SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PERKEMBANGAN KIMIA AIR PADA REAKTOR NUKLIR JENIS PWR
Perubahan manajemenkimia air pada reaktor PWR (reaktor air bertekanan) telah terjadi, akhir-akhir ini. Manajemen kimia air pada airreaktor memainkan peran sangat penting untuk menjamin integritas bahan bakar, menurunkan degradasi materialdan menurunkan paparan radiasi. Terakhir ini, usaha untuk meningkatkan output daya reaktor telah memberikantantangan baru, menyebabkan penekanan yang baru pada kebutuhan optimalisasi kimia air antara persyaratanyang kadang bertentangan dari bahan bakar dan material sementara kecendrungan untuk menurunkan paparanradiasi tetap dijaga. Manajemen kimia air tidaklah selalu sama untuk tipe reaktor yang sama, hal ini disebabkanperbedaan; material struktur, desain reaktor dan sejarah operasinal masing-masing reaktor. Beberapa pilihanteknis dalam manajemen kimia air seperti kimia air berhidrogen, injeksi zinc, Poly Acrylic Acid (PAA) telahdikembangkan dan digunakan pada reaktor PWR
OPTIMALISASI FLOWMETER DYNASONICS PADA FASILITAS EKSPERIMEN TERMOSIFON
OPTIMALISASI FLOWMETER DYNASONICS PADA FASILITAS EKSPERIMENTERMOSIFON. Flowmeter Dynasonics digunakan sebagai alat ukur laju alir pada fasilitas eksperimen termosifon dalam rangka pengembangan sistem keselamatan pasif pada PLTN. Untuk dapat digunakan, telah dilakukan optimalisasi pada alat tersebut karena adanya kerusakan pada sistem tampilannya. Optimalisasi dilakukan dengan menggunakan keluaran arus yang diberikan Flowmeter Dynasonic sehingga dapat dibaca oleh sistem akuisisi data National Instruments (DAS-NI). Hal ini dilakukan karena program aplikasi Lab View pada DAS-NI memerlukan persamaan karakterisasi untuk dapat menampilkan data laju alir berdasarkan arus yang diberikan Flowmeter. Pengujian untukoptimalisasi dilakukan dengan membandingkan hasil karakterisasi dan simulasi pada DAS-NI mengunakan kalibrator Jofra. Error pada pembacaan diperoleh dengan membandingkan persamaan karakterisasi dengan simulasi untuk masukan arus yang sama. Dari hasil karakterisasi dan pengujian yang dilakukan diperoleh persamaan karakterisasi y = 177,1x - 871,0 dan persamaan pengujian y = 172,8x - 851,0 dengan error relatif pembacaan sebesar 3,052297 %. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Flowmeter Dynasonics dapat dioptimalkan dengan menggunakan program Lab View.Kata Kunci : termosifon, flowmeter, karakterisas
STUDI JENIS PROBE EDDY CURRENT UNTUK INSPEKSI PEMBANGKIT UAP PWR
STUDI JENIS PROBE EDDY CURRENT UNTUK INSPEKSI PEMBANGKIT UAP PWR.Pembangkit uap adalah komponen utama PLTN yang berfungsi sebagai penghasil uap jenuh tekanantinggi. Degradasi penuaan pembangkit uap khususnya pada tabungnya akan menyebabkan cacat padadinding tabung bagian luar dan bagian dalam. Cacat pada tabung pembangkit uap adalah primarywater stress corrosion cracking, korosi, erosi, denting dan retak. Untuk menjamin kelangsunganberoperasinya pembangkit uap, perlu dilakukan inspeksi dengan teknik eddy current. Makalah inimempelajari berbagai jenis probe yang digunakan untuk inspeksi pembangkit uap. Untuk teknik eddycurrent ada dua jenis probe yang biasa digunakan yaitu probe absolut dan probe differensial. Dariberbagai jenis cacat pada pembangkit uap perlu ditentukan jenis probe yang tepat untuk digunakanmendeteksi semua jenis cacat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji jenis probe eddycurrent yang dapat digunakan untuk inspeksi steam generator, dengan sekali scanning pada tiap ta-bung dalam mendeteksi semua jenis cacat. Metodologi yang digunakan adalah memahami desainpembangkit uap, memahami berbagai jenis cacat yang ada pada pembangkit uap dan mengkaji jenisprobe didasarkan pada jenis dan karakteristik cacat yang ada pada pembangkit uap. Hasil kajiandiperoleh jenis probe untuk inspeksi pembangkit uap PWR yaitu probe array eddy current. Probearray ini mampu mendeteksi semua jenis cacat korosi meliputi korosi lokal (pitting corrosion),korosi gradual (wastage, fretting) dan berbagai macam retak baik retak melingkar maupun retakmemanjang dalam satu kali scanning (sapuan). Keunggulan lainnya dari probe array ini adalahmampu untuk menghemat waktu dan biaya inspeksi.Kata Kunci : eddy current, tabung pembangkit uap, uji tak rusa
PERBANDINGAN SISTEM PENGONTROLAN PID KONVENSIONAL DENGAN PENGONTROLAN CMAC, FUZZY LOGIC DAN ANN PADA WATER LEVEL PRESSURIZER
PEMBANDINGAN SISTEM PENGONTROLAN PID KONVENSIONAL DENGANPENGONTROLAN CMAC, FUZZY LOGIC DAN ANN PADA WATER LEVELPRESSURIZER. Sistem pengontrolan berbagai parameter dalam pengoperasian di pressurizersangat diperlukan untuk menjamin keselamatan reaktor daya PWR. Berbagai penelitian telahdilakukan untuk mendapatkan metode pengontrolan yang paling tepat, untuk mendapatkan tingkatkeselamatan yang tinggi. Pengontrolan yang paling mudah dan paling banyak digunakan adalah PIDcontroller karena struktur yang kuat dan sederhana. Sedangkan pengontrolan lainnya yang juga bisadigunakan adalah CMAC (Cerebellar Model Articulation Controller), Fuzzy Logic serta ANN(Artificial Neural Networks) yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Studi inimengkaji berbagai paradigma pengontrolan ini sehingga diharapkan dapat dipilih model sistempengontrolan yang lebih tepat, akurat serta memiliki sistem yang dapat mendukung kinerjapressurizer dengan baik. Sedangkan untuk lebih memberikan gambaran detil, kajian dikhususkanpada keempat pengontrolan tersebut dalam aplikasinya dipengukuran water level pressurizer padareaktor daya tipe PWR .Kata Kunci : Pressurizer, PID, CMAC, ANN, Fuzzy Logi
STUDI AWAL DESAIN TERMAL PEMBANGKIT UAP PLTN TIPE PWR DAYA 1000 MWE
Telah dilakukan desain termal pembangkit uap PLTN tipe PWR daya 1000 MWe. Perhitungan dilakukan untuk mendapatkan nilai-nilai koefisien perpindahan panas, luas permukaan, panjang pipa dan nilai turun tekanan (pressure drop). Metoda perhitungan dengan menggunakan log mean temperature difference (LMTD). Daya thermal reaktor 3411 MWth menggunakan 4 pembangkit uap. Pembangkit uap ditetapkan berbentuk pipa dan kelongsong (shell and tube), dengan satu lintasan kelongsong dan dua lintasan pipa aliran lawan arah (cross flow). Hasil perhitungan, diperoleh nilai koefisien perpindahan panas sisi pipa 27248 W/m2 °C, sisi kelongsong 4786 W/m2 °C dan menyeluruh 3450 W/m2 °C. Luas permukaan perpindahan panas 4880 m2 dan panjang pipa 20,67 m untuk tiap pembangkit, yang masing-masing lebih rendah 3,6 % dan 1,6% dari pada dimensi pembangkit uap PLTN tipe PWR daya 1000 MWe yaitu luas permukaan perpindahan panas 5060 m2/unit dan panjang pipa 21 m. Nilai turun tekanan diperoleh 1,13x102 kPa untuk sisi pipa dan 3,75 kPa untuk sisi kelongsong. Hasil studi awal desain pembangkit uap PLTN tipe PWR daya 1000 MWe dapat dipergunakan sebagai pembanding terhadap perhitungan-perhitungan yang akan datang
KALIBRASI TERMOKOPEL TIPE-K PADA BAGIAN UJI HeaTiNG-03 MENGGUNAKAN cDAQ-9188
KALIBRASI TERMOKOPEL TIPE-K PADA BAGIAN UJI HeaTiNG-03 MENGGUNAKANcDAQ-9188. Eksperimen pada bejana uji HeaTiNG-03 membutuhkan alat ukur temperatur yangdapat mengukur temperatur tinggi. Alat ukur temperatur yang digunakan pada bagian uji HeaTiNG-03 adalah termokopel tipe K. Oleh karena itu dibutuhkan alat ukur temperatur yang handal dalampengukuran termal. Untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam suatu pengukuran perlu dilakukankalibrasi. Kalibrasi termokopel dilakukan dengan menggunakan termometer standar, NI tipe cDAQ-9188, modul NI-9213 dan program virtual LabVIEW yang telah tersedia. Pengukuran termokopeldibuat dalam beberapa kondisi dari temperatur yang dimulai dari 40°C- 80°C dengan selisih 5°C.Tujuan kalibrasi adalah untuk membandingkan antara hasil pengukuran temperatur dari termokopeldengan termometer standar sehingga diketahui nilai error. Hasil dari kalibrasi TC-A memiliki nilaierror rata-rata 2,65 %, TC-2B 3,32%, TC-3B 2,09%, TC-4B 2,90%, TC-8C 13,65%, TC-4D 3,89% .TC-8C memiliki nilai error rata-rata yang paling tinggi yaitu 13,65%. Sedangkan termokopel yang lainnya memiliki nilai error di bawah rata-rata error seluruh termokopel dengan rata-rata error seluruh termokopel adalah 1,87%.Kata Kunci : termokopel, kalibrasi, DAS-N
INVESTIGASI PEMANTAUAN KONDISI VIBRASI UNTUK KESELAMATAN OPERASI POMPA PENDINGIN PWR
INVESTIGASI PEMANTAUAN VIBRASI UNTUK KESELAMATAN OPERASI POMPAPENDINGIN PWR. Pompa pendingin reaktor adalah salah satu komponen penting dalam sistemkeselamatan di PWR yang pemeliharaannya membutuhkan pemantauan secara online seperti melaluianalisis vibrasi. Penelitian ini mendemonstrasikan investigasi berbagai kerusakan baik mekanik,elektromekanik maupun munculnya fenomena hidrolika dengan membandingkan hasil pengukurandengan berbagai model spektrum frekuensi kerusakan berbasis vibrasi yang ada.Untuk pengujiannya,mengingat tidak tersedianya pompa pendingin PWR, maka motor pendingin sekunder reaktor risetGA Siwabessy dengan prinsip motor induksi dan pompa yang sama dengan di PWR digunakan.Diperoleh hasil awal kondisi motor pendingin yang relatif baik dengan nilai RMS sinyalternormalisasi adalah 0.5187, nilai kurtosisnya 2.08, dan crest factor 2.60, masih relatif berada dibawah batas-batas level tanda-tanda kerusakan. Selain itu, penelitian ini berhasil mengidentifikasidugaan munculnya fenomena kavitasi dengan puncak frekuensi random antara 1000-1250 Hz danfrekuensi BPF sekitar 125 Hz, walaupun hasil ini perlu konfirmasi yang lebih lanjut dengan analisisyang lebih detil pada pengukuran disisi pompa.Kata Kunci : keselamatan, pompa pendingin, analisis vibrasi, PW
STUDI SENSITIVITAS KETINGGIAN TERAS REAKTOR DALAM DESAIN HTR PEBBLE BED
STUDI SENSITIVITAS KETINGGIAN TERAS REAKTOR DALAM DESAIN HTRPEBBLE BED. HTR pebble bed adalah reaktor temperatur tinggi berbahan bakar pebble danberpendingin gas helium dengan teras densitas daya rendah. Teras HTR pebble bed disebut terasgrafit penuh karena mengggunakan struktur grafit sebagai moderator dan reflektor, partikel bahanbakar berlapis grafit dan elemen bakar grafit lengkap. Makalah ini mendiskusikan sensitivitasketinggian teras reaktor dalam desain HTR pebble bed. Perhitungan dikerjakan dengan programtranspor Monte Carlo MCNP5 pada temperatur kamar. Berbagai opsi matriks bahan bakar UO2,PuO2 dan ThO2/UO2 dieksaminasi untuk konfigurasi teras dengan rasio F/M 1:0 dan F/M 1:1. Hasilperhitungan memperlihatkan kondisi kritis teras dengan bahan bakar PuO2 untuk rasio F/M 1:0 di-capai pada ketinggian 66 cm, ThO2/UO2 pada ketinggian 88 cm dan UO2 pada ketinggian 106 cmsedangkan ketinggian kritis konfigurasi teras PuO2 dengan rasio F/M 1:1 terjadi di 78 cm, ThO2/UO2 di 124 cm dan UO2 di 138 cm. Hasil-hasil ini menyimpulkan bahwa selain pengkayaan, radiuskernel, fraksi packing partikel TRISO dan dimensi reflektor grafit, ketinggian teras reaktormerupakan salah satu parameter neutronik yang harus dipertimbangkan dalam desain HTR pebblebed dengan matriks bahan bakar yang spesifik.Kata Kunci : HTR pebble bed, ketinggian teras, MCNP5, ENDF/B-VI, rasio F/
DESAIN DAN PERAKITAN ALAT KONTROL TEMPERATUR UNTUK PERALATAN NITRIDASI PLASMA
DESAIN DAN PERAKITAN ALAT KONTROL TEMPERATUR UNTUK PERALATANNITRIDASI PLASMA. Peralatan kontrol temperatur nitridasi plasma telah dirakit untuk sistempendukung dalam peralatan nitridasi plasma yang digunakan untuk pengerasan permukaan material.Peralatan kontrol temperatur dirancang untuk mengatur temperatur operasi dari ruang dalam tabungnitridasi plasma. Ruang nitridasi dipanaskan menggunakan electric heater sebesar 4KW. Temperaturruang nitridasi plasma dikontrol dengan temperature controller type Autonic TZ4M berjenis PIDdengan kemampuan self-tune. Controller dilengkapi dengan Solid-State-Relay (SSR) dengankapasitas 30 Ampere. Termokopel tipe K dengan kemampuan ukur dan ketahanan diatas1000oCdipakai untuk mengukur temperatur dalam ruang nitridasi untuk diumpankan ke temperaturecontroller. Hasil pengujian menunjukkan peralatan kontrol temperatur bekerja dengan baik denganrentang kestabilan temperatur antara 1oC sampai dengan 2 oC.Kata Kunci : desain dan perakitan,kontrol temperatur, nitridasi plasma
ANALISIS SUDU KOMPRESOR AKSIAL UNTUK SISTEM TURBIN HELIUM RGTT200K
Konsep sistem turbin helium yang digunakan untuk alat pendingin teras RGTT200K mempunyaikomponen utama kompresor. Kompresor ini didesain dengan perbandingan tekanan 1,85, temperaturmasuk 40 °C, dan laju aliran massa 107,258 kg/s. Bentuk sudu kompresor didesain untuk memberikantekanan keluar 50 bar dan aliran helium secara aksial dengan kecepatan 228 m/s. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menentukan derajat reaksi dan sudut aliran helium melalui sudu. Perangkatlunak Cycle-Tempo Release 5.0 digunakan untuk pemodelan kompresor aksial agar diperolehkondisi termodinamika yang sesuai. Dari hasil perhitungan diperoleh sudut aliran helium masuk sudu45°, sudut aliran helium keluar sudu 45°, derajat reaksi 0,5, dan efisiensi 92,13 % sehingga cocokuntuk siklus turbin helium dalam RGTT200K