SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    KARAKTERISASI MIKROBA DALAM AIR PENDINGIN SEKUNDER RSG-GAS

    No full text
    Telah diperoleh hasil identifikasi karakteristik bakteri yang terkandung dalam air sistem pendingin sekunder RSG-GAS berdasarkan sifat-sifat morfologi sel, sifat-sifat fisiologi sel dan respon terhadap reaksi karbohidrat serta dihitung jumlah koloni bakteri dengan metode total plate count. Sampling air dilakukan pada beberapa tempat antara lain di kolam pendingin sekunder (1), setelah lewat kran (2), seteleh sistem penukar panas (3), dan air masuk ke kolam pendingin setelah lewat kran (4). Sampel dianalisis secara mikrobiologi menurut prosedur Bergey’s Manual. Berdasarkan hasil isolasi, telah teridentifikasi adanya spesies bakteri pereduksi sulfat dari species desulfococcus multivoran. Masing-masing, lokasi (1) mengandung 7,4 x 104 cfu/ml, lokasi (2) 6,9 x 104 cfu/ml, lokasi (3) 2,8 x 104 cfu/ml, dan lokasi (4) 1,9 x 104 cfu/ml. Hasil analisis dari keempat lokasi diperoleh bahwa kandungan bakteri masih dibawah spesifikasi air pendingin sekunder yaitu <106 cfu/ml. Ukuran mikro partikel bakteri 0,5 μ masih mampu lolos dari sistem filtrasi air pendingin kecuali memakai filter bakteri semi permeable berukuran 0,22 μ. Keberadaan bakteri pereduksi sulfat yang terakumulasi membentuk lapisan dapat menimbulkan biokorosi dan pada suatu saat dapat menurunkan kemampuan sistem pertukaran panas

    ANALISIS KOEFFISIEN REAKTIVITAS TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR U3Si2-Al 4,8gU/cc DENGAN KAWAT KADMIUM MENGGUNAKAN SRAC

    Get PDF
    Penelitian sebelumnya telah dilakukan perhitungan faktordaya (ppf) dan reaktivitas batang kendali teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al 4,8gU/cc dengankawat kadmium. Nilai Reaktivitas batang kendali dan ppf teras tersebut telah memenuhi margin keselamatan.Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap parameter keselamatan teras lainnya yaitu koefisienreaktivitas teras yang meliputi koefisien reaktivitas suhu dan koefisien reaktivitas void moderator.Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar adalah perubahan reaktivitas teras akibat naiknya suhubahan bakar. Sedangkan koefisien reaktivitas void perlu diketahui sebagai gambaran perubahan reaktivitasteras jika terjadi hal-hal tertentu yang mengakibatkan berkurangnya densitas air. Perhitungankoeffisien reaktivitas teras dilakukan dengan paket program SRAC modul CITATION. Sedangkanperhitungan persiapan tampang lintang makroskopis elemen bakar dan elemen kendali dilakukandengan modul PIJ. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Alkerapatan 4,8gU/cc dengan kawat kadmium mempunyai koefisien reaktivitas suhu bahan bakar dankoefisien reaktivitas void yang negatif. Atau dengan kata lain bahwa jika terjadi penurunan densitasmoderator atau kenaikan suhu bahan bakar, maka reaktivitas teras akan berkurang (populasi neutronmenurun). Sehingga teras tersebut telah memenuhi prinsip desain keselamatan teras reaktor yaitumempunyai sifat inherent safety

    PEMODELAN SIKLUS TERMODINAMIK TURBIN GAS RGTT KOGENERASI

    Get PDF
    HighTemparature Gas-cooled Reactor (HTGR ) cogeneration yang selanjutnya disebut sebagai ReaktorGas Temperatur Tinggi (RGTT) kogenerasi merupakan salah satu jenis reaktor daya maju. Reaktorini diharapkan dapat digunakan untuk mengisi kekurangan listrik di daerah luar Jawa, Bali danMadura karena dapat dirancang untuk kapasitas daya kecil sampai sedang. Dalam perancanganRGTT ini, pemodelan siklus termodinamik diperlukan untuk memprediksi spesifikasi temperaturmasuk dan keluar komponen-komponen utama, seperti turbin, kompresor, recuperator dansebagainya, serta pemilihan bahan teknis. Siklus termodinamik RGTT kogenerasi pada makalah iniadalah siklus langsung dengan menggunakan siklus Brayton jenis siklus tertutup. Fluida pendinginreaktor nuklir adalah gas helium yang juga digunakan sebagai fluida kerja pada sistem konversienergi listrik dan sekaligus sebagai sumber panas untuk pemurnian air sebagai bagian dari fungsikogenerasi. Dalam perancangan reaktor RGTT ini, daya reaktor nuklir yang dihasilkan adalah 200MWt. Daya termal tersebut dapat memanaskan gas helium hingga 9000C dengan tekanan 7 MPa.Panas gas helium pembangkit listrik yang digunakan untuk menggerakkan turbin gas adalah 8500Cdengan laju alir 120 kg/det. Berdasarkan hasil perhitungan, dengan mengacu pada rasio tekananturbin desain reaktor GTMHR sebesar 2,8, maka kerja turbin gas 200 MWt mencapai 216.904 kW.Hal ini menyebabkan daya kompresor yang dibutuhkan untuk LPC (low pressure compressor) adalah61.671 kW dan HPC (high pressure compressor) 38.390 kW. Efisiensi siklus yang diperolehmencapai 33,45% dengan daya listrik yang dapat diperoleh mencapai 117 MW

    RANCANG BANGUN INSTALASI SISTEM KONTROL PADA OTOMASI MESIN BUBUT ALPINE-350

    Get PDF
    Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir terdiri dari beberapa bidang, khusus untukperalatan bengkel yang dikelola Bidang Operasi Fasilitas. Peralatan tersebut salah satunya adalah mesin bubutdengan pengoperasian secara konvensional. Seiring dengan perkembangan zaman, mesin bubut dituntut untukmenghasilkan benda kerja dengan presisi tinggi. Untuk memecahkan masalah tersebut maka retrofit mesin bubutharus dimodifikasi unjuk kerja manual menjadi Numerical Control (NC), belum menggunakan sistem ComputerNumerically Controlled (CNC) yaitu menggunakan komputer secara keseluruhan. Untuk menunjang agar mesinbubut bekerja secara optimal maka dibuat sistem operasional dengan menggunakan beberapa komponen untukmenunjang bekerjanya sistem kontrol dengan baik. Sistem kontrol tersebut salah satunya adalah seperangkatProgram Logic Control (PLC) lengkap dengan asesorisnya yang yang berfungsi untuk mengoperasikan motorservo dalam pembuatan benda kerja, alat pendukung lainnya seperti kontaktor, relai 24 volt AC dan DC sertakomponen trafo step down sebagai suplay untuk PLC. Catu daya yang dibutuhkan berupa arus bolak-balik dansearah. Dengan retrofit mesin bubut menjadi NC pengoperasian mesin menjadi lebih efisien dan ketelitian mesindapat ditingkatkan serta tidak tergantung terhadap ketrampilan seseorang operator

    PENGEMBANGAN LIMIT SWITCH MANUAL DAN OTOMATIS PADA MESIN FRIS

    Get PDF
    Rangkaian tambahan yang dicangkokan pada mesin fris berfungsi untuk mengubah sistem limit switch apabilamesin tersebut hendak digunakan pada posisi manual atau otomatis. Fungsi utamanya adalah untuk mengontrolapabila terjadi kesalahan dalam menjalankan mesin, atau salah dalam mengoperasikan yang mengakibatkanmesin hilang kontrol kerja dan keluar dari batas benda kerja, maka limit switch ini sebagai penyelamatnya. Limitswitch dapat berfungsi dalam keadaan manual dan otomatis, pengoperasianya tergantung pada saat dihidupkanpertama kali sesuai dengan perintah operator

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN TERMINAL LISTRIK PADA KATUP MESIN TEKUK TIPE MPV1620

    Get PDF
    Kelancaran operasi mesin tekuk pelat tergantung dari unjuk kerja masing-masing komponen.Apabila salah satu komponen ada kerusakan / bermasalah berarti mesin tekuk pelat tidak bisa beroperasi dengansempurna, karena masing-masing komponen selalu berkaitan saling menunjang. Pada waktu dilakukan uji cobakinerja mesin tekuk untuk membentuk berbagai macam sudut tekuk dengan menggunakan beberapa materialberupa pelat seperti aluminium, carbon steel, stainless steel dan seng serta berbagai macam ketebalan terjadikerusakan pada komponen terminal listrik, mesin tidak bisa dioperasikan. Masalah tersebut perlu dicaripenyebabnya agar mesin bisa berfungsi kembali. Identifikasi masalah dilakukan dengan pemeriksaan masingmasingkomponen terkait dengan kerusakan. Dari hasil identifikasi diperoleh bahwa power supply pada katupkontrol tidak ada, tembaga sebagai penghantar listrik pada terminal listrik tidak terhubung dengan katup kontrolkarena adanya korosi

    OPTIMASI PEMBENTUKAN HI DAN H2SO4 PADA REAKSI BUNSEN UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI HIDROGEN

    Get PDF
    Teknologi proses produksi hidrogen secara termokimia telahmenjadi unggulan bila dikopel dengan reaktor nuklir temperatur tinggi. Proses ini hanya memerlukan energitermal untuk memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Implementasi rancangan eksperimen reaksiBunsen telah dilakukan. Bahan peralatan percobaan ini terdiri dari bahan kaca pyrex dan pipa teflon agar tahanterhadap serangan korosi, tekanan 2 bar dan suhu reaksi 120 oC. Percobaan telah dilakukan dengan parameterpengubah yaitu durasi reaksi, komposisi I2 dan H2O, sedangkan parameter tetap yaitu komposisi SO2,temperatur dan tekanan gas SO2 secara statis. Hasil percobaan optimasi dengan kondisi menunjukkan bahwaproduk reaksi Bunsen meningkat dengan bertambahnya fraksi I2, H2O dan durasi reaksi. Namun padapenambahan H2O peningkatan produk terbatas pada jumlah H2O 0,055 mol. Hasil analisis terhadap produkreaksi Bunsen menunjukkan bahwa reaktan yang bereaksi membentuk produk adalah sebesar 5,6 % dan reaktanyang belum bereaksi akan terus membentuk produk reaksi selama produk reaksi yang terjadi dipisahkan darireaktan

    KOMPENSASI BACKLASH ARAH RADIAL DAN AXIAL PADA OTOMATISASI MESIN BUBUT ALPINE-350

    No full text
    Salah satu kendala pada otomatisasi mesin bubut manual menjadi otomatis adalahkeausan dan ketidakpresisian gigi-gigi transmisi baik arah radial dan axial. Keausan dan ketidakpresisian inimenyebabkan kesalahan yang disebut kesalahan backlash. Untuk mengoreksi kesalahan ini diperlukankompensasi backlash. Kompensasi backlash sangat penting dilakukan guna untuk mendapatkan hasil yangsesuai dengan spesifikasi yang ditentukan sebelumnya. Untuk itu dilakukan beberapa kali uji coba untukmengamati kesalahan yang terjadi baik arah radial maupun axial. Dari beberapa kali uji coba dapat disimpulkanbahwa kesalahan backlash terjadi pada arah axial maupun radial. Kesalahan ini disebabkan oleh keausan gigitransmisi atau ketidakpresisian penyambung antara motor servo dan as putar penggerak mesin bubut Alpine 350.Dari hasil pengamatan dan uji coba didapatkan Backlash arah axial (sumbu x) sebesar 0,01 mm dan arah radial(sumbu y) sebesar 0,023 mm. Oleh karena itu, sebelum mesin digunakan perlu dilakukan kompensasi backlashbaik secara manual pada saat entri data koordinat atau dapat juga dilakukan pada pengaturan kompensasibacklash yang terdapat pada parameter setting extended software Advanced Position Module (APM) sebesar0,01 mm arah axial dan sebesar 0,023 mm arah radial

    ANALISIS EKSENTRISITAS BANTALAN UNTUK POROS DALAM SISTEM TURBIN GAS

    Get PDF
    Konsep Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tipe Reaktor Garam Cair (Molten Salt Reactor / MSR) dinilaibaik dalam keselamatan untuk alat pembangkit listrik karena mempunyai dua siklus pendinginan yaitu pendinginprimer dan pendingin sekunder. Sistem pendingin sekunder dari MSR ini menggunakan siklus tertutup turbinhelium dimana temperatur masuk masuk turbin 973K dan tekanan 0,5 MPa. Sebagian besar kerja yangdihasilkan turbin dimanfaatkan untuk memutar kompresor yang terletak pada poros yang sama dengan turbin.Poros tersebut didukung oleh bantalan sehingga eksentrisitas dari bantalan harus diketahui agar tidak terjadigesekan antara poros dan bantalan. Dari hasil perhitungan diperoleh angka dari faktor eksentrisitas sebesar 0,61sehingga siklus tertutup turbin helium ini layak diaplikasikan dalam instalasi MSR

    ANALISIS LAJU KOROSI MATERIAL BEJANA TEKAN PWR DALAM BERBAGAI KONSENTRASI H2SO4 DAN TEMPERATUR

    Get PDF
    da penelitian ini dilakukan analisis laju korosi padamaterial bejana tekan reaktor. Analisis korosi material bejana tekan PWR dilakukan dengan melihat pengaruhtemperatur dan konsentrasi H2SO4. Variasi temperatur pada percobaan ini adalah 30, 40, 50, 60, 70 dan 200 oCsedangkan variasi konsentrasi H2SO4 sebesar 4, 5, 6, 7 dan 8 %. Setelah itu dilakukan uji korosi untuk melihatkorosi yang terjadi pada material dengan menggunakan potensiostat. Spesimen yang digunakan pada penelitianini adalah stainless steel 304. Dari hasil yang didapat terlihat bahwa temperatur dan konsentrasi H2SO4mempengaruhi laju korosi material SS 304. Semakin tinggi temperatur dan konsentrasi H2SO4 semakin tinggilaju korosi yang terjadi

    151

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇