Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
Uji Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Mas Mantap (Cyprinus carpio) Pada Rentang Suhu yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelangsungan hidup, pertunbuhan, tingkah laku dan konversi pakan benih ikan mas mantap pada rentang suhu yang berbeda terutama pada suhu rendah. Penelitian ini dilakukan di Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari dari bulan Oktober - Nopember 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 7 kali ulangan, yaitu perlakuan A (20 ºC), perlakuan B (24 ºC) dan perlakuan C (28 ºC). Parameter yang diamati adalah derajat kelangsungan hidup, panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkah laku ikan, rasio konversi pakan dan kualitas air yang meliputi suhu, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan A, B dan C nilai kelangsungan hidup sebesar 100%, ikan pada perlakuan A memiliki laju pertambahan panjang dan bobot yang lambat, tingkah laku pasif dan nilai konversi pakan yang tinggi. Pertumbuhan terbaik ikan mas mantap terdapat pada perlakuan C dengan hasil pertambahan panjang mutlak dan bobot mutlak tertinggi serta nilai rasio konversi pakan terbaik dengan nilai berturut-turut sebesar 2,59 cm; 4,38 g dan 1,2
Analisis Bioekonomi Sumber Daya Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Di Waduk Cirata Jawa Barat
Penelitian ini dilaksanakan di perairan umum Waduk Cirata Jawa Barat pada bulan Desember 2016 sampai dengan Mei 2017. Waduk Cirata memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah kegiatan perikanan tangkap. Salah satu hasil tangkapan bernilai ekonomis adalah ikan nilem. Tujuan utama peneltian ini adalah untuk mengetahui nilai produksi sumberdaya ikan nilem pada kondisi Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economi Yield (MEY), dan Open access (OA) di perairan Waduk Cirata menggunakan model bioekonomi Gordon-Schaefer. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan nilem optimum dalam tiga bulan diperoleh hasil tangkapan produksi lestari sebesar (hMSY) sebesar 261,503 ton dengan upaya penangkapan (eMSY) sebesar 7.709 trip. Efesiensi terbesar diperoleh pada kondisi MEY, yaitu upaya (eMEY) sebesar 7.685 trip dengan hasil tangkapan (hMEY) sebesar 261,500 ton. Efesiensi terkecil diperoleh pada kondisi open access, yaitu sebesar (eOA) 15.371 trip yang menghasilkan (hOA) 3 ton. Keuntungan optimum dari pemanfaatan sumberdaya ikan nilem di perairan Waduk Cirata diperoleh pada kondisi MEY yaitu Rp 3.118.534.260,- sedangkan pada kondisi maksimum lestari MSY sebesar Rp 3.118.503.881,- dan keuntungan pada kondisi open access sama dengan nol (πOA)= 0
Distribusi Spasial Hiu Paus (Rhincodon typus) Di Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Papua Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial hiu paus, serta menganalisis faktor oseanografi yang berpengaruh terhadap distribusi hiu paus di kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskripsi. Data yang digunakan merupakan data hasil pemantauan hiu paus di TNTC yang diambil oleh WWF-Indonesia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hiu paus secara konsisten muncul di wilayah 4 atau SPTN Wilayah I Kwatisore. Hasil analisi
Kesesuaian Kondisi Bioekologi Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Rehabilitasi Mangrove Di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon Jawa Barat
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2017 di kawasan pesisir Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor biofisik yang mempengaruhi kerusakan mangrove di pesisir Desa Gebang Mekar juga menganalisis kesesuaian lahan untuk penanaman mangrove di pesisir Desa Gebang Mekar. Penelitian ini menggunakan metode survey langsung di 2 stasiun pengamatan yang memliki perbedaan kondisi vegetasi mangrove. Parameter biofisik yang diukur meliputi suhu, oksigen, pH, salinitas, substrat, dan mangrove. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa dalam kawasan ekosistem mangrove di Desa Gebang Mekar hanya terdapat 2 spesies mangrove yaitu Rhyzopora stylosa dan Avicennia marina. Hasil pengamatan kemudian dikalkulasikan menggunakan matriks kesesuaian lahan konservasi mangrove. Hasil analisis menunjukan bahwa ekosistem mangrove Desa Gebang Mekar di dominasi oleh spesies Rhyzopora stylosa. Hasil kalkulasi menggunakan matriks kesesuaian lahan konservasi mangrove menunjukkan bahwa pada stasiun 1 termasuk kategori sesuai bersyarat (S1), dan stasiun 2 termasuk kategori sesuai (S2). Secara keseluruhan wilayah pesisir Desa Gebang Mekar merupakan kategori sesuai (S2)
Pematangan Gonad Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Menggunakan Tepung Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) Dalam Pakan Komersil
Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan jumlah pemberian tepung biji kecipir yang paling efektif untuk meningkatkan kematangan gonad ikan lele dumbo. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2017 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lime perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan tepung biji kecipir sebanyak 0 %(Kontrol), 5 % per kg pakan, 6 % per kg pakan, 7 % per kg pakan dan penambahan vitamin E esencial sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung biji kecipir pada pakan dapat mempengaruhi tingkat kematangan gonad ikan lele dumbo melihat parameter Indeks Kematangan Gonad (IKG), diameter telur, fekunditas dan kelangsungan hidup larva ikan lele selama 4 hari. Dosis yang paling memberikan pengaruh terhadap ikan lele dumbo adalah penembahan tepung biji kecipir sebanyak 7 % per kg pakan dapat memberikan hasil terbaik terhadap ikan lelel dengan IKG rata-rata sebesar 17,00 %, fekunditas relatif 41933 per kg bobot induk, diameter telur 1.35 mm, dan kelangsungan hidup pada larva ikan lele selama 4 hari sebesar 97,32 %
Studi Pengaruh Perbedaan Konstruksi Mulut Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Karangsong, Indramayu
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas alat tangkap bubu berdasarkan sudut kemiringan mulut bubu dan menghasilkan jenis dan komposisi hasil tangkapan bubu lipat tertinggi di perairan Karangsong Indramayu. Penelitian dilakukan pada bulan Februari - Maret 2017. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan analisis ragam (Anova) dengan uji F dan deskriptif kuantitaif. Bubu lipat yang digunakan memiliki disain dan kontruksi dengan ukuran 50 x 30 x 10 cm3 untuk sudut 20o dan ukuran konstruksi 50 x 30 x 20 cm3 untuk sudut 40o, sedangkan konstruksi yang dimiliki nelayan di Indramayu memiliki ukuran 40 x 30 x 15 cm3 untuk sudut 30o. Bentuk konstruksi mulut bubu dengan kemiringan 20o, 30o, dan 40o dimaksudkan untuk memperoleh hasil tangkapan yang signifikan dengan mengubah konstruksi di bagian mulut bubu lipat. Hasil tangkapan terdiri dari rajungan (85%), ikan baji-baji (5%), udang mantis (7%), cumi-cumi (1%), ikan betotot (1%) dan ikan alamkao (1%). Total hasil tangkapan rajungan untuk kemiringan lintasan masuk 30o sebesar 36 ekor, 40o sebanyak 29 ekor dan 20o mendapatkan hasil tangkapan rajungan sebanyak 16 ekor. . Berdasarkan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% lintasan masuk bubu dengan kemiringin 30o dan 40o tidak berbeda nyata, artinya bubu nelayan dan bubu modifikasi sama efektif digunakan oleh nelayan
Karakteristik Sedimen dan Pengaruhnya Terhadap Kelimpahan Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove Di Pulau Pramuka
Penelitian ini dilakukan di Pulau Pramuka pada bulan April 2017. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakteristik sedimen dan kelimpahan gastropoda serta korelasinya karakteristik sedimen dengan kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove yang terdapat di Pulau Pramuka. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan untuk pengumpulan data dengan metode pusposive sampling. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode transek kuadrat pada 3 stasiun dengan masing-masing stasiun memiliki 3 substasiun, sedangkan sampel sedimen diambil mewakili stasiun masing-masing. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menghubungkan karakteristik sedimen dengan kelimpahan gastropoda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik sedimen pada stasiun I dan III memiliki jenis sedimen pasir dan stasiun II memiliki jenis sedimen pasir lumpuran. Sedangkan Kelimpahan gastropoda yang didapat pada stasiun I sebesar 10,95 individu/m2, stasiun II sebesar 27,13 individu/m2, dan stasiun III sebesar 7,61 individu/m2. Karakteristik sedimen pasir lumpuran memiliki kelimpahan gastropoda yang paling tinggi dibandingkan sedimen pasir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik sedimen memiliki pengaruh terhadap kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove di Pulau Pramuka
Struktur Komunitas Makroinvertebrata Di Wilayah Pantai Berkarang Karapyak Pesisir Pangandaran
Kawasan pesisir merupakan suatu ekosistem yang di dalamnya terjadi interaksi yang kompleks sehingga timbul masalah yang kompleks dan memerlukan pemecahan secara holistik. Organisme penghuni wilayah pesisir salah satunya adalah makroinvertebrata. Makroinvertebrata relatif mudah diidentifikasi dan toleran terhadap perubahan lingkungan perairan. Kondisi lingkungan seperti substrat dasar dan kedalaman dapat menggambarkan variasi bagi keberadaan struktur komunitas makroinvertebrata, sehingga dijumpai perbedaan jenis pada daerah yang berbeda. Riset ini bertujuan untuk menentukan struktur komunitas makroinvertebrata pada wilayah Pantai Berkarang Karapyak Pesisir Pangandaran. Riset ini dilaksanakan di Pantai Karapyak, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran pada bulan Januari-Maret 2018. Metode yang digunakan adalah metode survey (non-eksperimental), dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta analisis spasial menggunakan Similarity. Hasil riset menunjukan komposisi makroinvertebrata terdiri dari 59 spesies yang terdiri dari 6 filum dan 8 kelas. Kelimpahan makroinvertebrata paling tinggi didapatkan pada stasiun 3 dengan jumlah 2012 Ind/. nilai Indeks Keanekaragaman yakni stasiun 1 (3,86) termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan stasiun 2 (2,61) dan stasiun 3 (2,15) termasuk kategori sedang. Indeks keseragaman pada stasiun 1 (0,92) dan stasiun 2 (0,8) termasuk kategori tinggi, sedangkan stasiun 3 (0,44) termasuk kategori rendah. Berdasarkan analisis similarity stasiun 2 dan 3 memiliki kemiripan atau membentuk satu kelompok yang sama berdasarkan parameter fisik dan kimiawi perairan dengan nilai similarity yakni 98,34
Kemampuan Penyerapan Logam Berat Tembaga (Cu) pada Akar Avicennia marina di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu
Penelitian ini bertujuan Mengkaji konsentrasi logam berat tembaga (Cu) di air laut dan sedimen, di perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu serta menganalisis kemampuan akar Avicennia marina dalam mengabsorbsi logam berat tembaga (Cu) di perairan Karangsong, Indramayu. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove perairan Karangsong pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive sampling. Analisis konsentrasi logam berat dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat tembaga (Cu) di badan perairan sangat rendah yaitu <0,005 ppm. Konsentrasi Logam berat tembaga (Cu) pada sedimen dan akar Avicennia marina secara berturut-turut berkisar 0,387-0,837 ppm; 0,007-0,015 ppm. Avicennia marina kurang mampu mengakumulasi logam berat tembaga (Cu) berdasarkan perhitungan nilai BCF yaitu <1
Pengaruh Kombinasi Sumber Protein pada Pakan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Di Keramba Jaring Apung Waduk Cirata
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi limbah ikan tongkol dan tepung bungkil kedelai sebagai sumber protein pakan yang menghasilkan pertumbuhan tertinggi benih ikan patin stadia pendederan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2017 di Keramba Jaring Apung Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias (BPPPUIH) Waduk Cirata – Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Kombinasi limbah ikan tongkol dan tepung bungkil kedelai yaitu berturut – turut pakan A (100%,0%), B (87,5%, 12,5%), C (75%, 25%), D (62,5%, 37,5%), E (50%, 50%), dan F (Pakan Komersial). Benih ikan patin siam yang digunakan berukuran 5,57 ± 0,23 g (stadia pendederan) dipelihara dalam 18 unit waring dengan padat tebar 40 ekor/waring selama 60 hari. Pengaruh setiap perlakuan terhadap parameter dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji dengan berbagai kombinasi limbah ikan tongkol dan tepung bungkil kedelai sebagai sumber protein memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan harian (LPH) dan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) benih ikan patin siam. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa kombinasi 75% limbah ikan tongkol dan 25% tepung bungkil kedelai pada pakan benih ikan patin stadia pendederan memberikan hasil terbaik terhadap laju pertumbuhan harian sebesar 3,34% dan efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 55,82%