PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Variasi Temporal Kekeringan Menggunakan Standardized Precipitation-Evapotranspiration Index (SPEI) di Kalimantan Barat

    Full text link
    Kekeringan merupakan bencana alam hidrometeorologi yang terjadi akibat berkurangnya intensitas curah hujan dari normalnya dalam kurun waktu yang lama dan menyebabkan kerugian di beberapa wilayah. Standardized Precipitation-Evapotranspiration Index (SPEI) adalah salah satu indeks yang dapat digunakan untuk mengukur serta memantau tingkat keparahan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keparahan kekeringan berdasarkan empat skala waktu, yaitu skala waktu 1-bulan, 3-bulan, 6-bulan dan 12-bulan menggunakan SPEI selama 32 tahun (1989-2020) di wilayah Kalimantan Barat. SPEI dihitung menggunakan data sekunder curah hujan dan evapotranspirasi potensial. Pada penelitian ini, evapotranspirasi potensial diperkirakan  menggunakan Metode David. Hasil penelitian ini menunjukkan kekeringan terparah terjadi di wilayah Bengkayang dengan nilai SPEI mencapai -3,34 pada periode Juni 2004 yang teridentifikasi pada skala waktu jangka pendek

    Studi Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Pada Karbon Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang studi kapasitansi dan konstanta dielektrik pada karbon aktif tandan kosong kelapa sawit. Karakteristik kelistrikan yang diamati yaitu kapasitansi dan konstanta dielektrik serta mengetahui pengaruh variasi nilai frekuensi terhadap nilai konstanta dielektrik. Pengukuran nilai konstanta dielektrik menggunakan kapasitor keping sejajar dengan ukuran 9,74 cm × 2 cm berjarak 0,505 cm, ditengahnya diletakkan karbon aktif tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dielektrik dan dihubungkan dengan sumber tegangan AC dari frekuensi 100 – 2000 Hz. Nilai konstanta dielektrik pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta paling tinggi dibandingkan suhu aktivasi 600oC dan 500oC. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karbon aktif yang diaktivasi pada suhu 500oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,539 ± 0,034) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (0,421 ± 0,026). Pada suhu aktivasi 600oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 100 Hz yaitu (1,168 ± 0,0759) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,959 ± 0,0657). Sedang pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 700 Hz yaitu (2,104 ± 0,0248) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (1,658 ± 0,0195). Pada frekuensi rendah nilai konstanta dielektrik mengalami fluktuasi sehingga nilainya sedikit acak. Bahan dielektrik seperti karbon, dalam rentang frekuensi sumber tegangan 0 sampai 2000 Hz tidak terlalu menunjukkan perubahan nilai konstanta dielektriknya

    Analisis Tingkat Energi Osilator Kuantum Anharmonik dengan Metode Runge Kutta Orde Empat

    Full text link
    Penelitian tentang osilator kuantum anharmonik sudah banyak dilakukan dengan berbagai metode. Pada penelitian ini menggunakan metode Runge Kutta orde empat dengan tujuan untuk mencari tingkat energi osilator kuantum anharmonik pada satu dimensi. Untuk mendapatkan besar tingkat energi  dengan cara mencari solusi persamaan diferensial Schrödinger dengan metode Runge Kutta orde empat. Potensial osilator kuantum anharmonik yang digunakan berupa  dengan  adalah konstanta pada energi potensial bernilai 0.01 dan  adalah suku gangguan. Nilai  pada suku gangguan divariasikan adalah , , dan . Hasil menunjukkan bahwa selisih energi  setiap tingkat osilator kuantum anharmonik berbeda-beda jika dibandingkan dengan osilator kuantum harmonik

    Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Disekitar Terjadinya Semburan Gas Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Schlumberger Di Desa Sungai Nipah Kabupaten Mempawah

    Full text link
    Penelitian mengenai identifikasi keberadaan gas di bawah permukaan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger telah dilakukan di Desa Sungai Nipah Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan indikasi gas biogenik dan litologi bawah permukaan didaerah penelitian. Identifikasi ini dilakukan dengan menggunakan 4 titik lokasi yang berbeda-beda dan pengolahan data menggunakan software IPi2win. Berdasarkan hasil interpretasi data penelitian bahwa tidak terdapat titik kantong gas pada daerah penelitian. Namun terdapat unsur yang menyebabkan terbentuknya gas biogenik di bawah permukaan. Material yang memicu terbentuknya gas biogenik adalah lempung dan pasir yang berasosiasi dengan fluida dimana lempung dan pasir tersebut sebagai tempat bermigrasinya gas biogenik

    Identifikaso Keberadaan Gas Biogenik Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 2D di Stasiun Klimatologi Kelas II Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah

    Full text link
    Penelitian mengenai identifikasi keberadaan gas dibawah permukaan dangkal dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger telah dilakukan di Stasiun Klimatologi Kelas II Jongkat. Identifikasi ini dilakukan dengan menggunakan 5 lintasan geolistrik dan pengolahan data menggunakan res2dinv. Hasil pengambilan data pada 5 lintasan memiliki nilai resistivitas 0,2 Ωm hingga 100 Ωm di interpretasikan sebagai lempung dan nilai resistivitas batuan 100 Ωm hingga 285 Ωm di interpretasikan sebagai pasir dengan kedalaman yang beragam. Material yang memicu adanya gas biogenik adalah endapan gambut, gambut adalah bahan organik setengah lapuk yang terakumulasi di permukaan tanah. Pada penelitian ini ditemukan lapisan penampung gas (Reservoar). Material yang di duga sebagai tempat penampung atau penyimpan gas adalah pasir. Dimana penampung gas ini tidak dapat keluar karena di apit oleh lapisan yang memiliki permeabelitas yang sangat rendah yaitu lempung

    Analisis Empirical Orthogonal Function (EOF) dari Variabilitas Antartahun dan Dekadal Anomali Tinggi Muka Laut (SSHA) di Laut China Selatan

    Full text link
    Dengan menggunakan metode empirical orthogonal function (EOF) dari anomali tinggi muka laut (SSHA), variabilitas spasial dan hubungannya dengan pola sirkulasi atmosfer serta indeks iklim skala besar akan diteliti. Dari hasil analisis spasial anomali tinggi muka laut (SSHA) menggunakan metode EOF, ditemukan keterkaitan yang kuat antara respon SSHA Laut China Selatan terhadap mode iklim dekadal yakni Pacific Decadal Oscillation. Variabilitas spasial ini turut digerakkan oleh mode musiman dan tahunan seperti monsun dan ENSO, khususnya di beberapa sub-area. Namun, secara umum korelasi spasial dari PDO terhadap SSHA lebih besar dibandingkan nilai korelasi ENSO. Ketika PDO sedang memasuki fase panas atau dingin yang cukup kuat, maka nilai anomali tinggi muka laut menjadi lebih rendah, begitu pula sebaliknya. Stress angin serta sirkulasi gira skala meso menjadi penggerak utama siklus permukaan di Laut China Selatan

    Pola Persebaran Batubara berdasarkan Analisis Data Well Logging Blok X PT. Y Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

    Full text link
    Studi ini difokuskan pada rekognisi persebaran lapisan batubara (coal seams) berdasarkan analisis data well logging, terutama log gamma ray dan log densitas dari beberapa sumur pemboran dangkal di daerah Musi Bnayuasin. Kedua data log tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi jenis litologi dan keterdapatan lapisan batubara pada kedalaman tertentu.  Hasil analisis memperlihatkan daerah penelitian memiliki tujuh lapisan batubara, berturut-turut dari paling atas hingga terbawah dinamai sebagai lapisan A,B,C,D,E,F dan G. Korelasi layer-layer tersebut memperlihatkan arah umum persebaran batubara relative timurlaut-baratdaya, dan khusus lapisan C terlihat adanya percabangan (splitting) batubara di tiga sumur bor. Hasil estimasi ketebalan rerata menunjukkan bahwa setiap lapisan batubara memiliki tebal beragam, yaitu seam A memiliki nilai 2,20 m, seam B 1,45 m, seam C 4,85 m, seam D 2,2 m, seam E 1,01 m, seam F 1,02 dan seam G 2,45 m. Lapisan batubara yang paling tebal diinterpretasikan yaitu seam C. Persebaran seam paling banyak terdapat pada seam C, D dan E karena ditemukan pada semua sumur pemboran, sedangkan seam G merupakan lapisan batubara dengan persebaran paling sedikit di daerah studi, karena hanya ditemukan pada dua sumur pemboran.

    Konduktivitas termal papan komposit berlapis dari ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan variasi perekat urea formaldehida

    Full text link
    Penelitian papan komposit berbasis ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan variasi urea formaldehid telah berhasil dilakukan.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dari varisi perekat urea formaldehid terhadap konduktivitas termal pada papan komposit.Penelitian ini dilakukan menggunakan alat Thermal Conductivity Apparatus. Papan komposit dibuat struktur tiga lapis dengan perbandingan ampas tebu dan serat sabut kelapa 50:50 dengan tebunya sebagai face dan back sehingga perbandingan yang awalnya 50 dibagi menjadi dua. Variasi kadar perekat urea formladehida yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6%,8%,10%,12%,dan 14%. Hasil penelitian menunjukan hasil konduktivitas termal dari setiap sampel berkisar antara 0,029 W/m.K. sampai dengan 0,069 W/m.K. Hasil nilai konduktivits termal dan kerapatan dari penelitian yang dilakukan bervariasi. Untuk nilai konduktivitas termal yang baik didapatkan pada sampel 3 dengan nilai 0,026 W/m.K. Untuk penambahan kadar perekat sangat berpengaruh terhadap nilai konduktivitas termal. Dan variasi dari hasil konduktivitas termal sampel Hal ini diduga pada proses pencampuran(blending) antara perekat dengan ampas tebu dan serat sabut kelapa  tidak tersebar secara rata pada seluruh bagian papan komposit dikarenakan proses pencampuran secara manual sehingga menyebabkan sebaran perekat pada serbuk tidak merata pada seluruh bagian papan komposit dan hanya terkonsentrasi hanya dibeberapa bagian

    Analisis Respon Optik Nanopartikel Berbentuk Bola Berlapis Non-Konsentris dengan aproksimasi Quasi-Static

    Full text link
    Telah dilakukan simulasi mengenai respons optik pada nanopartikel logam berbentuk bola berlapis dengan pendekatan quasi-static. Inti dari nanopartikel logam berlapis dianggap memiliki konstanta dielektrik yang sama dengan konstanta dielektrik lingkungan sehingga inti menjadi sebuah rongga di dalam nanopartikel berbentuk bola. Rongga di dalam nanopartikel berbentuk bola logam bisa diatur posisinya sehingga dapat menghasilkan bentuk nanopartikel logam berlapis dengan inti yang tidak konsentris terhadap lapisannya. Spektrum hamburan logam sangat dipengaruhi oleh pergeseran rongga di dalam nanopartikel. Ketika rongga berada pada posisi yang konsentris, spektrum yang hasilkan adalah spektrum dengan profil simetris atau profil Lorenztian, tetapi saat rongga berada pada posisi yang tidak konsentris, muncul spektrum baru yang memiliki bentuk asimetris atau dikenal dengan profil Fano. Kuat lemahnya spektral Fano yang dihasilkan juga sangat bergantung pada besarnya nilai pergeseran rongga didalam nanopartikel. Nilai pergeseran rongga yang semakin besar membuat spektral Fano semakin melemah

    Penentuan Status Mutu Air Sungai Kapuas Menggunakan Metode Storet dan Logika Fuzzy Mamdani

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang penentuan status mutu air sungai kapuas menggunakan metode storage and retrieval (STORET) dan logika fuzzy mamdani. Penelitian ini menggunakan data parameter fisika yang meliputi suhu, total suspended solids (TSS), dan kekeruhan serta parameter kimia yang meliputi derajat keasaman  (pH), chemical oxygen demand (COD), nitrit, dan biochemical oxygen demand (BOD) dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2018. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan kualitas air sungai kapuas antara metode STORET dan logika fuzzy mamdani. Metode fuzzy mamdani digunakan untuk mengklasifikasikan kualitas air sungai ke dalam empat kelas yaitu memenuhi baku mutu (kondisi baik), tercemar ringan, tercemar sedang, dan tercemar berat dan metode STORET digunakan sebagai pembandingnya. Dari hasil yang diperoleh, didapatkan bahwa akurasi metode fuzzy mamdani terhadap hasil perhitungan metode STORET adalah sebesar 88,89 %. Kata Kunci   :  Status Mutu Air, Metode STORET, Logika Fuzzy Mamdan

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇