PRISMA FISIKA
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Analisis Hasil Pengukuran Nilai Kecepatan Rata-Rata Bunyi Di Udara dengan Menggunakan Piranti Lunak Audacity
Telah dilakukan penelitian analisis kecepatan rata-rata bunyi di udara menggunakan bantuan piranti lunak audacity. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara variasi jarak yang diberikan (1, 2, 3, 4, 5, dan 6 m) terhadap kecepatan rata-rata bunyi di udara. Eksperimen yang dilakukan memanfaatkan pemantulan suara dari garpu dan sendok yang kemudian gelombang suaranya dianalisis menggunakan fitur waktu perekaman bunyi awal dan gema yang ada pada piranti lunak audacity. Metode regresi linier digunakan untuk keperluan analisis data serta menentukan kecepatan bunyi dengan hasil sebesar v = (351 6) m/s. Persentase kecepatan relatif ( dihitung guna mendapatkan informasi ralat relatif dari hasil kecepatan dengan hasil sebesar 3,4%. Hasil percobaan ini masih dalam jangkauan nilai kecepatan bunyi di udara secara teori (). Koefisien determinasi dengan R2 = 0,993 menunjukkan variabel jarak dan waktu memiliki keterikatan yang kuat. Dengan demikian, audacity dapat menjadi alternatif untuk menghitung cepat rambat bunyi di udara
Prediksi Penyakit Hepatitis C dan Sirosis Hati dengan Penerapan SMOTE pada Metode Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik
Penyakit hati adalah gangguan yang menyebabkan organ hati tidak bekerja dengan normal. Penelitian ini berfokus pada penyakit hati salah satunya yaitu, hepatitis C dan sirosis hati. Proses komputerisasi digunakan untuk mempermudah dalam pengolahan data agar memperoleh hasil yang akurat dan lebih memudahkan ahli medis dalam klasifikasi, prediksi, diagnosa dan pendeteksian suatu penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui jaringan saraf tiruan propagasi balik dalam memprediksi penyakit hepatitis C dan sirosis hati serta mengetahui persentase nilai akurasinya. Propagasi balik (backpropagation) termasuk algoritma jaringan saraf tiruan merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini untuk menyelesaikan tugas yang komplek dengan bantuan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk menyeimbangkan data. Prinsip yang digunakan dalam metode SMOTE ialah prinsip oversampling yaitu, dengan membangkitkan data dari kelas yang jumlahnya sedikit (minor) agar jumlahnya seimbang dengan data dari kelas yang jumlahnya banyak (mayor). Hasil prediksi pada penelitian ini dengan metode propagasi balik untuk penyakit hepatitis C dengan pengolahan menggunakan SMOTE dan tanpa SMOTE berturut-turut yaitu, sebesar 99% dan 95%, sedangkan nilai akurasi prediksi penyakit sirosis hati dengan pengolahan menggunakan SMOTE dan tanpa SMOTE berturut-turut yaitu, sebesar 85% dan 84%. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpukan bahwa pengolahan data dengan bantuan SMOTE memperoleh nilai akurasi lebih tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan nilai akurasi dalam proses pelatihan dan pengujian.Kata Kunci : Hepatitis_C, Jaringan_Saraf_Tiruan, Propagasi_Balik, Sirosis_Hati, SMOT
Perbandingan Metode Interpolasi Menggunakan Data CHIRPS Untuk Sebaran Curah Hujan Di Kabupaten Kubu Raya
Kabupaten Kubu Raya memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah. Dengan kondisi topografi dan iklim yang ada sangat mendukung investasi dibidang pertanian. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kubu Raya dengan menggunakan data CHIRPS. Tujuan dari penelitian ini untuk mebandingkan metode interpolasi IDW, Kriging, dan Spline untuk mendapatkan metode interpolasi yang paling akurat dan baik. Hasil ketiga metode ini diuji validasi dengan data BMKG di Stasiun Meteorologi Supadio. Hasil interpolasi berdasarkan perbandingan hasil RMSE dari ketiga metode didapatkan masing-masing hasil interpolasi yang menunjukkan rata-rata nilai RMSE dari tahun 2016-2021 yaitu menggunakan metode IDW sebesar 87,41, metode Kriging sebesar 87,3 dan metode Spline 87,41. Oleh karena itu, hasil uji validasi RMSE metode Kriging yang paling akurat dalam pengolahan data curah hujan CHIRPS di Kabupaten Kubu Raya
Studi Numerik Pola Aliran Angin pada Penghalang Berbentuk Bukit Menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics
Penelitian ini dilakukan untuk mendukung kajian optimalisasi pengembangan energi terbarukan khususnya tenaga bayu. Simulasi pada penelitian ini dibangun menggunakan perangkat lunak OpenFOAM dengan model turbulen RANS K-Omega dan menggunakan metode finite volume. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensimulasikan serta menganalisa profil kecepatan angin dan pola streamlines pada penghalang berbentuk bukit. Penelitian ini menggunakan 3 tahapan yaitu tahap validasi, analisis profil kecepatan angin, dan analisis streamlines. Simulasi profil kecepatan angin pada penghalang berbentuk bukit dilakukan menggunakan 5 variasi kemiringan sudut bukit yaitu sudut 150, 300, 450, 600, dan 750. Berdasarkan analisis profil kecepatan angin, sudut 450, 600, dan 750 posisi () sebesar 50 m dengan ketinggian sekitar 5,55 m hingga 8,7 m telah menunjukkan kecepatan angin tertinggi. Analisis streamlines yang telah dilakukan, memperlihatkan bahwa penghalang dengan sudut landai (150 dan 300) dapat membangkitkan pola aliran angin laminar, sedangkan penghalang dengan sudut curam (450,600, dan 750) dapat menghasilkan pola aliran angin turbulen yang ditandai dengan adanya pusaran angin
Studi Dinamika Molekuler Pada Hidrat Hidrogen Tipe C0
Telah dilakukan pemodelan hidrat hidrogen tipe C0 menggunakan metode dinamika molekuler. Hidrat hidrogen adalah substansi material berstruktur es yang kisi-kisinya ditempati oleh molekul gas hidrogen. Model air TIP4P/Ice digunakan untuk mereplika molekul air sebagai substansi berstruktur es. Molekul gas hidrogen dimodelkan sebagai sebuah partikel tunggal yang berada di pusat massanya. Perbandingan jumlah molekul gas hidrogen dan molekul air pada sistem adalah 1:2. Ukuran sistem hidrat hidrogen C0 yang digunakan adalah 27,40 Å × 45,49 Å × 26,46 Å yang terdiri dari 2.688 atom. Syarat batas periodik digunakan pada simulasi ini untuk menghindari adanya efek permukaan pada sistem. Sistem hidrat hidrogen C0 disimulasi pada keadaan suhu 210 K dan tekanan 4.934,616 atm. Simulasi dilakukan sebanyak 1,5×〖10〗^6 langkah dengan lebar setiap langkah adalah 1 fs. Sistem diamati dalam keadaan stabil selama simulasi. Koefisien difusi gas hidrogen pada hidrat hidrogen C0 pada simulasi ini adalah 5,8×〖10〗^(-7) cm^2/s. Kata Kunci : Dinamika Molekuler, Hidrat C0, Koefisien Difusi, Model air TIP4P/Ice, Molekul gas hidroge
Penentuan Nilai Diagnostic Reference Level CT-Scan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak
Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan nilai Diagnostic Reference Level (DRL) CT-Scan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Penentuan dan perhitungan nilai DRL didasarkan pada pengukuran dosis pasien yaitu menggunakan nilai hasil pemeriksaan CT-Scan berupa nilai CTDIVol dan nilai DLP. Nilai DRL ditetapkan pada sekitar persentil ke-75 dari pengukuran dosis pasien. Data dosis pasien terdiri atas data dosis pemeriksaan CT-Scan kepala sebanyak 205 pasien, pemeriksaan rongga dada dan rongga perut sebanyak 23 pasien, dan pemeriksaan urography sebanyak 20 pasien. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai DRL CTDIVol dan DLP pada pemeriksaan kepala CTDIVol sebesar 31,91 mGy; DLP sebesar 606,75 mGy.cm, untuk pemeriksaan rongga dada CTDIVol sebesar 11,3 mGy; DLP sebesar 437,06 mGy.cm, untuk pemeriksaan rongga perut CTDIVol sebesar 20,99 mGy; DLP sebesar 927,48 mGy.cm, dan untuk pemeriksaan urography CTDIVol sebesar 16,145 mGy; DLP sebesar 684,08 mGy.cm. Nilai DRL yang diperoleh di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak masuk kategori aman karena lebih rendah dibandingkan nilai DRL Nasional yang sudah ditentukan oleh BAPETEN. Kata Kunci : DRL, persentil ke-75, CTDIVol dan DLP, CT-Sca
Analysis of Aftershock Earthquake Decay in Mamberamo on September 10, 2022 using GEOSTAT V2.0 Software
There was an earthquake on September 10, 2022 with a magnitude of 6.2 with a depth of 16 km in Mamberamo Raya, Papua. This earthquake is located at coordinates 2.04° South Latitude - 138.26° East Longitude. This earthquake produced 93 aftershocks since seven days after the mainshock. This study aims to determine the end time of aftershock decay. This study uses the Mogi I, Mogi II, Utsu and Omori methods contained in the GEOSTAT V2.0 software. The approach of observational data in real time is carried out to validate the selected calculation method. This aftershock decay analysis aims to mitigate earthquake disasters to the public in the form of information on the estimated decay time of aftershocks. The calculation of the Mogi I method shows that the aftershock experienced a decay on the 9th day of September 18, 2022 (r = -0.94157). The calculation of the Mogi II method shows that the aftershock experienced a decay on the 7th day of September 17, 2022 (r = -089415). While the calculation of the Omori method shows that the aftershock earthquake experienced decay on the 6th day of September 16, 2022 (r = 081628) and the calculation method of the Utsu method showed that the aftershock experienced decay on the 9th day of September 18 2022 (r = -094154). The calculation method that is close to BMKG real time observation is the Utsu method with a decay time on the 9th day of September 18, 2022 (r = -0.94154)
Studi Pengaruh Penyinaran Lampu Ultraviolet pada Kinerja Fotodegradasi Metilen Biru Berfotokatalis TiO2
Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penyinaran lampu ultraviolet pada kinerja fotodegradasi metilen biru menggunakan fotokatalis TiO2 yang dilapiskan pada Polipropilena (PP). Proses pabrikasi material PP/TiO2 dilakukan dengan teknik deposisi thermal milling. Temperatur kostan yang digunakan dalam proses milling adalah 175 selama 60 menit. Material PP/TiO2 digunakan sebagai material penyangga pada fotodegradasi metilen biru (MB). Proses fotokatalisis berlangsung selama 40 jam dengan sinar lampu UV sebagai suber foton dan penambahan bahan fotokatalis yang disinari UV dan tanpa disinari UV (kondisi gelap). Konsentrasi awal metilen biru yang digunakandengan perbandingan katalis PP/TiO2 sebanyak 14 g (1:1). Alat uji yang digunakan Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan semikonduktor TiO2 yang dilapiskan dipermukaan butiran PP berpengaruh pada laju fotodegradasi larutan pewarna MB yang terlihat dari terjadinya perubahan warna secara gradual yang menandakan terjadinya proses fotodegradasi, serta adanya penurunan puncak spektrum absorbansi MB dan dengan adanya material fotokatalis yang disinari lampu UV jauh lebih efektif dibandingkan tanpa disinari UV. Pada proses ini tidak terlihat adanya residu dan laju fotodegradasi optimal pada lama penyinaran selama 32 jam yang menghasilkan penurunan konsetrasi MB sekitar 68% dari konsentrasi awalnya. Kata Kunci : Metilen biru, lampu Ultraviolet, thermal milling, fotokatalis, PP, TiO
Identifikasi Penyakit COVID-19 dan Tuberkulosis Menggunakan Metode Convolutional Neural Network Arsitektur GoogLeNet Berdasarkan Citra Rontgen Thorax
Penelitian identifikasi penyakit COVID-19 dan tuberkulosis berdasarkan rontgen thorax dengan metode convolutional neural network (CNN) arsitektur GoogLeNet telah dilakukan untuk menganalisis dan meningkatkan nilai akurasi dari penelitian CNN GoogLeNet dalam mengidentifikasi penyakit COVID-19 dan tuberkulosis. Data penelitian diperoleh dari situs Kaggle yang terdiri dari 700 citra COVID-19, 700 citra normal, dan 700 citra tuberkulosis. Metode CNN GoogLeNet dalam mengidentifikasi citra dimulai dari tahapan augmentasi, pelatihan, dan pengujian. Tahap augmentasi diawali dengan mengecilkan dan memotong citra hingga berukuran 224×224 piksel, membuat citra dirotasi secara acak 5⁰ dan citra dibalik posisinya secara horizontal serta citra akan digeser secara acak sebesar 0,08 berdasarkan kemiringan 0,2⁰. Tahapan pelatihan dan pengujian menggunakan hyperparameter yang terdiri atas batch size (16, 32, dan 64), epoch (10, 30, dan 50), cross entropy loss, optimizer (Adam), dan learning rate 0,0001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNN GoogLeNet mengidentifikasi penyakit berdasarkan derajat keabuan yang dimiliki oleh citra melalui proses feature learning dan classification. Derajat keabuan pada citra berkisar antara 0-255 sedangkan yang dimiliki penyakit COVID-19 dominan pada >200-255, penyakit tuberkulosis dominan pada >100-255, dan kondisi paru-paru normal dominan pada >0-100. Hasil penelitian berdasarkan proses klasifikasi pengujian menghasilkan akurasi 97% (batch size 16 dan epoch 10), 98% (batch size 16 dan epoch 30), 97% (batch size 16 dan epoch 50), 96% (batch size 32 dan epoch 10), 98% (batch size 32 dan epoch 30), 96% (batch size 32 dan epoch 50), 96% (batch size 64 dan epoch 10), 96% (batch size 64 dan epoch 30), dan 97% (batch size 64 dan epoch 50). Kata Kunci : Citra Rontgen, CNN, COVID-19, GoogLeNet, Tuberkulosi
Pembuatan Prototipe Sistem Telemetri Kualitas Udara Melalui Telegram
Telah dibangun prototipe sistem telemetri kualitas udara berdasarkan kategori ISPU (PM2.5, PM10, dan CO) menggunakan mikrokontroler ESP-32 yang terhubung dengan sensor suhu dan kelembapan (DHT-11), sensor karbon monoksida (MQ-7) dan sensor partikulat (GP2Y1010AU0F). Prototipe yang dibuat dapat digunakan untuk pemantauan secara real-time melalui interaksi dengan bot telegram memanfaatkan modul Wi-Fi pada mikrokontroler dan juga LCD I2C. Kalibrasi prototipe dilakukan di Dinas Linkungan Hidup Kota Pontianak. Berdasarkan hasil uji banding didapat nilai RMS error sebesar 0,49 dan MAPE 1,81% pada pengukuran ISPU CO. Untuk pengukuran ISPU PM2.5 didapat nilai RMS error sebesar 9,32 dan MAPE 15,67%. Pada pengukuran ISPU PM10 diperoleh nilai RMS error sebesar 4,14 dan MAPE 20,79%. Prototipe dapat melakukan pengukuran dengan akurasi cukup baik