SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    Analisis Keandalan Perawatan Sub-sistem Elektrik, Instrumentasi dan Kontrol RSG-GAS

    Full text link
    Analisis keandalan sub-sistem merupakan faktor utama pada manajemen penuaan RSG-GAS. Laporan Operasi RSG-GAS belum digunakan secara optimal untuk kajian keandalan khususnya sub-sistem elektrik,  instrumentasi, dan kontrol. Sistem basis data RSG-GAS belum digunakan untuk membantu pencarian data kegagalan dan perawatan sub-sistem.  Demikian pula, analisis keandalan belum dilakukan untuk memantau kinerja sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis keandalan pada sub-sistem elektrik, instrumentasi dan kontrol. Kegiatan penelitian meliputi pencarian data dan informasi melalui sistem basis data, khususnya kegagalan untuk sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol pada Teras nomor 53 sampai 88 pada rentang tahun 2005-2015. Dilakukan perhitungan frekuensi kegagalan pada sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol, kemudian dilakukan uji kesuaian untuk bentuk sebaran data waktu kegagalan serta perhitungan parameter rata-rata waktu kegagalan. Hasil analisis dilakukan untuk memperoleh sebaran yang sesuai  untuk masing-masing sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol yang mengalami kegagalan dalam kurun waktu tersebut. Berdasarkan jenis sebaran yang sesuai diperoleh parameter rata-rata waktu kegagalan sub-sistem. Dilakukan perbandingan rata-rata waktu kegagalan terhadap interval waktu perawatan sub-sistem. Apabila rata-rata waktu kegagalan lebih lama dari interval waktu perawatan yang telah ditetapkan, maka perawatan untuk sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol relatif baik. Melalui analisis keandalan perawatan, diperoleh bahwa sub-sistem elektrik, instrumentasi. dan kontrol relatif masih dalam kondisi baik.Kata kunci: Manajemen Penuaan, Analisis Keandalan, Perawatan dan Kegagalan, Sub-sistem Elektrik, Sub-sistem Instrumentasi dan Kontrol, RSG-GA

    Estimasi Laju Aliran Sirkulasi Alam Berdasarkan Beda Temperatur pada Untai FASSIP-01

    Full text link
    Penguasaan terhadap kapasitas pendinginansystem pendinging pasif dilakukan melalui penelitian di laboratorium Termohidrolika PTKRNBATAN. Untai FASSIP-01 telah dikonstruksi untuk studi fenomena sirkulasi alam. Tujuanpenelitian adalah untuk mengestimasi laju aliran sirkulasi alam berdasarkan beda temperatur dibagian heater (BCH, blanket ceramic heater) dan di bagian cooler atau WCT (water coolingtank). Metode penelitian dilakukan dengan menentukan perubahan di WCT untuk variasitemperature 10℃, 20℃, 30℃, 40℃ dan 50℃, serta perubahan temperature di BCH yaitu60℃, 70℃, 80℃, 90℃ dan 100℃. Parameter geometri Untai FASSIP-01 seperti tinggi untai600 cm, lebar untai 350 cm dan diameter pipa sebesar 2,56 cm dimasukkan dalam perhitungan.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar perbedaan temperatur anatara BCH danWTC, maka akan semakin besar pula laju aliran air pada untai FASSIP-01. Ketika perbedaantemperatur BCH dan WTC 10˚C, laju aliran bernilai paling kecil yaitu 0,2903 m/s, sedangkanketika perbedaan temperatur BCH dan WTC 90˚C, laju aliran bernilai paling besar yaitu 1,0456m/s. Kata Kunci : laju aliran, sirkulasi alami, BCH dan WCT, temperatur, untai FASSIP-0

    Halaman Sampul

    No full text
    Halaman Sampu

    Analisis Deviasi Alat Ukur Laju Aliran pada Untai FASSIP-01 dan FASSIP-02

    Full text link
    Pengembangan sistem keselamatan pasif dengan mengandalkan kerja natural circulation menggunakan Untai uji FASSIP-01 dan FASSIP-02 memerlukan alat ukur dengan spesifikasi laju aliran rendah. Salah satu jenis alat ukur pendingin adalah Ultrasonic Flowmeter TUF-2000M (US-FM) yang perlu dipersiapkan untuk penggunaan pada eksperimen sistem keselamatan pasif. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan deviasi pengukuran laju aliran antara US-FM dengan alat ukur lainnya. Eksperimen dilakukan dengan mengukur laju aliran pada Untai uji BETA menggunakan flowmeter tersebut dengan konfigurasi laju alir yang berbeda yaitu 0 - 100 LPM, 0 - 50 LPM dan 0 - 20 LPM. Hasil perbandingan pengukuran pada sensor elektromagnetik didapat nilai deviasi 6,32 % untuk konfigurasi 0 - 100 LPM, 2,12 % untuk konfigurasi 0 – 50 LPM, dan 1,16 % untuk konfigurasi 0 - 20 LPM. Data untuk melakukan karakterisasi dapat diperoleh pula ketika mengukur laju aliran dengan membaca nilai arus yang bekerja pada sensor pada flowmeter. Dari hasil karakteristika linear terhadap semua flowmeter tersebut terlihat bahwa semakin rendah formasi pengukuran maka diperoleh nilai deviasi juga semakin kecil.Kata kunci : sistem pendingin pasif, alat ukur laju aliran, deviasi, FASSIP-01, FASSIP-0

    Bagian Depan

    No full text
    CoverSusunan RedaksiDaftar IsiKata Penganta

    Studi Awal Desain Sistem Injeksi Aerosol Pada Pengembangan Fasilitas Eksperimen Pengungkung Containment (FESPeCo Mod.1)

    Full text link
    Salah satu skenario kecelakaan reaktor nuklir berpendingin air ringan yaitu adanya lepasan zat radioaktif akibat terjadinya kebocoran sistem pemipaan primer. Simulasi kecelakaan dengan skenario tersebut dapat dilakukan menggunakan Fasilitas Eksperimen Simulasi Pendingin Containment (FESPeCo). Untuk memenuhi kebutuhan penelitan saat ini, revitalisasi FESPeCo dilakukan dengan menambahkan sistem injeksi aerosol menjadi FESPeCo Mod.1. Sistem injeksi aerosol terdiri dari unit kompressor, pengaduk, dan pengatur aliran fluida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandidat desain tabung aerosolsebelum dilakukan fabrikasi. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) digunakan sebagai perangkat utama analisis dinamika fluida.. Untuk melihat pengaruh dinamika fluida terhadap bentuk geometri, variasi tekanan operasi diberikan pada keempat model diantaranya TAB 01, TAB 02, TAB 03, dan TAB 04. Berdasarkan hasil analisis terhadap keempat model tersebut, bentuk geometri ruang silinder memegang peranan penting dalam pengadukan. Selain itu, perbedaan ukuran inlet dan outlet dapat mempengaruhi kuantitas keluaran aerosol yang signifikan,ditinjau dari besar kecepatan aliran dan beda tekanannya. Oleh karena itu, model TAB 04 dapat direkomendasikan sebagai kandidat utama tabung aerosol bertekanan pada sistem injeksi aerosol. Kata kunci : Aerosol, Sistem Injeksi Aerosol, Laju Aliran, Beda Tekanan, FESPeCo Mod.1

    Kaji Eksperimental Variasi Ukuran Butir dan Tekanan Penyemprotan Material Abrasif Dalam Proses Sand-Blasting Terhadap Kekasaran Permukaan dan Umur Lelah pada Stainless Steel 304

    Full text link
    KAJI EKSPERIMENTAL VARIASI UKURAN BUTIR DAN TEKANAN PENYEMPROTAN MATERIAL ABRASIF DALAM PROSES SAND-BLASTING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN UMUR LELAH PADA STAINLESS STEEL 304. Proses sand-blasting merupakan salah satu jenis surface treatment dengan cara menembakkan partikel tekanan tertentu ke permukaan material sehingga menimbulkan tumbukan dengan tujuan menghilangkan kontaminasi seperti korosi, sisa pengecatan, kristalisasi garam, dan pelumas. Proses sand-blasting dilakukan setelah proses pengelasan dalam kegiatan penggantian komponen penunjang kerja PLTN, bertujuan untuk menghilangkan heat tint yang dapat mempengaruhi ketahanan komponen terhadap korosi dan mencegah terjadinya kontaminasi komponen pengganti yang dapat mempengaruhi performa pada kondisi lingkungan ekstrim. Eksperimen pada material stainless steel AISI 304 ini terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu proses sand-blasting pada spesimen uji, dilanjutkan dengan melakukan pengujian kekasaran permukaan, dan terakhir melakukan pengujian lelah. Dua jenis ukuran glass bead (Mesh 3, Mesh 8) dan tiga tingkatan tekanan penyemprotan material abrasif (4, 5, 6 bar) digunakan dalam proses sand-blasting. Hasil eksperimental menunjukkan bahwa proses sand-blasting merubah nilai kekasaran permukaan dan umur lelah pada material stainless steel AISI 304. Variasi ukuran glass bead Mesh 8 dengan tekanan penyemprotan material abrasif sebesar 5 bar menghasilkan nilai kekasaran permukaan dan umur lelah yang optimal

    Analisis Distribusi Temperatur Media Penampung Bahan Bakar Bekas Reaktor Daya Eksperimental (RDE) Menggunakan FLUENT 6.3

    Full text link
    ANALISIS DISTRIBUSI TEMPERATUR MEDIA PENAMPUNG BAHAN BAKAR BEKAS REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL (RDE) MENGGUNAKAN FLUENT 6.3. Konsep dan desain reaktor daya eksperimental (RDE) adalah mengacu pada HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor) dari teknologi Jerman yang telah diterapkan pada HTR-10 di Cina yang dirancang menggunakan bahan bakar yang berbentuk pebble bed. Setelah bahan bakar nuklir dimanfaatkan dalam reaktor nuklir, bahan bakar bekas  tersebut kemudian akan masuk ke dalam tempat penampungan sementara. Penelitian ini dikhususkan pada aspek temohidrolik karena peranannya yang sangat penting untuk menjamin keselamatan media penampung bahan bakar bekas Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Oleh karena itu diperlukan alat bantu berupa progam (software) komputer dalam proses penganalisaan distribusi temperatur media penampung bahan bakar bekas Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Program yang digunakan adalah FLUENT 6.3. Hasil perhitungan menunjukan bahwa terjadi penurunaan temperatur secara bertahap pada bahan bakar bekas  di setiap posisinya, dari titik pusat di posisi 0 m sebesar 110°C ke dinding media penampung di posisi 0,3 m sebesar 30°C. Sehingga dari hasil tersebut distribusi temperatur media penampung bahan bakar bekas reaktor daya eksperimental dapat dianggap aman tanpa kerusakan akibat dari pana

    Bagian Depan

    No full text
    CoverSusunan RedaksiDaftar IsiKata Penganta

    Pengembangan Sistem Akuisisi Data Menggunakan NI cDAQ 91 berbasis LABVIEW

    Full text link
    PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA MENGGUNAKAN NI cDAQ 91 BERBASIS LABVIEW. Dalam akuisisi data perlu dilakukan peningkatan kinerja sistem instrumentasi dengan mengembangkan sistem akuisisi data berbasis LabVIEW, salah satunya dengan memastikan data yang didapat benar dan dapat dipercaya. Data tersebut harus melalui proses kalibrasi terlebih dahulu. Dalam eksperimen ini pengkalibrasian dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran temperatur dari termokopel yang tercatat berupa akuisisi data NI cDAQ 91 dengan pengukuran alat ukur standar termometer digital Fluke yang berfungsi sebagai kalibrator. Modul NI cDAQ 91 yang digunakan yaitu channel 1 dan channel 2. Setiap channel ada dua bagian data yang diambil yaitu untuk suhu rendah dengan rentang yang lebih kecil dan suhu tinggi dengan rentang yang lebih besar. Hasil data kalibrasi akan diproses dan dicari hasil ketidakpastiaannya. Setelah melalui proses kalibrasi ternyata hasil datanya tidak berbeda jauh karena tidak mencapai temperatur 1°C artinya data hasil kalibrasi tersebut dapat dipercaya dengan kesalahan kurang dari 1°C.  

    151

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇