Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari jumlah penambahan tepung maggot yang tepat pada pakan komersil sehingga dihasilkan pertumbuhan benih ikan bawal air tawar yang cepat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan jumlah penambahan tepung maggot yang terdiri dari penambahan tepung maggot 10%, penambahan tepung maggot 20%, penambahan tepung maggot 30%, penambahan  tepung maggot 40%, dan perlakuan kontrol (pakan komersil). Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertambahan panjang total, dan efisiensi pemberian pakan, sedangkan kualitas air selama penelitian diukur sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung maggot sebanyak 20% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan harian sebesar 2,027%, perubahan panjang total sebesar 0,990 cm yang berbeda nyata (P < 0,05) dengan penambahan tepung maggot 10%, 30%, 40% dan tanpa penambahan tepung maggot (kontrol), sedangkan untuk efisiensi pemberian pakan nilai tertinggi sebesar 46,80% tidak berbeda nyata (P < 0,05) dengan penambahan tepung maggot 10% dan 30%, namun berbeda nyata (P < 0,05) dengan penambahan tepung maggot 30% dan tanpa penambahan tepung maggot (kontrol)

    PENGKAYAAN PROTEIN DARI SURIMI LELE DUMBO PADA BROWNIES TERHADAP TINGKAT KESUKAAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hasil pengkayaan protein dari surimi lele dumbo pada brownies yang paling disukai oleh panelis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2012 di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dan analisis kadar protein dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari lima perlakuan yaitu penambahan surimi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Variabel yang diamati adalah karakteristik fisik (tingkat pengembangan dan susut bobot), organoleptik (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur) dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brownies dengan penambahan surimi lele dumbo sebesar 10% adalah yang paling disukai oleh panelis. Nilai rata-rata uji kesukaan (hedonik) brownies dengan penambahan surimi lele dumbo sebesar 10%  terhadap kenampakan  6,90; aroma 7,53; rasa 7,40 dan tekstur 7,53. Perlakuan penambahan surimi 10% memiliki  nilai alternatif tertinggi di antara perlakuan lainnya yaitu sebesar 7,708. Kandungan protein yang dimiliki cukup tinggi sebesar 11,53% dibandingkan dengan tanpa penambahan surimi sebesar 8,38%. kata kunci : Brownies, Ikan Lele Dumbo, Surim

    KEBIASAAN MAKANAN DAN LUAS RELUNG IKAN DI HULU SUNGAI CIMANUK KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan dan luas relung ikan di hulu sungai Cimanuk yang meliputi Indeks Preponderan, Indeks Pilihan, Tingkat Trofik, Luas Relung, dan Tumpang Tindih pemanfaatan makanan dibandingkan dengan ketersediaan pakan alami yang tersedia. Metode yang dipergunakan yaitu metode survey dengan menetapkan 4 stasiun pengamatan dan 4 kali pengulangan yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2012. Jumlah ikan yang tertangkap di hulu sungai Cimanuk sebanyak 106 ekor yang terdiri dari 12 spesies. Index of preponderance berkisar antara 2,06 - 2,94, pakan utama pada umumnya fitoplankton, luas relung berkisar antara 1,19 - 3,36. Ikan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan sumberdaya makanan adalah Trichogaster trichopterus. Xyphophorus helleri, Cyprinus carpio, Osteochilus hasselti, Oreochromis mossambicus, Aequidens rivulatus, Oreochromis niloticus, Mystacoleucus marginatus dan Hyposarcus pardalis bersifat spesialis terhadap sumberdaya makanan yang tersedia di perairan.   Kata kunci : hulu, ikan, makanan, luas relung, sunga

    PENGARUH SEDIMENTASI TERHADAP KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU ABANG KOTA BATAM

    No full text
    Salah satu bentuk ancaman terhadap pertumbuhan terumbu karang adalah sedimentasi. Sedimentasi dapat menghambat pertumbuhan terumbu karang bahkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Abang Kota Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap kondisi terumbu karang di perairan Pulau Abang Kota Batam. Penelitian ini dilakukan di 9 stasiun pengamatan yang meliputi P. Abang Kecil, P. Ranau, P. Hantu, P. Dedap, dan P. Pelintang. Pengamatan kondisi terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Pengukuran laju sedimentasi menggunakan alat sediment traps yang dipasang di stasiun pengamatan terumbu karang selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terumbu karang di perairan P. Abang masuk dalam kategori sedang hingga baik. Persentase tutupan karang di stasiun pengamatan berkisar antara 31,18 - 67,48%. Laju sedimentasi di stasiun pengamatan berkisar antara 0,93 – 22,82 mg cm-2 day-1. Dampak yang dapat ditimbulkan termasuk kategori kecil – sedang hingga sedang – bahaya. Pada tingkatan ini dapat mempengaruhi persentase tutupan karang hidup dan keanekaragaman karang. Bentuk pertumbuhan karang didominasi Coral Foliose, Coral Massive, Coral Submassive, dan Coral Encrusting.   Kata kunci : sedimentasi, laju sedimentasi, perairan, pulau, terumbu karan

    STRUKTUR KOMUNITAS VEGETASI MANGROVE BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUBSTRAT DI MUARA HARMIN DESA CANGKRING KECAMATAN CANTIGI KABUPATEN INDRAMAYU

    Get PDF
    Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode survei dimana struktur dan komunitas vegetasi mangrove akan diukur sesuai dengan zonasi, setelah itu dilakukan sampling kualitas perairan dan substrat. Dalam penentuan stasiun penelitian akan diambil sebanyak lima stasiun berdasarkan zonasi ekosistem mangrove dari muara yang berhadapan langsung dengan laut sampai zona terluar mangrove. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 11 spesies mangrove pada 5 stasiun penelitian yang meliputi tingkatan pohon, pancang dan semai. Kerapatan tingkat pohon keseluruhan adalah 6.300 pohon/ha, tingkat pancang sebesar 9.300 pohon/ha, dan untuk tingkat semai sebesar 2.000 pohon/ha.  Kisaran Indeks Nilai Penting tingkat pohon pada lokasi penelitian adalah 33,45 % – 300 %. Indeks Nilai Penting tingkat pancang di lokasi penelitian berkisar antara 22,32 % - 200 %, sedangkan Indeks Nilai Penting untuk tingkat semai berkisar antara 28,57 % - 200 %. Keanekaragaman jenis di seluruh lokasi penelitian berkisar antara 0 – 2,351375. Jenis substrat sedimen mangrove pada lokasi penelitian ini yaitu kelas pasir berlempung, liat, dan kelas lempung liat berdebu. Kandungan bahan organik C, N, C/N dan P diketahui pada setiap stasiun yaitu tergolong pada tingkatan sangat rendah hingga sedang.   Kata kunci : Struktur komunitas, Mangrove, Substrat, Bahan organi

    ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI KECAMATAN MANGGAR, KABUPATEN BELITUNG TIMUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis pendapatan nelayan menurut ukuran jenis kapal di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur. Parameter yang diukur yaitu pendapatan nelayan dan  kesejahteraan. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (kuisioner). Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling dengan responden terpilih sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pendapatan nelayan pancing ulur berdasarkan ukuran armada berbeda-beda. Hal ini dapat terlihat rata-rata pendapatan nelayan pancing ulur pada armada kapal motor Rp. 5.119.444 dengan 65% pendapatan diatas Rp. 4.000.000 dan  rata-rata pendapatan nelayan perahu cungkring tanpa mesin adalah Rp. 1.148.766 dengan 46,67% pendapatan berkisar antara lebih dari Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500.000 sedangkan rata-rata pendapatan nelayan perahu cungkring dengan mesin adalah Rp. 1.831.818. Dan nelayan pancing ulur di Kecamatan Manggar berada pada tingkatan sejahtera karena rata-rata pendapatan nelayan di atas UMR Kabupaten Belitung Timur yaitu Rp. 1.024.000.   Kata kunci : kesejahteraan, pancing ulur, pendapatan, ukuran kapal, UM

    PENGARUH DOSIS MIKROORGANISME PROBIOTIK PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH MAS KOKI (Carassius auratus) DENGAN PADAT PENEBARAN BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikroorganisme probiotik dan padat tebar yang tepat pada media pemeliharaan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih mas koki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor. Parameter yang diamati yaitu kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Analisis data tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan dilakukan dengan menggunakan uji F dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik EM4 pada media pemeliharaan dengan dosis 0,5 ml/L dengan kepadatan 2 ekor/L menghasilkan kelangsungan hidup sebesar 80,56 % sedangkan pertumbuhan bobot dan panjang tertinggi dengan dosis 1 ml/L dengan kepadatan 1 ekor/L sebesar 4,58 gr dan 1,62 cm. Kata kunci : kelangsungan hidup, mas koki, padat penebaran, pertumbuhan, probioti

    MANAJEMEN PERSEDIAAN PRODUK IKAN SEGAR DI RITEL MODEREN (Studi Kasus di Lotte Mart Wholesale di Kota Bandung)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Lotte Mart Wholesale Bandung. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi manajemen persediaan produk ikan segar di Lotte Mart Wholesale Bandung dengan menggunakan metode EOQ dan merumuskan arah pengelolaan persediaan di Lotte Mart Wholesale Bandung dengan menggunakan metode SWOT. Penelitian menggunakan metode studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden (department manager fresh food, section head fish, local buyer, staff department fresh food, administration logistic center, dan personalia). Data sekunder diperoleh dari Lotte Mart Wholesale Bandung. Hasil evaluasi manajemen persediaan di Lotte Mart Wholesale Bandung adalah meningkatkan frekuensi pembelian pada seluruh jenis ikan kecuali pada bawal hitam dan kerang dara, mengurangi kuantitas pemesanan pada seluruh jenis ikan, efisiensi biaya pengelolaan persediaan mencapai 39,61% dan biaya penyimpanan mencapai 19,23%, titik pemesanan tertinggi yaitu ikan gurame sebesar 822,10kg dan terendah yaitu ikan pari sebesar 39,61kg, waktu pemesanan produk ikan segar yang dibutuhkan Lotte Mart Wholesale Bandung yaitu 2-4 hari. Lotte sebagai whole seller terbesar memiliki 4 sasaran, yaitu warung-warung kecil, HOREKA (Hotel, Restoran, Katering), perkantoran, dan end user. Arah pengelolaan persediaan produk ikan segar di Lotte Mart Wholesale Bandung yaitu meningkatkan kerjasama dengan HOREKA baru guna memanfaatkan bermunculannya restoran atau cafe baru di kota Bandung.   Kata kunci : EOQ, ikan, manajemen, persediaan, SWO

    ANALISIS SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN IKAN SEGAR DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus di Pasar Induk Caringin)

    Get PDF
              Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis surplus konsumen dan surplus produsen ikan segar di Kota Bandung di lokasi Pasar Induk Caringin di Kota Bandung dengan  menggunakan metode survey. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden (Pedagang dan Pembeli Ikan Segar di Pasar Induk Caringin). Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surplus konsumen lebih besar dari pada surplus produsen. Berarti bahwa keuntungan yang dinikmati oleh para konsumen lebih besar dari produsen. Hal ini berkaitan dengan struktur Pasar Induk Caringin yaitu pasar persaingan sempurna

    Kajian Penyuburan Dengan Bioindikator Makrozoobentos Dan Substrat Di Situ Bagendit Kabupaten Garut, Jawa Barat

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di perairan Situ Bagendit, Kabupaten Garut. Pelaksanaan dimulai dari tanggal 7 April 2012 sampai dengan 19 Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian penyuburan dengan bioindikator makrozoobentos sebagai biomonitoring perairan di Situ Bagendit. Metode yang digunakan dalam penelitin ini metode survey dengan pengambilan sampel menggunakan purpose sampling dalam tiga stasiun yaitu stasiun inlet, stasiun tengah dan stasiun outlet. Jenis dan kelimpahan makrozoobentos yang ditemukan pada saat pengamatan terdiri dari 4 (empat) kelas yaitu : Gastropoda,  Pelecypoda, Clitellata, Pterygota meliputi 16 spesies. Kelimpahan rata-rata tertinggi ditempati oleh spesies Melanoides tuberculata 47600 (ind/m2) dan kelimpahan rata-rata terendah ditempati oleh spesies Physa heterostraopha 15 (ind/m2). Nilai indeks keanekaragaman makrozoobentos di Situ Bagendit 1,42. Berdasarkan kriteria Shannon Wiener dengan kategori pencemaran menyatakan bahwa Situ Bagendit dengan nilai indeks rata-rata termasuk indeks Shannon yang  H’ = 1,0-1,6  kategori tercemar sedang. Tekstur substrat di Situ Bagendit yaitu lempung berpasir. Makrozoobentos yang umumnya ditemukan di Situ Bagendit yaitu makrozoobentos sebagai indikator perairan tercemar ringan adalah Valvata sincera dan Bithynia tentaculata, hingga tercemar berat adalah Chironomus. Pertumbuhan Eichhornia crassipes meningkat hampir 50% setiap minggunya, dengan doubling time pada minggu ke 2.   Katakunci: bioindikator, makrozoobentos, penyuburan, substra

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇