Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
Kajian Variabel Kualitas Air Dan Hubungannya Dengan Produktivitas Primer Fitoplankton Di Perairan Waduk Darma Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sifat fisik, kimiawi dan biologi, serta pengaruhnya terhadap produktivitas primer fitoplankton di perairan Waduk Darma Jawa Barat. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober–November 2015, di Waduk Darma Kuningan Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey dengan parameter yang diamati yaitu variabel fisik (suhu dan kecerahan), variabel kimiawi (pH, DO, Nitrat dan Ortofosfat) dan variabel Biologi (fitoplankton dan Produktivitas primer). Hasil pengamatan menunjukan nilai konsentrasi suhu berkisar antara 22-35 oC, kecerahan berkisar antara 57-95 cm , nilai konsentrasi pH berkisar antara 4,99–7,86, konsentrasi DO berkisar antara 2,6-8,6 mg/L, konsentrasi nitrat berkisar antara 0,040-0,99 mg/L, konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,040-0,168 mg/L, dan nilai produktivitas primer berkisar antara 112,5-3265,5 mgC/m3/hari. Hasil identifikasi fitoplankton di perairan Waduk Darma, ditemukan sebanyak 4 kelas yang terdiri dari Cyanophyceae, Chlorophyceae, Bacillariophyceae dan Euglenophyceae, Kelas Chlorophyceae teridentifikasi jumlah fitoplankton yang paling banyak teridentifikasi di Waduk Darma dengan rata-rata 53,89%. Hubungan produktivitas primer fitoplankton dengan nitrat, ortofosfat dan kecerahan tidak berpengaruh signifikan secara bersamaan, namun nilai konsentrasi ortofosfat berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produktivitas primer fitoplankton di Waduk Darma
KONTRIBUSI WISATA BAHARI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI PULAU TIDUNG, KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU, PROVINSI DKI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi wisata bahari terhadap pendapatan nelayan dengan mengidentifikasi jenis kegiatan nelayan dalam kegiatan wisata bahari, menganalisis curahan kerja dan jenis usaha yang dilakukan oleh nelayan di Pulau Tidung. Teknik atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu penelitian yang mendapatkan dan mengumpulkan data dan informasi dari individu / narasumber serta instansi terkait dengan menggunakan pertanyaan - pertanyaan yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan dan dibutuhkan yang mengarah kepada judul penelitian ini. Penggunaan metode untuk pengambilan responden kuisioner dilakukan secara sengaja yaitu pengambilan sampel dengan sengaja karena alasan tertentu (purposive sampling) yang selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa curahan waktu kerja nelayan di Pulau Tidung dalam kurun waktu satu bulan (720 jam), pada kegiatan penangkapan ikan rata – rata 35,32% (254,3 jam), pada kegiatan usaha sewa kapal snorkeling 10,45% (75,27 jam), pada kegiatan usaha pemandu wisata dan sewa kapal 7,5% (54 jam). Sedangkan pada sisi kontribusi relatif dari sektor wisata bahari didapatkan nilai kontribusi sebesar 48,53% dengan kontribusi mutlak sebesar Rp. 459.300.000 dalam satu tahun. Sedangkan kontribusi relatif pendapatan nelayan dari penangkapan sebesar 51,47% dengan kontribusi mutlak sebesar Rp. 487.200.014 dalam satu tahun. Pada analisis regresi linier penangkapan ikan dapat diketahui bahwa variabel bebas secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Dari analisis regresi linier penangkapan ikan variabel bebas yang berpengaruh signifikan dengan signifikansi sebesar 0,003 adalah curah waktu kerja. Dalam analisis regresi linier pada wisata bahari dapat diketahui bahwa variabel bebas secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Dari analisis regresi linier wisata bahari variabel bebas yang berpengaruh signifikan dengan signifikansi sebesar 0,000 adalah curah waktu kerja
Dinamika Nutrien Dengan Sebaran Makrozoobenthos Di Laguna Sagara Anakan
Penelitian ini dilakukan pada 31 Agustus dan 14 September 2015 di Laguna Segara Anakan dan Sungai Citanduy dengan 4 stasiun penelitian. Stasiun 1 di Sungai Citanduy, stasiun 2 di muara sungai Citanduy, stasiun 3 di tengah laguna Segara Anakan, dan stasiun 4 dekat samudera (laut). Tujuan dari penelitian yaitu mendapatkan konsentrasi nutrien dalam air pori sedimen di Laguna Segara Anakan,mendapatkan struktur komunitas makrozoobentos di Laguna Segara Anakan dan mendapatkanhubungan antara kandungan nutrien pada air pori sedimen dan makrozoobentos di Laguna Segara Anakan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.Hasil yang diperoleh adalah nilai konsentrasi ammonia stasiun 1, 2,3, dan 4 secara berturut yaitu 0.109 mg/L, 0.344 mg/L, 0.624 mg/L, 0.416 mg/L. Nilai konsentrasi nitrit stasiun 1, 2,3, dan 4 secara berturut yaitu 0.008 mg/L, 0.029 mg/L, 0.015 mg/L, 0.033 mg/L. Nilai konsentrasi nitrat stasiun 1, 2,3, dan 4 secara berturut yaitu 0.122 mg/L, 0.168 mg/L, 0.437 mg/L, 0.405 mg/L. Nilai konsentrasi total nitrogen stasiun 1, 2,3, dan 4 secara berturut yaitu 0.345 mg/L, 0.57 mg/L, 3.502 mg/L, 1.040 mg/L. Nilai konsentrasi fosfat stasiun 1, 2,3, dan 4 secara berturut yaitu 0.026 mg/L, 0.038 mg/L, 0,274 mg/L, 0.153 mg/L. Nilai konsentrasi total oksidasi karbon stasiun 1, 2,3, dan 4 secara berturut yaitu 12.1 mg/L, 14.5 mg/L, 22.2 mg/L, 11.0 mg/L. Indeks kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun 3 dengan nilai 6.650 individu dan terendah terdapat pada stasiun 4 dengan 375 Individu. Indekskeanekaragaman terendah yaitu stasiun 2 dan 3. Indeks keanekaragaman sedang yaitu stasiun 1 dan 4. Indeks dominansi tertinggi di yaitu stasiun 3 dengan nilai 0,877 dengan spesies yang mendominansi yaitu Melanoides riquerti. Konsentrasi total nitrogen 3.502 terdapat kelimpahan makrozoobentos sebanyak 6650 individu dan didominansi oleh genus melanoides riquerty. Kondisi perairan setiap stasiun berada pada perarairan hypertrofik dengan adanya jenis melanoides sp yang mendominasi pada stasiun
Analisis Kerantanan Fisik Pantai Di Pesisir Garut Selatan Jawa Barat
Penelitian ini dilakukan diempat kecamatan yaitu kecamatan mekarmukti, pakenjeng, cikelet dan pameungpeuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan zona kerentanan fisik pantai, serta mengetahui sejauh mana bahaya dan resiko dari pesisir Garut Selatan Jawa Barat. Metode yang dilakukan yaitu dengan metode observasi dan analisis, dalam metode ini terdapat 2 cara yang dilakukan yaitu pengumpulan data dan pengolahan data. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa dari empat kecamatan yang diteliti, kerentanan yang mendominasi yaitu kerentanan sedang dengan presentase 62,25 %, kategori rendah 28,42%, dan kategori tinggi 9,33%. kerentanan tinggi dari kecamatan yang diamati terdapat di kecamatan Pameungpeuk tepatnya di kawasan pariwisata pantai santolo Garut, yang dimana aktifitas manusia dikawasan tersebut sangat tinggi, bukan hanya karena aktifitas manusianya tapi juga karena perubahan alih fungsi lahan yang cukup tinggi. Selain adanya aktifitas manusia dikawasan kategori tinggi ini merupakan kawasan pariwisata yang sering dikunjungi parawisata, lingkungan yang tidak terjaga membuat kawasan ini semakin rawan
Bioremediasi Sedimen Tercemar Limbah Amonia Menggunakan Teknologi Microbial Fuel Cell Di Kawasan Mangrove Nusa Dua Bali
Teknologi microbial fuel cell merupakan teknologi yang dapat mengkonversi reaksi kimia menjadi energi listrik melalui metabolisme bakteri. Teknologi ini juga dapat membantu dalam proses bioremediasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan microbial fuel cell terhadap penurunan konsentrasi amonia dan produksi listrik yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Manejemen Sumberdaya Perairan dan Laboratorium Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran dari bulan Oktober hingga Desember 2015. Sampel sedimen dan sampel air yangtercemar amonia diambil dari Unit Pengolahan Air Limbah Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Bali. Metode yang dugunakan ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan (konsentrasi amonia tinggi, sedang, dan rendah) dan juga dengan tiga pengulangan. Pengambilan sampel dilakukan di kolam pengolahan air limbah dan area ekosistem mangrove. Parameter yang diukur adalah power density dan amonia. Pengukuran nilai tegangan listrik dan arus listrik dilakukan selama empat belas hari dengan interval waktu pengamatanjam ke- 0, 4, 8, 16, 24, 48, dan 336. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai tertinggi power density yang didapat masing-masing sebesar 14,82+15,92 W/m2, 255,66+ 227,39 W/m2 , dan 81,1+ 59,64 W/m2 untuk perlakuan konsentrasi amonia tinggi, konsentrasi sedang dan konsentrasi rendah. Persentase penurunan amonia dengan bakteri indigenous yang didapat masing-masing sebesar 98,42 %, 88,3%, dan 61,23% untuk perlakuan konsentrasi amonia tinggi, sedang dan rendah. Disimpulkan bahwa MFC dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi amonia dan menghasilkan listrik
Penambahan Tepung Karaginan Terhadap Tingkat Kesukaan Bakso Ikan Manyung
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat penambahan tepung karaginan terhadap jumlah daging ikan manyung untuk menghasilkan produk bakso yang paling disukai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran dan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Mei sampai bulan Juni 2016. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan penambahan karaginan terhadap jumlah daging ikan manyung (b/b) dan 20 orang panelis sebagai ulangannya. Keenam perlakuan tersebut yaitu 0,0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan berdasarkan karakteristik organoleptik yang meliputi kenampakkan, aroma, tekstur dan rasa. Analisis yang digunakan adalah analisis nonparametrik Friedman, kemudian dilanjut dengan uji perbandingan berganda (Multiple comparison) jika terdapat perbedaan antar perlakuan. Pengambilan keputusan terbaik dilakukan menggunakan metode Bayes. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa bakso ikan manyung dengan perlakuan penambahan tepung karaginan sebesar 1% dari bobot daging merupakan perlakuan yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH PENGOLAH KERUPUK KULIT IKAN PADA SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA KENANGA, KABUPATEN INDRAMAYU
Penelitian ini mengenai analisis kesejahteraan buruh pengolah kerupuk kulit ikan skala industri rumah tangga di Desa Kenanga Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga buruh pengolah kerupuk kulit ikan di Desa Kenanga Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner, jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pemilihan responden dilakukan dengan metode sensus, responden yang diwawancarai adalah pengolah kerupuk kulit ikan yang bertempat tingal di Desa Kenanga dan sudah memiliki keluarga. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendapatan buruh pengolah kerupuk kulit ikan berasal dari upah yang diterima sebesar Rp. 40.000 – Rp. 70.000 per hari. Total pendapatan rata-rata keluarga per bulan yaitu sebesar Rp.2.705.625 sedangkan pendapatan per tahun rumah tangga buruh pengolah kerupuk kulit ikan sebesar Rp.32.467.500 dengan rata-rata pendapatan per kapita keluarga yaitu sebesar Rp.8.046.167 dengan rata-rata per perkapita per bulan keluarga yaitu Rp.901.141. Dibandingkan dengan UMK Kabupaten Indramayu sebesar Rp.1.803.239,00. Maka rumah tangga pengolah kerupuk kulit ikan di Desa Kenanga Kabupaten Indamayu dikategorikan miskin, karena tingkat pendapatan per perkapita per bulan lebih kecil dari upah minimum Kabupaten Indramayu. Kesejahteraan rumah tangga pengolah kerupuk kulit ikan di indikasikan berpedoman pada 10 indikator tingkat kesejahteraan rumah tangga menurut Badan Pusat Statistik 2015 tingkat kesejahteraannya tergolong kategori kesejahteraan sedang (skor 2,19 / 32 responden)
Kontribusi Wanita Nelayan Dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga Nelayan Di Muara Angke Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi wanita nelayan terhadap pendapatan di Muara Angke serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi wanita nelayan bekerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan wanita nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan satuan kasusnya adalah kontribusi wanita nelayan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Untuk penentuan sampel digunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel adalah 30 sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata kontribusi wanita nelayan terhadap pendapatan di Muara Angke sebesar 30,25%. Faktor yang mempengaruhi wanita nelayan bekerja diantaranya pendidikan dan motivasi bekerja. Faktor usia tidak mempengaruhi wanita nelayan bekerja. Adapun faktor yang mempengaruhi pendapatan wanita nelayan diantaranya curahan waktu kerja dan jenis pekerjaan. Rata-rata curahan waktu kerja wanita nelayan untuk kegiatan produktif adalah 148,63 jam per bulan atau sekitar 5,72 jam per hari. Curahan waktu kerja dan jenis pekerjaan berpengaruh positif terhadap pendapatan wanita nelayan masing-masing sebesar 16,3% dan 13,5%. Faktor pengalaman bekerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan wanita nelayan.
Kelimpahan Foraminifera Bentik Berdasarkan Komposisi Dinding Cangkang Di Perairan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelimpahan berdasarkan komposisi dinding cangkang foraminifera bentik di perairan Pulau Tegal. Dilakukan pengambilan sampel air untuk pengukuran parameter fisika-kimia perairan serta sampel sedimen untuk analisis granulometri dan foraminifera bentik. Titik stasiun sampling dilakukan berdasarkan arah mata angin dan kedalaman yang berbeda, sehingga pada satu arah mata angin diambil 3 titik stasiun. Hasil pengamatan dari 12 stasiun penelitian ditemukan kelimpahan foraminifera bentik sebanyak 655 ind/gr, diantaranya terdiri dari 3 Subordo dengan jenis komposisi cangkang yang berbeda, yaitu Subordo Rotaliina yang bercangkang hyalin sebanyak 80%, Subordo Miliolina dengan cangkang poselen sebanyak 17%, dan Subordo Textulariina dengan cangkang agglutinin sebanyak 3%. Subordo Rotaliina dengan cangkang calcareous hyalin, ditemukan di seluruh stasiun di Pulau Tegal dan memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan Subordo lainnya dengan spesies penciri Amphistegina sp., sehingga lingkungan perairan Pulau Tegal merupakan perairan laut yang normal dengan kandungan karbonat yang cukup tinggi.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Jengkol Dalam Pakan Ikan Untuk Meningkatkan Imunitas Benih Gurame (Osphronemus gouramy) Terhadap Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila
Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga Oktober 2015 di Laboratorium Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit jengkol yang ditambahkan dalam pakan terhadap peningkatan imunitas dan kelangsungan hidup benih gurame yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penelitian diantaranya A (Kontrol), B (10 ppm), C (15 ppm), D (20 ppm), dan E (25 ppm). Parameter yang diamati adalah gejala klinis, jumlah sel darah putih, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ekstrak kulit jengkol dalam pakan dengan konsentrasi 20 ppm efektif meningkatkan imunitas benih gurame terhadap serangan bakteri Aeromonas hydrophila dengan rata-rata kelangsungan hidup berbeda nyata sebesar 93,33%, dengan nilai presentase peningkatan jumlah sel darah putih tertinggi yaitu sebesar 55,74% setelah diberi perlakuan ekstrak kulit jengko