PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Modifikasi Pori Keramik Berbahan Dasar Pasir Kuarsa dan Lempung dengan Variasi Arus Anodizing Technique

    Get PDF
    Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membuat keramik yang terbuat dari bahan-bahan alam yaitu pasir kuarsa dan lempung serta memodifikasi pori keramik tersebut menggunakan anodizing technique. Proses pembuatan keramik meliputi penghalusan, pencampuran, pembentukan setengah bola berongga berdiameter 6,4 cm, pengeringan selama 5 hari, pembakaran 945 C, dan pendinginan 24 jam. Proses anodizing menggunakan tegangan 20 volt selama 30 menit dengan variasi arus yaitu 0,075 A, 0,10 A, 0,125 A, 0,150 A, dan 0,175 A. Porositas dan laju alir tertinggi adalah keramik dengan perlakuan anodizing untuk arus 0,075 A secara berturut-turut sebesar 31,9% dan 0,113 mL/menit. Porositas dan laju alir terendah adalah keramik dengan perlakuan anodizing untuk arus 0,175 A menghasilkan nilai secara berturut-turut sebesar 30,9% dan 0,108 mL/menit. Peningkatan arus yang diberikan saat proses anodizing justru membuat nilai porositas dan laju alir mengalami penurunan. Hal tersebut terindikasi akibat terjadi penebalan lapisan alumina saat proses anodizing.Kata kunci: Anodizing,  Keramik berpori, Lempung, Pasir kuarsa

    PROTOTIPE SISTEM PENGOLAH OTOMATIS AIR SUMUR BOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 328P

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai sistem pengolah otomatis air sumur bor menggunakan Mikrokontroler ATmega 328P. Sistem yang dibuat secara garis besar terdiri atas Mikrokontroler ATmega 328P, sensor ultrasonik HC-SR04, sensor pH, sensor kekeruhan, dan modul relay 2 channel. Sistem juga dilengkapi dengan filter air yang terdiri dari pasir halus, pasir kerang, batu kerikil, ijuk, arang, kain, dan spons filter air. Pengujian alat dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengujian masing-masing sensor dan pengujian alat keseluruhan. Untuk menguji validitas pengukuran, hasil pengukuran sensor pH buatan dibandingkan dengan senseline plus kit pH/ion/°C meter. Demikian pula untuk sensor kekeruhan buatan, hasil pengukurannya dibandingkan dengan turbidity meter portable 2100Q Hach. Setelah dilakukan pengujian, sensor pH memiliki hasil rata-rata error sebesar 1,781% dan sensor kekeruhan memiliki hasil rata-rata error sebesar 3,379%. Pengujian sistem keseluruhan dilakukan dengan 9 jenis sampel. Sampel utama adalah air sumur bor. Dari hasil pengujian, sistem dapat mengolah air sumur bor menjadi lebih baik dengan nilai pH dari 5,58 berubah menjadi 7,54. Tingkat kekeruhan mengalami perubahan dari 78,46 NTU menjadi 2,77 NTU. Secara keseluruhan sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik dalam melakukan pengolahan air sumur bor secara otomatis

    Efektivitas Penggunaan Metode Aerasi, Koagulasi Biji Kelor dan Filtrasi dalam Penurunan Nilai Zat Besi (Fe) pada Air Gambut

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan efektivitas penggunaan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi dalam penurunan nilai zat besi (Fe) air gambut serta menentukan kualitas air. Sampel air berupa air gambut, diproses dengan menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi. Parameter yang diuji meliputi pH dan zat besi (Fe). Kondisi awal air tanah gambut sebelum menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi yaitu nilai pH sebesar 3,5, nilai TDS sebesar 38 mg/L, nilai kekeruhan sebesar 4,13 NTU, dan Fe sebesar 0,91 mg/L. Berdasarkan penggunaan metode koagulasi biji kelor untuk semua konsentrasi diketahui nilai parameter pH sebesar 3,5 s.d. 3,9. Hasil filtrasi memiliki nilai pH sebesar 3,6 s.d. 6,2, sehingga terlihat bahwa parameter pH belum memenuhi standar baku mutu. Parameter Fe telah memenuhi kualitas air bersih pada penggunaan metode koagulasi biji kelor dengan efektivitas mencapai 92%. Proses tersebut mampu menurunkan Fe dari 0,91 mg/L menjadi 0,077 mg/L. Penggunaan metode filtrasi tertinggi mencapai 93% berarti mampu menurunkan Fe dari 0,91 mg/L menjadi 0,063 mg/L pada konsentrasi 1/50. Penurunan nilai Fe air gambut efektif dilakukan dengan menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi. Kata Kunci: Aerasi, Air Gambut, Filtrasi, Koagulasi Biji Kelor, Zat Bes

    Perbandingan Kapasitansi dari Beberapa Jenis Bahan Menggunakan Kapasitor Silinder

    Get PDF
    AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang nilai kapasitansi dari dua belas jenis bahan menggunakan kapasitor silinder. Penelitian menggunakan  bahan dielektrik berupa cairan. Hasil penelitian  menunjukkan adanya perbedaan kapasitansi dari bahan dielektrik cair yang digunakan. Semakin cepat bahan dielektrik cair terpolarisasi karena pengaruh medan listrik, maka nilai kapasitansi kapasitor akan rendah. Dari hasil penelitian dan pengolahan data, bahan dielektrik yang mempunyai nilai kapasitansi terbesar adalah air suling atau aquades yaitu 0,796 nF dengan konstanta relatifnya 116,726 F/m. Bahan dielektrik yang mempunyai nilai kapasitansi terendah adalah premium yaitu 0,064 nF dengan konstanta relatifnya adalah 1,953 F/m. Perbandingan nilai kapasitansi udara, air suling (aquades), dan alkohol dari hasil penelitian dengan hasil perhitungan secara teoritis tidak berbeda secara signifikan. Metode yang digunakan penelitian ini terlebih dahulu mengukur kapasitansi setiap jenis bahan dielektrik dan membandingkan hasilnya pengukuran dengan perhitungan teoritis untuk jenis bahan dielektrik udara, air dan alcohol

    Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis sebagai Informasi Awal Rancang Bangun Pondasi Bangunan

    Get PDF
    Penelitian tentang identifikasi struktur lapisan bawah permukaan sebagai informasi awal rancang bangun pondasi bangunan di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri telah dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyusun lapisan bawah permukaan didominasi oleh lempung dan lanau yang berada hingga kedalaman 22.9 m di bawah permukaan tanah. Pembangunan kampus dapat dilakukan pada daerah ini dengan memperhatikan jenis pondasi yang digunakan. Lempung dan lanau dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan pondasi dangkal untuk jenis bangunan yang tidak bertingkat. Sedangkan untuk bangunan bertingkat disarankan agar menggunakan pondasi dalam yang menjadikan pasir sebagai dasar pembuatan pondasi yaitu di kedalaman >22.9 m di bawah permukaan tanah

    Penentuan Breakdown Voltage Nitridasi Plasma dan Pemanfaatannya untuk Meningkatkan Kekerasan Aluminium AA 7075

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan nilai breakdown voltage pada nitridasi plasma dan aplikasinya pada surface treatment. Surface treatment dilakukan menggunakan metode nitridasi ion, agar terbentuk lapisan tipis di permukaan aluminium AA 7075 untuk meningkatkan sifat kekerasan. Perubahan sifat kekerasan sebelum maupun sesudah proses nitridasi diuji dengan menggunakan metode vickers. Penentuan nilai breakdown voltage bertujuan untuk mengetahui besar tegangan yang diperlukan untuk membangkitkan nitridasi plasma (breakdown voltage) dengan variasi tekanan gas nitrogen sebesar 1,0; 1,2; 1,4; 1,6; 1,8; dan 2,0 mbar. Sedangkan pada proses surface treatment untuk meningkatkan kekerasan aluminium AA 7075 dilakukan dengan variasi tekanan gas nitrogen sebesar 0,8; 1,0; 1,2; dan 1,4 mbar. Dari hasil eksperimen, didapatkan nilai breakdown voltage sebesar 529; 562,7; 588,3; 629,3; 664,3 dan 683 volt. Pada nilai tegangan tersebut, arus yang dihasilkan sebesar 171,3; 186; 332; 402,6; 635; dan 689,7 mA. Dari proses surface treatment diketahui bahwa peningkatan kekerasan optimum terjadi pada tekanan 1,2 mbar dengan nilai kekerasan 112,8 VHN atau meningkat sebanyak 131,62%

    Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis (Studi Kasus : TPA Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi struktur lapisan bawah permukaan di daerah sekitar TPA Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak sebagai acuan bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan tiga lintasan yang memiliki masing-masing panjang lintasan 117 m. Dari hasil penelitian didapatkan struktur lapisan bawah permukaan yang diidentifikasi sebagai tanah gambut, tanah lempung, dan pasir tersaturasi air. Nilai tahanan jenis tanah gambut adalah 43,2 – 243,25 Ωm, tanah lempung adalah 8,25 – 45,0 Ωm, dan pasir tersaturasi air adalah 1,13 – 6,6 Ωm. Struktur tanah yang padat adalah lapisan ketiga dan direkomendasikan sebagai pondasi bangunan untuk peletakkan pondasi tiang pancang

    Pengaruh Penambahan Massa Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) Teraktivasi pada Peningkatan Kualitas Air Sumur Bor

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang upaya meningkatkan kualitas air sumur bor. Penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang kerang darah (Anadara granosa) sebagai bahan adsorben. Cangkang kerang darah dihaluskan dengan ukuran 150 mesh, kemudian diaktivasi fisika, kimia, dan fisika-kimia. Variasi massa yang digunakan yaitu 2 gram, 4 gram, 6 gram, 8 gram, dan 10 gram teraktivasi fisika, 10 gram teraktivasi kimia, dan 10 gram teraktivasi fisika-kimia. Hasil pengujian air sumur bor sebelum dan sesudah dilakukan penambahan serbuk cangkang kerang darah yang teraktivasi mengalami perubahan. Pada adsorben teraktivasi fisika dengan massa 10 gram diperoleh nilai pH 6,84, TDS sebesar 1529 mg/L, warna pada skala 684 Pt.Co, kekeruhan 144 NTU, dan kandungan Fe sebesar 0,82 mg/L. Dari hasil pengujian air sumur bor setelah dilakukan penambahan adsorben cangkang kerang darah teraktivasi kimia, diperoleh nilai pH 7,11, TDS sebesar 1776 mg/L, warna pada skala 406 Pt.Co, kekeruhan 107 NTU, dan kandungan Fe sebesar 1,49 mg/L. Sedangkan hasil pengujian air sumur bor pada adsorben teraktivasi fisika-kimia yaitu pH 11,83, TDS sebesar 1546 mg/L, warna pada skala 218 Pt.Co, kekeruhan 51,3 NTU, dan kandungan Fe sebesar 0,12 mg/L. Berdasarkan hasil yang didapatkan ada beberapa parameter yang tidak memenuhi standar baku yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017, sehingga cangkang kerang tidak efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas air sumur bor

    Analisis Potensi Energi Matahari Menggunakan Data Lama Penyinaran Matahari (LPM) Kota Pontianak

    Get PDF
    Telah dilakukan analisis potensi energi matahari menggunakan data lama penyinaran matahari (LPM) kota Pontianak, untuk mengetahui hubungan lama penyinaran matahari dan intensitas radiasi matahari terhadap pergerakan semu matahari dan akibatnya. Proses pengolahan data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pengumpulan data dan perhitungan data, yang meliputi data lama penyinaran matahari, data intensitas radiasi, data temperatur dan data kelembaban yang dicatat dan didokumentasikan oleh BMKG Supadio Pontianak. Dengan menggunakan instrumen Campbell-Stokes yang terdiri dari kertas pias yang telah terbagi: bumi utara (300 lembar), khatulistiwa (200 lembar), bumi selatan (300 lembar) dan AWS (Automatic Weather Station) yang telah terpasang secara digital untuk pengukuran intensitas radiasi matahari. Selanjutnya dari data yang diperoleh kemudian dihitung dengan menggunakan persamaan Penman-Monteith. Hasilnya berupa data rata-rata penyinaran selama 8 jam pada wilayah Kota Pontianak dan data rata-rata hubungan antara temperatur dan kelembaban udara. Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan diperoleh potensi energi matahari rata-rata  mencapai lebih dari 60% dan lama penyinaran matahari sekitar 2-4 jam per hari. Kata Kunci : Energi surya, LPM, Radiasi Matahari, Potensi matahar

    IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN SEKITAR DAERAH JEMBATAN KUNING DI DESA KOREK MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER

    Get PDF
    Identifikasi struktur bawah permukaan sekitar daerah Jembatan Kuning di Desa Korek telah dilakukan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Lintasan yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 4 buah dengan panjang masing – masing sebesar 156 m. Lintasan 1 dan 2 berada di sebelah Barat Laut jembatan sedangkan lintasan 3 dan 4 terletak di sebelah Tenggara jembatan. Berdasarkan interpretasi, pada lintasan 1 dan 2 terdiri dari tanah keras, gambut, lempungan pasir dan pasir berair sedangkan pada lintasan 3 dan 4 terdiri dari aluvial, lempungan pasir, dan pasir berair. Tanah keras memiliki nilai resistivitas rentang 139,8 Ωm – 719,5 Ωm, gambut dan lempungan pasir memiliki nilai resistivitas yang sama yaitu rentang 55,1 Ωm – 99,6 Ωm,  nilai resistivitas aluvial rentang 144 Ωm – 290 Ωm, dan pasir berair memiliki nilai resistivitas 5,57 Ωm – 42,8 Ωm. Berdasarkan sifat dan karakteristik batuan yang dapat dijadikan sebagai lapisan keras berada pada lapisan lempungan pasir dan pasir berair. Lapisan ini diperkirakan berada pada di kedalaman dari 10 m sampai 31,5 m. Kata Kunci: struktur bawah permukaan, geolistrik, resistivitas, wenner–schlumberger

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇