Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    ANALISIS POTENSI DAN KARAKTERISASI MOLEKULER GEN 16S rRNA BAKTERI SELULOLITIK YANG DIISOLASI DARI MAKROALGA Eucheuma sp. DAN Sargassum sp. SEBAGAI PENGHASIL ENZIM SELULASE

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mencari bakteri selulolitik yang bersimbiosis pada makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap parameter uji, identifikasi molekuler gen 16S rRNA dan aktivitas selulolitik. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu kultivasi bakteri, uji aktivitas selulolitik dan analisis molekuler gen 16S rRNA. Hasil penelitian didapatkan 16 isolat murni bakteri dengan 5 diantaranya memiliki aktivitas selulolitik, isolat bakeri dengan kode B.1.2 menghasilkan indeks selulolitik 2,477 mm dan kode C.2 menghasilkan indeks selulolitik 6,102 mm. Dari hasil karakterisasi molekuler gen 16S rRNA diketahui spesies bakteri pada kode isolat B.1.2 adalah Bacillus subtilis dan kode isolate C.2 adalah Bacillus thuringiensis. Kata kunci : Bakteri selulolitik, Makroalga, Zona Bening, 16S rRN

    ANALISIS PROSPEKTIF USAHA BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR DI TAMAN AKUARIUM AIR TAWAR (TAAT) DAN TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII) JAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah pengembangan usaha ikan hias air tawar. Penelitian ini dilakukan di Karantina (Mini Raiser) TAAT– TMII Jakarta pada bulan April 2012. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Metode pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TAAT-TMII merupakan perusahaan yang layak untuk dikembangkan, sesuai dengan analisis yang dilakukan, yaitu analisis finansial, (dengan hasil BCR=1.2, Payback Periode=2,6), analisis manajerial, analisis teknik budidaya, analisis pemasaran dan arah pengembangan usaha (SWOT). Hasil analisis SWOT dalam perumusan kebijakan dapat diketahui bahwa TAAT-TMII berada pada kuadran I yaitu mendukung strategi agresif, yaitu perusahaan dalam kondisi prima dan mantap sehingga dapat dimungkinkan untuk terus melakukan perbaikan, memperbesar pertumbuhan, dan meraih keuntungan secara maksimal. Alternatifnya antara lain strategi SO, yaitu: (a) mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk ikan serta pengawasan dan pelayanan, (b) menambah fasilitas produksi dan transportasi dengan peralatan yang lebih modern, (c) meningkatkan jumlah produksi.   Kata kunci:  budidaya, ikan hias air tawar, prospektif, SWO

    APLIKASI POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) KONVENSIONAL DAN REAL TIME PCR UNTUK DETEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS PADA KEPITING

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode deteksi White Spot Syndrome Virus yang terbaik pada kepiting sebagai carrier WSSV yang menginfeksi udang windu dengan menggunakan PCR Konvensional dan Real Time PCR. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif. Sampel kepiting diperoleh dari tambak udang windu di Kecamatan Pasekan dan Karangsong, Kabupaten Indramayu. Isolasi DNA menggunakan Kit Wizard Genomic DNA Purification (Promega), yang dilanjutkan dengan amplifikasi dan elektroforesis (PCR konvensional) serta kuantifikasi amplifikasi tanpa elektroforesis (real time PCR). Hasil penelitian menunjukkan 12 sampel positif WSSV terdeteksi dengan real time PCR, dibandingkan dengan PCR konvensional yang hanya mendeteksi 7 sampel positif WSSV dari total 14 sampel uji. Hal ini membuktikan Real Time PCR lebih mampu mendeteksi keberadaan WSSV pada kepiting tanpa gejala klinis dibandingkan dengan PCR konvensional

    Pengaruh Salinitas Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Rainbow Kurumoi (Melanotaenia parva)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas yang dapat memberikan tingkat pertumbuhan yang tinggi pada benih ikan rainbow kurumoi (Melanotaenia parva). Salinitas dalam penelitian ini adalah A (0 ppt), B (1,5 ppt ), C (3 ppt), D (4,5 ppt) dan E (6 ppt). Benih ikan rainbow kurumoi dipelihara selama 40 hari dalam akuarium berukuran 50cm x 25cm x 35cm dengan sistem stagnan dan diisi air sebanyak 20 L. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah tingkat laju pertumbuhan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 3 ppt memberikan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,656%. Pengaruh salinitas menunjukkan hubungan yang erat (r = 0,86) terhadap pertumbuhan benih ikan rainbow kurumoi, salinitas optimum 3,72 ppt memberikan laju pertumbuhan maksimum sebesar 2,608%

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇