan. Pada malam hari, zona ambang sampai dengan zona exit harus mempunyai iluminansi dan luminansi yang sama, dan nilainya tidak jauh berbeda dengan iluminansi dan luminansi yang ada pada jalan umum sebelum dan sesudah terowongan. Namun pada siang hari setiap zona harus mempunyai iluminansi dan luminansi yang berbeda. Penelitian ini mengambil data dari terowongan Tomang, terowongan ini terdiri dari terowongan ke arah Tangerang dengan perkiraan kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 60 km/jam. Panjang terowongan 120 m, lebar 7 m, tinggi 4 m. Penelitian yang berupa simulasi ini menggunakan lampu LED, sesuai yang saat ini terpasang sejumlah 15 buah, sebelumnya menggunakan lampu HPS 250 Watt, sebanyak 20 buah, dengan jarak antar lampu 6 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan terowongan Tomang saat ini kurang tepat untuk siang hari, karena pada zona ambang pencahayaannya kurang dapat memenuhi luminansi cahaya matahari. Akibatnya pada siang hari zona ambang nampak gelap (terjadi adanya black hole phenomena). Sementara pada malam hari menghasilkan iluminansi dan luminansi yang berlebih, yaitu iluminansi 104 lux dan luminansi 9,96 cd/m2 yang lebih besar dari standar SNI 20 lux - 25 lux dan 2 cd/m2. Penggunaan lampu LED menghasilkan luminansi lebih tinggi dengan daya lebih minimal, dari pada lampu HPS