PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Penentuan Jenis Distribusi Probabilitas dan Intensitas Curah Hujan di Pulau Kalimantan

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang penentuan jenis distribusi probabilitas dan intensitas curah hujan di Pulau Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis distribusi probabilitas dan intensitas curah hujan di Pulau Kalimantan. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum di Pulau Kalimantan periode tahun 1992-2021 pada 5 stasiun yaitu Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Meteorologi Beringin, Stasiun Meteorologi Temindung, Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam, dan Stasiun Meteorologi Juwata. Penelitian ini menggunakan metode Mononobe untuk menghitung intensitas curah hujan dan penggambaran kurva Intensity Duration Frequency (IDF). Hasil penelitian ini menunjukkan jenis distribusi probabilitas yang sesuai dengan data curah hujan pada 5 stasiun yang ada di Pulau Kalimantan yaitu log pearson type III. Hasil kurva IDF menunjukkan bahwa intensitas tinggi terjadi pada durasi 5 menit dan selalu meningkat dari kala ulang 2 tahunan hingga 100 tahunan serta hujan deras berlangsung dalam waktu yang singkat, namun tidak deras berlangsung dalam waktu yang lama

    Effectiveness of Mussel Shells (Polymesoda erosa) as an Adsorbent to Improve Water Quality

    No full text
    From a quality point of view, peat water cannot be used for clean water resources, therefore it is necessary to improve the quality of peat water. An alternative effort to treat peat water can be done by adsorption process using seashell shell adsorbents. This study aims to analyze the effectiveness of mussel shells (Polymesoda erosa) as an adsorbent to improve the quality of peat water. The size of the adsorbent particles is varied, namely 8 mesh, 50 mesh, and 200 mesh. We used 30 grams of adsorbent for 300 ml water sample. The results were that the adsorbent for clam shells was able to reduce the TDS level from 402 mg/l to 112 mg/l, increase the pH level from 3.43 to 7.6 from an acidic state to an alkaline state. In this case, peat water is then suitable for use. Based on the test results, within 12 hours of contact time there was an increase in levels for all parameters along with the increase in the size of the adsorbent particles. Whereas in the contact time of 7 days, the test results experienced a decrease in levels for all parameters along with the increase in the size of the adsorbent particles which is a good optimum contact time in the adsorption process. However, the adsorbent of seashell shell has not been used effectively to adsorb turbidity and color parameters.

    Analisis Pengaruh Densitas Pada Kualitas Papan Komposit Berbahan Baku Limbah Kayu Jabon dan Serat Bundung (Scirpus grossus)

    Full text link
    Pada penelitian ini, telah dibuat papan komposit berlapis dengan filler serat bundung, partikel jabon, dan matriks berupa urea formaldehida. Papan komposit yang dipabrikasi memiliki tiga variasi densitas, yaitu  g/cm3,  g/cm3 dan  g/cm3. Papan ini berdimensi (30 × 30 × 1) cm dengan suhu proses pengempaan 150  selama 10 menit dengan tekanan 30 Pa. Secara umum, variasi densitas serat bundung dan partikel jabon yang paling baik untuk dijadikan bahan baku pembuatan papan komposit adalah densitas sedang. Nilai pengujian sifat fisis dan mekanis untuk papan komposit kerapatan sedang adalah kerapatan dengan nilai 0,70 g/cm3 , kadar air 12,03%, pengembangan tebal 39,86%, MOE 14.797 N/mm2, MOR 15,90 N/mm2, keteguhan rekat 0,20 N/mm2, dan kuat pegang sekrup 171,66 N. Nilai hasil pengujian yang sudah memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) A 5908 tahun 2003 adalah nilai kerapatan dan nilai kadar air

    Desain Algoritma K-means Clustering untuk Klasifikasi Kematangan Jeruk Siam Pontianak

    Full text link
    Jeruk siam Pontianak adalah salah satu komoditas unggulan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang cita rasa manisnya berasal dari kandungan gula pada daging buah. Pemilihan buah berdasarkan tingkat kematangan secara manual belum memanfaatkan teknologi secara tepat, oleh karena itu algoritma dapat digunakan untuk pemilihan buah jeruk siam berdasarkan tingkat kematangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat kematangan jeruk siam Pontianak menggunakan metode k-means clustering. Data yang digunakan sebanyak 120 buah jeruk yang diukur menggunakan refraktometer brix digital menghasilkan rentang kadar 7,6% - 13,4% brix. Data kadar gula dibagi menjadi 3 kelas, yaitu belum matang, tepat matang, dan terlalu matang menggunakan k-means clustering. Metode k-means clustering dapat digunakan untuk mengklasifikasikan kematangan buah jeruk siam Pontianak menjadi 3 kelas kematangan. Kata Kunci : Jeruk siam Pontianak, K-means Clustering, Kadar Gul

    Analisis Tingkat Kebisingan Pada Area Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Wilayah Kabupaten Kubu Raya

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kebisingan di lokasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) wilayah kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebisingan dan tingkat polusi kebisingan di area PLTD wilayah kabupaten Kubu Raya. Metode pengukuran yang digunakan mengacu ke pada nilai ambang batas (NAB) kebisingan menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996. Alat yang digunakan untuk pengukuran tingkat kebisingan adalah Sound Level Meter. Pengambilan data dilakukan di area PLTD pada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu selama 24 jam. Titik intensitas kebisingan yang paling tinggi berdasarkan jarak tingkat kebisingan semakin jauh jarak pengukuran maka semakin rendah nilai tingkat kebisingannya dan berdasarkan waktu pengukuran siang nilai tingkat kebisingan lebih tinggi dari pada pengukuran malam. Tingkat polusi kebisingan (LNP) pada area PLTD wilayah kabupaten Kubu Raya di semua titik selama 24 jam memiliki nilai intensitas kebisingan berkisar 66,6 – 86,3 dB melebihi nilai ambang batas dan dikategorikan normal tidak dapat diterim

    Model Relativistik Struktur Bintang dengan Profil Kerapatan Kuadratik

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil tekanan bintang relativistik menggunakan persamaan tekanan Oppenheimer-Volkoff yang diperoleh dari penyelesaian persamaan medan gravitasi Einstein menggunakan metode analitik. Penelitian ini menjelaskan bahwa tekanan bintang dipengaruhi oleh profil kerapatan yang berkurang secara kuadratik seiring bertambahnya jarak (r) dari inti bintang. Untuk membantu perhitungan tekanan bintang dengan profil kerapatan kuadratik, maka digunakanlah metode numerik Runge-Kutta Orde 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan maksimum terjadi di inti bintang dan semakin berkurang seiring bertambahnya jarak r dari inti bintang hingga di permukaan bintang, tekanan bernilai nol. Berdasarkan profil tekanan yang telah diperoleh, sebuah bintang relativistik harus memiliki batasan massa dan jari-jari minimum agar tetap berada dalam kesetimbangan hidrostatis. Melalui perhitungan analitik, sebuah bintang bermassa M dan berjari-jari R harus memenuhi syarat  dan  agar tetap stabil. Jika terdapat sebuah bintang yang tidak memenuhi syarat batas ini, maka gravitasi bintang tersebuh sangatlah besar dan tidak akan mampu diimbangi oleh tekanan dari energi yang dihasilkannya sehingga bintang tersebut mengalami keruntuhan gravitasi yang begitu cepat

    Studi Perbandingan Metode Penentuan Intensitas Curah Hujan Berdasarkan Karakteristik Curah Hujan Kalimantan Barat

    Full text link
    Intensitas curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir. Intensitas hujan tinggi umumnya berlangsung dalam durasi yang singkat. Kejadian banjir yang sering terjadi di Kalimantan Barat akan memberikan dampak yang buruk terhadap kehidupan masyarakat sekitar sehingga diperlukan adanya perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mitigasi dini bencana. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu mendapatkan metode yang dapat diterapkan untuk menentukan intensitas hujan yang sesuai dengan karakteristik hujan di Kalimantan Barat. Penentuan intensitas curah hujan memerlukan data curah hujan harian maksimum. Metode perhitungan intensitas jangka pendek menggunakan metode Mononobe karena metode ini hanya memerlukan data curah hujan harian maksimum. Perhitungan pendekatan intensitas hujan menggunakan metode Talbot, Sherman dan Ishiguro dengan tujuan menentukan metode intensitas hujan yang paling sesuai. Metode terpilih didasarkan pada nilai perbandingan minimum dengan uji peak-weighted root mean square error dan nilai korelasi maksimum yang ditentukan dengan membandingkan nilai intensitas metode Talbot, Sherman dan Ishiguro dengan metode Mononobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva IDF (Intensitas, Durasi dan Frekuensi) metode intensitas hujan yang paling sesuai dengan karakteristik curah hujan Kalimantan Barat adalah metode Sherman untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahunan dengan nilai error 0,00 dan nilai korelasi 1,00 untuk delapan stasiun pengamat curah hujan yang ada di Kalimantan Barat

    Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan di Ruas Jalan Temajuk-Aruk Menggunakan Metode Golistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger

    Full text link
    Identifikasi lapisan bawah permukaan telah dilakukan di ruas jalan Temajuk-Aruk, Desa Sui Bening,Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengukuran dilakukan sebanyak 5 lintasan dengan masing-masing panjang lintasan yang berbeda dari panjang lintasan 50 m, 70 m, 100 m dam 240 m. Nilai resistivitas keseluruhan permukaan di daerah penelitianmemiliki rentang nilai 25,0Ωm hingga 568Ωm, dimana diinterpretasikan sebagai berikut: lempung dan lanau memiliki nilai resistivitas dari 25,0 Ωm hingga 95,4 Ωm, rentang nilai resistivitas dari 149 Ωm hingga 233 Ωm adalah pasir dan kerikil, dan Batu pasir memiliki rentang nilai resistivitas 364 Ωm hingga 568 Ωm.Kata Kunci: Geolistrik, lapisan bawah permukaan, resistivitas, konfigurasi wenner-schlumberger

    Kajian Numerik Orbit Foton di Sekitar Lubang Hitam Bermuatan Netral Berotasi

    Full text link
    Telah dilakukan kajian numerik lintasan orbit foton di sekitar lubang hitam bermuatan netral berotasi. Persamaan gerak untuk orbit foton di sekitar lubang hitam bermuatan netral dan berotasi dinyatakan dengan lintasan geodesik. Persamaan gerak tersebut selanjutnya diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta orde-4. Hasil simulasi menunjukkan bahwa orbit foton yang bergerak di sekitar lubang hitam bermuatan netral dan berotasi dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu momentum sudut, parameter dampak, dan massa lubang hitam. Semakin meningkatnya nilai parameter momentum sudut maka foton semakin mendekati lubang hitam. Kemudian, semakin besar nilai parameter dampak maka foton semakin menjauhi lubang hitam dan yang terakhir semakin besar massa lubang hitam maka orbit foton semakin menunjukkan menuju lubang hitam. Orbit foton untuk lubang hitam Kerr ekstrim memiliki orbit di luar radius horizon peristiwa

    Interpretasi Kualitatif Sebaran Batuan di Kabupaten Belu dan Sekitarnya Berdasarkan Data Anomali Magnetik

    Full text link
    Telah dilakukan interpretasi kualitatif terhadap sebaran batuan di Kabupaten Belu dan sekitarnya berdasarkan data anomali magnetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan sebaran batuan berdasarkan anomali medan magnet residual. Data anomali magnetik masih mengandung anomali medan magnet regional dan residual. Pemisahan kedua anomali tersebut menggunakan metode kontinuasi ke atas. Anomali medan magnet residual pada daerah penelitian menunjukkan nilai anomali berkisar antara -167,6 nT hingga 89,9 nT dengan dugaan terdapat sebaran penyusun batuan yang lebih tua anomali tinggi dengan rentang nilai 21,9 nT hingga 89,9 nT yang diduga mencerminkan adanya keterdapatan penyusun batuan yang lebih tua diantaranya berasal dari Formasi Bisane, Formasi Aitutu dan Formasi Maubisse. Anomali menengah dengan rentang nilai 58,4 nT hingga 16,8 nT yang diduga mencerminkan adanya batuan malihan pada formasi Noele serta anomali rendah dengan rentang nilai -167,6 nT hingga -65,1 nT yang diduga mencerminkan adanya endapan aluvium.

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇