PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Model Sederhana Gerak Meteor di Atmosfer yang Jatuh Tegak Lurus Terhadap Permukaan Bumi

    Get PDF
    Persamaan gerak meteor merupakan persamaan diferensial non liniear yang saling terkopel yang sulit diselesaikan secara analitik sehingga diperlukan metode lain. Pada penelitian ini persamaan gerak meteor diselesaikan menggunakan metode Runge Kutta orde-4 dengan penyederhanaan meteor dimodelkan dalam dua geometri yaitu silinder dan bola. Hasilnya model meteor dengan geometri silinder mengalami pengurangan massa lebih kecil dari model meteor dengan geometri bola sehingga kecepatan model meteor dengan geometri silinder pada saat sampai dipermukaan bumi lebih kecil dari model meteor dengan geometri bola.   Kata kunci  : Atmosfer, Meteor, Runge Kutt

    Analisis Morfologi Selulosa Kristalin Serbuk Kayu Belian (Eusideroxylon Zwageri)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis morfologi selulosa kristalin hasil sintesis dari serbuk gergajikayu belian (Eusideroxylon Zwageri). Selulosa kristalin diperoleh melalui proses ekstraksi, bleaching danhidrolisis. Proses hidrolisis disertai dengan sonifikasi dan sentrifugasi dengan memvariasikan kelajuansentrifugasi adalah untuk mempelajari pengaruh kelajuan sentrifugasi terhadap ukuran kristalin yangterbentuk. Berdasarkan analisis SEM, morfologi selulosa kristalin yang dihasilkan berupa fiber denganukuran partikel rerata adalah 14,27 μm untuk kelajuan sentrifugasi 3.500 rpm dan 13,71 μm untukkelajuan sentrifugasi 4.500 rpm.Kata kunci: Analisis morfologi, Kayu belian, Selulosa kristalin, Sentrifugasi, Sonikas

    Rancang Bangun Sistem Data Logger Alat Ukur Suhu, Kelembaban dan Intensitas Cahaya yang Terintegrasi Berbasis Mikrokontroler ATMega328 Pada Rumah Kaca

    Get PDF
    Telah dilakukan pembuatan alat ukur suhu, kelembaban dan intensitas cahaya pada rumah kaca berbasis mikrokontroler ATMega328. Perangkat ini menggunakan sensor suhu dan kelembaban SHT11, dan sensor intensitas cahaya BH1750FVI. Alat ukur ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu unit mikrokontroler ATMega328, SD Card, Bluetooth HC-06, LCD, RTC, sensor SHT11, dan sensor BH1750FVI. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimen yang meliputi perancangan, pembuatan, dan pengujian perangkat. Setelah melakukan pengujian maka perangkat sistem sensor SHT11 dapat memantau suhu dan kelembaban, dan sensor BH1750FVI dapat memantau intensitas cahaya pada rumah kaca. Hasil pengujian alat ukur ini menunjukkan nilai selisih pembacaan (error) antara perangkat dengan alat ukur pembanding yaitu suhu sebesar 0,03%, kelembaban 0,23%, dan intensitas cahaya 0,35%.  Perangkat ini dilengkapi dengan sistem data logger yang dapat menyimpan data hasil pengukuran ke SD Card secara real time setiap 5 menit dengan format text document (*.txt). Data tersebut kemudian dikirim ke smartphone android melalui koneksi bluetooth pada jarak maksimal 26 meter.   Kata kunci : Data Logger, Mikrokontroler ATMega328, SHT11, BH1750FV

    Studi Analisis Pengaruh Suhu, Tekanan dan Ukuran Pori Graphene Terhadap Dinamika Molekuler Adsorpsi Hidrogen

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang menganalisis pengaruh suhu, tekanan dan ukuran pori graphene terhadap penyerapan hidrogen. Pemodelan komputasi menggunakan simulasi dinamika molekuler klasik yang memuat seluruh hasil adsorpsi molekul hidrogen pada grahpene. Penelitian ini secara umum melalui 3 tahapan yaitu pembentukan koordinat, pembentukan script dan simulasi. Adsorpsi optimum diperoleh pada suhu 77 K, tekanan 0,1-1 MPa, ukuran pori 6 Å, dengan presentase hidrogen yang terserap sebesar 1,2 wt%. Penelitian yang pernah dilakukan menghasilkan presentase adsorpsi hidrogen dalam graphene sebesar 1,2 wt%. Disimpulkan bahwa peningkatan suhu dan ukuran pori akan menurunkan jumlah hidrogen yang teradsorpsi. Sedangkan tekanan pada rentang 0,1-1 MPa tidak memberikan pengaruh apapun. Kata Kunci : Graphene, Penyimpan Hidrogen, LAMMPS, Dinamika Molekule

    Kajian Elevasi Muka Air Laut di Selat Karimata Pada Tahun Kejadian El Nino dan Dipole Mode Positif

    Get PDF
    Telah dilakukan kajian tentang pengaruh El Nino and Southern Oscillation (ENSO) dan Dipole Mode (DM) terhadap elevasi muka air laut di Selat Karimata. Penentuan ENSO menggunakan data Southern Oscillation Index (SOI) dari tahun 1980 s.d 2010 sedangkan untuk DM menggunakan data Dipole Mode Indeks (DMI) dari tahun 1980 s.d 2009. Data prediksi pasang surut diperoleh dengan menggunakan ORITIDE. Selanjutnya membandingkan elevasi rata-rata muka air laut pada kondisi El Nino dan Dipole Mode positif dengan kondisi Normal. Hasil penelitian menunjukkan pada kejadian ENSO elevasi muka air laut tertinggi terjadi pada kejadian El Nino tahun 1997 bulan September sebesar meter . Pada kondisi Dipole Mode elevasi rata-rata muka air laut tertinggi terjadi pada kondisi Dipole Mode positif tahun 1998 bulan Maret sebesar meter. Pengaruh El Nino dan DM (+) tidak signifikan terhadap perubahan elevasi muka air laut di Selat Karimata, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) pada kejadian El Nino berkisar pada 0,07 s.d 0,29, sedangkan nilai koefisien korelasi (r) pada kejadian DM (+) bekisar 0,46 s.d 0,59. Kata kunci :Selat Karimata, ENSO, Dipole Mode, elevasi muka air lau

    Penyelidikan Pengaruh Rembesan Limbah Karet Bawah Permukaan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai sebaran rembesan limbah karet bawah permukaan tanah. Resistivitas bawah permukaan diukur menggunakan metode geolistrik  konfigurasi Schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res2Dinv untuk memetakan lapisan 2D di bawah permukaan. Pengambilan data dilakukan dalam skala laboratorium dengan panjang lintasan 1 (satu) meter dan jarak antar elektroda 10 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak limbah karet yang berada pada permukaan tanah akan mempengaruhi nilai resistivitas tanah. Air limbah karet yang menumpuk di dalam tanah akan berfermentasi mengakibatkan konsentrasi limbah semakin besar. Semakin besarnya konsentrasi dari limbah mengakibatkan nilai resistivitasnya bertambah.   Kata Kunci: Resistivitas, Isoresistivity 2D, Schlumberge

    Penentuan Kadar Kering Karet (K3) Dan Pengukuran Konstanta Dielektrik Lateks Menggunakan Arus Bolak Balik Berfrekuensi Tinggi

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk menentukan Kadar Kering Karet (K3) dan mengukur konstanta dielektrik lateks menggunakan arus bolak-balik berfrekuensi tinggi. K3 diperoleh menggunakan metode gravimetri dengan memvariasikan lama waktu pengeringan lateks yakni 6 jam, 8 jam, 10 jam dan 12 jam. Konstanta dielektrik lateks diukur menggunakan rangkaian RLC. Nilai K3 optimum diperoleh dari lama waktu pengeringan 8 jam yakni sebesar 28,235% dan konstanta dielektrik lateks sebesar 0,374 untuk lama waktu pengeringan 6 jam, 0,123 untuk lama waktu pengeringan 8 jam, 0,159 untuk lama waktu pengeringan 10 jam dan 0,335 untuk lama waktu pengeringan 12 jam. Konstanta dielektrik lateks menurun seiring pertambahan K3. Kata kunci: kadar kering karet (K3), konstanta dielektrik, rangkaian RLC, latek

    Identifikasi Keretakan Beton Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai model resistivitas keretakan beton. Resistivitas keretakan beton diukur menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res1D untuk menentukan retakan 1D pada beton dan Res2dinv untuk menentukan keretakan 2D. Pengambilan data dilakukan pada model fisik beton dengan panjang 60 cm, lebar 10 cm dan tinggi 20 cm serta jarak antar elektroda 2 cm. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa metode geolistrik resistivitas bisa diterapkan untuk mengidentifikasi keretakan beton pada objek dengan ketebalan yang relatif kecil.   Kata Kunci : Keretakan beton, Geolistrik Resistivitas, Schlumberge

    Prediksi Tinggi Signifikan Gelombang Laut Di Sebagian Wilayah Perairan Indonesia Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Propagasi Balik

    Get PDF
    Telah dilakukan prediksi tinggi signifikan gelombang laut di perairan Indonesia menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) propagasi balik. Titik sampel data yang digunakan adalah data tinggi signifikan gelombang laut pada tahun 2001 hingga 2010 di 10 titik lokasi perairan Indonesia pada posisi 106,560 BT hingga 114,410 BT dan posisi 3,220 LS hingga 6,440 LS. JST yang digunakan adalah propagasi balik algoritma Quasi Newton one step secant dengan arsitektur [40 35 30 25 20 15 10 5 1]. Hasil pada saat pelatihan menunjukkan nilai koefisien korelasi antara output dan target adalah 1, sedangkan pada saat pengujian nilai koefisien korelasi antara output dan data observasi (targe) adalah 0,97. Hasil validasi pertama menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,78, hasil proses validasi untuk periode berikutnya menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,62 dan 0,55. Hasil validasi menunjukkan tren penurunan.  Hal ini diduga pada saat tersebut terjadi kondisi ekstrem di wilayah perairan lokasi penelitian. Hal ini berimplikasi pada tingkat kesulitan prediksi yang semakin meningkat terhadap data tinggi signifikan gelombang laut pada lokasi penelitian tersebut.   Kata kunci: tinggi signifikan, gelombang laut, JST propagasi balik, prediksi

    Pengaruh Konsentrasi Aktivator Kalium Hidroksida (KOH) terhadap Kualitas Karbon Aktif Kulit Durian sebagai Adsorben Logam Fe pada Air Gambut

    Get PDF
    Telah disintesis karbon aktif kulit durian dengan Kalium Hidroksida (KOH) sebagai aktivator. Untuk melihat pengaruh konsentrasi aktivator KOH terhadap ukuran pori karbon aktif yang terbentuk dan kemampuan dalam mengabsorbsi logam Fe pada air gambut, sintesis karbon aktif dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap karbonisasi dengan suhu 400 oC selama 2 jam dan tahap aktivasi dengan suhu 800 oC selama 2 jam.Sebelum diaktivasi, hasil karbonisasi kulit durian direndamdalam aktivatorselama 24 jam dengan konsentrasi aktivator 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Karbon aktif kulit durian kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui morfologi dan ukuran pori permukaannya dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil karakterisasi didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi aktivatornya, semakin besar juga ukuran pori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Fe menurun seiring dengan meningkatnya ukuran pori dengan urutan kadar Fe 0,66 mg/L, 0,49 mg/L, 0,48 mg/L, 0,40 mg/L dan 0,38 mg/L. Karbon aktif yang berperan optimum dalam penyerapan logam Fe adalah karbon aktif dengan konsentrasi 25%, dengan ukuran rata-rata diameter pori 8,277 �m, yang menurunkan konsentrasi logam Fe sebanyak 85,38%, dari 2,6 mg/L menjadi 0,38 mg/L dengan waktu kontak 24 jam. Hal ini mengindikasikan bahwalogam Fe dalam sampel air gambut dapat semakin terserap ketika ukuran pori karbon aktif meningkat.Kata Kunci : Karbon Aktif, Kulit Durian, Kalium Hidroksida, Adsorbsi Fe

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇