PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Lahan Gambut di Komplek Kayana Kabupaten Kubu Raya Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas

    Full text link
    Penelitian tentang identifikasi lapisan bawah permukaan di Komplek Kayana Kabupaten Kubu Raya telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait struktur tanah  dalam rangka persiapan perancangan perumahan di lokasi penelitian.  Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan dengan panjang tiap lintasannya 117 m dan jarak antar lintasan 10 m. Berdasarkan distribusi nilai resistivitas dapat diinterpretasikan bahwa struktur bawah permukaan Komplek Kayana terdiri dari 3 lapisan dengan lapisan teratas antara lain gambut, kemudian lempung dan lanau, serta pasir yang bercampur air tanah. Material lempung dan lanau terdapat pada 2 lapisan pada tiap lintasan.  Hasil pencitraan 2D menunjukkan kedalaman tanah gambut untuk masing-masing lintasan dari lintasan 1 hingga lintasan 4 secara berurutan 3,82 m; 5,64 m; 5,64 m, 3,82  m.Kata kunci:  geolistrik, resistivitas, Wenner-Schlumberger, ketebalan gam

    Persepsi dan Kesiapan Masyarakat Terhadap Potensi Nuklir Sebagai Pembangkit Listrik

    Full text link
    Banyak persepsi mengenai teknologi nuklir di Indonesia. Banyak dari masyarakat masih belum mengetahui nuklir dan kegunaannya, maka dari itu masyarakat Indonesia masih berpikir bahwa apapun mengenai nuklir pasti berujung berbahaya. Indonesia sudah memiliki rencana mengenai pembangunan PLTN dan sudah dalam pertimbangan. Kesiapan dari Masyarakat untuk pembangunan memiliki ragam kesiapan Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan mengetahui persepsi dan kesiapan masyarakat terkait teknologi nuklir sebagai pembangkit listrik. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk kuesioner yang diisi melalui Google Form. Variabel dalam penelitian ini terdapat Variabel Independen (X) yaitu PLTN dan Nuklir dan Variabel Dependen (Y) yaitu perspektif dan kesadaran Masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menggunakan angket yang memakai skala Likert. Kesimpulan hasil Kuesioner yang dilakukan memiliki perbandingan masyarakat yang setuju dengan tidak setuju dalam pembuatan PLTN dan adanya teknologi nuklir memiliki perbandingan cukup besar.. Untuk kesiapan masyarakat terhadap dampak yang nantinya akan ditimbulkan dengan adanya PLTN, dapat dilihat bahwa lebih banyak masyarakat belum siap dengan dampak yang akan ditimbulkan

    Pendulum Fisis dengan Massa Berubah

    Full text link
    Telah dilakukan kajian eksperimental osilasi pendulum fisis dengan massa berubah untuk menganalisis pengaruh perubahan massa pendulum fisis terhadap gerak pendulum tersebut. Pendulum fisis terbuat dari pipa PVC  yang ditutup di bagian bawahnya dan massanya dapat divariasikan dengan memasukkan sejumlah air ke dalam pipa tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak tracker. Laju air yang keluar dari pipa dapat dihitung menggunakan pendekatan yang diperoleh melalui bantuan perangkat lunak excel. Nilai momen inersia air pada pendulum dihitung menggunakan teorema sumbu sejajar dengan mensubstitusikan persamaan laju air yang keluar dari pendulum. Faktor redaman berbanding terbalik dengan pertambahan massa pendulum.Kata kunci : pendulum fisis, osilasi, tracker, momen inersia, teorema sumbu sejaja

    Sebaran Kebisingan Kawasan Kampus Pada Hari Kerja dan Hari Libur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kebisingan yang terjadi di kawasan kampus. Data diambil dari hari Sabtu sampai hari Senin (23 November 2019 – 25 November 2019) pada waktu pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB di 10 titik lokasi pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran pertama pada hari Sabtu, intensitas kebisingan di semua titik mencapai 35 dB(A) sampai 83 dB(A). Intensitas kebisingan di hari Minggu 43 dB(A) sampai 87 dB(A). Intensitas kebisingan di hari kerja diwakili hari Senin berkisar 44 dB(A) sampai 72 dB(A). Dari sesi waktu pengukuran, untuk hari libur (Sabtu dan Minggu) intensitas tertinggi terjadi pada pukul 15.00 WIB tetapi pada hari kerja (Senin) puncak intensitas kebisingan terjadi pada pukul 10.00 WIB. Rata-rata intensitas kebisingan di kawasan penelitian lebih dari 60 dBA yang sudah melewati batas baku tingkat kebisingan yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996 yaitu sebesar 55 dBA.Kata Kunci  Sound Level Meter, Kebisingan, hari kerja dan hari Libur

    Penerapan Metode Analisis Diskriminan terhadap Variasi Unsur Cuaca pada Kejadian Puting Beliung di Jawa Tengah

    Full text link
    Studi tentang penerapan metode analisis diskriminan terhadap unsur cuaca pada kejadian puting beliung di Jawa Tengah telah dilakukan. Daerah yang ditinjau dalam studi ini adalah empat kabupaten di Jawa Tengah yang sering mengalami kejadian puting beliung yaitu Banyumas, Boyolali, Cilacap dan Magelang. Dalam studi ini, unsur cuaca yang digunakan adalah suhu udara, tekanan udara, kecepatan angin, uap air, tutupan awan dan curah hujan. Hasil studi menunjukan bahwa secara umum terdapat dua unsur cuaca yang memiliki pengaruh signifikan yaitu kecepatan angin dan uap air. Khusus untuk Kabupaten Cilacap dan Boyolali, selain dua unsur cuaca tersebut, terdapat unsur cuaca lain yang berperan signifikan, yaitu tutupan awan untuk Kabupaten Cilacap dan tekanan udara untuk Kabupaten Boyolali. Nilai ketepatan prediksi dari fungsi diskriminan yang diperoleh daerah Cilacap sebesar 100%, Banyumas sebesar 100%, Magelang sebesar 100% dan Boyolali sebesar 96,3

    Karakteristik Outgoing Longwave Radiation (OLR) dan Hubungannya dengan Madden Jullian Oscillation (MJO) di Kota Pontianak Menggunakan Metode Wavelet

    Full text link
    Outgoing Longwave Radiation (OLR) erat kaitannya dengan Madden Julian Oscilation (MJO) karena variasi OLR yang terukur dapat memperlihatkan fenomena MJO, hal tersebut berpengaruh pada variasi cuaca di daerah tropis sehingga perlu dilakukan kajian terkait karakteristik OLR di daerah tropis khususnya di Kota Pontianak dan hubungannya dengan MJO. Metode wavelet digunakan untuk mengkaji karakteristik OLR dan hubungannya dengan MJO. Hasil yang diperoleh adalah OLR di Kota Pontianak memiliki periode dominan pada kisaran 183 dan 365 hari. Kata Kunci : Madden Julian Oscillation (MJO), Outgoing Longwave Radiation (OLR), Wavele

    Identifikasi Bidang Gelincir dan Tipe Tanah Longsor di Daerah Rawan Longsor Desa Bantai Menggunakan Metode Geolistrik

    Full text link
    Pada penelitian ini, telah diidentifikasi bidang gelincir dan tipe tanah longsor yang terdapat pada Desa Bantai Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan. Panjang setiap lintasan adalah 117 meter, sedangkan jarak elektroda terkecil adalah 3 meter. Hasil analisa penampang resistivitas dua dimensi (2D) dari empat lintasan menunjukkan bahwa bidang gelincir tanah longsor berupa batu gamping dengan nilai resistivitas antara 945 Ωm sampai 3518 Ωm. Bidang gelincir tanah longsor di daerah penelitian terdapat pada kedalaman 1-12 meter dengan tipe tanah longsor berupa tipe translasi. Kata Kunci : bidang gelincir, geolistrik, resistivitas, Wenner-Schlumberge

    Pewilayahan Siklus Suhu Permukaan Laut di Perairan Indonesia Menggunakan Metode Power Spectral Density (PSD)

    Full text link
    Penelitian tentang siklus suhu permukaan laut (SPL) dominan terbesar pertama dan kedua di Perairan Indonesia telah dilakukan menggunakan metode Power Spectral Density (PSD) berdasarkan data time series SPL selama 40 tahun (1979-2018). Dari analisis yang dilakukan siklus dominan terbesar pertama adalah siklus 12.15 bulan (annual) dan siklus 6 bulan (semiannual). Siklus 12.15 bulan (annual) cenderung berada di perairan Utara dan perairan Selatan Indonesia sedangkan siklus 6 bulan (semiannual) cenderung berada di kawasan ekuator kecuali perairan Ekuatorial Samudra Hindia. Kemudian, siklus dominan terbesar kedua memiliki beragam periode seperti siklus setengah tahun (semiannual), tahunan (annual) dan siklus antar tahunan (interannual). Siklus setengah tahun (semiannual) berada di perairan Utara dan perairan Selatan Indonesia, siklus tahunan (annual) berada di kawasan ekuator, dan siklus antar tahunan (interannual) berada di perairan Barat Sumatera, Selat Makassar, Teluk Tomini, Laut Halmahera, dan di perairan Papua.Kata Kunci : Suhu permukaan laut, Perairan Indonesia, Power Spectral Density (PSD), dan Fast Fourier Transform (FFT)

    Identifikasi Potensi Batuan Induk pada Formasi Santul di Sub-Cekungan Tarakan, Kalimantan Utara

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan pada sampel batuan di Formasi Santul dari lima sumur pengeboran yaitu sumur M-1, M-2, M-3, M-4, dan M-5. Identifikasi kuantitas dan kualitas, tipe dan kematangan material organik berdasarkan analisis nilai TOC, Rock Eval Pyrolisis (REP), Reflektansi Vitrinit (Ro%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Santul di lokasi penelitian memiliki kualitas cukup hingga istimewa (fair-excellent) sebagai batuan induk dengan nilai TOC 0.99 hingga 10.81%. Kerogen didominasi kerogen tipe III yang berpotensi menghasilkan hidrokarbon dalam bentuk gas dan kerogen tipe II/III yang berpotensi menghasilkan hidrokarbon dalam bentuk campuran antara minyak dan gas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat kematangan batuan induk Formasi Santul yaitu belum mencapai tingkat matang hingga matang dengan nilai 0.27 hingga 0.71%.Kata Kunci : Batuan Induk, Geokimia, Reflektansi Vitrinit, Rock Eval Pyrolysis, Total Organic Carbo

    Analisis Kandungan TDS dan Mineral pada Air Hujan untuk Konsumsi dengan Penambahan Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate L.)

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan kualitas air hujan menggunakan karbon aktif. Peningkatan kualitas air hujan dilakukan agar memenuhi standar baku mutu air minum menurut WHO (World Health Organization). Karbon aktif yang dipabrikasi berukuran 100 mesh berasal dari limbah kulit pisang kepok. Aktivasi karbon dilakukan dengan menggunakan kalium hidroksida (KOH). Pembuatan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi. Karbon aktif digunakan sebagai media penyaring air hujan agar nilai kandungan TDS (Total Dissolved Solid), Mg (magnesium), dan Ca (kalsium) dapat meningkat. Massa karbon aktif divariasikan 10 g, 20 g, dan 30 g. Peningkatan kualitas air hujan relatif baik pada dosis 10 gram. Nilai TDS, Mg, dan Ca berturut–turut meningkat sebesar 62,1 mg/L, 10,44 mg/L, dan 0,08 mg/L dibandingkan dengan air hujan sebelum penyaringan. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa penggunaan karbon aktif kulit pisang kepok dengan dosis yang sesuai dapat meningkatkan nilai TDS, Mg, dan Ca dalam air hujan, walaupun belum mencapai standar baku mutu air minum menurut WHO

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇