PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Penentuan Chart Datum Berdasarkan Pergerakan Bumi, Bulan dan Matahari Menggunakan Periode Satu Bulan, Satu Tahun, 8,85 Tahun dan 19 Tahun

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan nilai Chart datum berdasarkan pergerakan Bumi, Bulan dan Matahari menggunakan periode satu bulan, satu tahun, 8,85 tahun, dan 19 tahun. Data yang digunakan yaitu data pasut selama 19 tahun yang diperoleh dari program TMD (Tidal Model Driver) dengan daerah penelitian berada di sekitar Pelabuhan Dwikora. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tipe pasut Diurnal. Dari perhitungan diperoleh nilai chart datum untuk daerah disekitar pelabuhan Dwikora berdasarkan  rumus LAT yaitu -93,15 cm (periode satu bulan), -82 cm (periode satu tahun), -93, 17 cm (periode 8,85 tahun), -93,76 cm (periode 19 tahun).   Kata Kunci: Chart Datum, Pasang Surut, TMD, LA

    Aplikasi Metode Beda Hingga Crank-Nicholson Implisit untuk Menentukan Kasus Adveksi-Difusi 2D pada Sebaran Polutan Di Suatu Perairan

    Get PDF
    Telah ditentukan pola sebaran konsentrasi polutan pada sungai sintetik dan Sungai Kapuas menggunakan metode beda hingga Crank-Nicholson Implisit. Metode ini digunakan untuk menyelesaikan kasus adveksi-difusi 2D pada sebaran konsentrasi polutan dan membandingkannya dengan metode analitik. Pada sungai sintetik, RMSE yang didapat untuk kasus adveksi-difusi 2D proses sesaat adalah sebesar 8,19 x 10-4 dan 0,11 untuk proses kontinu. Simulasi pola sebaran konsentrasi pada Sungai Kapuas menunjukkan sebaran yang lebih jauh untuk nilai koefisien difusi yang kecil pada saat surut dibandingkan dengan saat pasang.   Kata Kunci : Persamaan Adveksi-Difusi, Crank-Nicholson, Sungai Kapua

    Aplikasi Metode Fractal Lacunarity Untuk Identifikasi Kanker Payudara

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi citra hasil mammografi normal dan abnormal dengan menggunakan metode fractal lacunarity. Pengolahan citra dimulai dengan memotong citra menjadi ukuran 260 x 260 piksel, kemudian dilanjutkan dengan proses thresholding untuk mendapatkan citra biner. Proses selanjutnya menghitung nilai fractal lacunarity dan gradien dari citra biner tersebut. Hasil pengolahan data menentukan bahwa citra mammogram normal memiliki nilai selisih fractal lacunarity 1,166 hingga 1,453 dengan gradien 0,17 hingga 1,22 dan citra mammogram abnormal memiliki nilai selisih fractal lacunarity 0,624 hingga 0,811 dengan gradien 0,076 hingga 0,098. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fractal lacunarity maupun gradiennya dapat digunakan untuk membedakan citra mammogram normal dan citra mammogram abnormal yang nantinya dapat digunakan untuk identifikasi kanker payudara.     Kata Kunci : Citra Mammogram, Fractal Lacunarity, gradie

    Pengaruh Sifat Fisik Tanah Terhadap Konduktivitas Hidrolik Jenuh pada Lahan Pertanian Produktif di Desa Arang Limbung Kalimantan Barat

    Get PDF
    Pengukuran Nilai Konduktivitas Hidrolik Jenuh (KHJ) sangat penting untuk lahan pertanian, karena KHJ dapat mempengaruhi kesuburan tumbuhan. Nilai KHJ yang rendah pada lahan pertanian akan mengakibatkan tumbuhan menjadi layu dan kering, dan lahan pertanian memiliki nilai KHJ yang tinggi akan mengakibatkan tumbuhan menjadi layu akibat terganggunya penyerapan air. Jika lahan pertanian memiliki nilai KHJ yang cukup maka tumbuhan akan lebih segar dan baik untuk dikonsumsi. Pengolahan lahan pertanian juga dapat mempengaruhi sifat fisik tanah dan KHJ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai KHJ tanah pada dua lahan pertanian produktif dengan menggunakan metode Variabel/Falling Head Permeability Test dan mengetahui pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ. Penelitian dilakukan di Desa Arang Limbung Kalimantan Barat pada bulan April 2015 hingga bulan Oktober 2015. Penentuan sifat fisik tanah yaitu KHJ, bobot isi, berat jenis partikel, porositas tanah, dan tekstur tanah pada dua lahan pertanian produktif yaitu lahan gambas dan lahan sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ lahan sawah lebih tinggi daripada lahan gambas. Sifat fisik tanah yang mempengaruhi KHJ yaitu bobot isi, porositas, dan tekstur tanah.   Kata Kunci : Sifat Fisik Tanah, KHJ, Falling Head Permeability Tes

    PERBANDINGAN KECEPATAN ARUS PASANG SURUT DIBEBERAPA LOKASI DI PANTAI BARAT KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan kecepatan arus pasang surut (pasut) pada beberapa lokasi di Perairan Pantai Barat Kalimantan Barat (Kalbar). Data yang digunakan adalah nilai elevasi pasut dan kecepatan arus  diperoleh dari  software Tidal Model Driver (TMD) selama 15 hari dengan interval waktu 1 jam.  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tipe pasut di Perairan Pulau Lemukutan adalah campuran condong ke harian ganda, sementara di Perairan Sungai Duri memiliki tipe campuran condong ke harian tunggal, sedangkan di Perairan Jungkat, Kubu Raya, dan Selat Karimata bertipe harian  tunggal. Dari kelima lokasi penelitian didapatkan bahwa kecepatan arus pasut maksimum terjadi di Perairan Pulau Lemukutan sebesar 0,84 m/s yang terjadi pada kondisi surut terendah menuju pasang.Kata Kunci: Pasang surut, arus pasut, Pulau Lemukutan, Sungai Duri, Selat Karimata

    Pengaruh Dipole Mode dan El Nino Southern Oscillation Terhadap Awal Tanam dan Masa Tanam di Kabupaten Mempawah

    Get PDF
    Dampak dari fenomena Dipole Mode(DM) danEl Nino Southern Oscillation(ENSO) mempengaruhi tingkat curah hujan sehingga dapat mempengaruhiawal tanam dan masa tanam. Penelitian ini mengkaji dampak DM dan ENSO terhadap awal tanam dan masa tanam berdasarkan variabilitas curah hujan Kabupaten Mempawah. Analisis data curah hujan dilakukan berdasarkan tahun-tahun kejadian DM(+), DM(-), El Nino dan La Nina,dari tahun 1983 s.d. 1999 menggunakan metode Ranking. Hasil analisis menunjukkan bahwa awal tanam dan masa tanam pertama (Gardu) cenderung mengalami pergeseran lebih awal satu bulan atau tiga bulan dari patokan masa tanam Gardu.Sedangkan awal tanam dan masa tanam kedua (Bendengan) tidak mengalami pergeseran.   Kata Kunci: Awal Tanam, Masa Tanam, Curah Hujan, Dipole Mode, ENS

    Analisis Hujan Ekstrim Berdasarkan Parameter Angin dan Uap Air di Kototabang Sumatera Barat

    Get PDF
    Hujan ekstrim merupakan salah satu penyebab bencana alam di daerah Sumatera Barat. Angin dan uap air merupakan unsur yang diduga mempengaruhi terjadinya hujan ekstrim sehingga diperlukan analisis untuk melihat kondisi kecepatan angin, uap air dan pola osilasi pada Integrasi Uap Air (IUA) serta hubungan Precitable Water Vapor (PWV) dengan curah hujan. Pada penelitian ini data yang digunakan yaitu data angin zonal dan meridional dariEquatorial Atmosphere Radar (EAR) dan data radiometer berupa uap air ketingggian 2 km s.d 10 km, data IUA serta data curah hujan dari Optical Rain Gauge (ORG) dari Maret 2002 s.d Agustus 2004. Data kecepatandan arah angin, PWV dan CH dianalisis dengan analisis statistika. Hasil menunjukan bahwa kecepatan angin, arah angin dan uap air maksimum terjadi pada tanggal 29 Maret 2004 dengan kecepatan angin sebesar 4 m/sdominan ke arah barat dan uap air sebesar 8 gram/m3, serta PWV tertinggi terjadi pada bulan Maret. Dalam rentang waktu penelitian hujan ekstrim terjadi sebanyak 3 kejadian. Kecepatan angin dan uap air lebih besar terjadi saat hujan ekstrim serta arah angin saat hujan ekstrim dominan ke arah barat.Kata Kunci: Angin, Hujan Ekstrim, IUA, PWV, Uap AirHujan ekstrim merupakan salah satu penyebab bencana alam di daerah Sumatera Barat. Angin dan uap air merupakan unsur yang diduga mempengaruhi terjadinya hujan ekstrim sehingga diperlukan analisis untuk melihat kondisi kecepatan angin, uap air dan pola osilasi pada Integrasi Uap Air (IUA) serta hubungan Precitable Water Vapor (PWV) dengan curah hujan. Pada penelitian ini data yang digunakan yaitu data angin zonal dan meridional dariEquatorial Atmosphere Radar (EAR) dan data radiometer berupa uap air ketingggian 2 km s.d 10 km, data IUA serta data curah hujan dari Optical Rain Gauge (ORG) dari Maret 2002 s.d Agustus 2004. Data kecepatandan arah angin, PWV dan CH dianalisis dengan analisis statistika. Hasil menunjukan bahwa kecepatan angin, arah angin dan uap air maksimum terjadi pada tanggal 29 Maret 2004 dengan kecepatan angin sebesar 4 m/sdominan ke arah barat dan uap air sebesar 8 gram/m3, serta PWV tertinggi terjadi pada bulan Maret. Dalam rentang waktu penelitian hujan ekstrim terjadi sebanyak 3 kejadian. Kecepatan angin dan uap air lebih besar terjadi saat hujan ekstrim serta arah angin saat hujan ekstrim dominan ke arah barat.Kata Kunci: Angin, Hujan Ekstrim, IUA, PWV, Uap Ai

    Pendugaan Bidang Gelincir Tanah Longsor di Desa Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas dengan Menggunakan Metode Tahanan Jenis

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk pendugaan bidang gelincir tanah longsor di Desa Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis dengan bantuan perangkat lunak Res2Dinv 3.58 untuk pengolahan dan pemodelan. Data yang digunakan adalah data resistivitas di 3 lintasan dengan panjang tiap lintasan masing-masing adalah 120 m. Data yang digunakan merupakan hasil pengukuran menggunakan 48 elektroda dengan jarak antar elektroda adalah 2,5 m. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa, lintasan 1, lintasan 2, dan lintasan 3 berpotensi memiliki bidang gelincir tanah longsor yang diindikasikan oleh adanya daerah pada penampang model yang memiliki nilai resistivitas rendah. Daerah tersebut diduga merupakan tanah lempung, pasir dan batu pasir yang bersifat relatif lunak dan diindikasikan sebagai bidang gelincir. Pada lintasan 2,bagian ini ditemukan pada kedalaman 24,9 m , sementara pada lintasan 1 dan lintasan 3 berada di kedalaman 13,1m.   Kata Kunci: Resistivitas, Metode Geolistrik, Bidang Gelincir

    SINTESIS DAN ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN KOMPOSIT DARI LIMBAH PELEPAH SAWIT DAN SABUT KELAPA

    Get PDF
    Telah dilakukan sintesis papan komposit dari pelepah sawit dan sabut kelapa menggunakan perekat urea formaldehide (UF), parafin dan katalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan mekanik pada papan komposit homogen dan berlapis. Variasi komposisi pelepah sawit : sabut kelapa adalah (100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, 20:80, 10:90, 0:100)% dengan nama sampel berturut-turut adalah A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K. Penelitian diawali dengan pencampuran bahan dengan perekat, kemudian bahan dikempa dengan tekanan 30 kg/cm2 pada suhu 150°C selama 8 menit. Hasil uji sifat fisis dan mekanis papan komposit mengacu pada standar JIS A 5908-2003. Semua sampel memenuhi standar untuk kerapatan dan kadar air masing-masing dengan rentang nilai 650,2 - 765,3 kg/m3, dan 5,6 - 11,3 %. Empat sampel yang memenuhi standar untuk internal bonding yaitu sampel A, B, C, dan D dengan nilai pada rentang 14,8 x 104 N/m2 - 32,9 x 104 N/m2. Sedangkan untuk uji kuat pegang sekrup dan keteguhan patah, semua sampel memenuhi standar masing-masing rentang nilai 332,2 - 896,7 N, dan 1,03 x 107 - 2,02 x 107 N/m2. Hasil uji pengembangan tebal dan keteguhan elastisitas semua sampel tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.   Kata kunci : pelepah sawit, sabut kelapa, urea formaldehyde, dan papan komposit

    Pengaruh Kapur Dolomit Terhadap Nilai Resistivitas Tanah Gambut

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh kapur dolomit terhadap resistivitas tanah gambut menggunakan metode Geolistrik Tahanan Jenis (Resistivitas). Penelitian ini membandingkan nilai resistivitas tanah gambut murni dengan tanah gambut yang diberi kapur dolomit, dengan variasi dosis kapur dolomit dari 5 gram, 10 gram, 15 gram, 20 gram dan 25 gram serta variasi tegangan sumber dari    5 Volt, 10 Volt, 15 Volt, 20 Volt hingga 25 Volt. Data yang diambil pada penelitian ini adalah arus listrik (Ampere), tegangan listrik (Volt) dan kadar air (%). Hasil Penelitian menunjukkan semakin tinggi dosis kapur dolomit yang dicampurkan semakin tinggi pula nilai resistivitasnya. Nilai resistivitas dari sampel gambut murni berada di kisaran 87,90 Ωm - 123,14 Ωm, gambut dolomit 5 gram pada rentang nilai 109,58 Ωm - 222,71 Ωm, gambut  dolomit 10 gram di kisaran 90,01 Ωm - 138,46 Ωm, gambut dolomit     15 gram berada di antara 100,52 Ωm - 156,43 Ωm, gambut dolomit 20 gram pada 91,17 Ωm - 181,64 Ωm dan gambut dolomit 25 gram memiliki nilai resistivitas berada pada kisaran nilai 96,27 Ωm - 257,50 Ωm.   Kata kunci : Kapur dolomit, Tanah Gambut, Geolistrik tahanan jenis (Resistivitas

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇