PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Model Matematika Sederhana Kebergantungan Jumlah Titik Panas pada Curah Hujan di Kalimantan Barat

    Get PDF
    Telah dibangun sebuah model matematis kebergantungan jumlah titik panas (hotspot) terhadap curah hujan di Kalimantan Barat. Model ini mengasumsikan bahwa perubahan jumlah hotspot bergantung pada hasil interaksi antara jumlah hotspot pada saat itu dan perubahan curah hujan pada saat tersebut. Dengan menggunakan asumsi ini dapat diperoleh bahwa jumlah hotspot akan menurun secara eksponensial terhadap curah hujan. Hasil validasi model matematis menunjukkan bahwa terdapat 11 kabupaten/kota di Kalimantan Barat memiliki nilai koefisien determinasi (R2) ≥ 0,90 dan terdapat 3 kabupaten/kota yang memiliki koefisien determinasi (R2) < 0,40. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah hotspot di sebagian besar kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat akan menurun secara eksponensial terhadap peningkatan jumlah curah hujan. Model matematis yang diperoleh ini memperbaiki model linier yang telah diusulkan oleh peneliti sebelumnya sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengaruh jumlah curah hujan pada jumlah hotspot

    Kajian Awal Pemanfaatan Anodizing Technique Untuk Meningkatkan Laju Alir Keramik Berbasis Pasir Silika

    Get PDF
    Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk memodifikasi pori keramik berpori berbahan dasar pasir silika dan lempung menggunakan anodizing technique. Pembuatan keramik dilakukan secara manual dengan pengeringan selama 5 hari dan pembakaran pada suhu 945oC serta penahanan selama 2 jam. Setelah proses fabrikasi, dilakukan proses anodizing dengan lima variasi waktu yaitu 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan 30 menit dengan menggunakan tegangan 20 volt serta kerapatan arus 25 mA/cm2. Hasil penelitian menunjukkan nilai porositas dan laju alir keramik mengalami peningkatan masing-masing dalam rentang 0,39% hingga 0,66% dan 6,67% hingga 8,87% setelah diberi perlakuan anodizing. Keramik dengan lama waktu anodizing 20 menit menghasilkan nilai porositas dan laju alir optimum yakni 32,37% dan 0,159 mL/menit

    Simulasi Gerak Osilasi Model Pegas Bergandeng Menggunakan Metode Runge-Kutta

    Get PDF
    Persamaan gerak sistem pegas bergandeng Fay dan Graham (2003) telah diselesaikan secara numerik untuk kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan analitik. Nilai kesebandingan didasarkan pada Symmetric Mean Absolute Percentage Error (SMAPE). Metode numerik utama yang digunakan untuk menyelesaikan  persamaan gerak model pegas bergandeng adalah Runge-Kutta Orde Empat dan Runge-Kutta 45 Fehlberg sedangkan metode Leapfrog dan Euler digunakan sebagai metode tambahan uji. Ukuran langkah h yang digunakan adalah 0,05 s. Berdasarkan hasil perhitungan dan nilai SMAPE yang diperoleh, Runge-Kutta 45 Fehlberg menjadi metode numerik dengan tingkat ketelitian yang paling baik diantara berbagai metode numerik yang digunakan pada konfigurasi sistem pegas hasil modifikasi model Fay dan Graham (2003) dengan variasi massa m, arah simpangan x, dan besar konstanta pegas k.Kata Kunci : Pegas, Runge Kutta 45 Fehlber

    Transmisi dan Refleksi Gelombang Air yang Merambat Melalui Balok Tenggelam

    Get PDF
    Telah dilakukan studi tentang transmisi dan refleksi gelombang air yang merambat melalui pemecah gelombang balok tenggelam dengan menganalisis kebergantungan profil spektrumnya terhadap perubahan dimensi balok. Koefisien transmisi dan refleksi diperoleh dengan menyelesaikan hubungan kontinuitas pada batas antar dua kedalaman berbeda. Hasil studi menunjukkan  bahwa dalam daerah frekuensi tinggi, gelombang akan diteruskan secara hampir sempurna (hampir tidak ada gelombang yang direfleksikan). Dalam daerah frekuensi rendah, nilai absolut kuadrat dari amplitudo gelombang transmisi dan refleksi  berosilasi secara kuasi-periodik yang mengindikasikan bahwa model sederhana dari  pemecah gelombang ini hanya berguna secara efektif dalam daerah frekuensi rendah. Kinerja (performance) dari pemecah gelombang balok tenggelam sangat bergantung secara sensitif pada dimensi lebar dan tinggi balok. Sebagai contoh, balok dengan interval lebar 4,0-10,0 m dan tinggi 4,0 m dapat mengurangi 30% dari intensitas gelombang datang dalam rentang frekuensi 0,04-0,24 hertz. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa pemecah gelombang balok tenggelam hanya efektif untuk penggunaan di perairan dangkal.Kata kunci: Gelombang Air, Pemecah Gelombang, Balok Tenggelam, Transmisi, Refleksi

    Perbandingan Metode Perhitungan Evapotranspirasi Potensial di Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

    Get PDF
    Laju evapotranspirasi yang terjadi dengan anggapan persediaan jumlah air dan kelembapan tanah cukup sepanjang tahun dikenal dengan istilah evapotranspirasi potensial. Metode David, Prescott, Stephen, Ivanov dan Penman adalah metode yang dapat digunakan untuk menganalisis evapotranspirasi potensial dan metode panci penguapan sebagai pembanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode empiris dengan nilai error terkecil dalam penentuan evapotranspirasi potensial di Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder bulanan dari tahun 2013-2017 yaitu evaporasi panci penguapan, suhu udara, kelelembapan relatif, durasi penyinaran matahari dan kecepatan angin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh metode dengan error terkecil adalah metode Ivanov sebesar 0,04 dan metode Penman memiliki nilai korelasi tertinggi sebesar 0,6

    Otomatisasi Suhu dan Waktu pada Thermal Milling Machine Berbasis Mikrokontroler

    Get PDF
    Pada penelitian ini telah berhasil dilakukan otomatisasi sistem berupa suhu dan waktu pada thermal milling machine berbasis mikrokontroler. Hasil pengujian sistem menunjukan bahwa alat dapat mengukur suhu dengan error maksimal sebesar 3%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang telah dibuat dapat bekerja dengan baik dan stabil. Perancangan sistem menggunakan beberapa komponen utama, yaitu sensor suhu termokopel, RTC, dan mikrokontroler ATMega328. Pengujian alat dilakukan dengan memberi input suhu dan waktu pada thermal milling machine. Sistem yang dirancang dapat mengatur suhu dari 35oC sampai 300oC dengan waktu kerja alat hingga 120 menit. Kata Kunci : thermal milling machine, mikrokontroler, suhu

    Identifikasi Penyakit pada Sel Darah Menggunakan Logika Fuzzy Mamdani

    Get PDF
    Identifikasi penyakit darah melalui citra sel darah manusia telah dilakukan menggunakan ekstraksi ciri Gray Level Co-occurrence Matrix dan metode logika fuzzy mamdani. Citra yang digunakan terdiri dari 10 citra leukemia dan 10 citra anemia. Tahap preprocessing diawali dengan memotong citra menjadi 430×307 piksel, kemudian mengubah citra berwarna menjadi citra beraras keabuan (grayscale), menghitung histogram citra, dan melakukan proses segmentasi. Setelah  preprocessing, ciri statistic citra diekstraksi menggunakan Gray Level Co-occurence Matrix 4 arah (0o, 45o,90o, dan 135o) pada jarak d = 1. Fitur yang digunakan pada proses ini adalah kontras, korelasi, energi, dan homogenitas. Data dari ekstraksi ciri diidentifikasi menggunakan logika fuzzy dengan metode inferensi mamdani. Sistem identifikasi ini ditampilkan dalam bentuk Grafichal User Interface. Identifikasi menggunakan metode tersebut menghasilkan akurasi data pelatihan dan data uji, berturut-turut sebesar 93,75% dan 100%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan pada penelitian ini dapat diaplikasikan untuk mengidentifikasi penyakit sel darah dengan akurasi yang tinggi. Kata Kunci: Citra Sel Darah, GLCM, Logika Fuzzy Mamdan

    Analisis Megaskopis dan Sebaran Sedimen di Perairan Serdang Bedagai Sumatera Utara

    Get PDF
    Serdang Bedagai Sumatera Utara berdasarkan deskripsi megaskopis dan analisis besar butir. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode ayakan (granulometri) dengan saringan berukuran -2 hingga 4 phi dan dianalisis menggunakan analisis megaskopis dan parameter statistik sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Serdang Bedagai memiliki nilai terpilah buruk pada pemilahan, dominan mesokurtic pada kurtosis, dan dominan simetris pada nilai skewness. Berdasarkan hasil analisis megaskopis diketahui bahwa sedimen di perairan Serdang Bedagai didominasi oleh pasir warna coklat gelap dan coklat terang dengan bentuk butir membundar, besar butir pasir sedang, dan struktur sedimen yang didominasi oleh homogen. Berdasarkan nomenklatur sedimen diketahui pula bahwa dasar perairan Serdang Bedagai ditutupi oleh pasir, pasir lanauan, lanau pasiran, lanau, dan pasir sedikit kerikilan

    Identifikasi Struktur Geologi Dasar Laut Sulawesi Berdasarkan Anomali Magnetik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur geologi di Laut Sulawesi dengan menggunakan metode magnetik. Data yang diperoleh dari hasil survei yaitu data intensitas medan magnet. Pengolahan data awal dilakukan koreksi harian dan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) pada data hasil survei untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian di reduksi ke kutub dan selanjutnya dilakukan pemisahan anomali lokal dan regional dengan filter gaussian regional/residual untuk mendapatkan anomali lokal. Didapatkan nilai anomali magnetik pada daerah penelitian -290,0 nT hingga 335,6 nT. Berdasarkan anomali magnetik dan pola struktur daerah penelitian, diduga adanya Struktur geologi yaitu sesar. Variasi nilai intensitas medan magnet merupakan parameter dalam menentukan nilai suseptibilitas. Nilai suseptibilitas Laut Sulawesi yaitu 0,0656 SI hingga 0,0677 SI. Berdasarkan nilai suseptibilitas, struktur geologi daerah penelitian didominasi batuan jenis andesit, basaltik, dan batuan metamorf.Kata Kunci: Metode Magnetik, Struktur Geologi, Suseptibilitas, Anomali Magneti

    Hubungan Pola Garis Arus Angin (Streamline) denganDistribusi Hujan di Kalimantan Barat

    Get PDF
    Berdasarkan mekanisme pembentukan awan, hujan dibagi menjadi hujan konvektif, hujan orografi, dan hujan konvergensi/frontal. Awan dapat terbentuk apabila uap air mengalami kondensasi di atas permukaan bumi. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk peningkatan uap air di atmosfer adalah angin. Peta normal pola garis arus angin (streamline) dan peta normal hujan di Kalimantan Barat periode tahun1981-2010 digunakan sebagai data untuk mengetahui hubungan pola garis arus angin (streamline)dengan distribusi hujan di Kalimantan Barat menggunakan metode analisis deskriptif. Pengolahan peta streamline menggunakan software GrADS, sedangkan peta normal curah hujan diperoleh dari pengukuranyang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Mempawah. Secara umum puncak hujan di Kalimantan Barat terjadi pada Maret-April dan November-Desember, sedangkan lembah hujan terjadi pada Februari dan Juli-Agustus. Secara spesifik daerah hulu Kalimantan Barat memiliki curah hujan lebih tinggi daripada daerah hilir Kalimantan Barat. Pada Maret-April yang merupakan puncak hujan pertama di Kalimantan Barat, terbentuk daerah konvergensi dan pusaran siklonik di sekitar daerah hulu Kalimantan Barat (Kabupaten Kapuas Hulu dan sekitarnya). Pada puncak hujan kedua yaitu November-Desember, terdapat daerah konvergensidan daerah belokan angin di Kalimantan Barat

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇