Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    EFEKTIVITAS VAKSIN DARI BAKTERI Mycobacterium fortuitum YANG DIINAKTIVASI DENGAN PEMANASAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MYCOBACTERIOSIS PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy).

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang efektif dalam menginaktivasi Mycobacterium fortuitum, status keberadaan Mycobacterium fortuitum pada ikan gurami setelah masa induksi vaksin dan uji tantang dari gejala klinis serta mengetahui tingkat kelangsungan hidup ikan gurami setelah diuji tantang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (vaksin dengan kepadatan 1011 cfu), B (vaksin dengan kepadatan 108 cfu), C (vaksin dengan kepadatan 105 cfu), D (vaksin dengan kepadatan 102 cfu) dan E (kontrol/tanpa pemberian vaksin). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositik, diferensial leukosit dan gejala klinis. Data hasil tingkat kelangsungan hidup ikan gurami dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf nyata 5%. Sedangkan hasil diagnosa kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositosis, diferensial leukosit dan gejala klinis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin dari bakteri Mycobacterium fortuitum kepadatan 102 cfu yang diinaktivasi dengan heat kill  merupakan kepadatan yang paling efektif dan efisien dalam memicu imunitas gurami terhadap bakteri Mycobacterium fortuitum dengan nilai kelangsungan hidup 80%, kelangsungan hidup relatif 71,43%

    Pengaruh Penambahan Yoghurt sebagai Sumber Bakteri Asam Laktat Terhadap Karakteristik Mikrobiologi pada Bekasam Ikan Nila

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan yoghurt sebagai sumber bakteri asam laktat terhadap karakteristik mikrobiologis bekasam ikan nila. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran pada Bulan Juni 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan metode eksperimental dengan 5 perlakuan berdasarkan bobot ikan nila (b/b), yaitu tanpa penambahan yoghurt (0%), penambahan yoghurt 7,5%, 15%, 22,5%, dan 30%. Variabel yang diamati terdiri dari karakteristik mikrobiologis (jumlah total mikroba dan jumlah koloni bakteri asam laktat) dan pengukuran derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekasam ikan nila dengan penambahan yoghurt sebesar 22,5% dari bobot ikan nila dapat menghasilkan koloni bakteri asam laktat yang optimum yaitu 1,6 x 107 dan total mikroba sebesar 1,9 x 108 serta dapat menurunkan pH sebesar 5,8 hingga akhir fermentasi hari ke-7.

    HUBUNGAN LIMBAH ORGANIK DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI SUNGAI MUSI BAGIAN HILIR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara limbah organik yang dihasilkan dari berbagai kegiatan masyarakat dengan struktur komunitas makrozoobenthos. Metode yang digunakan adalah metode survey. Stasiun pengamatan yang dipilih sebanyak tujuh stasiun dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kelas yang diperoleh sebanyak 7 kelas yang terdiri dari kelas Gastropoda, Bivalvia, Oligochaeta, Clitellata, Polychaeta, Insecta, dan Turbellaria. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun 3 sebanyak 240 individu/m2. Nilai indeks keanekaragaman Shanon−Wiener dari semua stasiun berkisar antara 0 − 1,58 nilai ini termasuk kedalam kategori sedang hingga rendah. Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian stasiun 4 yang merupakan lokasi pembuangan limbah industri pupuk urea memiliki kandungan bahan organik tertinggi. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata BOD5 dan COD pada stasiun 4 merupakan nilai rata-rata tertinggi dari stasiun lainnya yaitu sebesar 12,62 mg/L dan 15,34 mg/L namun hasil analisis regresi antara limbah organik yang diwakili oleh BOD5 dan COD dengan kelimpahan makrozoobenthos dan keanekaragaman makrozoobenthos menunjukkan tidak ada hubungan yang linier, sedangkan hasil analisis regresi linier dengan salah satu parameter fisik perairan yaitu kedalaman dengan keanekaragaman makrozoobenthos menunjukkan adanya hubungan linier yang nyata dengan persamaan Y = 1,319 – 0,838 X dan koefisien korelasi Pearson (R) sebesar 0,447.   Kata kunci : Hilir, Sungai, Analisis Regresi, Limbah Organik, Makrozoobentho

    Kajian Produktivitas Primer Fitoplankton di Waduk Saguling, Desa Bongas dalam Kaitannya dengan Kegiatan Perikanan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer fitoplankton yang menghasilkan oksigen bersih serta kualitas fisika, kimiawi dan biologis perairan di Waduk Saguling, Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Bandung, Jawa Barat dalam kaitannya dengan kegiatan perikanan budidaya. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan menetapkan satu stasiun pengamatan, enam kali pengambilan sampel dengan selang waktu tujuh hari yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Juni 2012. Sampel dianalisis untuk mengetahui nilai produktivitas primer bersih (Net Primary Productivity/NPP) dengan parameter penunjang yaitu suhu, kecerahan, pH, DO, BOD, dan CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai NPP permukaan sampai kedalaman 1,5 meter  adalah 2,39 mgO2/L dan pada kedalaman 1,5 meter sampai 3 meter  adalah 1,42 mgO2/L. Estimasi penebaran ikan mas dengan ukuran 100 gram per m3 pada permukaan sampai kedalaman 1,5 meter yang dapat ditebar adalah 8,03 kg/m3, sedangkan penebaran ikan nila dengan ukuran 100 gram per m3 pada kedalaman         1,5 meter sampai 3 meter yang dapat ditebar adalah 6,4 kg/m3

    Pengaruh Urine Kelinci Hamil Dalam Media Kultur Terhadap Kontribusi Anak Setiap Kelompok Umur Daphnia spp.

    Get PDF
    Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat dari tanggal 30 Desember 2011 sampai  9 Februari 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi anak Daphnia spp. setiap kelompok umur yang dihasilkan dari kultur Daphnia spp. menggunakan pupuk urine kelinci hamil. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kultur tanpa pemberian urine kelinci hamil sebagai control (perlakuan A), pemberian urine kelinci hamil 1 ml/L (perlakuan B), 2 ml/L (perlakuan C), 3ml/L (perlakuan D), dan 4 ml/L (perlakuan E). Daphnia muda (juvenil) dipelihara dalam toples dengan kepadatan 100 ekor/L air. Parameter yang diamati adalah kontribusi anak Daphnia spp. setiap kelompok umur dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urine kelinci hamil sebanyak 4 ml/L pada media kultur Daphnia spp. memberikan kontribusi anak Daphnia spp. terbesar dengan nilai 80,062% pada kelompok umur 2,5 hari. Kualitas air berada pada batas kisaran normal untuk kultur Daphnia spp.   Kata Kunci : Daphnia spp., kontribusi anak Daphnia spp., urine kelinci hamil

    HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SUBSTRAT DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI SUNGAI CANTIGI, KABUPATEN INDRAMAYU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik substrat dengan struktur komunitas makrozoobenthos di Sungai Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode survei dan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Penetuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling. Hasil penelitian didapatkan 34 jenis makrozoobenthos yang dikelompokkan ke dalam tujuh kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia, Oligochaeta, Insecta, Crustacea, Hirudinea, dan Amphibia. Kepadatan berkisar antara 1833,33-61000 individu/m2. Tingkat keanekaragaman tergolong rendah sampai sedang, berkisar antara 0-2,0262. Nilai Indeks Kesamaan Sorensen tertinggi di Sungai Cantigi, Kabupaten Indramayu terdapat pada stasiun I dan stasiun II sebesar 76,05%. Karakteristik tipe substrat pada semua stasiun hampir sama yaitu lempung berdebu. Pada stasiun I, II, dan III memiliki karakteristik kimiawi substrat yang hampir sama, sedangkan pada stasiun IV terdapat perbedaan.   Kata Kunci :  karakteristik substrat, struktur komunitas makrozoobenthos, sungai cantigi

    ANALISIS MASSA AIR DI PERAIRAN MALUKU UTARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter fisika, kimia, dan karakteristik massa air serta menganalisis gambaran dinamikanya di perairan Maluku Utara dan juga untuk mengetahui hubungan antara temperatur dan salinitas, dengan kesuburan perairan Maluku Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan cara melakukan studi perbandingan literatur data pada tahun yang berbeda (time series), yaitu tahun 2005, 2009, dan 2010. Kemudian untuk melihat keterkaitan antara temperatur dan salinitas dengan kesuburan perairan digunakan regresi linier. Hasil menunjukan bahwa perairan Maluku Utara ini dipengaruhi oleh massa air samudera Pasifik dan massa air lokal Laut Banda. Hubungan antara temperatur dan salinitas dengan klorofil pada perairan sekitar Pulau Halmahera ini tidak kuat, hal ini terlihat dari nilai determinasinya (R2) 0,303. Hubungan temperatur dan salinitas dengan fosfat dan nitrat pada perairan Laut Maluku ini sangat kuat dan tergambar dari nilai determinasinya (R2) 0,960 untuk Fosfat dan 0,977 untuk Nitrat

    TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BAGAN DI PERAIRAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di perairan Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dari bulan Maret sampai April 2012.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini menguji hasil tangkapan dalam 3 perlakuan yang diulang sebanyak 10 kali, yaitu 5 hari selama gelap bulan pertama dan 5 hari selama gelap bulan kedua. Parameter yang diamati adalah panjang total dan bobot ikan hasil tangkapan pada ikan selar (Selaroides leptolepis), ikan tembang (Sardinella fimbriata) dan ikan kembung (Rastrelliger spp).Secara keseluruhan total berat hasil tangkapan ikan utama lebih tinggi dari pada hasil tangkapan sampingan (by catch), namun persentase ikan yang tidak layak tangkap lebih tinggi dari pada ikan layak tangkap. Dengan demikian hasil tangkapan bagan termasuk kategori alat tangkap kurang ramah lingkungan.   Kata kunci : Bagan Apung, Keramahan Lingkungan, Peraira

    Fortifikasi Tepung Cangkang Udang sebagai SUmber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Cone Es Krim

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung cangkang udang sebagai sumber kalsium terhadap tingkat kesukaan cone es krim.  Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan perlakuan penambahan tepung cangkang udang yang berbeda-beda yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% terhadap tepung tapioka dalam adonan.  Parameter yang diamati terdiri dari rendemen tepung cangkang udang, derajat pengembangan, dan ketahanan cone terhadap es krim, tingkat kesukaan panelis terdiri dari karakteristik organoleptik kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Karakteristik organoleptik diuji dengan uji Friedman kemudian dilanjutkan dengan uji Bayes untuk mengetahui cone dengan penambahan tepung cangkang udang mana yang terbaik, serta kimia (kadar kalsium) cone diuji secara duplo. Berdasarkan hasil Penelitian, didapatkan bahwa fortifikasi tepung cangkang udang sampai dengan 10% pada cone es krim masih disukai oleh panelis, namun berdasarkan uji Bayes perlakuan 5% mempunyai nilai alternatif lebih tinggi dibanding dengan perlakuan lainnya yaitu 6,49, dengan derajat pengembangan 8,82%, ketahanan cone terhadap es krim selama 27 menit, dan kandungan kalsium sebesar 62 mg

    ANALISIS BIOEKONOMI PENANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichirus sp.) DI PERAIRAN PARIGI KABUPATEN CIAMIS

    Get PDF
    Penelitian mengenai analisis bioekonomi penangkapan Ikan Layur (Trichirus sp.) dilaksanakan pada tanggal 30 April 2012 sampai dengan 30 Mei 2012 di perairan Parigi Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keadaan bioekonomi dan arah pengelolaan sumberdaya ikan layur di perairan Parigi Kabupaten Ciamis berdasarkan indikator Maksimum potensi lestari (MSY) dan Maksimum Ekonomi Lestari (MEY) dengan menggunakan model bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Data dan informasi yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Tingkat produksi maksimum lestari (MSY) ikan layur di perairan Parigi Kabupaten Ciamis adalah sebesar 198.548 kg per tahun. Hasil ekonomi maksimum lestari (MEY) ikan layur di perairan Parigi adalah sebesar 184.487 kg per tahun. Jumlah Upaya penangkapan untuk mencapai tingkat produksi maksimum lestari (MSY) adalah sebesar 18.140 trip per tahun, sedangkan keuntungan hasil ekonomi maksimum lestari (MEY) akan dicapai saat dilakukan upaya penangkapan 13.312 trip per tahun. Analisis Usaha R/C menunjukan bahwa investasi untuk usaha penagkapan jaring insang masih dapat dikatakan layak untuk dilanjutkan.   Kata kunci : Analisis Usaha R/C, Bioekonomi, Ikan Layur, MSY, MEY

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇