PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Identifikasi Lokasi Bedrock Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner sebagai Bahan Acuan Perancangan Pondasi Pembangunan Gedung di Daerah Sampit Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Telah dilakukan identifikasi lokasi Bedrock menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner di daerah Sampit Kalimantan Tengah. Penelitian bertujuan untuk menentukan posisi Bedrock sebagai bahan acuan perancangan pondasi pembangunan gedung yang akan didirikan. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dilakukan pada dua lintasan. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah konfigurasi Wenner dengan spasi elektroda 5 m sepanjang 240 m pada masing-masing lintasan. Nilai resistivitas semu diinversi menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa lapisan Bedrock berada pada kedalaman antara 6,38-9,4 meter dari permukaan tanah dengan nilai resistivitas berkisar 9,84-19,2 Ωm.   Kata kunci: Geolistrik,  Resistivitas, Bedroc

    Analisis Terjadinya Hujan Asam di Kota Pontianak Akibat Emisi Gas Dari Industri dan Kendaraan

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian hubungan antara emisi bahan pencemar dari industri dan kendaraan terhadap potensi hujan asam di Kota Pontianak pada tahun (2007-2011). Konsumsi bahan bakar solar mencapai 54,36%, bensin 31,73% dan minyak tanah 13,91%. Emisi gas yang dihasilkan dari 3 jenis bahan bakar tersebut, gas CO2 mencapai 43,76%, gas SO2 38,82% dan gas NO2 17,41%. Koefisien korelasi emisi gas SO2 lebih besar dibandingkan dengan gas CO2 dan NO2. Solar merupakan penyumbang gas emisi SO2 terbesar daripada bahan bakar lainnya, sehingga lebih berpengaruh terhadap potensi terjadinya hujan asam. Hasil estimasi pH air hujan akibat emisi gas CO2, SO2 dan NO2 menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) diperoleh nilai koefisien korelasi pada tahap pengujian adalah 0,836, dengan demikian pH air hujan dapat diprediksi menggunakan JST dengan gas CO2, SO2 dan NO2 sebagai prediktornya.   Kata Kunci : curah hujan, hujan asam, CO2, SO2, NO2

    Analisis Karakteristik Fisik Sedimen Pesisir Pantai Sebala Kabupaten Natuna

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisik sedimen pesisir pantai Sebala yang dihubungkan dengan parameter oseanografi dan hutan mangrove di Pantai Sebala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran butir sedimen pada pantai  bermangrove dengan sedimen pada pantai yang tidak bermangrove. Parameter oseanografi yang dikaji berupa arus laut dan gelombang laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut maksimum pada 0,81 m/s  dan kecepatan arus laut minimum pada 0,02 m/s. Tinggi gelombang laut maksimum pada 8,35 cm dan minimum pada         1,59 cm. Material sedimen daerah pantai Sebala terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran >1,70 mm (krikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 10% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume          11% s.d 16% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 6% s.d 10% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 6% dan ukuran <0,09 mm memiliki ukuran persentase volume 28% s.d 31%. Kata kunci : sedimen, ukuran butir, Pantai Sebala

    SIMULASI ORBIT PLANET DALAM TATA SURYA DENGAN METODE EULER, LEAPFROG DAN RUNGE-KUTTA

    Get PDF
    Telah dilakukan simulasi gerak planet yang saling berinteraksi satu sama lain dan berinteraksi dengan matahari. Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil integrasi gerak planet dalam tata surya dengan metode Euler, Leapfrog dan Runge-Kutta orde 4. Dari pemodelan yang telah dilakukan terlihat bahwa lintasan orbit planet hasil simulasi metode Leapfrog lebih presisi dari pada metode Euler dan Runge Kutta orde 4. Error energi total dari metode Leapfrog juga lebih kecil yaitu -0,1371. Sedangkan error energi total dari metode Euler dan Runge-Kutta orde 4 berturut-turut adalah sebesar -0,1429 dan      -0,1442. Kata kunci : Persamaan dinamika Newton, model gerak planet, energi tota

    Prediksi Kemunculan Titik Panas (Hotspot) Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Studi Kasus di Pontianak

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk memprediksi kemunculan titik panas (hotspot) menggunakan metode jaringan syaraf tiruan propagasi balik. Data yang digunakan adalah penyinaran matahari, kecepatan dan arah angin serta curah hujan di Kota Pontianak. Data yang digunakan tahun 2004 sampai 2013 dengan skala data bulanan. Parameter tersebut merupakan faktor-faktor penyebab timbulnya titik panas. Jaringan syaraf tiruan yang digunakan adalah propagasi balik dengan arsitektur [10 2 1]. Nilai koefisien korelasi antara keluaran dan target pada saat pelatihan adalah 0,94, sedangkan pada saat pengujian nilai koefisien korelasi antara keluaran dan data target adalah 0,92. Hasil prediksi kejadian kabut asap untuk bulan Januari sampai Desember 2014 memiliki keakuratan prediksi sebesar 66,7%.   Kata kunci : jaringan syaraf tiruan, propagasi balik, titik pana

    Studi Tingkat Keasaman Air Hujan Berdasarkan Kandungan Gas CO2, SO2 Dan NO2 Di Udara (Studi Kasus Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak)

    Get PDF
    Pengaruh gas CO2, SO2 dan NO2 terhadap tingkat keasaman air hujan telah dianalisis dengan membandingkan hasil perhitungan dari ketiga gas tersebut terhadap pH air hujan observasi. Pengukuran dilakukan di Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak pada bulan April, Mei dan Juni tahun 2014. Konsentrasi gas CO2, SO2 dan NO2 diukur menggunakan gastect. Curah hujan dan tekanan udara diukur menggunakan Modular Automatic Weather Station (MAWS). Hasil penelitian­­ menunjukkan bahwa gas CO2 memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keasaman air hujan dibandingkan dengan gas SO2 dan NO2. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar CO2 lebih banyak terkandung di dalam sampel air hujan dibandingkan dengan kadar sulfat dan nitrat. Dengan menggunakan korelasi Pearson, didapatkan nilai koefisien korelasi CO2 terlarut dalam air hujan sebesar -0,64 dengan  koefisien penentu sebesar 40,72 %. Nilai koefisien korelasi sulfat sebesar 0,43 dengan koefisien penentu 18,48 %. Sedangkan nilai koefisien korelasi nitrat sebesar 0,04 dengan koefisien penentu 0,18 %. Kata Kunci : Curah hujan, pH, Gas CO2, Gas SO2, Gas NO2

    Optimasi Rangkaian dan Material Kumparan pada Rangkaian Transfer Listrik Tanpa Kabel Terhadap Jarak Jangkauan Pengiriman Energi Listrik

    Get PDF
    Telah dilakukan pengujian material dan diameter kumparan pada rangkaian transfer listrik tanpa kabel dengan prinsip resonansi. Pengujian meliputi perancangan rangkaian dan pengujian nilai persentase amplitudo tegangan puncak ke puncak pada kumparan. Tegangan referensi yang diberikan pada rangkaian uji coba transfer listrik yaitu sebesar ± 7 Volt dan frekuensi yang diberikan oleh rangkaian osilator ± 1,35 MHz. Berdasarkan pengujian kumparan, kemudian dilakukan optimasi pada rangkaian transfer listrik dengan menggunakan kumparan tembaga berdiameter 32 cm. Kumparan pada rangkaian transmitter dibuat Center Tapped dengan jumlah lilitan sebanyak 24 lilitan dan kumparan reciever 12 lilitan. Rangkaian ini mampu menghidupkan sebuah lampu LED sejauh 50 cm dengan tegangan referensi yang diberikan sebesar ± 12 Volt dan frekuensi yang diberikan oleh rangkaian osilator ± 107,105 kHz. Kata kunci : Optimasi, Resonansi, Kumparan, Transmitter, Receive

    Analisis Fraktal Sinyal Berbagai Jenis Musik

    Get PDF
    Telah dilakukan analisis terhadap sinyal dari berbagai jenis musik untuk mengetahui kehalusan sinyalnya. Musik yang diteliti berjenis klasik, pop, rock, jazz dan murottal. Sampel musik yang dipilih memiliki tempo 116-126 BPM (Animato) dengan durasi waktu yang sama yaitu 15 detik. Format file yang digunakan berekstensi .wav dan bertipe mono. Sampel sinyal ditransformasi ke domain frekuensi menggunakan metode Transformasi Fourier untuk diketahui bentuk PSD dan nilai dimensi fraktalnya. Hasil analisis data berdasarkan bentuk PSD dan dimensi fraktalnya menunjukkan bahwa jenis musik yang memiliki bentuk sinyal paling halus adalah pop, klasik, rock, murottal, dan jazz secara berturut-turut.   Kata Kunci : fraktal, musik, power spectral densit

    Analisis Pengaruh Madden Julian Oscillation, Anual Oscillation, ENSO dan Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Kabupaten Kapuas Hulu

    Get PDF
    Telah dianalisis pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), Annual Oscillation (AO), ENSO dan Dipole Mode (DM) terhadap curah hujan di Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fast Fourier Transfrom (FFT). Metode FFT digunakan untuk melihat seberapa besar dan frekuensi atau fenomena atmosfer  yang paling berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan daerah pengamatan. Berdasarkan hasil analisis, maka fenomena AO paling kuat pengaruhnya terhadap curah hujan dibandingkan dengan empat fenomena lain. Pengaruh ENSO dan DM diketahui dengan menggunakan data SOI dan DMI yang dikorelasikan dengan data anomali curah hujan. Secara umum fenomena ENSO lebih berpengaruh dibandingkan dengan fenomena DM. Nilai koefisien korelasi pada saat El Nino sebesar 0,13, La Nina 0,25, DM (+) 0,03 dan DM (-) 0,05. Kata Kunci: MJO, AO, SAO, ENSO, DM, pola curah hujan

    Prediksi Curah Hujan Bulanan Di Wilayah Sambas Kalimantan Barat Berdasarkan Metode Newton Raphson

    Get PDF
    Untuk memodelkan data yang bersifat non-linier termasuk data curah hujan diperlukan pendekatan fungsi matematika yang bersifat non-linier juga. Pada penelitian ini dibangun model inversi untuk memprediksi curah hujan bulanan di wilayah Sambas menggunakan metode Newton Raphson. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa curah hujan di wilayah Sambas didekati dengan Deret Fourier orde 16 dengan koefisien korelasi validasi yaitu 0,7 dan di wilayah ini memiliki pola curah hujan monsoon. Hasil prediksi untuk tahun 2013 menunjukkan bahwa curah hujan maksimum terjadi pada bulan Desember (527,5 mm) dan curah hujan minimum yang terjadi pada bulan April (176,9 mm). Kata Kunci :Deret Fourier, Ekuatorial, Monsun, Newton Raphson

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇