Bahtera Bahasa: Antologi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
77 research outputs found
Sort by
MODEL ALAT EVALUASI KETERAMPILAN MEMBACA PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK BAHASA INDONESIA KELAS X (Penelitian Research and Development Di SMA Negeri 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Evaluasi dapat diartikan alat yang digunakan untuk mencapai maksud penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana alat evaluasi keterampilan membaca dalam buku sekolah elektronik untuk kelas X karya E.Kusnadi mampu mengevaluasi hasil belajar siswa dan membuat model perbaikan bagi alat evaluasi yang kurang mumpuni. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 50 butir soal pilihan ganda keterampilan membaca yang terdapat dalam buku ini, hanya 16 butir soal yang dinyatakan valid. Kata Kunci : Evaluasi, Keterampilan Membaca, Buku sekolah elektronik, Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran, dan Daya Pembeda
PENERAPAN TEKNIK MEMOTONG DAN MEREKATKAN (CUTTING-GLUING) DALAM MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI PARAGRAF NARASI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kelemahan dalam menulis akibat kurang maksimalnya penggunaan teknik pembelajaran yang ada sehingga diperlukan teknik pembelajaran yang dapat memotivasi dan merangsang ide kreatif siswa dalam menulis. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan teknik Memotong dan Merekatkan (Cutting-Gluing), yaitu sejauhmana teknik ini memberi memberi perbedaan nilai terhadap kemampuan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan penggunaan kelompok kontrol dan eksperimen sebagai sampel tes awal dan tes akhirnya. Penelitian ini berlandaskan teori yang memaparkan bahwa teknik Memotong dan Merekatkan (Cutting-Gluing) adalah salah satu teknik berlatih menulis yang paling elementer, sehingga dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tugasnya. Data penelitian ini berupa penilaian terhadap paragraf narasi yang dihasilkan oleh siswa SMP Negeri 45 Bandung yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa teknik Memotong dan Merekatkan (Cutting-Gluing) dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam menulis yang dilihat dari adanya peningkatan nilai. Terdapatnya perbedaan nilai yang signifikan antara kemampuan menulis siswa yang menerapkan teknik Memotong dan Merekatkan (Cutting-Gluing) dan kemampuan menulis siswa yang tidak menerapkan teknik tersebut. Kata Kunci : teknik Memotong dan Merekatkan (Cutting-Gluing), teks wawancara, paragraf narasi, teknik pembelajaran
REPRESENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM NOVEL YIN GALEMA KARYA IAN SANCIN SEBAGAI UPAYA PENYEDIAAN BAHAN AJAR APRESIASI NOVEL DI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang efektifnya pembelajaran apresiasi sastra yang merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, khususnya pembelajaran apresiasi novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur novel Yin Galema karya Ian Sancin, mendeskripsikan representasi pendidikan multikultural yang terkandung di dalam novel Yin Galema karya Ian Sancin, dan mendeskripsikan rancangan bahan ajar dengan mengapresiasi novel Yin Galema karya Ian Sancin di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teori yang melandasi kajian pendidikan multikultural pada penelitian ini adalah UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 4 ayat 1. Data pada penelitian ini berupa deskripsi analisis nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam novel Yin Galema beserta model pembelajaran dengan mengapresiasi novel Yin Galema di SMA. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan multikultural di dalam novel Yin Galema, oleh karena itu novel ini cocok dijadikan bahan ajar apresiasi novel di SMA. Kata kunci : Novel Yin Galema, Pendidikan multikultural, apresiasi nove
PENGARUH PENGUASAAN KOMPETENSI SINTAKSIS TERHADAP PRODUKSI KALIMAT EFEKTIF PADA KARANGAN EKSPOSISI
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh kompetensi sintaksis dan kemampuan menulis kalimat efektif pada karangan eksposisi siswa kelas XI SMA Negeri 19 Bandung. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa kelas XI SMA Negeri 19 Bandung 2012-2013 (290 orang). Sampel diambil secara acak dengan komposisi 13% dari populasi (38 orang). Data yang didapat dengan menggunakan tes objektif dan tes tulis. Analisis data dideskripsikan dan diproses menggunakan korelasi dengan skala 10. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) nilai rata-rata kompetensi sintaksis yang ditulis siswa berada pada kualifikasi hampir cukup (48,07); (2) nilai rata-rata menulis kalimat efektif dalam karangan eksposisi yang diperoleh siswa berada pada kualifikasi cukup (63,68); (3) terdapat pengaruh penguasaan kompetensi sintaksis terhadap kemampuan menulis kalimat efektif pada karangan eksposisi siswa kelas XI SMAN 19 Bandung dengan derajat kebebasan (dk) n-2 dan taraf signifikansi 5%. Kata kunci: eksposisi, kalimat efektif, kompetensi, sintaksi
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FOTO ESAI
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa yang menganggap kegiatan menulis merupakan kegiatan sulit. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita, juga untuk mengetahui gambaran mengenai kemampuan menulis teks berita siswa sebelum dan sesudah menggunakan media foto esai. Metode yang digunakan kuasi eksperimen dengan desain “one-group pretest-posttest design”. Pembahasan menulis yang dikembangkan diambil dari Henry Guntur Tarigan, serta pembahasan teks berita dari Ashadi Siregar, dan pembahasan foto esai dari Atok Sugiarto. Media foto esai terbukti efektif dalam pembelajaran menulis teks berita. Kata Kunci: teks berita, foto esai, kuasi eksperimen, one-group pretest-posttest desig
PENGARUH TINGKAT KECERDASAN LINGUISTIK TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMK NEGERI 12 BANDUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hasil pembelajaran menulis siswa yang tidak optimal pencapaian dalam evaluasinya, dan seorang guru belum bisa memanfaatkan sebuah kecerdasan linguistik yang dimiliki siswa dalam pengembangan pembelajaran menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang dihasilkan oleh kecerdasan linguistik terhadap hasil pembelajaran menulis serta mengetahui perbedaan pengaruh kecerdasan linguistik terhadap hasil menulis karangan narasi 3 subkelompok, yaitu unggul, sedang, dan rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi yang merupakan pengembangan dari penelitian deskriptif kuantitatif. Teori yang melandasi penelitian ini adalah pernyatan Gardner (2003:75) bahwa orang dengan kecerdasan linguistik yang tinggi menampilkan fasilitas dengan kata-kata, bahasa dan biasanya pandai membaca, menulis, bercerita, dan menghafal kata-kata bersama dengan tanggal. Data penelitian diperoleh melalui tes psikologi kecerdasan linguistik dan tes hasil belajar yang terdiri atas pretes dan psotes berupa evaluasi menulis karangan narasi dengan strategi pembelajaran multiple intelligences, yaitu model VAK (Visual, Auditory, Kinestethic). Kata Kunci : kecerdasan linguistik, multiple intelligences, menulis karangan narasi, model pembelajaran VA
KEEFEKTIFAN METODE TONGKAT BERESTAFET DALAM MENCERITAKAN TOKOH IDOLA PADA PEMBELAJARAN BERBICARA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu kesulitan dalam menemukam metode yang menarik dan menyenangkan sehingga diperlukan sebuah metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan keefektifan penggunaan metode tongkat berestafet dalam menceritakan tokoh idola pada pembelajan berbicara. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan penggunaan kelas eksperimen dan kelas kontrol serta melalui tahap prates dan pascates. Teori yang melandasi penelitian ini adalah pernyataan Suprijono (2012:109) bahwa metode tongkat berestafet dapat mendorong peserta didik berani dan termotivasi untuk mampu berbicara. Data penelitian berupa penilaian kemampuan menceritakan tokoh idola siswa kelas VII di SMP Pasundan 3 Bandung. Hasil penelitian adalah metode tongkat berestafet efektif digunakan dalam menceritakan tokoh idola pada pembelajaran di kelas VII SMP Pasundan 3 Bandung. Kata Kunci : metode tongkat berestafet, tokoh idola, siswa, efektif
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS X SMA PASUNDAN 7 BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN NLP (NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING)
Menulis cerpen merupakan salah satu pembelajaran yang diajarkan pada siswa SMA kelas X. Menulis cerpen adalah suatu proses kreatif yang memerlukan daya imajinasi dan pengolahan kata-kata sehingga menciptakan jalan cerita yang mampu tergambarkan dengan baik bagi pembaca. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan menggunakan kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan NLP (Neuro Linguistic Programming). Berdasarkan pada hasil tes awal, kemampuan siswa dalam menulis cerpen rata-rata pada kelas eksperimen adalah 52.01 dan pada kelas kontrol 51.87. Setelah menggunakan NLP (Neuro Linguistic Programming) di kelas eksperimen, nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan menjadi 73.68 dan di kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran biasa juga mengalami peningkatan menjadi 63.12. berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan tersebut, NLP (Neuro Linguistic Programming) terbukti efektif diterapkan pada pembelajaran menulis cerpen di kelas X. Kata kunci : pembelajaran menulis cerpen, NLP (Neuro Linguistic Programming)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA WACANA EKSPOSITORIK MELALUI STRATEGI PORPE
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam keterampilan membaca intensif wacana ekspositorik. Masih banyak siswa kelas XI-H/IPA di SMA Negeri 5 Bandung yang belum optimal dan kesulitan dalam membaca intensif serta menuangkan hasil bacaannya itu ke dalam tulisan. Strategi PORPE (Predict, Organize, Rehearse, Practice, Evaluate) diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswa serta mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam membaca intensif wacana ekspositorik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam membaca intensif wacana ekspositorik pada setiap siklus. Hal ini terbukti dari peningkatan nilai yang terjadi pada setiap siklus. Siklus pertama, skor tertinggi siswa pada instrumen proses adalah 85 (kategori baik) dan skor terendah 75 (kategori cukup), sedangkan pada instrumen produk adalah 90 (kategori sangat baik) dan skor terendah adalah 80 (kategori baik). Pada siklus kedua, skor tertinggi siswa pada tahap proses (pada instrumen proses) adalah 90 (kategori sangat baik) dan skor terendah 80 (kategori baik), sedangkan pada instrumen produk adalah 95 (kategori sangat baik) dan skor terendah adalah 85 (kategori baik). Dengan demikian, penelitian dengan strategi PORPE dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif wacana ekspositorik. Kata kunci: membaca intensif, wacana ekspositorik, strategi PORPE, metode PTK
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN REPORTASE INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN PERSUASI (Studi Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menulis karangan, khususnya karangan persuasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar menulis karangan persuasi dengan menggunakan tayangan “Reportase Investigasi”, mendeskripsikan perubahan kemampuan siswa dalam menulis karangan persuasi dengan menggunakan media tayangan “Reportase Investigasi” dan mendeskripsikan keefektifan media tayangan “Reportase Investigasi” pada pembelajaran menulis. Metode yang melandasi penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data hasil penelitian berupa hasil karangan persuasi siswa yang dikhususkan pada persuasi propaganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tayangan “Reportase Investigasi” ini memperoleh hasil yang signifikan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Kata Kunci: Media pembelajaran, Tayangan “Reportase Investigasi”, karangan persuasi, kemampuan menulis