PRISMA FISIKA
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Pengaruh El Niño Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Curah Hujan di Kalimantan Barat
El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan salah satu gejala alam yang dapat mempengaruhi iklim secara global yang terjadi di Samudera Pasifik. Fenomena tersebut berpengaruh terhadap curah hujan di beberapa wilayah Indonesia. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis pengaruh fenomena ENSO terhadap curah hujan di Kalimantan Barat dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2014. Data ENSO dan data curah hujan dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier sederhana. Selain itu juga dilakukan analisis korelasi antara indeks Nino 3.4 dan SOI dengan curah hujan pada tiap stasiun yaitu stasiun Siantan, stasiun Nangpinoh, stasiun Ketapang dan stasiun Supadio untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fenomena ENSO terhadap curah hujan di wilayah Kalimantan Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh ENSO terhadap curah hujan di setiap stasiun secara umum hampir tidak dipengaruhi oleh El Niño dan La Niña, hal tersebut diduga karena letak Kalimantan Barat yang berada di daerah ekuatorial yang mempunyai distribusi curah hujan maksimal ganda
Estimasi Arus Laut Permukaan Yang Dibangkitkan Oleh Angin Di Perairan Indonesia
Penelitian mengenai kondisi arus laut permukaan di perairan Indonesia telah dilakukan. Perhitungan arus laut permukaan menggunakan data kecepatan angin tahun 2013 s.d. 2015 yang diproses dengan menggunakan software surfer dengan menganalisis kecepatan arus laut permukaan selama empat musim. Nilai kecepatan arus laut permukaan rata-rata musiman tertinggi terjadi pada musim timur sebesar 0,19 m/s terjadi di Laut Halmahera dan Laut Arafuru. Nilai kecepatan arus laut permukaan rata-rata musiman terendah terjadi pada musim peralihan I dengan nilai 0,05 m/s terjadi di Selat Makasar. Verifikasi penelitian membandingkan data spasial kecepatan angin dan kecepatan arus laut permukaan dari Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika(BMKG) dengan data hasil penelitian. Kata Kunci: Arus laut permukaan, Software Surfe
Prakiraan Kejadian Hujan di Kota Pontianak dengan Metode JST-Logika Fuzzy
Hujan merupakan unsur iklim yang penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Penelitian ini memprakirakan kejadian hujan di Kota Pontianak dengan metode JST-Logika Fuzzy. Parameter yang digunakan sebagai basis prakiraan adalah suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin bulanan periode 1996 s.d 2016. Ketiga parameter tersebut diprediksi menggunakan JST dan selanjutnya hasilnya digunakan sebagai variabel masukan pada sistem Fuzzy untuk memprakirakan kejadian hujan. Validasi tingkat keakuratan kejadian hujan sistem JST-Logika Fuzzy untuk Kota Pontianak yaitu 92%. Karakteristik pola curah hujan di Kota Pontianak berdasarkan sistem JST-Logika Fuzzy menunjukkan pola ekuatorial. Kata Kunci : Prakiraan Hujan, JST, Logika Fuzz
Perhitungan Potensi Energi Angin di Kalimantan Barat
Telah dilakukan penelitianuntuk mengetahui potensi energi angin di wilayah Kalimantan Barat. Perhitungan potensi energi angin menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2015 di 14 kabupaten/kota. Data tersebut diolah dengan menggunakan software surfer dan dianalisis berdasarkan empat kondisi musim di Indonesia.Hasil perhitunganmenunjukanrata-rata daya listrik tertinggi pada Musim Barat, Musim Timur dan Musim Peralihan II per wilayah di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Ketapang dengan nilai berturut-turut yaitu 562,22 Watt, 1013,39 Watt dan 173,18 Watt. Hasil yang sangat berbeda diperoleh Musim Peralihan I dimanarata-rata daya listriknya hanya berkisar antara 0,10 s.d 0,77 Watt. Hal tersebut menunjukan daya listrik tertinggi terjadi pada Musim Timur dan berada pada Kabupaten Ketapang dengan nilai sebesar 1013,39 Watt. Namun dengan daya listrik tersebut Kabupaten Ketapang belum berpotensi menghasilkan daya listrik kontinu di Kalimantan Barat. Kata kunci :EnergiAngin, Daya Listrik, Kalimantan BaratTelah dilakukan penelitianuntuk mengetahui potensi energi angin di wilayah Kalimantan Barat. Perhitungan potensi energi angin menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2015 di 14 kabupaten/kota. Data tersebut diolah dengan menggunakan software surfer dan dianalisis berdasarkan empat kondisi musim di Indonesia.Hasil perhitunganmenunjukanrata-rata daya listrik tertinggi pada Musim Barat, Musim Timur dan Musim Peralihan II per wilayah di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Ketapang dengan nilai berturut-turut yaitu 562,22 Watt, 1013,39 Watt dan 173,18 Watt. Hasil yang sangat berbeda diperoleh Musim Peralihan I dimanarata-rata daya listriknya hanya berkisar antara 0,10 s.d 0,77 Watt. Hal tersebut menunjukan daya listrik tertinggi terjadi pada Musim Timur dan berada pada Kabupaten Ketapang dengan nilai sebesar 1013,39 Watt. Namun dengan daya listrik tersebut Kabupaten Ketapang belum berpotensi menghasilkan daya listrik kontinu di Kalimantan Barat. Kata kunci :EnergiAngin, Daya Listrik, Kalimantan Bara
Aplikasi Geometri Fraktal untuk Identifikasi Osteoporosis pada Tulang Tangan dengan Metode Analisis Fourier 2D
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi citra tulang tangan (normal dan osteoporosis) berdasarkan nilai dimensi fraktal dan intercept. Citra yang digunakan adalah lima citra tulang tangan normal dan lima citra tulang tangan osteoporosis. Penentuan nilai dimensi fraktal dan intercept dilakukan dengan menggunakan metode analisis Fourier 2D. Hasil penelitian citra tulang tangan osteoporosis ditunjukkan oleh nilai dimensi fraktal tertinggi yaitu 1,7763 dan nilai intercept terendah yaitu 33,1583. Sedangkan citra tulang tangan normal ditunjukkan oleh dimensi fraktal terendah yaitu 1,5940 dan nilai intercept tertinggi yaitu 34,4402. Berdasarkan hal tersebut, analisis citra tulang tangan dengan metode analisis Fourier 2D dapat dijadikan metode baru untuk identifikasi osteoporosis. Kata Kunci : osteoporosis, dimensi fraktal, intercept, fourier 2D
Estimasi Curah Hujan di Kota Pontianak Menggunakan Metode Propagasi Balik Berdasarkan Parameter Cuaca dan Suhu Permukaan Laut
Seringkali muncul masalah saat melakukan penelitian karena adanya data curah hujan yang hilang atau kurang lengkap. Penelitian ini berusaha membuat algoritma menggunakan metode propagasi balik sehingga dapat mengestimasi curah hujan di Kota Pontianak berdasarkan data suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin dan suhu permukaan laut. Algoritma propagasi balik yang digunakan adalah Gradient Descent Momentum dan Adaptive Learning Rate (traingdx) dengan arsitektur [20 30 1]. Fungsi aktivasi yang digunakan adalah fungsi sigmoid bipolar, sigmoid biner dan identitas. Tahap pengolahan data dimulai dengan mengelompokkan data ke dalam 2 kelompok, yaitu data latih dan data uji. Data latih memiliki 108 data (2007 s.d 2015) dan data uji menggunakan 10 data (2016). Proses pelatihan dilakukan pada data latih dan menunjukkan nilai estimasi yang dihasilkan dapat mengikuti pola curah hujan, yakni dengan nilai MSE 9,996 × 10-7 pada iterasi ke 61.607. Nilai koefisien korelasi antara data keluaran dan masukan pada proses pelatihan adalah 1 (korelasi sempurna). Sedangkan pada tahap pengujian menggunakan data uji diperoleh bahwa hasil model mendekati pola curah hujan sebenarnya dengan nilai koefisien korelasi adalah 0,8333 (korelasi sangat kuat). Hal ini menunjukkan bahwa parameter cuaca dan suhu permukaan laut yang digunakan dalam penelitian ini merupakan prediktor yang baik untuk mengestimasi curah hujan di Kota Pontianak. Kata Kunci : Curah hujan, Propagasi Balik, Estimas
Sintesis dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Limbah Serbuk Kayu Bengkirai sebagai Adsorben Logam Fe pada Air Gambut
Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi karbon aktif dari limbah serbuk kayu bengkirai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas karbon aktif kayu bengkirai dalam menyerap logam Fe pada air gambut. Serbuk kayu bengkirai dikarbonisasi pada suhu 500°C selama 2 jam, kemudian diaktivasi dengan larutan asam klorida (HCl) dan larutan asam fosfat (H3PO4) dengan konsentrasi tiap aktivator sebesar 25%. Setelah itu karbon diaktivasi secara fisika dengan menggunakan suhu kalsinasi 700°C, 800°C, dan 900°C. Kemudian karbon aktif diujikan sebagai adsorben dengan parameter logam Fe pada air gambut. Sebanyak 1,0 g karbon aktif serbuk kayu bengkirai dimasukkan ke dalam 1000 mL air gambut. Air gambut yang digunakan berasal dari air parit yang terletak di titik koordinat 00o06’34.5” LU dan 109o24’27.5” BT. Dari penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif dari serbuk kayu bengkirai dengan ukuran pori terbesar dihasilkan oleh karbon aktif yang diaktivasi mengunakan larutan asam fosfat pada suhu 800°C yakni 9,88 µm dan efektivitasnya dalam menyerap logam Fe pada air gambut yaitu 35,1%.Kata kunci :Karbon Aktif, Kayu Bengkirai, Fe, Air Gambut, Asam Fosfat, Asam Klorid
Rancang Bangun Alat Pengukur Kecepatan Angin
Pada penelitian initelah dilakukan pembuatan alat pengukur kecepatan angin berbasis mikrokontroler ATMega328P. Alat ini dirancang agar dapat merekam data kecepatan angin secara real time dan hasilnya disimpan pada kartu memori. Sistem dibuat menggunakan modul board Arduino Uno R3, optocoupler, modul Real Time Clock (RTC), Secure Digital Card (SD Card), dan Liquid Crystal Display (LCD). Sensor kecepatan angin dibangun dari baling-baling tipe 3cup dan piringan bercelah dengan 100 celah. Pengujian dilakukan dengan membandingkannya dengan alat standar yaitu AWS (Automatic Weather Station) milik Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pontianak – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat mengukur kecepatan angin secara real time setiap 1 menitdengan error rata-rata sebesar 3,6%. Kata kunci :Kecepatan angin, Optocoupler , Mikrokontroler, Arduino UnoR3
Analisis Fraktal Untuk Identifikasi Kadar Gula Rambutan dengan Metode Box-Counting
Pada penelitian ini, pemodelan matematis yang menghubungkan antara dimensi fraktal dan kadar gula pada daging buah rambutan telah berhasil dilakukan. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap: uji kadar gula, pengolahan citra dan analisis fraktal. Pengujian kadar gula dilakukan dengan menggunakan alat refraktometer brix. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kadar gula dalam daging buah rambutan. Pengolahan citra dimulai dengan mengubah citra berwarna menjadi citra grayscale, kemudian dilanjutkan dengan proses deteksi tepi, dan proses thresholding untuk mendapatkan citra biner. Analisis fraktal bertujuan untuk menghitung dimensi fraktal dari tiap sampel dengan metode box-counting. Hasil pencocokan kurva antara kadar gula terhadap dimensi fraktal menghasilkan model matematis dengan nilai R-square 0.9867 dan RMSE 0.132 serta korelasi 0.9781. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dimensi fraktal kulit rambutan akan diikuti oleh semakin tinggi kadar gula buahnya. Kata Kunci : Rambutan, Dimensi fraktal, Box-counting, Kadar gul
Pengaruh ENSO dan Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Kota Pontianak
El Nino Shouthern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena cuaca yang terjadi di Samudra Pasifik, sedangkan Dipole Mode (DM) adalah fenomena interaksi atmosfer laut yang terjadi di Samudra Hindia. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis pengaruh ENSO dan DM terhadap curah hujan di Kota Pontianak dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2014 menggunakan metode regresi linier sederhana dan menentukan koefisien korelasi dengan menggunakan data indeks Nino 3.4 dan Dipole Mode dengan data curah hujan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Enso dan Dipole Mode terhadap curah hujan di Kota Pontianak. Hasil analisis menunjukkan korelasi ENSO terhadap curah hujan 0,56-0,63, korelasi DM terhadap curah hujan 0,45-0,59. Sehingga dapat disimpulkan ENSO dan DM berpengaruh sedang terhadap curah hujan di Kota Pontianak