PRISMA FISIKA
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Segmentasi Citra Sel Darah Serviks
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dan memisahkan antara citra dan latar belakang citra agar mudah diolah lebih lanjut. Data citra yang digunakan adalah citra serviks. Tahapan dalam pengolahan citra adalah pemotongan citra untuk mengubah ukuran citra agar ukurannya seragam, mengubah citra berwarna menjadi citra keabuan (grayscale), kemudian perhitungan histogram untuk mengetahui nilai ambang batas pada citra dan proses segmentasi citra bertujuan untuk memisahkan citra serviks dengan latar belakang citra. Hasil menunjukkan bahwa proses segmentasi citra berbeda untuk masing-masing citra. Segmentasi citra bersifat eksperimental dan bergantung dari karakteristik masing-masing citra.Kata Kunci: citra sel darah serviks, histogram, segmentas
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Berbahan Baku Cabang Kayu Jabon Berdasarkan Ukuran Partikel
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis papan partikel dari cabang kayu jabon dengan memvariasikan ukuran partikel. Selain itu digunakan Urea Formaldehide sebagai matriks, parafin untuk penghambat air serta katalis. Variasi ukuran partikel yang digunakan ada 3 jenis, yaitu partikel kasar, sedang,dan halus yang akan diuji sifat fisis dan mekanisnya dengan menggunakan standarisasi Japanese Industrial Standars (JIS) A 5908-2003. Variasi partikel kasar meliputi ukuran partikel lolos 4 mesh dan 6 mesh, partikel sedang lolos 8 dan 10 mesh serta partikel halus lolos 12 mesh.Secara umum, papan partikel berbahan baku cabang kayu jabon dengan ukuran partikel lolos 6 mesh (partikel sedang) merupakan sampel terbaik dibandingkan dengan sampel yang lain. Nilai rata-rata hasil penelitian yang di peroleh adalah kerapatan 0.69 g/cm3, kadar air 12.40%, pengembangan tebal 10.31%, MOE 126.236 kg/cm2, MOR 192.993 kg/cm2 , keteguhan rekat internal 4.75 kg/cm2 dan kuat pegang sekrup 94.15 kg
Analisis Karakteristik Udara Atas Wilayah Bandar Udara Internasional Supadio Berdasarkan Data Radiosonde
AbstrakPenelitian mengenai karakteristik udara atas menggunakan data radiosonde di wilayah Bandar Udara Internasional Supadio telah dilakukan. Data radiosonde yang digunakan merupakan data sounding pada Desember 2018 hingga November 2019 yang di titik beratkan pada Level of Free Convective (LFC), Convective Condensation Level (CCL) dan Lifting Condensation Level (LCL). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan karakteristik keadaan udara atas seiring perubahan bulan yang terjadi termasuk didalamnya perbedaan pola LFC yang cenderung tidak fluktuatif, CCL pada pukul 00Z (07:00 WIB) dan 12Z (19:00 WIB) mempunyai pola yang tidak jauh berbeda, lalu LCL mempunyai pola yang lebih rendah pada bulan dengan banyak terdapat hari hujan. Sedangkan data convective available potential energy (CAPE) pada pukul 19:00 WIB mempunyai pola yang lebih besar dibandingkan pada pukul 07:00 WIB. Perbandingan bulan pada musim hujan (Desember-Januari-Februari) dengan bulan pada musim kemarau (Juni-Juli-Agustus)digambarkan dengan menggunakan parameter Precipitable Water (PW),besar rata-rata nilai PW pada periode bulan-bulan D-J-F secara keseluruhan sebesar 5,77 cm dan 4,83 cm pada periode bulan-bulan J-J-A.Kata Kunci:Radiosonde, LFC, CCL, LCL, CAP
Sintesis Fotokatalis TiO2 pada Material Penyangga
Telah dilakukan penelitian berupa modifikasi material fotokatalis berbasis titanium dioksida (TiO2) pada material penyangga polipropilena (PP). Material fotokatalis adalah jenis material yang digunakan dalam beberapa proses degradasi senyawa organik dengan bantuan aktivasi oleh foton. Modifikasi dilakukan menggunakan teknik thermal milling. Teknik ini memanfaatkan Heat Deflecting Temperature untuk menempelkan TiO2 pada permukaan PP. Temperatur yang digunakan adalah 175°C dan dilakukan selama 40 menit. Perbandingan PP dan TiO2 yang digunakan sebanyak 4:1 dengan massa masing-masing 140 g dan 35 g. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari tiga hal yakni visual material hasil sintesis, perubahan massa, serta hasil visual proses fotodegradasi menggunakan material hasil sintesis. Visual material hasil sintesis menunjukkan permukaan yang kasap serta terjadi pertambahan massa sebesar 1,4 g untuk tiap 47 g. Hal ini menunjukkan bahwa PP telah berlapis TiO2 sehingga dapat dikatakan PP mampu menjadi material penyangga TiO2 sebagai material fotokatalis. Untuk proses fotodegradasi, terjadi perubahan warna pada limbah artifisial. Perubahan yang terjadi adalah limbah berangsur-angsur memudar. Hal ini menunjukkan performa material hasil sintesis mampu melakukan proses fotodegradasi. Pada proses ini juga tidak ditemukan adanya residu tambahan sehingga penelitian ini menunjukkan keberhasilan PP dalam solusi untuk menciptakan metode degradasi tanpa residu tambahan
Penggunaan Metode Geolistrik untuk Mengidentifikasi Pengaruh Pemupukan Terhadap Nilai Resistivitas Tanah
Penelitian telah dilakukan di area lahan gambut Parit Demang, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan nilai resistivitas tanah sebelum dan sesudah pemupukan dan mengetahui pengaruh pemupukan pada nilai resistivitas tanah. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger. Pengambilan data mengaplikasikan 2 lintasan dengan panjang masing-masing 7 m. Dari hasil penelitian didapatkan nilai resistivitas tanah sebelum dan sesudah pemupukan adanya peningkatan yang terjadi pada Lintasan 1 dan Lintasan 2. Nilai resistivitas tanah Lintasan 1 sebelum pemupukan yaitu berkisar (0,374 – 270) Ωm, sesudah pemupukan berkisar menjadi (0,484 – 349) Ωm. Nilai resistivitas tanah Lintasan 2 sebelum pemupukan yaitu berkisar (0,374 – 269) Ωm, sesudah pemupukan yaitu berkisar menjadi (0,968 – 697) Ωm. Pengaruh pemupukan pada tanah berdasarkan nilai resistivitas terjadi peningkatan diduga karena pupuk kandang memiliki kemampuan menyerap air pada tanah, sehingga material tanah menjadi resistif.Kata Kunci : Pupuk Kandang, Geolistrik Resistivitas, Resisti
Aplikasi Metode Geolistrik 3D untuk Mengetahui Struktur Bawah Permukaan (Studi Kasus : Lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat)
Telah dilakukan penelitian tentang aplikasi metode geolistrik 3D yang bertujuan untuk mengetahui struktur bawah di lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Sclumberger. Pengukuran dilakukan secara 2D dan 3D dengan 2 lintasan yang saling berpotongan. Panjang lintasan pengukuran 2D adalah 235 m dengan spasi antar elektroda 5 m. Pengukuran secara 2D bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan dengan target kedalaman yang besar. Pengukuran 3D dilakukan pada grid berukuran 12 × 8 yang menempati lahan seluas 1.925 m2. Hasil dari penelitian secara 3D menunjukkan struktur lapisan bawah permukaan terdiri dari gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah dengan nilai tahanan jenis dari 2,2 Ωm hingga 96,2 Ωm dan berada hingga kedalaman 15,9 m. Lebih lanjut, pada model 2D terdapat lapisan gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah, lanau, tanah liat berpasir, dan pasir yang memiliki nilai tahanan jenis dari 14,5 Ωm hingga 181 Ωm terdapat pada kedalaman 1,25 m hingga 45,6 m.Kata kunci: Geolistrik 3D, Tahanan Jenis, Wenner-Sclumberger, Struktur Bawah Permukaa
Analisis Pengaruh Ukuran Serat Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Papan Komposit Berbahan Serat Batang Pisang Kepok
Pada penelitian ini, telah dibuat papan komposit dengan filler serat batang pisang dan matriks berupa urea formaldehida. Untuk melihat pengaruh ukuran serat batang pisang kepok pada sifat fisis dan mekanis papan komposit yang dipabrikasi, dilakukan lima variasi ukuran serat pada komposisi papan komposit, yaitu serat yang lolos ayakan mesh 6, mesh 7, mesh 8, mesh 10, dan mesh 12. Papan ini berdimensi (30 × 30 × 1) cm dengan target kerapatan 0,7 g/cm3. Suhu yang digunakan saat proses pengempaan adalah 150 selama 10 menit dengan tekanan 25 Pa. Berdasarkan hasil analisis pengaruh ukuran serat terhadap sifat fisis dan mekanis papan komposit berbahan serat batang pisang kepok, ditemukan bahwa semakin besar ukuran mesh pada ayakan serat batang pisang kepok yang semakin menurun kualitas papan komposit yang dihasilkan. Secara umum, ukuran serat yang paling baik untuk dijadikan bahan baku pembuatan papan komposit serat adalah ukuran serat kasar/panjang. Pada penelitian ini, sampel dengan ukuran serat lolos mesh 7 merupakan sampel yang paling baik. Nilai pengujian sifat fisis dan mekanis untuk papan komposit serat lolos mesh 7 adalah kerapatan dengan nilai 0,72 g/cm3, kadar air 11,11%, pengembangan tebal 35,83%, modulus of elasticity (MOE) 574,81 N/mm2, modulus of rupture (MOR) 4,55 N/mm2, keteguhan rekat 0,04 N/mm2, dan kuat pegang sekrup 129,605 N. Nilai hasil pengujian yang sudah memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) A 5908 tahun 2003 adalah nilai kerapatan dan nilai kadar ai
Identifikasi Potensi Mineral Mangan (Mn) Berdasarkan Anomali Medan Magnetik pada Bagian Selatan Lembar Kupang, Nusa Tenggara Timur
Dilakukan identifikasi potensi sebaran mineral Mangan (Mn) di daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur berdasarkan nilai anomali medan magnetik lembar Kupang dengan melakukan pemodelan 3D pada citra distribusi anomali medan magnet residual yang berkorelasi dengan Formasi Bobonaro. Formasi Bobonaro diduga sebagai formasi pembawa mineral Mn. Penentuan lokasi yang diduga memiliki potensi mineral Mn didasarkan pada keberadaan dugaan nilai suseptibilitas Mn yaitu 0,0005-0,001 SI pada penampang 3D suseptibilitas tiap-tiap lokasi pemodelan. Dari lima lokasi pemodelan, diketahui keberadaan dugaan nilai suseptibilitas Mn berada pada batas kontras antara anomali medan magnet tinggi dan rendah. Dalam penelitian ini daerah yang diduga berpotensi memiliki sebaran Mn adalah lokasi pada pemodelan 3 yang ditunjukan dengan nilai suseptibilitas Mn yang tersebar hingga dekat permukaan, dan berada pada Formasi Bobonaro
Interpretasi Data Anomali Magnetik Bawah Permukaan pada Daerah Kabupaten Tulungagung dan Sekitarnya
Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan susunan litologi bawah permukaan dataran aluvium di Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya menggunakan metode geomagnetik melalui pemodelan 2D. Pengolahan data dilakukan dengan membuat kembali peta anomali magnet total Lembar Tulungagung yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi melalui digitasi. Peta didigitasi pada koordinat 111°44’30” BT hingga 111°57’00” BT dan 8°01’00” LS hingga 8°15’00” LS, dalam Zona UTM 49 S. Data magnetik kemudian diolah menggunakan transformasi reduksi ke kutub, transformasi kontinuitas ke atas, dan pemodelan 2D dengan metode pemodelan ke depan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa anomali medan magnet di lokasi penelitian berkisar antara -261 nT sampai dengan 317,6 nT. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa susunan litologi bawah permukaan daerah aluvium terdiri dari 4 lapisan, lapisan pertama adalah aluvium, lapisan kedua adalah batulempung, lapisan ketiga adalah batugamping, dan lapisan dasar adalah batuan gunungapi yang terdiri dari breksi gunungapi, andesit, dan tuf
Studi Distribusi Tingkat Bahaya Kebakaran Menggunakan Fire Weather Index (FWI) di Kalimantan Barat
Telah dilakukan berdasarkan perhitungan indeks Fire Weather Index (FWI) di daerah Kalimantan Barat data suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan angin dan curah hujan pada tahun 2015-2019 berdasarkan data ECMWF ( European Center for Medium-Range Weather Forecasts ) untuk mengetahui tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan. Hasil penelitian menunjukkan indeks FWI rata-rata tahunan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan nilai sebesar 1,74 dan pada tahun 2019 dengan nilai 2,23 yang termasuk kelas FWI sedang. Sedangkan FWI rata-rata bulanan terjadi pada bulan Juli, Agustus, September dengan nilai berturut-turut sebesar 3,37, 4,25, dan 3,55 yang termasuk dalam kelas FWI sedang. Nilai FWI yang tinggi akan diikuti oleh banyak titik api ( hotspot) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,98 yang memiliki tingkat hubungan yang sangat tinggi