PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Penentuan Debit Aliran di Muara Sungai Pawan Kabupaten Ketapang berdasarkan Parameter Kecepatan Arus dan Kedalaman Sungai

    Full text link
    Debit aliran adalah volume air yang masuk ke badan sungai dalam setiap detik. Debit aliran sangat dipengaruhi oleh kecepatan arus dan kedalaman. Debit aliran di suatu perairan dapat digunakan untuk monitoring dan evaluasi sumber air bersih di suatu perairan. Semakin tinggi nilai debit aliran maka kualitas perairan akan semakin baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kecepatan arus dan kedalaman rata-rata terhadap debit aliran. Nilai kecepatan arus dihitung dengan metode kecepatan arus tiga titik dengan pengambilan data pada kedalaman 0.8 D, 0.5 D, dan 0.2 D. Lebar sungai dihitung dengan mengurangkan koordinat akhir dengan koordinat awal lintasan kemudian di konversi ke dalam satuan meter (m). Kedalaman dihitung secara langsung dengan alat ukur sonar. Nilai kecepatan arus, lebar sungai dan kedalaman digunakan untuk menghitung luas penampang lintasan dan debit aliran dengan metode velocity area mid section. Diperoleh hubungan antara kecepatan arus dan kedalaman terhadap debit aliran berdasarkan pola turun naik grafik yang sama pada nilai kecepatan arus, kedalaman dan debit aliran. Korelasi antara nilai kedalaman dan debit aliran diperoleh dengan nilai   koefisien korelasi logaritmik sebesar 0.9329 dengan persamaan logaritmik kontinu y=10426ln(x)-15477. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa debit aliran di Sungai Pawan sangat dipengaruhi oleh besar nilai kecepatan arus dan kedalaman rata-rata pada sungai tersebut

    Pabrikasi Papan Komposit Berbahan Dasar Sabut Pinang (Areca catechu L.) dan Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.)

    Full text link
    Pada penelitian ini telah dibuat papan komposit dengan bahan utama serat sabut pinang (Areca catechu L.) dan partikel sabut kelapa (Cocos nucifera L.). Bahan tambahan yang digunakan adalah urea formaldehyde (UF) sebagai matriks, parafin untuk penghambat air serta NH4Cl sebagai katalis. Papan komposit divariasikan sebanyak 3 sampel yaitu 100% serat sabut pinang, 100% partikel sabut kelapa dan 50% serat sabut pinang dicampur 50% partikel sabut kelapa. Papan komposit kemudian diuji sifat fisis dan mekanisnya dengan menggunakan standarisasi Japanese Industrial Standars (JIS) A 5908-2003. Hasil penelitian menunjukkan sampel yang terdiri dari 100% serat sabut pinang merupakan sampel yang paling baik yakni memiliki nilai kerapatan sebesar 616,82 kg/m3, kadar air sebesar 11,62%, daya serap air sebesar 182,87%, pengembangan tebal sebesar 59,65%, modulus of elasticity (MOE) sebesar 543,66 MPa, modulus of rupture (MOR) sebesar 9,24 MPa, dan internal bonding (IB)sebesar 0,05 MPa. Semua sampel dapat memenuhi standarisasi JIS A 5908-2003 untuk indikator uji kerapatan dan kadar air.Kata Kunci : komposit, sabut pinang, sabut kelap

    Solusi Persamaan Einstein Untuk Lubang Hitam Reissner-Nordström Ekstrem

    Full text link
    Dalam penelitian ini, solusi umum persamaan Einstein untuk lubang hitam Reissner-Nordstrӧm ekstrem telah diturunkan dari bentuk standar metrik Schwarzschild. Langkah pertama dari penurunan ini adalah perhitungan semua simbol Christoffel dari komponen-komponen tensor metrik. Simbol Christoffel yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari hasil dari tensor Ricci, skalar Ricci, dan tensor Einstein. Selanjutnya, solusi umum persamaan Einstein untuk lubang hitam ekstrem ini dapat dicari dengan membangun perangkat-perangkat persamaan Einstein dan tensor energi momentum. Hasil  substitusi  dari perangkat-perangkat persamaan Einstein akan menghasilkan solusi metrik baru untuk kasus lubang hitam ekstrem. Berdasarkan bentuk metrik yang telah diperoleh dapat dibuktikan bahwa waktu yang  diperlukan untuk suatu benda mencapai horizon peristiwa menuju tak hingga

    Analisis Kenyamanan Termal di Kalimantan Barat Berdasarkan Indeks Biometeorologi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal di Kalimantan Barat, dengan menggunakan indeks biometeorologi. Parameter yang digunakan adalah data suhu udara dan kelembapan relatif udara tahun 2017. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan indeks kenyamanan termal diantaranya Humidex, Temperature Humidity Index (THI) dan Discomfort Index (DI). Berdasarkan hasil pengolahan data yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa interpretasi masing-masing indeks biometeorologi di Kalimantan Barat berada dalam ketegori yang sama. Yaitu perasaan sedikit tidak nyaman untuk Humidex, 50% merasakan nyaman untuk THI dan ketidaknyamanan dirasakan > 50% populasi untuk DI. Hasil lain juga menunjukkan bahwa nilai tertinggi Humidex berada di daerah Mempawah sebesar 34,9°C dan terendah di daerah Kubu Raya sebesar 33,5°C. Kemudian untuk THI, nilai tertingginya berada di daerah Mempawah sebesar 26,8°C dan terendah di daerah Kubu Raya sebesar 26,1°C. Sedangkan nilai tertinggi DI berada di daerah Mempawah sebesar 26,5°C dan terendah di daerah Kubu Raya sebesar 25,9°C

    Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Limbah Kulit Buah Kakao Berpenguat Batang Kayu Jabon

    Full text link
    Penelitian ini memanfaatkan limbah kulit buah kakao sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanis dari papan partikel ini, ditambahkan batang kayu jabon yang berperan sebagai penguat. Pabrikasi papan partikel berukuran 30 cm x 30 cm x 1 cm diawali dengan pencampuran bahan baku, urea formaldehyde (UF), parafin, dan katalis. Kemudian bahan-bahan tersebut di kempa dengan tekanan 30 N/cm2 pada suhu 150°C selama 8 menit. Dilakukan 7 variasi komposisi massa antara kulit buah kakao dan batang kayu jabon secara berturut-turut adalah 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50, dan 0:100. Papan partikel diuji melalui uji fisis yaitu kerapatan, kadar air, pengembangan tebal dan uji mekanis yaitu modulus of elasticity (MOE), modulus of rupture (MOR), internal bond (IB), kuat pegang sekrup. Hasil pengujian papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai kerapatan sudah memenuhi standar dengan interval nilai 0,760 g/cm3 sampai 0,855 g/cm3. Setelah penambahan batang kayu jabon, sifat fisis dan mekanis mengalami peningkatan kualitas dibandingkan dengan papan partikel tanpa batang kayu jabon. Nilai kadar air dan pengembangan tebal menurun seiring dengan penambahan penguat. Begitu juga dengan nilai MOE, MOR, IB, dan kuat pegang sekrup semakin meningkat saat kuantitas penguat semakin banyak.Kata Kunci : batang kayu jabon, kulit buah kakao, papan partikel, dan penguat

    Identifikasi Ketebalan Lapisan Tanah Gambut Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 3D (Studi Kasus : Daerah Parit Haji Husin II Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak)

    Full text link
    Penelitian ini berhasil mengidentifikasi ketebalan lapisan tanah gambut di Parit Haji Husin II Kecamatan Pontianak Tenggara dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada 5 (lima) lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 39 m. Hasil penampang tahanan jenis 2D pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan terdiri dari tanah gambut dan tanah lempung. Berdasarkan interpretasi tersebut, tanah gambut memiliki nilai tahanan jenis berkisar antara 57 Ωm sampai 288 Ωm dengan ketebalan (1,2 - 2,6 m), sedangkan tanah lempung memiliki nilai tahanan jenis 3,6 Ωm sampai 56 Ωm dengan ketebalan hingga 7,88 m.  Interpretasi tersebut telah divalidasi berdasarkan data pengeboran sampel tanah pada lintasan 1. Hasil penampang citra 3D menunjukkan lapisan tanah gambut tersebar menutupi lokasi penelitian dengan gambut yang lebih tebal dominan ke arah Barat Laut dan Timur Laut

    Identifikasi Struktur Bawah Permukaan di Daerah Pariwisata Ai Sipatn Lotup Kabupaten Sanggau Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas

    Full text link
    Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi struktur bawah permukaan di daerah pariwisata Ai Sipatn Lotup Desa Sape Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan dengan panjang lintasan 1, lintasan 2, dan lintasan 4 adalah 117 m sedangkan lintasan 3 sepanjang 141 m, dengan spasi elektroda terkecil sebesar 3 m. Hasil penampang resistivitas 2D dari empat lintasan menunjukkan nilai resistivitas pada lintasan 1 adalah 15,1 Ωm – 15379 Ωm, lintasan 2 adalah 15,25 Ωm – 4293 Ωm, lintasan 3 adalah 2,35 Ωm – 1748 Ωm, dan lintasan 4 adalah 1,15 Ωm – 5277 Ωm. Struktur bawah permukaan di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas penampang 2D diidentifikasi tanah aluvial, pasir lempungan, batupasir, batu kuarsit, dan batu sabak

    Kajian Tingkat Kenyamanan Berdasarkan Suhu Udara, Kelembapan OLR (Outgoing Longwave Radiation) dan Angin

    Full text link
    Kajian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan berdasarkan temperatur dan kelembapan di wilayah Paloh, Siantan dan Ketapang. Mengidentifikasi faktor–faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kenyamanan seperti Outgoing Longwave Radiation (OLR) dan kecepatan angin dengan metode Heat Indeks yang menggunakan rumus multiple regresi antara suhu udara dan kelembapan serta menganalisis korelasi pengaruh OLR dan kecepatan angin terhadap tingkat kenyamanan. Hasil analisis kajian ini diketahui bahwa berdasarkan nilai Temperatur dan Kelembapan serta nilai Heat Index (HI) yang termasuk dalam kategori “Panas” terjadi hanya pada bulan Mei di Paloh, Siantan dan Ketapang. Korelasi antara nilai HI dan OLR di Paloh sebesar 0,59 di Siantan sebesar 0,49 dan di Ketapang sebesar -0,15. Sedangkan korelasi antara HI dan kecepatan angin di Paloh sebesar 0,01 di Siantan sebesar -0,67 dan di Ketapang sebesar -0,53. Hal ini menunjukkan bahwa di Paloh faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai HI adalah OLR, sedangkan di Siantan dan Ketapang faktor yang paling mempengaruhi nilai HI adalah kecepatan angin. Kata Kunci : Heat Index, kecepatan angin, suhu udara, kelembapan OLR

    Penentuan Breakdown Voltage Karburasi Plasma dan Pemanfaatannya untuk Meningkatkan Kekerasan Stainless Steel 316L

    Full text link
    Penelitian bertujuan menentukan breakdown voltage karburasi plasma dan pemanfaatannya untuk meningkatkan kekerasan stainless steel 316L. Proses penentuan breakdown voltage karburasi plasma dilakukan dengan menggunakan gas CH4 dengan variasi tekanan 1; 1,2; 1,4; 1,6; 1,8; 2 mbar. Selain itu juga dilakukan proses surface treatment menggunakan gas CH4 dengan teknik karburasi plasma pada stainless steel 316L untuk meningkatkan kekerasan dengan variasi tekanan 1,2; 1,4; 1,6; 1,8 mbar. Breakdown voltage yang diperoleh dari perlakuan variasi tekanan berturut-turut sebesar 512; 540 ; 572,3; 602; 654,3; dan 655,7 volt, sedangkan nilai arus yang diperoleh berturut-turut 256; 457; 547; 708,3; 947,7; 986,7 mA. Hasil uji kekerasan menunjukkan nilai kekerasan optimum terjadi pada variasi tekanan 1,6 mbar dengan nilai kekerasan meningkat dari 109,4 VHN menjadi 228,6 VHN, atau meningkat sebanyak 108,88%

    Perhitungan Panjang Garis Pantai Kota Singkawang Menggunakan Dimensi Fraktal

    Full text link
    Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang berada di kawasan pesisir pantai. Kondisi kawasan pantai di Kota Singkawang yang tidak memiliki penyangga keamanan menyebabkan pantai menjadi rusak, sehingga dapat menyebabkan perubahan panjang garis pantai yang terjadi secara terus-menurus. Penelitian ini bertujuan untuk mendigitasi citra landsat yang telah dikoreksi, menghitung dimensi fraktal dan panjang garis pantai Kota Singkawang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data citra landsat Kota Singkawang pada tahun 2016. Data citra satelit hasil penginderaan jauh yang diperoleh diperbaiki melalui proses koreksi radiometrik dan geometrik. Citra yang sudah melalui proses perbaikan digunakan untuk mengidentifikasi garis pantai dan membedakan atau mengidentifikasi wilayah lautan dan daratan, sehingga proses digitasi dapat dilakukan. Hasil digitasi berupa garis yang dapat dihitung dimensi fraktalnya. Penggunaan metode box counting memperoleh nilai dimensi fraktal dari garis pantai Kota Singkawang yaitu 1,1762. Nilai dimensi fraktal dapat digunakan untuk menghitung panjang garis pantai Kota Singkawang pada tahun 2016 dan diperoleh hasil sebesar 26,609 km dengan nilai eror sebesar 0,99

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇