PRISMA FISIKA
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Identifikasi Lapisan Akuifer Dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis di Desa Pemangkat Kabupaten Kayong Utara
Penelitian tentang identifikasi lapisan akuifer di Desa Pemangkat Kabupaten Kayong Utara telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penyusun lapisan akuifer berupa pasir dengan nilai berkisar 1,54 Ωm sampai 9,7 Ωm. Lapisan akuifer terletak pada kedalaman 4,04 m sampai 45,6 m dengan jenis akuifer tertekan
Model Pendugaan Evaporasi dari Suhu Udara dan Kelembaban Udara Menggunakan Metode Regresi Linier Berganda di Kota Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh persamaan model pendugaan evaporasi berdasarkan data suhu udara dan kelembaban udara di Kota Pontianak tahun 2006 – 2017. Analisa korelasi dan pembentukan model evaporasi dengan metode regresi linier berganda menenggunakan data suhu udara dan kelembaban udara dari stasiun klimatologi Siantan dan data evaporasi yang diperoleh dari situs resmi ECMWF. Kemudian model ini diuji kesesuaiannya dengan menghitung nilai R2, r dan error absolutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara suhu udara dan kelembaban udara dengan evaporasi di Kota Pontianak sangat erat yang berarti evaporasi dapat diprediksi dengan data suhu udara dan kelembaban udara. Persamaan model evaporasi yang dihasilkan adalah adalah . Model ini dapat memprediksi evaporasi yang terjadi di Kota Pontianak dengan error absolut 1,9%
Analisis Data Curah Hujan Kabupaten Ketapang dan Kota Pontianak Menggunakan Transformasi Wavelet
Data curah hujan di Kabupaten Ketapang dan Kota Pontianak dianalisis untuk mengetahui pola curah hujan di Kabupaten Ketapang dan Kota Pontianak. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan selama 30 tahun (1986–2016), dengan menggunakan transformasi wavelet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode tersebut dapat memperlihatkan pola curah hujan melalui Wavelet Power Spectrum (WPS) dan Global Wavelet Spectrum (GWS) disetiap stasiun pengamatan. Hasil dari WPS menunjukkan bahwa intensitas curah hujan yang tinggi di Kabupaten Ketapang adalah pada periode 1 tahun dan periode 3 tahun dengan pola hujan tahunan. Tingginya intensitas curah hujan dipengaruhi oleh fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO), yang merupakan hasil dari pengolahan data indeks ENSO dengan data curah hujan menggunakan cross wavelet. Di Kota Pontianak intensitas curah hujanyang tinggi terjadi pada periode 0,5 tahun dan periode 1 tahun dengan pola hujan musiman dan tahunan
Profil Spasial Batimetri, Salinitas, Suhu, dan Densitas di Perairan Teluk Tambelan, Kepulauan Riau
Penelitian profil batimetri, salinitas, suhu, dan densitas telah dilakukan di Perairan Teluk Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan terhadap kondisi kedalaman, salinitas, suhu, dan densitas di perairan tersebut. Pengukuran batimetri, salinitas, dan suhu dilakukan secara langsung menggunakan metode random sampling. Hasil dari penelitian digambarkan dalam bentuk peta kontur kedalaman ISLW (Indian Spring Low Water) berkisar antara 0,2 – 24,3 meter dengan nilai rata-rata 8,1 meter. Salinitas di kedalaman 0,2d berkisar antara 30 – 35 ‰ dengan nilai rata-rata 34,5 ‰ dan di kedalaman 0,8d salinitas berkisar antara 30 – 35 ‰ dengan rata-rata 34,42‰. Suhu di lapisan 0,2d berkisar antara 28,5 – 31 °C dengan nilai rata-rata 30 °C dan suhu di lapisan 0,8d berkisar antara 28 – 31 °C dengan rata-rata 29,5 °C. Densitas kedalaman 0,2d berkisar antara 1019 Kg/m³ - 1021,5 Kg/m³ dengan nilai rata-rata 1020,64 Kg/m³, sedangkan densitas kedalaman 0,8d berkisar antara 1019 Kg/m³ - 1021,5 Kg/m³ dengan rata-rata 1021,05 Kg/m³
RESPONS CURAH HUJAN TERHADAP FENOMENA DIPOLE MODE (DM) DI KOTA PONTIANAK
Aktifitas kejadian Dipole Mode (DM) dapat mempengaruhi curah hujan. DM merupakan salah satu kejadian interaksi laut dan atmosfer yang terjadi di Samudra Hindia akibat perbedaan anomali Suhu Permukaan Laut (SPL) antara Samudra Hindia bagian Barat dan Samudra Hindia bagian Timur. Kejadian tersebut sangat berpengaruh terhadap curah hujan di beberapa wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji respon curah hujan terhadap kejadian DM di Kota Pontianak. Data yang digunakan adalah curah hujan bulanan dan indeks DM dari tahun 1985 – 2017 yang telah di filter menggunakan high pass filter dengan cut off 10. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transformasi wavelet dengan melihat besarnya kekuatan curah hujan yang telah dipecah menjadi beberapa periode dan metode cross wavelet untuk melihat hubungan antara curah hujan dan DM. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa curah hujan ekstrim di Kota Pontianak dipengaruhi oleh kejadian DM selama 5 tahun. Sinyal curah hujan terjadi lebih dahulu dibandingkan sinyal DM
RESPONS CURAH HUJAN TERHADAP FENOMENA MADDEN JULLIAN OSCILLATION (MJO) DI PONTIANAK
Madden Jullian Oscillation (MJO) merupakan sirkulasi skala besar di ekuator dan berpusat di Samudera Hindia yang bergerak ke Samudera Pasifik. Fenomena ini berpengaruh terhadap cuaca dan iklim secara global. Penelitian ini bertujuan mengetahui respons curah hujan terhadap fenomena MJO di Pontianak. Metode yang digunakan adalah transformasi wavelet untuk melihat kekuatan dari curah hujan dan cross wavelet untuk melihat korelasi antara curah hujan dan indeks Real-time Multivariate MJO (RMM). Data yang digunakan adalah data curah hujan harian dan indeks RMM dari tahun 1985-2017 yang telah difilter menggunakan bandpass filter dengan cut off 30 dan 60. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa fenomena MJO cukup mempengaruhi curah hujan di Pontianak. Respons curah hujan di Pontianak sebanding dengan fenomena MJO yang terjadi selama sepuluh kejadian dengan rentang waktu 32 tahun
Hubungan Konduktivitas Listrik Tanah dengan Unsur Hara NPK dan pH Pada Lahan Pertanian Gambut
Permasalahan yang sering terjadi dalam bidang pertanian adalah mendapatkan hasil panen secara tidak merata dalam satu lahan pertanian. Identifikasi awal mengenai kondisi fisik dan unsur hara pada lahan pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengolahan lahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran nilai konduktivitas listrik tanah, pH, dan NPK serta melihat korelasi antara parameter tersebut. Parameter yang akan diuji dari lahan pertanian gambut adalah nilai konduktivitas listrik tanah serta nilai kandungan hara NPK dan pH. Pengukuran konduktivitas listrik tanah dilakukan dengan menggunakan metode tahanan jenis. Nilai konduktivitas lisrik tanah sebelum dikeringkan adalah 0,0079-0,066 Sm-1, nilai konduktivitas listrik tanah setelah dikeringkan sebesar 0,029-0,056 Sm-1, pH memiliki rentang nilai 3,38-5,72, nilai unsur hara nitrogen 0,39-0,416%, nilai unsur hara fosfor sebesar 2,87-23,94 ppm, dan nilai unsur hara kalium sebesar 0,12-0,34 cmol/kg. Korelasi yang didapatkan antara konduktivitas listrik tanah terhadap pH, Nitrogen, Fosfor, dan Kalium adalah 0,5, -0,4, 0,28, dan 0,26. Terdapat korelasi nilai konduktivitas listrik tanah terhadap nilai NPK dan pH meskipun cenderung rendah. Nilai konduktivitas listrik tanah mengalami kenaikan nilai pada titik 12-13 diikuti juga dengan kenaikan nilai pH, fosfor, kalium, dan penurunan nitrogen
Distribusi Nilai Konduktivitas Lahan Peternakan Ayam di Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi nilai konduktivitas lahan peternakan yang tercemar limbah kotoran ayam di Desa Sungai Burung Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Parameter yang dihitung yaitu nilai resistivitas dan konduktivitas berdasarkan dari nilai arus dan beda potensial yang terukur di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode resistivitas dengan metode perhitungannya menggunakan metode kuadrat terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi nilai konduktivitas pada kedalaman 0-15 cm berkisar 7 mS/m – 18 mS/m dan pada kedalaman 15-30 cm berkisar 7 mS/m – 16 mS/m. Nilai konduktivitas pada kedalaman 0-15 cm relatif lebih tinggi sedangkan pada kedalaman 15-30 cm lebih menyebar secara merata
Pola Distribusi Kekeringan Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Kalimantan Barat
Penelitian tentang analisis tingkat kekeringan di Provinsi Kalimantan Barat telah dilakukan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Penelitian ini menggunakan data curah hujan selama 32 tahun (1985-2016) dari European Centre for Medium-range Weather Forecast (ECMWF). Curah hujan menjadi satu-satunya parameter masukan dalam metode Standardized Precipitation Index (SPI), sehingga tingkat kekeringan yang dikaji hanya dipengaruhi oleh peningkatan dan penurunan jumlah curah hujan. Dari analisa yang dilakukan selama periode 32 tahun, kekeringan terparah terjadi pada tahun 2014 di daerah Kabupaten Ketapang, 2015 di daerah Kabupaten Ketapang dan 2016 di daerah Kabupaten Sambas.Kata Kunci : Kekeringan, Curah Hujan, SP
Perbandingan Kinerja Sensor TGS2610, MQ2, dan MQ6 pada Alat Pendeteksi Kebocoran Tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) Menggunakan ATMega2560
Pada penelitian ini telah dibuat alat pendeteksi kebocoran tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) menggunakan mikrokontroler ATMega2560 untuk menguji kinerja sensor TGS2610, MQ2, dan MQ6. Indikator adanya gas ditunjukkan dengan bunyi buzzer, cahaya LED dan tulisan pada LCD. Berdasarkan pengujian waktu respon, diperoleh hasil 0,13 detik untuk MQ2, 0,16 detik untuk MQ6, dan 0,03 detik untuk TGS2610. Sedangkan untuk pengujian jarak diperoleh hasil yaitu, sensor TGS2610 dapat mendeteksi gas pada jarak 50 cm, MQ2 dapat mendeteksi gas pada jarak 40 cm dan MQ6 dapat mendeteksi gas pada jarak 30 cm. Berdasarkan parameter yang diuji terlihat bahwa sensor TGS2610 memiliki kinerja yang lebih baik, kemudian diikuti sensor MQ2, dan MQ6