Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    Fortifikasi Tepung Tulang Julung-Julung Sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Kerupuk

    Full text link
                Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penambahan tepung tulang julung-julung terhadap kerupuk yang paling disukai panelis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Maret 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta uji Kimia dilakukan di Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan imbangan tepung tulang julung-julung dengan tapioka, yaitu 0%:100%; 5%:95%; 10%:90%; 15%:85%; dan 20%:80% dengan 20 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah uji fisik (tingkat kemekaran), uji kimia (kadar air dan kalsium), dan uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung tulang julung-julung pada kerupuk untuk semua perlakuan masih disukai panelis, akan tetapi perlakuan 10% menghasilkan kerupuk yang lebih disukai dibandingkan perlakan lainnya, dengan nilai kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur masing-masing 8,2; 7,7; 8,3; dan 8,3; kadar air 9,0% dengan kandungan kalsium sebesar 0,62%

    Pemanfaatan Tepung Propagul Mangrove (Rhizophora Mucronata) Hasil Fermentasi Untuk Bahan Tambahan Pakan Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus)

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan Air, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran,  pada tanggal 2 November sampai 14 Desember 2015. Percobaan dilakukan untuk mendapatkan persentase tepung propagul mangrove Rhizophora mucronata hasil fermentasi dalam pakan buatan yang memberikan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan lele dumbo. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Pakan dalam penelitian ini diformulasikan dengan tingkat penggunaaan 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Parameter yang diamati adalah kandungan nutrisi propagul fermentasi, tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung propagul mangrove fermentasi tidak berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan. Penambahan tepung propagul mangrove 2,5% dalam pakan benih ikan lele dumbo memberikan hasil terbaik diantaranya nilai kelangsungan hidup sebesar 93,3%, laju pertumbuhan harian sebesar 1,33%, serta efisiensi pemberian pakan sebesar 58,73%

    FRAKSINASI DAN UJI TOKSISITAS ECP (Extracellular Product) Streptococcus agalactiae ISOLAT NK1 PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari hingga September 2016 di Laboratorium Kesehatan Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi protein toksik dari ECP (Extracellular Product) dari bakteri Streptococcus agalactiae. 70 fraksi protein ECP S. aglactiae yang dihasilkan melalui metode kolom kromatografi, masing-masing fraksi disuntikkan secara intraperitonial pada lima ekor ikan nila dengan bobot rata-rata 20 g. Kemudian dilakukan analisis sodium dodecyl sulfate – polyacrilamid gel electrophoresis (SDS-PAGE) untuk mengetahui bobot molekul fraksi protein toksik. Parameter yang diamati adalah konsentrasi protein ECP S. agalactiae isolat NK1, gejala klinis dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan fraksi protein toksik dari ECP S. agalactiae isolat NK1 yaitu fraksi protein no. 6, 15, 18, 23, 28, 54 dan 70

    Tingkat Kesukaan Petis Dari Cairan Hasil Pemindangan Bandeng dengan Penambahan Tepung Tapioka yang Berbeda

    Full text link
    Ikan Bandeng (Channos channos) merupakan ikan yang banyak dikonsumsi di masyarakat. Penyerapan konsumsi bandeng tidak hanya dalam bentuk segar namun juga dalam berbagai jenis olahan. Jenis olahan bandeng yang tersedia yaitu pindang bandeng. Pemindangan pada prosesnya menghasilkan hasil sisa berupa cairan pemindangan yang bernutrisi dan bercitarasa khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan petis dari cairan hasil pemindangan bandeng yang ditambahkan tepung tapioka. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Padjadjaran pada bulan April-Juli 2016. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, terdiri atas lima perlakuan yaitu penambahan tepung tapioka sebesar 0% (kontrol), 2% (b/v), 4% (b/v), 6% (b/v), 8% (b/v). Parameter yang diamati yaitu tingkat kesukaan petis terhadap karakteristik organoleptik petis meliputi kenampakan, aroma, rasa dan tekstur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik non-parametrik uji dua arah Friedman dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison pada perlakuan yang signifikan dan metode Bayes untuk mengetahui perlakuan yang paling disukai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petis dari cairan hasil pemindangan bandeng yang ditambahkan tepung tapioka sebesar 4% (b/v) paling disukai panelis dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Petis dengan penambahan tepung tapioka 4% (b/v) memiliki nilai rata-rata kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur berturut-turut 6,1; 5,9; 5,7; 6,4. Hasil uji proksimat pada petis yang paling disukai panelis diperoleh kadar protein 8,07%, kadar air 46,64% dan kadar abu 23,42%, serta nilai viskositasnya sebesar 1730 cP. Penambahan tepung tapioka 4% (b/v) pada petis memperoleh nilai alternatif tertinggi yaitu 6,36 yang berarti petis disukai dan diterima panelis

    Pengaruh Pemberian C/N Rasio Berbeda Terhadap Pembentukan Bioflok Dan Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan sistem bioflok dengan rasio C/N berbeda terhadap rasio konversi pakan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup lele, menentukan jenis rasio C/N yang menghasilkan rasio konversi pakan dan pertumbuhan lele terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan karbon molase dalam media bioflok dengan rasio A C/N 12 (molase), B C/N 18 (molase), C C/N 24(molase) dan D C/N 30 (molase). Benih lele dengan bobot rata-rata individu sebesar 5,98 ± 6,64 g. Lele dipelihara pada aquarium dengan volume 25 L selama 30 hari dan pemberian pakan 5% dari berat biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh rasio C/N berbeda terhadap rasio konversi pakan dan pertumbuhan benih lele (Clarias sp.) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasio konversi pakan (Clarias sp.) dalam media bioflok. Rasio C/N yang terbaik menghasilkan pertumbuhan dan rasio konversi pakan yaitu C/N 12. Laju pertumbuhan spesifik yang dicapai pada perlakuan A, B, D dan C berturut-turut adalah 4,40; 4,07; 4,04, dan 3,88%. Nilai FCR yang dicapai adalah 0,89; 0,92; 0,98 dan 1,02. Nilai kelangsungan hidup lele berkisar antara 45-90%. Penelitian ini membuktikan bahwa pengaruh rasio C/N berbeda dalam media bioflok dapat meningkatkan biomassa sel bakteri yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bernutrisi. Penelitian ini membuktikan bahwa rasio C/N yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasio konversi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan lele dalam media bioflok

    Penambahan Konsentrat Protein Ikan Nila Terhadap Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Biskuit

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan mempelajari penambahan konsentrat protein ikan nila (KPI) terhadap karakteristik kimia dan organoleptik biskuit. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2015 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan penambahan konsentrat protein ikan nila yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% berdasarkan berat tepung terigu. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu rendemen KPI, kadar air, kadar protein, uji kekerasan (kerenyahan), dan karakteristik organoleptik (uji hedonik) yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur biskuit. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan biskuit KPI dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrat protein ikan nila (KPI) untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan KPI 5% mempunyai nilai alternatif (7,46) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan kadar air sebesar 3,22%, kadar protein sebesar 11,09% dan kekerasan sebesar 1207,89(gf/cm2)

    PENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) MODEL ARRHENIUS PADA FRUIT NORI

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menentukan umur simpan Fruit Nori dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius baik yang menggunakan kemasan maupun yang tidak menggunakan kemasan. Menentukan umur simpan dengan menggunakan Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dilakukan dengan mempercepat proses degradasi atau reaksi dalam percobaan yaitu meningkatkan suhu penyimpanan pada beberapa suhu di atas suhu kamar, sehingga mempercepat umur simpan analisis waktu. Metode ASLT yang digunakan dalam menentukan masa kadaluwarsanya Fruit Nori dengan menggunakan parameter kadar air dan uji sensoris. Fruit Nori disimpan selama 20 hari, pada suhu 25 OC, 35 OC dan 45 OC. Hasil perhitungan model Arrhenius dipilih parameter tekstur sebagai parameter kritis untuk menentukan umur simpan Fruit Nori. Hasil penelitian menunjukan nilai R2 terbesar digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter kesukaan tekstur baik produk yang menggunakan kemasan maupun tanpa kemasan (reaksi orde nol) dengan persamaan Arrhenius Ln K = -290,1 (1/T)  – 0,687 dengan nilai R2 sebesar 0.999 pada produk yang dikemas dan persamaan Arrhenius Ln K = -612,2 (1/T) – 0,099 dengan nilai R2 sebesar 1 pada produk yang tidak dikemas. Umur simpan Fruit Nori jika disimpan pada suhu ruang (25 OC) adalah 31 hari 13 jam 40 menit 48 detik pada produk yang dikemas dan 51 hari 16 jam 33 menit 36 detik pada produk yang tidak dikema

    KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) YANG DIBERI PAKAN HIDUP DAN PAKAN BUATAN DI KARAMBA JARING APUNG WADUK CIRATA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan betutu tertinggi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2016 di karamba jaring apung Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (pemberian pakan benih ikan nila hasil dari pemijahan induk yang dipelihara bersama dengan betutu (sistem polikultur)), B (pemberian pakan benih nila sebesar 5% dari biomassa betutu) dan C (pemberian pakan ikan kaca sebesar 5% dari biomassa betutu), D (pemberian pakan komersial sebesar  5% dari biomassa betutu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan hidup dan pakan komersial meningkatkan laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan bobot mutlak dan efisiensi pakan ikan betutu. Pemberian pakan hidup berupa ikan kaca sebesar 5% dari  biomassa ikan betutu, memberikan hasil pertumbuhan yang dapat menghasilkan Kelangsungan Hidup sebesar 82,5%, Pertumbuhan Harian sebesar 0,56%/hari, Pertumbuhan Mutlak sebesar 305,33 gram dan Efisiensi Pakan sebesar 11,87%

    FORTIFIKASI DAGING NILA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KIMIA KECIMPRING

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecimpring yang paling disukai setelah adanya penambahan daging nila yang diberi perlakuan berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan April 2016, bertempat di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran sedangkan pengujian kadar air dan kadar protein dilaksanakan di Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan diulang 6 kali untuk uji fisik (tingkat kemekaran). Perlakuan daging ikan nila yang diberikan berdasarkan berat singkong parut sebagai berikut: A (tanpa penambahan daging nila), B (penambahan daging nila segar sebanyak 10%), C (penambahan daging nila fermentasi sebanyak 10%) dan D (penambahan daging nila marined sebanyak 10%). Berdasarkan hasil uji organoleptik (uji hedonik) dan uji kimia (kadar air dan protein), kecimpring yang paling disukai dan berkadar protein tinggi yaitu perlakuan dengan penambahan daging fermentasi. Penambahan daging fermentasi menghasilkan aroma dan citarasa yang khas yang disukai panelis serta dapat meningkatkan kadar protein kecimpring yang semula 2,35% manjadi 9,43%

    Aplikasi Teknologi Nano Dalam Sistem Aerasi Pada Pendederan Ikan Mas (Cyprinus carpio )

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di PT. Iwatech, Bandung, Jawa Barat. Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 13 Maret 2016 sampai dengan 23 April 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sistem aerasi optimum untuk pertumbuhan ikan pada kegiatan pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini terdiri dari perlakuan jenis aerasi: kontrol (A), keramik (B), dan nano (C). Bak pemeliharaan yang digunakan untuk pemeliharaan benih berkapasitas 250 L yang diisi air sebanyak 200 L. Ikan uji adalah benih ikan mas dengan rata-rata bobot awal 1,45±0,03 gr.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan bobot harian, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Jenis aerasi nano merupakan jenis aerasi yang memberikan pertumbuhan optimum untuk kegiatan pendederan benih ikan mas, ditunjukkan oleh laju pertumbuhan bobot harian dan kelangsungan hidup tertinggi yaitu 2,59% dan 76,5%

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇