SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    ANALISIS KEKUATAN MEKANIK DESAIN BEJANA MOLECULAR SIEVE

    Full text link
    ANALISIS KEKUATAN MEKANIK DESAIN BEJANA MOLECULAR SIEVE. Reaktor Daya Eksperimental (RDE) menggunakan bahan bakar bola (pebble) dan gas helium sebagai pendingin primernya. Untuk mempertahankan dan menjaga kualitas helium sebagai pendingin sesuai persyaratannya maka dirancang fasilitas Sistem Pemurnian Helium (SPH). Salah satu bagian dari komponen utama fasilitas Sistem Pemurnian Helium ini adalah bejana molecular sieve. Fungsi dari molecular sieve ini untuk menyerap gas CO2, CH4, dan H2O. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kekuatan mekanik dari bejana molecular sieve melalui simulasi menggunakan software Computer Aided Three-dimensional Interactive Application (CATIA). Tahapan yang dilakukan dalam menganalisis kekuatan mekanik desain molecular sieve meliputi : pembuatan model 3-dimensi, memasukkan data sifat mekanik material SS304, serta mensimulasikan pengoperasian pada tekanan uji dan temperatur bervariasi. Pada tekanan 30 bar dan temperatur 120 °C tegangan mekanik yang dihasilkan sebesar 4,4608 x 107 N/m2 lebih kecil daripada yield strenght material SS 304 dan berada di daerah elastis material. Sedangkan translational displacement sebesar 1,1375 mm sangat kecil jika dibandingkan dengan dimensi bejana molecular sieve sehingga tidak mengakibatkan perubahan bentuk. Dengan demikian bejana molecular sieve aman untuk dioperasikan guna mendukung penelitian pemurnian helium Kata kunci: bejana molecular sieve, tegangan mekanik, translational displacement, CATI

    ANALISIS NILAI REAKTIVITAS BATANG KENDALI TERAS RSG-GAS SETELAH 30 TAHUN BEROPERASI

    Full text link
    ABSTRAK ANALISIS NILAI REAKTIVITAS BATANG KENDALI TERAS RSG-GAS SETELAH 30 TAHUN BEROPERASI. Reaktor RSG-GAS telah beroperasi lebih dari 30 tahun untuk berbagai keperluan seperti produksi radioisotop dan penelitian dalam bidang nuklir, industri, kesehatan, material dll.  Setelah beroperasi 30 tahun telah banyak komponen, sistem dan struktur reaktor yang telah menurun unjuk kerjanya sehingga perlu untuk diganti. Setelah mengalami pergantian maka perlu dilakukan analisis sistem batang kendali teras RSG-GAS yang merupakan satu-satu sistem kendali reaktor. Nilai reaktivitas batang kendali teras RSG-GAS diperoleh dari hasil eksperimen. Nilai ini akan dibandingkan dengan hasil perhitungan. Perhitungan nilai reaktivitas batang kendali reaktor RSG-GAS dilakukan dengan metode difusi menggunakan program komputer WIMSD-5B dan Batan-3DIFF. Hasil analisis menunjukan bahwa batang kendali teras RSG-GAS masih layak digunakan untuk mengoperasikan reaktor. Hasil perhitungan dan eksperimen menunjukkan bahwa nilai reaktivitas tidak jauh berbeda dan perbedaan rerata sekitar 10 %. Kata kunci: reaktor RSG-GAS, nilai reaktivitas, batang kendali, komputer Batan-3DIFF .

    EVALUASI SISA UMUR KOMPONEN SISTEM KESELAMATAN REAKTOR RISET RSG-GAS

    No full text
    Umur komponen merupakan hal terpenting bagi status komponen setelah beroperasi sekian lama dalam kurun waktu tertentu sehingga dapat diketahui apakah masih dapat berfungsi dengan baik dan apakah perlu dilakukan perawatan secara kontinyu. Saat ini umur komponen dalam kaitannya dengan keselamatan dan manajemen penuaan RSG-GAS masih belum dievaluasi khususnya untuk komponen yang mendukung sistim keselamatan. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi umur komponen pendukung sistim keselamatan dalam kurun waktu tahun 2005-2015. Kegiatan penelitian meliputi pencarian informasi kegagalan, perbaikan dan perawatan komponen pendukung sistim keselamatan RSG-GAS pada teras nomor 55 - 88. Evaluasi umur komponen meliputi uji kecocokan (goodness of fit) dan karakteristik sebaran antara waktu kegagalan dan perbaikan. Selanjutnya dilakukan perhitungan fungsi peluang keandalan dan tingkat resiko yang berkaitan dengan faktor keselamatan, serta peluang komponen akan gagal pada waktu tertentu. Berdasarkan hasil evaluasi ini diperoleh bahwasanya perawatan secara berkala sangat diperlukan.Kata kunci : manajemen penuaan, umur komponen, komponen pendukung sistim keselamatan, kegagalan, perawatan, RSG-GA

    ANALISIS DEPLESI PERANGKAT BAHAN BAKAR REAKTOR CANDU

    Full text link
    Analisis deplesi perangkat bahan bakar CANDU dengan pellet UO2 alam telah dilakukan menggunakan paket program komputer sebelum dilakukan iradiasi di dalam teras. Tujuan dari penelitian ini adalah optimasi uji iradiasi perangkat bahan bakar UO2 alam sebagai fungsi waktu iradiasi berdasarkan burn-up, daya linier dan fluks neutron. Perhitungan deplesi dilakukan  dengan paket program WIMSD-5B dalam bentuk geometri 1 dimensi. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa semakin lama waktu iradiasi akan menghasilkan deplesi semakin besar dengan daya termal yang tetap. Semakin tinggi deplesi bahan bakar maka fluks neutron di dalam teras meningkat pada daya tetap. Batas maksimal waktu iradiasi perangkat  bahan bakar UO2 alam dengan moderator D2O bertekanan adalah sekitar 834,6 hari dengan daya 12,94 MW/Te. Selama iradiasi, nilai komposisi isotop hasil fisi meningkat sehingga dibatasi hingga 10.800 MWD/Te.Kata kunci: CANDU, fluks neutron, daya termal,  bahan bakar, deples

    Halaman Sampul

    No full text
    Volume 24 No. 1, Mei 202

    ANALISIS REAKTIVITAS BATANG KENDALI TERAS RSG-GAS DENGAN PENGUKURAN METODE KOMPENSASI

    No full text
    Pengukuran nilai reaktivitas batang kendali teras Reaktor Serba Guna - G. A. Siwabessy (RSG-GAS) sangat penting karena berhubungan dengan keselamatan. Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengukur nilai reaktivitas batang kendali teras RSG-GAS. Dari beberapa metode yang sudah dilakukan, ada yang memiliki kelebihan ada yang masih terdapat kekurangan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis nilai reaktivitas batang kendali teras RSG-GAS dengan metode kompensasi berpasangan individu dan kompensasi bank. Pengukuran reaktivitas batang kendali dilakukan pada awal siklus pada saat teras reaktor dalam keadaan dingin bebas racun Xenon. Nilai reaktivitas yang diperoleh dari hasil penggunaan metode berpasangan individu dibandingkan dengan hasil dari metode kompensasi bank. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan rata rata nilai reaktivitas batang kendali adalah sebesar 9,02 % setiap individu dan memberikan hasil yang akurat. Setelah dibandingkan kedua metode ini maka dari aspek efektivitas metode kompensasi berpasangan individu  jauh lebih cepat.Kata kunci: kompensasi, RSG-GAS, batang kendali, metode berpasangan, metode ban

    EVALUASI KESELAMATAN OPERASI REAKTOR RSG-GAS SETELAH 33 TAHUN

    Full text link
    Keselamatan operasi reaktor RSG-GAS merupakan faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam mengoperasikan reaktor. Keselamatan operasi reaktor harus menjamin bahwa parameter neutronik dan termohidraulik teras RSG-GAS tidak melebihi batas keselamatan operasi (BKO) yang telah ditetapkan di dalam dokumen Safety Analysys Report (SAR). Setelah 33 tahun beroperasi banyak komponen dan sistem teras RSG-GAS yang sudah diganti namun harus dipastikan bahwa parameter operasi tidak ada yang melanggar batas operasi dan batas keselamatan. Evaluasi keselamatan operasi teras RSG-GAS dilakukan dalam rangka penilaian keselamatan periodik yang merupakan persyaratan untuk mendapat izin operasi dari pihak pengawas yaitu Bapeten. Evaluasi atau penilaian keselamatan dilakukan berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program komputer dan eksperimen langsung melihat parameter yang terukur pada panel sensor. Perhitungan parameter neutronik dilakukan dengan program WIMSD-5B/Batan-FUEL. Hasil eksperimen dan perhitungan parameter keselamatan operasi teras reaktor RSG-GAS tidak ada yang melampaui batas operasi dan batas keselamatan namun ada yang sudah berubah dari desain. Hal ini disebabkan oleh faktor umur reaktor yang telah beroperasi 33 tahun, namun masih dalam batas rentang operasi dan keselamatan yang ditetapkan.  Kata kunci : keselamatan operasi, RSG-GAS, Batan-FUEL, WIMSD-5D, teras kerja

    Bagian Depan

    No full text
    CoverSusunan RedaksiDaftar IsiKata Penganta

    Evaluasi Klasifikasi Struktur, Sistem, dan Komponen RSG-GAS Terhadap Manajemen Penuaan

    Full text link
    EVALUASI KLASIFIKASI STRUKTUR, SISTEM, DAN KOMPONEN RSG-GAS TERHADAP MANAJEMEN PENUAAN. Pada Saat ini RSG-GAS telah beroperasi selama 30 tahun.  Sesuai peraturan BAPETEN, mengenai Penilaian Keselamatan Berkala, evaluasi harus dilakukan setiap 10 tahun. Untuk memenuhi persyaratan tersebut perlu dilakukan evaluasi dan analisis sistem secara menyeluruh. Hasil evaluasi melalui analisis ini diperlukan sebagai data dukung permohonan perpanjangan izin operasi ke BAPETEN. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, maka salah satu tugas yang perlu dilakukan adalah evaluasi penapisan komponen kritis. Evaluasi dilakukan terhadap penapisan/pengelompokan struktur, sistem dan komponen (SSK) RSG-GAS dengan cara menganalisis klasifikasi SSK RSG-GAS berdasarkan tinjauan terhadap Perka BAPETEN terkait SSK dan Safety kriteria IAEA mengenai reaktor riset. Metode kedua adalah telaah terhadap laporan perawatan dan perbaikan terhadap SSK yang termasuk dalam kriteria kelas keselamatan terutama pada tipe A. Klasifikasi SSK RSG-GAS yang terdiri atas 1. kelas keselamatan (safety class), 2. kelas kualitas (quality class), dan 3. kelas seismik (seismic class), telah memenuhi kriteria Perka BAPETEN 8/2008 mengenai manajemen penuaan reaktor non daya dan Perka  BAPETEN 1/2011 mengenai desain keselamatan reaktor non daya, serta memenuhi kriteria keselamatan IAEA SSR3 mengenai klasifikasi struktur, sistem dan komponen reaktor riset. Hasil analisis terhadap kesesuaian klasifikasi SSK RSG-GAS terhadap Perka BAPETEN No. 8/tahun 2008 tentang ketentuan keselamatan manajemen penuaan reaktor nondaya, IAEA SSR3 mengenai keselamatan reaktor riset, serta hasil rekam data operasi sistem RSG-GAS pada kondisi terkini  dapat disimpulkan bahwa kualifikasi SSK tersebut masih sesuai dengan persyaratan manajemen penuaan sehingga memberikan keyakinan terhadap kelangsungan operasi RSG-GAS yang ama

    Model Analisis Numerik pada Sirkulasi Alam Fasa-Tunggal di Untai Rektangular FASSIP-01 MOD.1 Berdasarkan Posisi Heater

    Full text link
    Kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang terjadi di Fukushima tahun 2011 disebabkan karena gempa bumi yang menyebabkan tsunami yang kemudian merendam generator Diesel untuk pendingin reaktor sehingga terjadi ledakan hidrogen. Penggunaan sistem pasif mulai diperhatikan untuk membantu sistem reaktor ketika pendinginan aktif gagal berfungsi. FASSIP-01 merupakan alat uji eksperimen yang menggunakan konsep sirkulasi alam. Penelitian yang dilakukan adalah membuat model numerik dan menganalisis hasil numerik berdasarkan simulasi computer code (MATLAB) pada sirkulasi alam fasa-tunggal di untai rektangular FASSIP-01 Mod.1 berdasarkan posisi heater. Metode yang dilakukan adalah menentukan parameter, menyusun persamaan matematis, membuat algoritma numerik, dan menjalankan program MATLAB dengan variasi heater 0°, 30°, 45°, 60°. Hasil yang didapatkan adalah grafik hubungan antara faktor gesekan terhadap bilangan Reynolds. Semakin besar bilangan Reynolds, maka faktor gesekan semakin kecil, dikarenakan pertukaran kalor yang meningkat sehingga menyebabkan viskositas air menjadi lebih kecil. Viskositas air yang kecil akan menurunkan gesekan aliran. Kata kunci: PLTN, FASSIP-01, Sirkulasi alam, Bilangan Reynolds, Faktor Gesekan

    151

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇