PRISMA FISIKA
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Analisis Angkutan Sedimen Dasar Beberapa Sungai di Kalimantan Barat Menggunakan Formulasi Empiris
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis angkutan sedimen dasar pada kondisi sungai pasang menggunakan formula empiris Einstein, Meyer-Petter Muller (MPM), Frijlink, Van Rijn, dan Rottner. Hasil perhitungan debit angkutan sedimen dasar (Qb) menggunakan formula Einstein, Frijlink, dan Rottner telah dibandingkan dengan data acuan dari Badan Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) 1 Pontianak yang menggunakan formula MPM dan Van Rijn. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasilperhitungan Formula Einstein, Frijlink, dan Rottner terdapat beberapa yang mendekati nilai Qb BWSK 1 Pontianak yang menggunakan Formula MPM dan Van Rijn di Sungai Kapuas, Landak, dan Banyuke pada kondisi sungai pasang. Meskipun ada yang mendekati terdapat juga nilai Qb yang saling berjauhan dan tidak sama. Hal ini dikarenakan perbedaan parameter yang digunakan memberikan nilai Qb yang berbeda
Deteksi Hiperkolesterolemia Melalui Iris Mata Menggunakan Image Processing dengan Metode K-Means Clustering dan Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM)
Penelitian ini mengidentifikasi penyakit hiperkolesterolemia melalui iris mata dengan menggunakan image processing dan klasifikasi k-means clustering. Citra yang digunakan terdiri dari 30 citra normal dan 30 citra abnormal. Pengolahan citra dilakukan melalui tahap preprocessing yang meliputi cropping, histogram equalization, deteksi tepi canny, segmentasi dan tahap ekstraksi ciri dengan GLCM yang meliputi penentuan nilai kontras, korelasi, energi dan homogenitas. Nilai parameter kontras, korelasi, energi dan homogenitas menjadi input pada metode k-means clustering untuk pengelompokan. Berdasarkan ekstraksi ciri diperoleh nilai kontras citra yang teridentifikasi normal berkisar antara 0,08 hingga 0,16, nilai korelasi dari 0,23 hingga 0,96, nilai energi dari 0,65 hingga 0,85 dan nilai homogenitas dari 0,92 hingga 0,96. Nilai kontras yang teridentifikasi hiperkolesterolemia berkisar antara 0,11 hingga 0,18, nilai korelasi dari 0,24 hingga 0,31, nilai energi dari 0,60 hingga 0,75 dan nilai homogenitas dari 0,91 hingga 0,94. Hasil pengelompokan ciri citra iris mata normal dan hiperkolesterolemia berdasarkan parameter kontras diperoleh akurasi sebesar 85%, berdasarkan parameter korelasi diperoleh akurasi sebesar 75%, berdasarkan parameter energi diperoleh akurasi sebesar 83,3% dan berdasarkan parameter homogenitas diperoleh akurasi sebesar 83,3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan k-means clustering mampu membedakan ciri citra normal dengan ciri citra hiperkolesterolemia dengan akurasi tinggi
Simulasi Orbit Planet dengan Metode Hermite
Telah dilakukan simulasi orbit planet yang bergerak mengelilingi matahari melalui interaksi gaya gravitasi. Simulasi ini bertujuan untuk menghitung orbit planet dengan metode integrasi Hermite. Selain itu, dalam penelitian ini dibandingkan hasil simulasi orbit planet dan galat energi metode Hermite dan Metode Runge-Kutta orde 4 lintasan orbit yang dihasilkan berbentuk ellips yang sesuai dengan solusi analitik. Kedua metode menghasilkan galat orbit yang tidak jauh berbeda akan tetapi, galat energi dari metode Hermite lebih kecil dari galat energi metode Runge-Kutta orde 4
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Suhu Badan dan Pemantauan Pengunjung Secara Non-Concact Menggunakan Smartphone
Telah dilakukan penelitian mengenai pengukuran suhu badan dan pemantauan pengunjung secara non-contact menggunakan smartphone. Sistem perangkat secara garis besar terdiri atas modul NodeMCU ESP8266, sensor MLX90614, buzzer, selenoid, LCD, dan modul relay. Sistem juga dilengkapi dengan kamera pemantau, yang terdiri dari Modul ESP32 CAM, dan FTDI. Modul NodeMCU ESP8266 dan ESP32 CAM akan memproses data sehingga suhu tubuh dan pemantauan pengunjung akan tampil di smartphone aplikasi Blynk dengan delay ± 1 detik. Agar memperoleh hasil yang akurat, jarak yang tepat untuk mendeteksi suhu badan adalah 0,5–1 cm. Semakin jauh pengukuran antara sensor dan tubuh, semakin tidak akurat hasil suhu yang dideteksi, karena adanya pengaruh suhu lingkungan. Pengujian alat terbagi menjadi dua tahap, yaitu pengujian sensor suhu MLX90614 dan pengujian alat keseluruhan. Sensor suhu MLX90614 dibandingkan dengan sensor suhu standar, yaitu thermometer gun. Setelah dilakukan pengujian, sensor MLX90614 memiliki rata-rata error sebesar 2,30%. Pengujian sistem dilakukan dengan 10 sampel. Secara keseluruhan sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik dalam mengukur suhu dan pemantauan pengunjung secara non-contact menggunakan smartphone
Analisis Dinamika Respons Optis Semiconductor Quantun Dots Three Level Sistem Bertipe Lamda
Telah dilakukan penelitian secara teoretik pada SQD three level sistem bertipe lamda untuk menentukan respons optis yang muncul ketika sistem disinari laser pada intensitas tertentu. Penyelesaian SQD secara analitik menggunakan persamaan density matrix menghasilkan persamaan diferesial tergandeng, selanjutnya persamaan density matrix diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45). Dari metode ini diperoleh nilai populasi dan koheren dari elemen density matrix yang digunakan untuk menghitung respons optis pada SQD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada intensitas rendah osilasi populasi keadaan dasar hanya dapat terjadi ketika frekuensi keadaan saling beresonansi. Sedangkan populasi pada keadaan yang tidak beresonansi akan menunjukkan osilasi yang tidak jelas. Selain itu peningkatan intensitas yang diberikan oleh cahaya juga mempengaruhi osilasi populasi, semakin besar intensitas yang diberikan maka semakin besar amplitudo osilasi yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan frekuensi Rabi seiring meningkatnya intensitas cahaya datang yang diberikan. Kata Kunci : SQD, density matrix, respon optis, populasi, spektrum energ
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Panas Bumi dengan Metode Magnetik di Daerah Tarutung Bagian Selatan dan Sekitarnya, Provinsi Sumatra Utara
Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi struktur bawah permukaan daerah panas bumi melalui pemodelan 2D metode magnetik di daerah Tarutung bagian Selatan dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan bawah permukaan pada lokasi manifestasi panas bumi di daerah penelitian. Pemodelan 2D dilakukan berdasarkan hasil anomali magnetik regional dan didukung oleh informasi geologi daerah tersebut. Penggunaan metode kontinuasi ke atas pada data anomali magnetik menghasilkan nilai anomali magnetik regional mulai dari -86,7 nT hingga 108,9 nT yang berasosiasi dengan terdapatnya sesar dan mata air panas. Daerah prospek ini didominasi oleh batuan andesit dan aglomerat berasal dari Formasi Gunung Api Toru (Tmvo) dan batuan tufa berasal dari Satuan Tufa Toba (Qvt). Lebih lanjut, pemodelan 2D pada penampang sayatan A-A’, sayatan B-B’, sayatan C-C’, dan sayatan D-D’ menguatkan hasil interpretasi sebelumnya terkait keberadaan struktur sesar. Terdapat 3 perlapisan batuan untuk setiap profil pada sayatan, yaitu andesit dan aglomerat, cap rock (tufa dan aluvium) sebagai tempat keluarnya air panas, dan zona reservoir yaitu batu pasir. Proses demagnetisasi akibat alterasi hidrotermal ditunjukkan oleh adanya bagian dari daerah penelitian yang memiliki nilai suseptibilitas kecil
Pabrikasi dan Uji Kinerja Bulir Polipropilena Berfotokatalis Semikonduktor TiO2 pada Fotodegradasi Air Gambut
Pada penelitian ini telah dilakukan pabrikasi fotokatalis semikonduktor TiO2 dengan material penyangga bulir polipropilena (PP) untuk fotodegradasi senyawa organik pada air gambut. Metode yang digunakan untuk melapisi permukaan butiran polipropilena dengan partikel TiO2 adalah thermal milling. Proses fotokatalisis berlangsung selama 40 jam dengan cahaya matahari sebagai sumber foton. Fotokatalis semikonduktor TiO2 yang dilapiskan di permukaan butiran PP mampu mereduksi kandungan senyawa organik pada air gambut. Hal ini terlihat dari hasil pengujian menggunakan analisis spektrofotometri UV-Vis bahwa terjadi penurunan nilai absorbansi pada air gambut setelah fotokatalisis. Nilai absorbansi awal air gambut adalah 2,89 a.u dan nilai absorbansi rata-rata sampel air gambut setelah fotokatalisis adalah 1,54 a.u. Hasil penelitian menunjukkan penurunan puncak nilai absorbansi terjadi secara optimal setelah 16 jam penyinaran di bawah sinar matahari. Kinerja rata-rata material fotokatalis ini mampu mereduksi kandungan asam humat pada sampel air gambut hingga 47%
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Cekungan Pembuang Daerah Kalimantan Tengah Berdasarkan Data Gaya Berat
Data anomali gaya berat Free Air Anomaly (FAA) yang diperoleh dari satelit Topex digunakan untuk mengetahui struktur bawah permukaan Cekungan Pembuang di daerah Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Koreksi Bouguer dan koreksi terrain (medan) diterapkan pada data tersebut untuk mendapatkan anomali Bouguer lengkap. Anomali regional dan anomali residual dipilah menggunakan tapis Butterworth. Pemodelan dilakukan pada anomali regional untuk mendapatkan struktur bawah permukaan cekungan Pembuang. Hasil pemodelan menunjukkan terdapatnya 4 lapisan batuan, yang terdiri dari dua lapisan batuan dasar dan dua lapisan teratas. Lapisan dasar diduga merupakan intrusi kapur dan metamorf pra-tersier yang terdiri dari batuan granit dan batuan kuarsit, dengan densitas rata-rata 2,6 g/cm3 dan 2,8 g/cm3, sedangkan dua lapisan teratas diduga merupakan sedimen kuarter dan sedimen tersier, dengan densitas rata-rata 1,98 g/cm3 dan 2 g/cm3. Model yang dibuat menunjukkan adanya terobosan batuan basement (dasar) berupa granit, serta sesar normal dan sesar naik. Densitas rata-rata batuan di daerah penelitian sebesar 2,4 g/cm3
Analisis Data Resistivitas Konfigurasi Dipole-dipole untuk Identifikasi Akuifer Daerah Cipayung, Jakarta Timur
Kebutuhan air tanah di Jakarta yang terus meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, tingkat urbanisasi dan perkembangan kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan sebaran akuifer daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas. Pengukuran geolistrik 2D digunakan untuk mengetahui sebaran nilai resistivitas material daerah penelitian. Akuisisi data dilakukan sebanyak 4 lintasan menggunakan konfigurasi dipole-dipole. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software RES2Dinv. Hasil analisis penampang resistivitas diperoleh empat kelas resistivitas yaitu : resistivitas rendah (>8 Ω.m) dengan litologi berupa lempung tufan, resistivitas sedang (8-25 Ω.m) terdiri dari litologi pasir lempungan dan lempung pasiran, resistivitas sedang (26-50 Ω.m) terdiri dari litologi pasir tufan dan resistivitas tinggi (51-800 Ω.m) dengan litologi berupa pasir. Dari karakteristik batuan diintrepetasikan lapisan akuifer berupa batupasir, lapisan akuiklud berupa lempung tufan dan lapisan akuitar terdiri pasir lempungan, lempung pasiran, dan pasir tufan. Akuifer daerah penelitian diidentifikasikan berupa kuifer semi tertekan dan merupakan akuifer dangkal yang ditemukan pada kedalaman berkisar 7-54 m
Analisis Orientasi Molekul Hidrogen pada Hidrogen Hidrat C2 dengan Metode Molecular Dynamics
Orientasi molekul hidrogen dinyatakan dalam besaran sudut polar, sudut azimuth, sudut bidang, dan sudut rotasi untuk beberapa interval satuan waktu simulasi. Data berupa posisi molekul hidrogen di dalam struktur polyhedral hidrogen hidrat C2 diperoleh dari luaran simulasi molecular dynamics. Molekul hidrogen dimodelkan sebagai dua buah atom Hidrogen yang terhubung oleh pegas yang memiliki konstanta pegas yang besar. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, gerakan rotasi molekul hidrogen terhadap pusat massanya sangat terbatas. Besaran sudut polar dan azimuth yang dibentuk oleh molekul hidrogen didominasi oleh sudut-sudut kecil. Hal ini disebabkan oleh sifat hidrofobik molekul hidrogen, ruang gerak dengan volume kecil serta tekanan sistem yang besar