PRISMA FISIKA
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Respons Curah Hujan Terhadap Fenomena Quasi Biennial Oscillation (QBO) di Kota Pontianak
Quasi Biennial Oscillation (QBO) merupakan fenomena atmosfer yang terjadi pada wilayah stratosfer di atas Ekuator, QBO ditandai dengan arah angin yang bergerak dari timur ke barat atau dari barat ke timur dengan laju 1 km per bulan. Fenomena ini berpengaruh terhadap suhu udara di wilayah Ekuator karena adanya pergerakan angin zonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons curah hujan terhadap fenomena QBO di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah transformasi wavelet dan cross wavelet. Metode transformasi wavelet digunakan untuk mengetahui kekuatan curah hujan dan QBO. Metode cross wavelet digunakan untuk mengetahui korelasi antara curah hujan dan indeks angin zonal. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dan indeks angin zonal selama 34 tahun. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh sinyal QBO di Kota Pontianak lebih dahulu merespons dari pada sinyal curah hujan selama 5 kejadian (1995 – 1999) dan sinyal curah hujan lebih dahulu merespons dari pada sinyal QBO selama 5 kejadian (2007 – 2011). Dapat disimpulkan bahwa fenomena QBO cukup mempengaruhi curah hujan di Kota Pontianak sebanding dengan fenomena QBO yang terjadi selama 10 kejadian dalam rentang waktu 34 tahun. Pengaruh yang disebabkan oleh fenomena QBO di Kota Pontianak adalah meningkatnya intensitas curah hujan pada saat fase baratan QBO dan menurunnya intensitas curah hujan pada saat fase timuran QBO
Komponen Angin Zonal dan Meridional sebagai Prekursor Penentu Awal Musim serta Pengaruh ENSO Terhadap Variasinya
Kondisi iklim disuatu wilayah sangat dipengaruhi sirkulasi angin. Pemebentukan cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh sirkulasi Hadley dan Walker selain itu sirkulasi monsun juga mempengaruhi variasi musiman di Indonesia. Komponen angin tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas ENSO (El Niño-Southern Oscillation) di Samudera Pasifik utamanya zonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sirkulasi angin zonal dan angin meridional serta pengaruh ENSO terhadap variabilitas curah hujan dan awal musim di Malang. Penelitian ini menggunakan data angin zonal dan meridional ketinggian 10 meter luaran model ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dengan resolusi spasial 0.125°x0.125° periode 1989-2016, curah hujan bulanan Stasiun Klimatologi Jawa Timur periode yang sama, dan indeks Nino 3.4 yang diunduh melalui situs NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Hasil penelitian menujukkan bahwa angin zonal baratan dan meridional negatif mendominasi pada periode musim hujan November sampai dengan April. Pada musim kemarau Mei sampai dengan Oktober, angin timuran dan meridional positif lebih kuat. Perubahan arah angin diikuti perubahan musim dengan lagtime 3 dasarian. Aktifnya ENSO mampu mengubah arah angin meridional dan menguatkan angin baratan di wilayah penelitian. ENSO juga menyebabkan curah hujan lebih fluktuatif
Identifikasi Keberadaan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner di Desa Radak Baru Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya
Penelitian tentang identifikasi keberadaan akuifer menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D konfigurasi Wenner telah dilakukan di Desa Radak Baru Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil empat lintasan dengan panjang lintasan 160 m jarak antar elektroda 5 m dan jumlah elektroda 32 buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa lapisan akuifer berada pada kedalaman 1,25 m hingga 24,0 m dengan nilai resistivitas 0,103 Ωm sampai 2,43 Ωm. Lapisan bawah permukaan di dominasi oleh lapisan lempung berpasir dan lapisan air tanah
Studi Numerik Pola Aliran di Sekitar Pintu Air Menggunakan Pendekatan Komputasi Dinamika Fluida
Pintu air banyak digunakan pada sistem irigasi seperti waduk dan sungai. Pintu air biasa diterapkan pada bidang pertanian dan perkebunan. Distribusi profil kecepatan aliran di sekitar pintu air dapat diteliti menggunakan pendekatan komputasi dinamika fluida (Computational Fluid Dynamics/CFD). Penelitian ini mengkaji secara numerik pola aliran di sekitar pintu air menggunakan perangkat lunak OpenFOAM dengan menerapkan model turbulen LES Smagorinsky. Kajian pola aliran di sekitar pintu air dimulai dengan membangun simulasi aliran dalam kanal dengan sebuah pintu air. Selanjutnya pola aliran (subkritis, kritis dan superkritis) di sekitar pintu air ditentukan berdasarkan pada nilai bilangan Froude di tiga lokasi observasi (Fr1), yaitu Fr1(x=0,9m) (di hulu kanal), Fr1(x=2,95m) (di bawah pintu air), dan Fr1(x=3,5m) (di hilir kanal). Pada lokasi di hulu dan hilir kanal serta di bawah pintu air, 100% pola aliran berubah menjadi superkritis. Berdasarkan pola aliran ini, dapat diprediksi bentuk dasar aliran (bedform) yang akan terjadi. Pada tiga lokasi pengamatan, rata-rata pola aliran yang terjadi adalah superkritis dengan Fr1 > 1 yang dapat berdampak pada terbentuknya antidunes pada bentuk dasar aliran.Kata kunci: Komputasi Dinamika Fluida, OpenFOAM, Pintu Air, Bilangan Froude, Pola Alira
Identifikasi Ketebalan Tanah Gambut dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 3D di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya
Penelitian tentang identifikasi ketebalan tanah gambut di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya telah dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis 3D konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan secara 3D dan 2D dengan lintasan 3D berupa grid berbentuk persegi panjang yaitu sumbu x sepanjang 55 m dan sumbu y sepanjang 35 m dengan spasi 5 m tiap elektroda. Lintasan 2D membentang diantara lintasan 3D dengan panjang lintasan 235 m spasi 5 m tiap elektroda. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa tanah gambut yang berada pada daerah penelitian masih cukup tebal dengan ketebalan hingga 11,8 m yang memiliki nilai resistivitas 4,30 Ωm sampai 138 Ωm. Informasi tentang struktur yang lebih dalam dari tempat penelitian diperoleh dari pengukuran 2D. Dari pemodelan diketahui Nilai tahanan jenis 138 Ωm sampai 275 Ωm terdapat sedimentasi aluvial berupa tanah lempung di kedalaman 10,23 sampai 16,4 m. Pada kedalaman 16,4 sampai 46,6 m terdapat pasir dengan nilai resistivitas 275 Ωm hingga 550 Ωm
Application of Resistivity Geoelectric to Determine the Seawater Intrusion Zone in the Sungai Kakap District
The application of the resistivity geoelectric method has been carried out in a study to determine the seawater intrusion zone in Sungai Kakap District, Kuburaya Regency using the Wenner-Schlumberger configuration. This research used Automatic Resistivity System Multielectrode (ARES). The research was carried out by arranging the 5 tracks. The first, second, fourth and fifth tracks have a track length of 117 m. While the third track has a track length of 93 m. The distance between the electrodes is 3 m. The results showed that seawater intrusion that occurred in each track had resistivity value range between 0.2 Ωm to 2.77 Ωm. Seawater intrusion found in layers with sand material. Keyword : sea water intrusion, geoelectrical, resistivity, Wenner-Schlumberge
Pemetaan Kerapatan Sambaran Petir di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kerapatan sambaran petir tiap kecamatan untuk setiap tahunnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya berdasarkan nilai kerapatan sambaran petir. Untuk menentukan kerapatan sambaran petir diperlukan data kejadian petir (2016-2020) dan data luas wilayah tiap kecamatan. Berdasarkan hasil perhitungan selama lima tahun, diperoleh bahwa nilai kerapatan sambaran petir tertinggi terjadi di Kecamatan Terentang yakni pada tahun 2016 sebesar 45,89 kali/km2. Sedangkan nilai kerapatan sambaran petir terendah terjadi di Kecamatan Batu Ampar dengan nilai 2,41 kali/km2 pada tahun 2017. Nilai kerapatan sambaran petir yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk peta kerapatan sambaran petir berdasarkan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighted)
Studi Model Penyebaran Droplet Pernapasan dari Penderita COVID-19
Telah dilakukan kajian terhadap penyebaran droplet dari penderita COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan distribusi droplet dari penderita COVID-19. Distribusi droplet dimodelkan menggunakan model Gaussian puff serta diselesaikan menggunakan metode Euler dan trapesium. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi droplet dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kecepatan awal droplet ketika keluar dari mulut, ukuran droplet, suhu udara dan kelembapan relatif. Maka dari itu, sebagai bentuk upaya untuk mencegah penularan COVID-19, perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi droplet
Kajian Parameter Fisis Kualitas Air Berdasarkan Nilai Total Suspended Solid (TSS) di Sungai Belidak Kecamatan Sungai Kakap
Aktivitas manusia membuat kondisi Sungai Belidak menjadi kurang baik. Kekeruhan dan pendangkalan terjadi di beberapa titik sungai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan nilai TSS dan korelasi TSS dengan paramter fisis di Sungai Belidak dengan menggunakan metode gravimetri dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil uji laboratorium nilai TSS saat kondisi surut menuju pasang berkisar 15 mg/L sampai dengan 50 mg/L dan saat pasang menuju surut berkisar 25 mg/L sampai dengan 60 mg/L. TSS pada kondisi pasang memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi surut. Nilai tingkat kekeruhan berkisar 6,2 NTU sampai dengan 13,9 NTU pada waktu surut dan 6,7 NTU sampai dengan 12,8 NTU pada waktu pasang. Nilai tingkat kecerahan pada waktu surut berkisar 30 cm sampai dengan 49 cm dan pada waktu pasang berkisar 33 cm sampai dengan 49 cm. Hubungan TSS dan kekeruhan memeiliki nilai korelasi (R) sebesar 0,9225 pada waktu surut menuju pasang dan (R) sebesar 0,8811 pada waktu pasang menuju surut. Hubungan TSS dan kecerahan memiliki nilai korelasi (R) sebesar -0,0045 pada waktu surut menuju pasang dan (R) sebesar -0,0006 pada waktu pasang menuju surut. Kata Kunci : Total Suspended Solid (TSS), Kekeruhan, Kecerahan, Gravimetri, Regresi Linie
Identifikasi Sebaran Batuan Andesit di Bukit Batu Bedinding Desa Sungai Toman Kabupaten Sambas Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui sebaran batuan andesit di Bukit Batu Bedinding Desa Sungai Toman Kabupaten Sambas dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada enam lintasan dengan panjang setiap lintasan adalah 235 m dan jarak antar elektroda yaitu 5 m. Hasil pengolahan data menunjukkan di lokasi penelitian terdapat dua lapisan penyusun struktur bawah permukaan, yaitu lapisan laterit dan lapisan batuan beku. Lapisan laterit bermaterial lempung berpasir, pasir dan kerikil, sedangkan batuan beku bermaterial batuan andesit. Batuan andesit pada lokasi penelitian tersebar pada bagian tenggara ke arah barat laut dengan nilai tahanan jenis berkisar 1.329 Ωm – 7.669 Ωm