PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Data Anomali Magnetik Lembar Kupang

    Full text link
    Telah dilakukan identifikasi struktur bawah permukaan menggunakan data anomali magnetik pada daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan koordinat 10°7’6,3” -  10°23’9,2” LS dan 123°30’0,8” – 123°48’2,9” BT. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Survei Geologi (PSG) Bandung. Data magnetik diolah menggunakan transformasi reduksi ke kutub, transformasi kontinuasi ke atas kemudian dilakukan pemodelan 3D yang bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan. Model 3D suseptibilitas daerah penelitian memiliki nilai suseptibilitas antara -0,0051 hingga 0,0068 SI. Berdasarkan hasil penampang 2D dari model 3D pada tiga sayatan disusun oleh batu gamping, batu lempung, dan batu pasir, batu serpih. Pada setiap penampang diduga terdapat mineral yang bersifat non-magnetik yaitu mineral kuarsa dan mineral kalsit.Kata Kunci : Metode magnetik, reduksi ke kutub, kontinuasi ke atas, Pemodelan 3D, Kupan

    Identifikasi Ketebalan Gambut Berdasarkan Parameter Fisis pada Metode Ground Penetrating Radar (GPR) di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir

    Full text link
    Penelitian lapisan gambut penting untuk pengolahan lahan gambut lebih lanjut. Pengukuran kedalaman dan ketebalan lapisan tanah gambut menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode ground penetrasi radar (GPR) dengan menggunakan alat Ultra GPR yang digunakan karena sifatnya yang praktis dan ekonomis serta akurat dalam mengukur kedalaman gambut. Ultra GPR multi frekuensi digunakan untuk mengukur kedalaman gambut. Parameter pengukuran meliputi amplitudo dan kecepatan rambat gelombang elektromagnetik. Data GPR berupa radargram yang diambil dari lahan gambut di Penyabungan, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.Kecepatan rambat sungai yang diperoleh dari pengolahan data manual dan kedalaman lapisan yang diperoleh dari radargram. Perhitungan kecepatan rambat gelombang pada tanah gambut di lokasi tersebut diperoleh nilai 0,03781 m / ns. Kedalaman gambut pada total lintasan antara 4,27 meter sampai dengan 6,64 meter. Gambut paling tebal berada di bagian Tenggara lokasi lintasan SP15 dengan ketebalannya 5,86 - 6,64 meter. Bagian paling tipis berada pada lintasan SP07 dengan posisi di Barat. Sehingga terlihat bahwa kedalaman gambut tergolong sangat dalam dan ketebalan gambut dari yang tipis hingga tebal berada di bagian Barat menuju ke Tenggara

    Analisis Potensi Terjadinya Thunderstorm Menggunakan Metode SWEAT di Stasiun Meteorologi Supadio

    Full text link
    Penelitian mengenai potensi terjadinya thunderstorm menggunakan data radiosonde di stasiun meteorologi Supadio telah dilakukan. Data radiosonde yang digunakan merupakan data sounding pada April 2018 hingga Maret 2019 yang dititikberatkan pada indeks SWEAT. Hasil penelitian menunjukkan indeks SWEAT tertinggi 295,2 untuk 00Z dan 288,7 untuk 12Z. Sedangkan untuk musim hujan indeks SWEAT tertinggi 307 untuk 00Z dan 269,2 unuk 12Z. Pada musim kemarau 00Z terdapat 12 hari berpotensi terjadi thunderstrorm, sedangkan pada 12Z terdapat 24 hari berpotensi terjadi thunderstorm. Pada musim hujan terdapat 6 hari berpotensi terjadi thunderstrorm pada 00Z dan 17 hari berpotensi terjadi thunderstorm pada 12Z

    Analisis Nilai Indeks Iklim Ekstrem Periode Tahun 1990-2019 Di Kalimantan Barat

    Full text link
    Sebagai bencana yang paling banyak terjadi di Kalimantan Barat periode tahun 1998-2021, banjir dapat dipicu oleh hujan ekstrem. Informasi variasi hujan ekstrem diperlukan untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi. Hujan ekstrem dapat diidentifikasi menggunakan indeks iklim ekstrem (IIE) parameter hujan. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk menganalisis variasi antar tahunan hujan ekstrem berdasarkan lima jenis nilai IIE di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian periode tahun 1990-2019 pada 14 lokasi di Kalimantan Barat. Nilai IIE dihitung menggunakan perangkat lunak RClimDex. Hasil penelitian pada sebagian besar lokasi penelitian menunjukkan bahwa indeks RX5DAY, RX1DAY, dan R50 mengalami kecenderungan meningkat, sedangkan indeks CDD cenderung menurun. Nilai indeks RX5DAY maksimum sebesar 634 mm terjadi di Paloh dan minimum sebesar 92 mm terjadi di Karangan. Nilai indeks RX1DAY maksimum sebesar 384 mm terjadi di Selakau dan minimum sebesar 38 mm terjadi di Sanggau Ledo. Nilai indeks R50 maksimum sebesar 31 hari terjadi di Karangan dan Nanga Pinoh, sedangkan nilai indeks minimum sebesar nol hari terjadi di Karangan, Sanggau Ledo, dan Nanga Pinoh. Nilai indeks CDD maksimum sebesar 76 hari terjadi di Simpang Hulu dan minimum sebesar lima hari terjadi di Bengkayang, Nanga Pinoh, dan Sintang. Lalu untuk Nilai indeks PRCPTOT maksimum sebesar 4.957 mm terjadi di Nanga Pinoh dan minimum sebesar 1.073 mm terjadi di Karangan

    Simulasi Lompatan Hidrolik pada Aliran Kanal Terbuka Menggunakan Pendekatan Komputasi Dinamika Fluida

    Full text link
    Proses terjadinya lompatan hidrolik dalam bidang pertanian dapat terjadi di saluran irigasi. Aliran air yang mengalir dari daerah hulu pintu air akan menabrak air yang ada di daerah hilir pintu air. Ketika pintu air tersebut dibuka maka akan terjadi lompatan hidrolik. Fenomena lompatan hidrolik dalam sebuah kanal terbuka dapat dipelajari menggunakan pendekatan komputasi dinamika fluida. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membangun simulasi numerik lompatan hidrolik menggunakan perangkat lunak open source OpenFOAM dengan menerapkan model turbulen LES Smagorinsky. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan profil kecepatan pada Bilangan Froude (Fr) yang berbeda, serta menganalisis bentuk tipologi lompatan hidrolik berdasarkan nilai Fr. Berdasarkan uji grid hasil yang mendekati data acuan terdapat pada Tipe I. Nilai korelasi tertinggi dan error terendah terdapat pada Tipe II. Profil kecepatan dekat dasar saluran akan meningkat seiring dengan nilai Fr yang semakin besar. Pada zona yang berada pada kolom air atau pada kedalaman sekitar 0,01 m, kecepatan perlahan-lahan akan mulai menurun yang disertai dengan terjadinya kenaikan elevasi pada permukaan air. Pada zona yang semakin dekat ke permukaan, profil kecepatan mulai meningkat dan ini terjadi pada lima Fr yang berbeda. Nilai Fr = 1,3 merupakan tipe lompatan berombak. Lompatan lemah terjadi pada saat nilai Fr = 1,8. Nilai Fr = 2,8 merupakan lompatan berosilasi. Nilai Fr = 6,8 merupakan lompatan tetap, dan nilai Fr = 9,8 merupakan lompatan kuat.Kata kunci: : Lompatan hidrolik, Bilangan Froude, komputasi dinamika fluida, profil kecepatan, OpenFOA

    Studi Sifat Fisika Pada Tanah Gambut di TPA Batu Layang Berdasarkan Tingkat Kematangan Tanah Gambut

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai sifat fisika tanah gambut di daerah sekitar TPA Batu Layang Pontianak, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah gambut berjumlah 10 sampel dilihat berdasarkan warnanya yaitu tanah gambut jenis hemik dan fibrik dengan pengeboran hingga kedalaman 5 m. Parameter yang diuji di laboratorium terdiri dari: bobot isi, porositas, permeabilitas dan konduktivitas. Hasil uji laboratorium menunjukan tanah gambut di TP1 dan TP3 jenis hemik memiliki bobot isi sebesar 0,21 g/cm3, 0,21 g/cm3, dengan porositas sebesar 86,27 %, 87,74 %, serta permeabilitas sebesar 2.97×10-5m/s, 6.01×10-5m/s dan konduktivitas sebesar 0.062 s/m, 0.156 s/m. Tanah gambut di TP1, TP2, dan TP3 memiliki sifat fisika jenis fibrik dengan bobot isi sebesar 0,16 g/cm3, 0,31 g/cm3, 0,18 g/cm3, serta porositas sebesar 92,92 %, 83,43%, 91,85, permeabilitas sebesar 7.05×10-5 m/s, 3.43×10-5 m/s, 8.31×10-5 m/s dan konduktivitas sebesar 0.025 s/m, 0.050 s/m, 0.200 s/m.Kata kunci: Jenis Tanah Gambut, Sifat Fisika Tanah

    Respons Optik Nanopartikel Berbahan Paduan Logam Mulia

    Full text link
    Telah dilakukan simulasi mengenai respons optik nanopartikel paduan logam mulia berdasarkan aproksimasi kuasi-statik elektromagnetika klasik. Penentuan spektrum serapan bahan logam (Qabs) digunakan untuk mengetahui efisiensi kinerja bahan logam. Logam yang digunakan diantaranya emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu) dan tungsten (W). kinerja bahan yang ditinjau meliputi logam murni, logam paduan Au-Ag, Au-Cu, Au-W, Ag-Cu, Ag-W dan Cu-W. Nilai logam murni yang paling tinggi adalah perak (Ag) sedangkan logam paduan bergantung dari jenis logam yang dipadukan diantaranya Au-Ag, Ag-Cu dan Ag-W kadar ketercampuran perak sangat mempengaruhi peningkatan kinerja bahan logam paduan, nilai kinerja tertinggi yaitu fraksi molar perak sama dengan 0,8; untuk logam paduan Au-Cu ketercampuran bahan hampir sama rata di mana nilai serapan berada pada fraksi molar 0,4 dan 0,6; untuk logam paduan Au-W ketercampuran bahan emas sangat mempengaruhi kinerja bahan di mana nilai kinerja tertinggi yaitu fraksi molar emas sama dengan 0,8; sedangkan untuk paduan Cu-W nilai ketercampuran tembaga memperngaruhi kinerja bahan logam di mana kinerja tertinggi yaitu fraksi molar tembaga sama dengan 0,8. Ukuran jari-jari logam juga sangat mempengaruhi peningkatan kinerja bahan logam. Hal ini membuktikan bahwa untuk simulasi logam murni Ag dan logam paduan Au-Ag yang dilakukan hampir sama dengan hasil eksperimen Rioux  dkk 2014. Kata Kunci : Nanopartikel, logam paduan, Spektrum serapan (Qabs), kinerja bahan

    Rancang Bangun Sistem Pemantau Kedatangan Tamu Berbasis Internet Of Things (IOT)

    Full text link
    Salah satu penggunaan teknologi internet of things (IoT) adalah pada sistem pemantauan jarak jauh, misalnya sistem pemantau keadaan rumah. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengontrol sistem IoT adalah aplikasi pesan. Aplikasi pesan merupakan aplikasi yang banyak digunakan karena kemampuannya untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan luas. Informasi yang disampaikan sangat beragam baik berupa tulisan, gambar, maupun video. Pada penelitian ini, sistem pemantau kedatangan tamu berbasis IoT dirancang dengan menghubungkan infrared sensor dengan ESP32-CAM. Infrared sensor digunakan sebagai pengganti tombol bel untuk mengurangi kontak secara langsung di masa pandemi COVID-19. ESP32-CAM digunakan sebagai mikrokontroler yang menghubungkan semua perangkat. Kelebihan dari ESP32-CAM adalah memiliki Wi-Fi, bluetooth, modul secure digital (SD) card, serta kamera yang langsung tertanam pada board. Infrared sensor dan ESP32-CAM saling terhubung dengan buzzer, relay, solenoid door lock serta power supply. Untuk mengoperasikan alat, digunakan sebuah aplikasi pesan Telegram dengan memanfaatkan bot yang dimiliki Telegram. Bot Telegram dapat diakses dengan sebuah ID bot dan bot token yang dibuat menggunakan BotFather. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrared sensor dapat mendeteksi dan bekerja dengan baik sebagai tombol bel tanpa sentuh dalam jangkauan 0.5-3 cm. Kamera ESP32-CAM dapat mengambil gambar dengan kualitas baik dan pengujian pada chat bot berjalan dengan baik. Buzzer, relay, dan solenoid door lock dapat bekerja sesuai dengan perintah pada chat bot Telegram serta seluruh perintah telah diujicoba dan memberikan informasi dalam bentuk chating berupa teks dan gambar. Sistem ini memungkinkan pemilik rumah dapat melihat dan memantau tamu melalui smartphone secara real-time.Kata kunci: Iot, Telegram, ESP32-CAM, infrared sensor, solenoid door loc

    Identifikasi Bidang Gelincir Daerah Rawan Longsor Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap

    Full text link
    Desa Betenung, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang merupakan daerah yang rawan akan terjadinya tanah longsor. Desa Betenung merupakan daerah perbukitan. Letak bidang gelincir diidentifikasikan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pada penelitian ini, telah diidentifikasi bidang gelincir di daerah rawan longsor di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap dengan menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan dengan lima lintasan. Empat lintasan memiliki panjang lintasan adalah 141 meter, satu lintasan memiliki panjang lintasan adalah 93 meter. Jarak antar elektroda adalah 3 meter. Hasil analisa penampang resistivitas dua dimensi (2D) dari lima lintasan menunjukan bahwa bidang gelincir tanah longsor berupa lempung pasiran dengan nilai resistivitas antara 50 Ωm sampai 1179.5 Ωm. Bidang gelincir di daerah penelitian terdapat pada kedalaman 3 – 7 meter dengan tipe tanah longsor berupa tipe rayapan.Kata kunci: bidang gelincir, geolistrik, resitivitas, Wenner - Schlumberge

    Studi Sensitivitas Aliran Dalam Kanal Terbuka Menggunakan Pendekatan Komputasi Dinamika Fluida Model Turbulen K-Epsilon

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis secara numerik sensitivitas aliran air dalam kanal terbuka menggunakan pendekatan komputasi dinamika fluida dengan bantuan perangkat lunak open source OpenFOAM yang menerapkan model turbulen RANS K-Epsilon. Simulasi aliran air dibangun dengan mengikuti tahapan eksperimen yang telah dilakukan oleh Coleman (1986). Simulasi aliran air berhasil dibangun yang ditunjukkan dengan pola grafik profil kecepatan aliran air yang mendekati data acuan eksperimen Coleman (1986) dan persamaan analitik Logarithmic Law pada ukuran grid irreguler Δx = 0,004 dan Δy = 0,01 m dan nilai k = 0,003. Nilai koefisien korelasi dan error yang didapat masing-masing adalah 0,996 dan 1,01 %. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, disimpulkan bahwa aliran air dalam sebuah kanal terbuka dapat disimulasikan menggunakan pendekatan komputasi dinamika fluida yang menerapkan model turbulen RANS K-Epsilon. Profil distribusi kecepatan air yang dihasilkan dalam simulasi ini telah menunjukkan kesamaan fisis dengan konsep mekanika fluia, yaitu kecepatan di dasar lebih rendah dibandingkan kecapatan di permukaan.Kata kunci: Aliran kanal terbuka, RANS K-Epsilon, OpenFOAM, Komputasi dinamika fluid

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇