SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    ANALISIS PERFORMA UNTUK SISTEM TURBIN DAN KOMPRESOR

    Get PDF
    Dari sudut pandangsistem energi dan lingkungan, konsep untuk reaktor nuklir generasi generasi IV mempunyai kemampuan baikuntuk alat pembangkit listrik dan pembangkit panas untuk produksi hidrogen. Reaktor nuklir berpendingin gasini mengaplikasikan siklus turbin untuk memindahkan panas. Untuk menganalisis sistem pendingin tersebut,diusulkan sebuah model sistem turbin dan kompresor dengan daya 3 kW. Fluida kerja yang digunakan adalahhidrogen yang direaksikan dengan udara didalam kombustor, kemudian diekspansikan melalui sebuah turbinguna memperoleh kerja poros yang akan dimanfaatkan untuk menggerakkan kompresor dan generator. Tujuandari penelitian ini adalah untuk memperbaiki efisiensi termal siklus turbin dan kompresor. Metode yangdigunakan yaitu dengan menerapkan persamaan-persamaan kesetimbangan energi, massa, dan momentum.Turbin gas dan kompresor diletakkan pada satu poros dengan putaran 19545 rpm dan laju aliran 69 m3/h,diperoleh efsiensi termal siklus sekitar 20,1 % (ekivalen dengan perbandingan efisiensi Carnot 70,1 %),sehingga layak dikembangkan untuk sistem pendingin gas pada instalasi reaktor gas temperatur tinggi (HighTemperature Gas Reactor / HTGR)

    ANALISIS EKSENTRISITAS BANTALAN UNTUK POROS DALAM SISTEM TURBIN GAS

    Get PDF
    Konsep Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tipe Reaktor Garam Cair (Molten Salt Reactor / MSR) dinilaibaik dalam keselamatan untuk alat pembangkit listrik karena mempunyai dua siklus pendinginan yaitu pendinginprimer dan pendingin sekunder. Sistem pendingin sekunder dari MSR ini menggunakan siklus tertutup turbinhelium dimana temperatur masuk masuk turbin 973K dan tekanan 0,5 MPa. Sebagian besar kerja yangdihasilkan turbin dimanfaatkan untuk memutar kompresor yang terletak pada poros yang sama dengan turbin.Poros tersebut didukung oleh bantalan sehingga eksentrisitas dari bantalan harus diketahui agar tidak terjadigesekan antara poros dan bantalan. Dari hasil perhitungan diperoleh angka dari faktor eksentrisitas sebesar 0,61sehingga siklus tertutup turbin helium ini layak diaplikasikan dalam instalasi MSR

    PERANCANGAN ANTARMUKA PADA KALIBRATOR SUHU MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CIMON

    Get PDF
    Telah dikerjakan perancangan antarmuka untuk kalibrasi suhumenggunakan perangkat lunak CIMON. Kalibrator suhu yang terdapat pada Bidang Operasi dan Fasilitasmerupakan fasilitas alat kalibrasi suhu dan pengoperasiannya masih secara manual. Untuk meningkatkankeselamatan operator dan unjuk kerja kalibrator maka dilakukan pengembangan menggunakan perangkat lunakCIMON. Besaran suhu diambil oleh sensor termokopel tipe K yang selanjutnya diolah oleh PLC. PLC inimemiliki 4 chanel masukan. Chanel 1 digunakan sebagai acuan, chanel 2, 3 dan 4 digunakan untuk kalibrasisensor termokopel. Semua parameter suhu dari chanel 1 sampai chanel 4 semuanya dapat ditampilkan padalayar komputer menggunakan interface PLC yang dikendalikan oleh CIMON. Dari hasil uji coba dapatdiketahui bahwa perancangan antarmuka pada kalibrator suhu menggunakan perangkat lunak CIMON dapatberjalan dengan baik dan dapat digunakan pada alat kalibrator suhu Termofast yang ada pada laboratoriuminstrumentasi BOFa PTRKN

    STUDI PEMILIHAN MATERIAL UNTUK REAKTOR GAS TEMPERATUR TINGGI

    Get PDF
    ReaktorGas Temperatur Tinggi (RGTT) adalah jenis reaktor generasi keempat. Reaktor ini beroperasi pada temperaturyang tinggi, hingga ± 900 0C. Sifat logam pada temperatur tinggi akan mengalami penurunan kemampuanterhadap korosi, ketangguhan, sifat aus, kekerasan, kekuatan dan mampu bentuk. Dilain pihak sifat rapuh dantidak tahan terhadap mulur meningkat. Penggunaan baja paduan (alloy steel) dan komposit sebagai materialtemperatur tinggi menjadi solusi. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan diperoleh bahwa kandidat materialRGTT adalah low steel alloy, titanium alloy dan stainless steel. Potensi kandidat material tersebut untuk kondisitemperatur hingga 6000C. Analisis ini dilakukan dengan mengacu pada diagram batas elastisitas 50 MPaterhadap ketangguhan material terhadap potensi cacat bawaan karena ketidaksempurnaan material. Padakenyataannya temperatur operasi RGTT mencapai 9000C. Oleh karena itu, dengan menggunakan diagramkekuatan material terhadap kondisi temperatur tinggi dan menggabungkan hasil yang diperoleh pada diagramsebelumnya maka diperoleh bahwa kandidat material yang aman untuk RGTT adalah Stainless Steel

    PERHITUNGAN EFEKTIVITAS REKUPERATOR UNTUK REAKTOR GAS TEMPERATUR TINGGI

    Get PDF
    Reaktor berpendingin Gas Temperatur Tinggi (RGTT) merupakan salah satu jenis reaktor Generasi IVyang didesain dengan konsep kogenerasi untuk pembangkit listrik dan produksi hidrogen. RGTT berpendinginhelium dengan temperatur outlet kurang lebih 950 oC dan bertekanan 5,1 MPa. Komponen konversi energi yangutama dalam sistem kogenerasi RGTT adalah Intermediate Heat Exchanger (IHX), yang mana melalui IHXenergi termal dipindahkan dari sistem reaktor ke sistem kogenerasi untuk pembangkitan listrik dan prosesproduksi hidrogen. Keberhasilan desain RGTT selain ditentukan oleh unjuk kerja IHX juga ditentukan olehpemanfaatan panas sisa dari sistem kogenerasi melalui penukar panas rekuperator. Kinerja rekuperatordipengaruhi oleh parameter keefektifan, efisiensi, dan konfigurasi rekuperator dalam sistem kogenerasi RGTT.Pemodelan perhitungan penukar panas rekuperator dilakukan dengan membandingkan model perhitunganmelalui parameter kinerja rekuperator dalam tiga konfigurasi, yaitu konfigurasi dengan siklus pembangkitanlistrik dengan Secondary Heat Exchanger (SHX), konfigurasi sistem pembangkitan listrik tanpa SHX, dankonfigurasi sistem pembangkitan listrik secara langsung dari reaktor tanpa sistem kogenerasi. Dari pemodelanperhitungan diperoleh konfigurasi siklus pembangkitan listrik dengan SHX yang menghasilkan kinerjarekuperator paling efektif, dengan efektivitas pertukaran panas 89,43 %

    KAJIAN DAMPAK GAS PENGOTOR PENDINGIN PRIMER TERHADAP INTEGRITAS MATERIAL STRUKTUR R G T T

    Get PDF
    Reaktor berpendingin Gas Temperatur Tinggi (RGTT) adalah reaktor dayayang kinerja dan ketersediaan teknologinya memungkinkan untuk diimplementasikan di Indonesia dalam waktusepuluh tahun ke depan. Namun dalam oprasi RGTT helium sebagai pendingin primer tidak dapat terlepas darigas pengotor yang masuk didalamnya, sehingga akan menimbulkan berbagai masalah keselamatan dankeandalan operasi. Dalam makalah ini dibahas analisis dampak pengotor pendingin primer terhadap integritasmaterial struktur RGTT yang mencakup analisis sumber pengotor, interaksi pengotor dengan material strukturRGTT, serta strategi teknologi pengendalian pengotor dalam sistem pendingin primer. Tujuan dari penelitian iniadalah mengetahui dampak dari gas pengotor pendingin primer untuk digunakan sebagai pertimbangan dalampembuatan desain konseptual sistem kontrol inventori helium RGTT. Kajian dilakukan dengan studi inventoripengotor helium, dampak dan teknik pengendaliannya dalam sistem primer. Dari kajian diperoleh data bahwasumber gas pengotor bermula dari kebocoran udara, jumlah udara maksimal yang diperbolehkan masuk 12vppm, proses degradasi material struktur melalui reaksi oksidasi, karburasi dan dekarburasi, sedangkan strategipengendalian gas pengotor dilakukan dengan memperhatikan karakteristik gas pengotor, teknologi proses danadsorben yang digunakan

    TEKNIK PERBAIKAN SAMBUNGAN TERMOKOPEL TEMPERATUR TINGGI PADA HEATING-01

    Get PDF
    Telah dilakukan perbaikan sambungan termokopel pada batang pemanas bagian uji HEATING-01. yang batang pemanasnya terbuat dari baja stainless AISI 304 dan memiliki 14 titik termokopel. Pada setiaptitik termokopel sebanyak 8 termokopel dipasang pada 8 posisi 1 titik yang berurutan dan 6 termokopeldipasang pada 3 posisi 2 titik radial. Perbaikan dilakukan karena terjadi penyimpangan yang terlalu besar padahasil fabrikasi sebelumnya. Teknik penyambungan termokopel pada kawat chromel dan kawat alumel dengandiameter 1 mm menggunakan tegangan 13,6 volt dari alat DC power supply. Hasilnya menunjukkan bahwa alatini berfungsi dengan baik setelah dikalibrasi dengan kalibrator JOFRA. Rata-rata penyimpangan yang terjadisebesar -0,1°C

    ANALISIS PROSES PEMBENTUKAN HIx UNTUK MENDUKUNG PEMISAHAN PRODUK REAKSI BUNSEN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI HIDROGEN

    Get PDF
    Salah satu keunggulan prosestermokimia I-S dibanding dengan metode lainnya adalah adanya peluang peningkatan efisiensi termal dalamproses pembentukan produk reaksi Bunsen. Tujuan penelitian adalah memperoleh cara yang lebih baik dalamproses pemisahan hasil reaksi bunsen. Telah dilakukan eksperimen pencampuran bahan produk reaksi Bunsendengan komposisi fraksi mol pembentuk senyawa dari HIx (2HI + 10H2O + 8I2) dan larutan asam sulfat dalamair (H2SO4+4H2O) pada temperatur sekitar 120oC dalam tekanan 1 atm, selama 1 jam pemanasan.Karakteristika hasil reaksi setelah ditunggu sekitar 24 jam, secara visualisasi menunjukkan tampak dua fasa yangterpisah yang diperkirakan adalah fasa HIx dan fasa larutan H2SO4 dengan H2O. Fasa HIx berada pada bagianbawah dan campuran asam sulfat dengan air pada bagian atas tabung reaksi. Apabila hasil reaksi yang terpisahini ditambah dengan H2O, dan ditunggu selama 74 jam, campuran tersebut menjadi tidak terpisah, tetapimenjadi larut satu sama lain. Namun ketika produk hasil reaksi yang terpisah tersebut ditambah dengan asamsulfat, tampak kedua fasa tetap terpisah. Dengan mengontrol komposisi reaktan reaksi dapat memberikemudahan dalam proses pemisahan produk reaksi Bunsen

    KAJIAN FLUKS NEUTRON TERAS REAKTOR DAYA GENERASI LANJUT

    Get PDF
    KAJIAN FLUKS NEUTRON TERAS REAKTOR DAYA GENERASI LANJUT. Pada saat ini sedang dikembangkan sistem energi nuklir generasi keempat (SEN Gen IV) atau generasi lanjut oleh Generation IV International Forum (OIF). Sistem energi nuklir tersebut adalah : (1) Gas-Cooled Fast Reactor (GFR), (2) Lead-Cooled Fast Reactor (LFR), (3) Molten Salt Reactor (MSR), (4) Sodium-Cooled Fast Reactor (SFR), Super Critical Water Reactor (SCWR), dan (6) Very High Temperature Reactor (VHTR). Dalam perkembangannya reaktor generasi lanjut diharapkan akan bisa menggantikan PLTN yang sedang beroperasi sekarang ini. Agar suatu reaktor bisa beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, maka kajian teras reaktor merupakan suatu hal yang sangat penting untuk beroperasinya suatu reaktor. Sebagai langkah awal untuk memahami reaktor generasi lanjut, maka pada penelitian ini telah dilakukan kajian fiuks neutron teras reaktor daya generasi lanjut dari reaktor jenis GFR dengan daya 600 MWth berbahan bakar UPuC/SiC dengan komposisi (UPuC=70% dan SiC=30%) dengan kandungan Pu =20%. Hasil perhitungan dengan mengunakan program komputer MCNP IVB diperoleh fiuks neutron 1,851 x 1015 n/cm 2 Idt

    KUAT PENERANGAN (ILUMINASI) RUANG KENDALI UTAMA UNTAI UJI TERMOHIDROLIKA PTRKN-BATAN

    Get PDF
    Telah dilakukan pengukuran dan perhitungan kuat penerangan (iluminasi) rata-rata pada Ruang Kendali Utama Untai Uji Termohidrolika PTRKN yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kuat penerangan rata-rata pada saat ini untuk kemudian dilakukan perbaikan bila kuat penerangan rata-rata yang dihasilkan saat ini tidak memenuhi standar yang telah ditentukan yaitu sebesar 500 lux. Dari perhitungan berdasarkan disain ruangan dan tata letak lampu didapatkan besar kuat penerangan rata-rata sebesar 789,04 lux sedangkan dari hasil pengukuran besar kuat penerangan rata-rata sebesar 190,9 lux. Setelah dilakukan penggantian lampu hasil pengukuran besar kuat penerangan rata-rata 246,22 lux, hasil tersebut masih dibawah standard kuat penerangan. Penurunan kuat penerangan rata-rata tersebut dapat diakibatkan karena warna cat panel kendali dan lantai ruangan yang tidak memantulkan cahaya. Dengan demikian kuat penerangan rata-rata ruang kendali utama belum sesuai dengan persyaratan

    151

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇