SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    VALIDASI DAN KARAKTERISASI FLOW METER E-MAG UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA FASILITAS EKSPERIMEN UNTAI UJI BETA

    Get PDF
    VALIDASI DAN KARAKTERISASI FLOW METER E-MAG UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA FASILITAS EKSPERIMEN UNTAI UJI BETA. Pengembangan sistem akuisisi data fasilitas eksperimen Untai Uji BETA (UUB) berbasis komputer dilakukan untuk memperoleh data pengukuran secara real-time dan simultan. Diperlukan formulasi karakterisasi dari masing masing parameter pengukuran sebagai dasar perhitungan dalam pembuatan program aplikasi akuisisi data sehingga data pengukuran dapat ditampilkan dan disimpan. Salah satu parameter pengukuran yang dikembangkan adalah debit aliran sisi sekunder UUB dimana formulasi karakterisasi diperoleh dengan menginterpolasi nilai pembacaan debit aliran dengan pengukuran nilai arus yang dihasilkan flow meter E-MAG untuk berbagai variasi kecepatan pompa. Dengan menggunakan metoda persamaan garis lurus, diperoleh formula karakterisasi debit aliran (Q) = 153.2 * Arus (I) - 605.4. Telah dilakukan pula validasi secara sederhana dengan membandingkan antara debit aliran pengukuran dengan debit aliran pembacaan dan diperoleh simpangan relatif sebesar ±2,93%.Kata Kunci : Untai Uji BETA, sistem akuisisi data, validasi dan karakterisasi, flow meter

    PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI HIDROGEN DARI PERENGKAHAN AIR BERDASARKAN DISTRIBUSI KALOR RGTT-KOGENERASI

    Get PDF
    PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI HIDROGEN DARI PERENGKAHAN AIR BERDASARKAN DISTRIBUSI KALOR RGTT-KOGENERASI. Hidrogen adalah molekul penting untuk energi dan pangan. Penggunaan hidrogen untuk energi dapat mengatasi sekaligus dua masalah, yaitu susutnya cadangan bahan bakar minyak dan pemanasan global. Di bidang pangan, hidrogen dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan amonia untuk pupuk nitrogen. Senyawa yang mengandung hidrogen dengan kelimpahan tinggi dan murah adalah air. Sumber energi primer diperlukan untuk merengkah molekul air dan menghasilkan hidrogen. Sumber energi potensial untuk tujuan tersebut adalah nuklir. Melalui sistem kogenerasi, reaktor nuklir gen-IV (generasi IV) merupakan sumber kalor strategis untuk produksi hidrogen dari air karena sifat gen-IV yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan kalor temperatur tinggi dengan sistem keselamatan melekat yang andal. Tujuan makalah ini adalah menentukan kapasitas produksi hidrogen dari perengkahan air berdasarkan distribusi kalor RGTT (Reaktor berpendingin Gas Temperatur Tinggi) Kogenerasi. Dua teknik termokimia perengkahan air, yaitu siklus-SI (Sulfur-Iodium) dan siklus-I (Iodium) disimulasikankan dengan Aspen HYSYS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kalor 200 MW dari RGTT200K yang teralokasikan untuk produksi hidrogen adalah 59 MW. Daya kalor tersebut setara dengan laju produksi hidrogen 683 kg/jam (siklus-SI) atau 1.054 kg/jam (siklus-I). Siklus-SI dan siklus-I berada pada tahap pengembangan skala laboratorium dan ditujukan untuk produksi hidrogen dari air dengan energi nuklir tanpa pasokan gas alam.Kata Kunci : hidrogen, energi, pangan, reaktor nuklir, kogeneras

    PENGUJIAN MESIN EDAQ UNTUK MENGUKUR LAJU KOROSI

    No full text
    Telah dilakukan pengujianuntuk mengetahui performa mesin EDAQ dalam mengukur laju korosi. Mesin EDAQ dilengkapi denganPotensiostat untuk mengontrol tegangan elektroda, e-corder untuk merekam data, dan EChem untukmenampilkan data dalam bentuk grafik untuk selanjutnya dianalisis. Pada pengujian ini tegangan divariasikandari -0,1 V sampai 0,498 V. Benda uji yang digunakan adalah baja karbon dengan luas permukaan 2,25 cm2.Hasil pengujian ditampilkan dalam bentuk grafis, kemudian diolah dengan metoda Analisis Tafel untukmendapatkan arus korosi. Arus data korosi ini selanjutnya dikonversi untuk mendapatkan nilai laju korosi. Darihasil Analisis ini diperoleh laju korosi baja karbon sebesar 0,75745 mpy. Dari pengujian ini dapat disimpulkanbahwa mesin EDAQ dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasinya

    EFEK PERUBAHAN KETINGGIAN COOLER TERHADAP KECEPATAN ALIRAN AIR PADA SIMULASI SISTEM PASIF

    Get PDF
    EFEK PERUBAHAN KETINGGIAN COOLER TERHADAP KECEPATAN ALIRAN AIR PADA SIMULASI SISTEM PASIF. Kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima Daiichi tahun 2011 akibat gempa bumi dan tsunami menyebabkan melelehnya teras reaktor dari kegagalan system keselamatan aktif. Untuk mengantisipasi hal tersebut sedang dikembangkan system keselamatan pasif yang bekerja secara sirkulasi alamiah. Salah satu fasilitas eksperimen mengenai sirkulasi alamiah adalah NC-QUEEN yang dikembangkan di PTKRN-BATAN. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perubahan temperatur air terhadap densitas dan kecepatan aliran secara eksperimentaldari adanya sirkulasi alamiah berdasarkan perbedaan ketinggian antara heater dan cooler, dimana ditetapkan 3 perbedaan ketinggian yaitu H1 = 1,4 meter, H2 = 1 meter, dan H3 = 0,3 meter. Hasil eksperimen menunjukkan adanya perubahan temperatur pada variasi ketinggian H1dengan beda temperatur (ΔT) terbesar yaitu 41,46 oC akibat rambatan transfer panas dari heater ke cooler yang tidak maksimal sementara beda temperatur terkecil ditunjukkan pada variasi ketinggian H3 yaitu 37,1oC. Hasil perhitungan kecepatan rerata diperoleh 0,0000103601 m/detik untuk H-1; 0,00000619464 m/detik untuk H2, dan 0,0000018315 m/detik untuk H3. Dari eksperimen yang dilakukan diperoleh desain yang optimal untuk sistem pasif adalah pada ketinggian H1 antara cooler dan heater. Selain itu dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak antara heater dan cooler maka semakin besar nilai kecepatanrata-rata aliran air

    DISTRIBUSI TEMPERATUR SAAT PEMANASAN DAN PENDINGINAN PER-MUKAAN SEMI-SPHERE HeaTING-03 BERDASARKAN TEMPERATUR AWAL

    Get PDF
    Kecelakaan PLTN Three Mile Island Unit 2 (TMI-2) yang mengakibatkan teras meleleh telah mendorong para peneliti untuk meneliti interaksi anta-ra lelehan teras dengan dinding bejana tekan reaktor bagian bawah. Penelitian ini dimaksudkan mempelajari karakteristik perpindahan kalor antara lelehan teras reaktor yang membentuk geometri semi-sphere dengan bagian bawah bejana tekan reaktor. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan fasilitas eksperimen Bagian Uji HeaTiNG-03. Tujuan eksperimen adalah mengkarakterisasi distribusi temperatur di permukaan semi-sphere selama pemanasan dan pendinginan secara radiasi dengan temperatur awal 100 °C, 200 °C, dan 300 °C. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanasan dan pendinginan pada 9 titik pengukuran temperatur oleh termokopel pada permukaan semi-sphere memiliki kurva kenaikan dan penurunan yang berbeda. Berdasarkan penelitian awal ini dapat disimpulkan bahwa pemanasan dan pendinginan belum begitu seragam

    ANALISIS REAKTIVITAS RACUN XENON-135 TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR SILISIDA 2,96 gU/cc PADA DAYA 15 MWth MENGGUNAKAN ORIGEN2.1 TERKOREKSI.

    No full text
    Dalampengoperasian teras RSG-GAS berbahan bakar silisida kerapatan tinggi, reaktivitas merupakan salah satuparameter neutronik yang penting untuk diketahui, terutama reaktivitas yang diakibatkan oleh peracunan Xe-135dalam teras. Saat ini RSG-GAS menggunakan bahan bakar silisida 2,96 gU/cc dan dioperasikan pada daya 15MWth. Perhitungan reaktivitas Xe-135 teras BOC (Beginning of Cycle) RSG-GAS berbahan bakar silisida 2,96gU/cc telah dilakukan dengan menggunakan kode komputer ORIGEN2.1 dengan lama operasi 48 jam dan waktupemadaman 72 jam. Nilai reaktivitas negatif Xe-135 sebanding dengan konsentrasi Xe-135 yang dihasilkan.Konsentrasi Xe-135 diperoleh dari hasil keluaran ORIGEN2.1 dengan basis perhitungan 1 kelompok deplesi danpeluruhan radioaktif. Hasil perhitungan reaktivitas memberikan hasil yang mendekati dengan hasil analisisXenSam hanya pada suku pembentukan Xe-135 (suku pembakaran). Telah dilakukan pula koreksi terhadapperhitungan reaktivitas pada suku peluruhan Xe-135 dengan ekstrapolasi hasil eksperimen yang menunjukkanhasil yang cukup mendekati. Dengan menggunakan koreksi hasil tersebut dapat ditentukan waktu mati reaktoryang berguna dalam menentukan kapan reaktor dapat beroperasi kembali setelah mengalami pemadaman

    STUDI EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEMPERATUR TRANSIEN PADA SEMI SPHERE SAAT PENDINGINAN

    Get PDF
    Eksperimen tentang distribusi temperatur transient selama pros-es pendinginan telah dilakukan sebagai langkah awal dan upaya dari peningkatan kualitas produksi baja (stainlees steel) yang memiliki geometri semi sphere. Penelitian dilakukan selama pendinginan transien sejak dibukanya keramik pemanas di mana bejana uji dibiarkan dingin secara alamiah. Perla-kuan pendinginan dilakukan secara radiasi dengan variasi temperatur awal saat dipanaskan antara 200 °C hingga 800 °C sampai didinginkan hingga mencapai keadaan saturasi ± 90 °C. Perlakuan pendinginan secara radiasi menunjukan distribusi temperatur yang dapat dianggap homogen dan menurun terhadap waktu. Hal itu disebabkan oleh arah aliran konduksi panas pada bejana uji yang bergerak dari bawah ke atas. Dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur awal tidak berpengaruh pada arah aliran panas tetapi berpengaruh pada laju aliran panas

    STUDI UNTUK MODEL SIMULASI DINAMIKA REAKTOR NUKLIR

    No full text
    Telah dilakukan studitentang berbagai aspek sistem simulasi termasuk konfigurasi, metoda, teknik pemrograman dan kemungkinanaplikasinya dalam pemodelan program yang akan digunakan untuk mensimulasikan dinamika reaktor. Hasil daristudi ini adalah sistem simulasi merupakan suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengerjakan suatufungsi dengan benar dan memberikan jawaban terhadap interupsi luar yang muncul dalam batasan waktu yangsudah ditentukan. Waktu yang diperlukan berkisar pada beberapa mili detik atau beberapa detik tergantung padaaplikasinya. Dalam implementasinya, bisa dirancang stand alone atau berhubungan dengan lingkungan melaluisensor dan aktuator. Karena persyaratan bahwa simulasi ini harus dapat mensimulasikan keadaan yangsebenarnya, maka pengembangan simulasi dinamika reaktor memerlukan pendekatan pemodelan tepat

    PEMERINGKATAN FAKTOR ORGANISASIONAL KESELAMATAN DENGAN METODA SMART

    Get PDF
    PEMERINGKATAN FAKTOR ORGANISASIONAL KESELAMATAN DENGAN METODA SMART. Evaluasi terhadap kinerja keselamatan dari aspek faktor organisasional dengan pendekatan analisis keputusan multi kriteria dilakukan berdasarkan perkiraaan faktor pengaruh sesuai dengan peringkatnya, Peringkat faktor pengaruh diperkirakan dengan menentukan bobot setiap faktor melalui analisis varians dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17. Pada analisis faktor, seluruh atribut yang dipertimbangkan distrukturisasi berdasarkan besarnya varians setiap atribut yang berkontribusi terhadap hal yang dipertimbangkan. Selain besaran varians tersebut, atribut dikelompokkan menurut besarnya varians yang bersesuaian. Sesuai dengan besaran varians, bobot numerik kelompok ditentukan dari keputusan multi kriteria. Berdasarkan pembobotan tersebut, pemeringkatan dilakukan dengan metoda SMART (Simple Multi Attribute Rank Technique). Analisis data dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari pelaksanaan kuesioner pada empat unit kerja di lingkungan BATAN. Hasilnya adalah terdapat 28 atribut terpilih yang dikelompokkan ke dalam 10 kelompok. Peringkat tertinggi yang diperoleh ditempati oleh kelompok sistem manajemen kompetensi dengan atribut penetapan dan pemeliharaan tingkat kompetensi. Peringkat terendah ditempati oleh kelompok atribut kondisi tempat kerja dengan atribut pengkajian risiko pertimbangan tugas rutin dan bukan rutin pada posisi terbawah.Kata Kunci : Bobot riteria, Peringkat kriteria, Metoda SMART, Faktor organisasional keselamata

    PERHITUNGAN LAJU ALIR PENDINGIN AIR SISI PRIMER PADA UNTAI UJI BETA UNTUK EKSPERIMEN SISTEM PASIF

    Get PDF
    PERHITUNGAN LAJU ALIR PENDINGIN AIR SISI PRIMER PADA UNTAI UJI BETA UNTUK EKSPERIMEN SISTEM PASIF. Kecelakaan Boiling Water Reactor (BWR) di Fukushima Jepang, menunjukkan kegagalan sistem keselamatan reaktor dalam mengantisipasi bencana besar gempa bumi dan tsunami dan menyebabkan terjadinya SBO (Station Black Out). Peranan sistem keselamatan pasif untuk diterapkan pada desain reaktor nuklir yang menggunakan metode sirkulasi alami dalam meningkatkan keselamatan adalah fokus pada makalah ini. Untuk mempelajari sistempasif sebagai sistem keselamatan dilakukan eksperimen pada fasilitas sistem pasif BETA dengan tujuan untuk mengetahui laju aliran massa air pada sistem pasif dengan air sebagai fluida kerjanya. Eksperimen dilakukan dengan memvariasikan temperatur pada heater dengan variasi temperatur 85 ̊C. Dari hasil eksperimen dan perhitungan korelasi diperoleh laju aliran massa air dengan variasi temperatur 85 ̊C adalah 4,8606 x 10-7 kg/detik

    151

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇