PRISMA FISIKA
Not a member yet
    253 research outputs found

    Pendugaan Jenis Batuan Bawah Permukaan Lembar Banjarmasin Kalimantan Selatan Berdasarkan Anomali Magnetik

    Full text link
    Telah dilakukan pendugaan jenis batuan bawah permukaan berdasarkan anomali magnetik di daerah dengan koordinat geografis 3° 00’ 00” hingga 3° 30’ 0.00” LS dan 115 °00’0.00” hingga 115° 30’ 0.00” BT. Data yang digunakan berasal dari peta anomali magnet total Lembar Banjarmasin yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi Bandung. Reduksi ke ekuator dan kontinuasi ke atas dilakukan untuk mengetahui sebaran batuan bawah permukaan. Berdasarkan model yang dihasilkan, nilai anomali magnet total di lokasi penelitian berada di kisaran -725 nT sampai 458 nT. Model penampang 2D sayatan A-A’, sayatan B-B’, dan sayatan C-C’ yang dibuat menunjukkan keberadaan kuarsa, kuarsa pasir, batu pasir, lempung, batu gamping, batuan breksi gunung api, lava andesit, batuan beku basa, batuan andesit basalt, mineral diamagnetik, dan batuan ultramafik

    Penggunaan Metode GPR 2D Untuk Identifikasi Korosi Tulangan Besi Beton Penahan Air di Lokasi X

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi korosi tulang beton menggunakan metode GPR konfigurasi Radar Reflection Profiling dengan frekuensi antena 900 MHz menggunakan data sekunder RAW Data sebagai inputnya dengan  tiga lintasan kemudian menghasilkan Amplitudo dan waktu tempuh dua arah (two way travel time) atau cepat rambat gelombang elektromagnetik, Citra radargram 2D yang diolah menggunakan software ReflexW. Lintasan georadar yang telah diidentifikasi pada lintasan 1 pada kedalaman 0,02 m - 0,15 m dengan nilai cepat rambat gelombang 0,1 m/ns -  0,12 m/ns dengan nilai amplitudo 8900 m - 10650 m belum mengalami korosi, pada lintasan 2 ditemukan pada kedalaman 0,02 m - 0,15 m dengan nilai cepat rambat gelombang 0,1 m/ns -  0,12 m/ns dengan nilai amplitudo 4900 m - 6500 m dan telah mengalami korosi tingkat sedang dan pada lintasan 3 ditemukan pada kedalaman 0,02 m - 0,15 m dengan nilai cepat rambat gelombang 0,12 m/ns dengan nilai kecerahan amplitudo 1500 m - 1900 m dan telah mengalami korosi tingkat tinggi.Kata Kunci: Ground Penetrating Radar (GPR), Amplitudo, cepat rambat gelombang elektromagnetik, ReflexW, Koros

    Analisis Kawasan Terbangun di Kota Pontianak Berdasarkan Dimensi Fraktal

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk yang signifikan di Kota Pontianak berbanding lurus dengan kebutuhan akan ruang yang semakin meningkat. Sebagai salah satu fenomena fisika kompleks, pertumbuhan kawasan terbangun dapat diamati menggunakan analisis fraktal. Penentuan nilai dimensi fraktal telah dilakukan pada citra digital Landsat 8 OLI TIRS+ tahun 2013, 2017 dan 2021. Prosesnya meliputi koreksi ToA (Top of Atmospheric), klasifikasi tutupan lahan berdasarkan nilai NDVI, dan penentuan dimensi fraktal secara komputasi menggunakan metode perhitungan kotak atau Box Counting. Penentuan dimensi fraktal dilakukan terhadap kawasan terbangun Kota Pontianak tahun 2013, 2017 dan 2021. Dimensi fraktal untuk Kota Pontianak selalu mengalami peningkatan tiap citra yang digunakan, masing-masing (2013 = 1,6934; 2017 = 1,7129; 2021 = 1,7664). Berdasarkan hasil tersebut dapat ditemukan bahwa kawasan terbangun Kota Pontianak yang diamati pada tahun 2013, 2017 dan 2021 mengalami perluasan kawasan terbangun

    Studi Daerah Rawan Kebakaran Lahan Gambut Berdasarkan Nilai Keetch Byram Drought Index di Kalimantan Barat

    Full text link
    Lahan gambut di Kalimantan Barat mempunyai catatan kebakaran yang cukup luas dan telah menjadi fenomena tahunan yang diakibatkan oleh kondisi iklim/cuaca, karakteristik lahan dan kelalaian manusia. Dalam penelitian ini, persamaan KBDI digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi daerah rawan kebakaran lahan gambut dengan memasukkan variabel suhu udara maksimum, curah hujan harian, dan akumulasi curah hujan tahunan. Berdasarkan perhitungan nilai KBDI di Kalimantan Barat terdapat beberapa tahun dengan nilai KBDI ekstrem, yaitu tahun 1991, 1994, 1997, 2006 dan 2015 yang dominan terjadi di Kabupaten Ketapang. Peta sebaran indeks kekeringan pada lahan gambut di Kalimantan Barat periode tahun 1986-2016 menunjukkan nilai maksimum KBDI berada di Kabupaten Ketapang pada bulan Agustus ditandai dengan warna kuning kemerahan. Faktor utama pemicu kebakaran hutan dan lahan adalah akibat ulah masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar. Serta munculnya fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang memicu kemarau panjang di Indonesia, sehingga nilai indeks kekeringan KBDI di Kalimantan Barat juga meningkat. Kata Kunci : Kekeringan, KBDI, Kebakaran Hutan dan Lahan, Gambu

    Pengaruh Intermediate Level pada Serapan Dua Foton

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian secara teoritis untuk analisis respon optis pada kuantum titik berupa semiconductor quantum dot (SQD) model three level system (3LS) bertipe tangga. Proses eksitasi yang terjadi adalah serapan dua foton (TPA). Studi ini dilakukan untuk analisis pengaruh intermediate level pada TPA. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka semakin besar pula populasi sistem berada pada excited state.  Pada spektrum excited state, semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka puncak spektrum akan bergeser ke energi yang lebih besar

    Studi Teoretis Respon Optis Dimer Simetris

    Full text link
    Telah dilakukan studi secara teoretis untuk mempelajari respons optis sistem yang terdiri dari dua SQD yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD dimodelkan sebagai three-level system dengan menggunakan formalisme density matrix 3 x 3.  Respons optis tersebut didapatkan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix. Elemen density matrix diselesaikan secara numerik dengan metode Runge-Kutta (4,5). Elemen density matrix menghasilkan nilai populasi dan nilai koheren yang digunakan untuk menghitung respons optis sistem quantum dimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas medan pengeksitasi memberikan pengaruh pada respons optis SQD. Respons optis tersebut berupa dinamika waktu populasi dan spektrum serapan. Pada dinamika waktu populasi, sistem menunjukkan bahwa meningkatnya intensitas medan pengeksitasi menyebabkan osilasi populasi juga meningkat. Pada spektrum serapan, semakin besar intensitas yang digunakan menyebabkan semakin lebar interval daya serapan dan semakin tinggi puncak spektrum serapan yang dihasilkan.Kata Kunci : SQD, Dimer, Spektrum serapan, osilasi Rab

    Analisis Trayektori Kabut Asap di Bandara Supadio Pontianak Menggunakan Model HYSPLIT (Studi Kasus 14-17 September 2019)

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui trayektori kabut asap di Bandara Supadio Pontianak menggunakan model HYSPLIT  pada tanggal 14-17 september 2019). Pemodelan HYSPLIT menghasilkan trayektori kabut asap di Bandara Supadio Pontianak dominan ke arah barat laut, timur laut sampai utara. Kabut asap tertinggi adalah pada tanggal 15 September 2019. Kabut asap menyebar sampai ke negara tetangga, yaitu Malaysia

    Studi Aliran Air dalam Pipa Penstock pada Sistem Mikrohidro dengan Pendekatan Computational Fluid Dynamics

    Full text link
    Kinerja dari penstock harus ditingkatkan untuk mendapatkan hasil energi listrik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun simulasi aliran air dalam pipa penstock dengan variasi diameter dan ketinggian head menggunakan pendekatan (Computational Fluid Dynamics) CFD menggunakan perangkat lunak open source OpenFOAM dengan menerapkan model RANS k-Omega dan menerapkan metode volume hingga dalam menyelesaikan persamaan Navier-Stokes untuk model aliran dan menganalisis pengaruh dari diameter dan ketinggian head terhadap potensi hidrolik dan daya listrik yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan membangun tiga puluh simulasi aliran pada pipa penstock dengan menggunakan lima variasi ketinggian 0,5 m, 1,5 m, 2,5 m, 3,5 m, dan 4,5 m dan enam variasi diameter penstock 0,114 m, 0,140 m, 0,165 m, 0,216 m, 0,267 m dan 0,318 m. Profil kecepatan hasil simulasi aliran turbulen di dalam penstock divalidasikan terhadap profil kecepatan analitik power-Law. Hasil simulasi memperlihatkan kemiripan pada pola kurva dengan solusi analitik, dengan korelasi terbaik R = 0,9992 dan nilai RMSE 0,1117. Hasil dari analisis diameter dan ketinggian penstock mempengaruhi perubahan kecepatan aliran, potensi hidrolik dan perubahan daya listrik yang dihasilkan. Semakin tinggi ukuran ketinggian dan semakin besar ukuran diameter penstock yang digunakan, semakin cepat pula aliran kecepatan air yang mengalir dalam penstock dan menghasilkan potensi hidrolik dan potensi daya listrik yang paling besar. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa pendekatan CFD dapat digunakan agar lebih mudah dalam mendesain penstock pada mikrohidro yang sebenarnya dan juga dapat menghemat biaya.Kata Kunci : Mikrohidro, Penstock, CFD, OpenFOAM, RANS k-Omega

    Pemodelan 1-D Pada Data Magnetotellurik Menggunakan Metode Algoritma Genetika

    Full text link
    Telah dilakukan pemodelan 1-D pada data magnetotellurik menggunakan metode algoritma genetika di cekungan Bintuni, Papua Barat. Metode ini menyelesaikan permasalahan inversi dengan melakukan pendekatan global. Individu yang merepresentasikan parameter model yang terdiri dari nilai resistivitas dan ketebalan lapisan akan melalui proses seleksi, kawin silang dan mutasi. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan individu terbaik dengan model observasi sebagai konfirmasi dari keakuratan hasil dengan memperhatikan respon model terhadap data observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respon model yang dibangun telah mendekati data observasi dengan nilai RMSE sebesar 3,59. Kata Kunci : Pemodelan 1-D, Magnetotellurik, Algoritma Genetik

    Identifikasi Sebaran Spasial Genangan Banjir di Kota Pontianak Menggunakan Metode Normalized Difference Water Index

    Full text link
    Salah satu bencana yang sering terjadi di daerah perkotaan saat ini adalah banjir, bencana alam berupa timbulnya genangan air yang menggenangi suatu daerah dalam jangka waktu tertentu yang menimbulkan dampak kerusakan harta benda serta kehilangan nyawa dari makhluk hidup di daerah tersebut. Guna mengurangi dampak dari banjir di Kota Pontianak ini, penyebaran informasi terkait sebaran genangan banjir sangat diperlukan. Melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, kebutuhan informasi terkait genangan banjir tersebut dapat dipenuhi dengan berdasarkan nilai indeks kebasahan suatu daerah atau disebut dengan metode Normalized Difference Water Index (NDWI). Dari hasil analisis NDWI diketahui luas genangan banjir ditandai dengan kebasahan tinggi yaitu seluas 8,46 km2 atau 7,575% dari luas Kota Pontianak. Mayoritas dari genangan banjir berada pada Kecamatan Pontianak Utara sebesar 62,500%, Kecamatan Pontianak Tenggara sebesar 19,540%, dan Kecamatan Pontianak Selatan sebesar 7,390% dari total luas genangan banjir yang terbentuk

    246

    full texts

    253

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRISMA FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇