Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA PEMINDANGAN IKAN DI KECAMATAN BEKASI BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha pada usaha pemindangan ikan di Bekasi Barat, merumuskan dan memilih alternatif strategi yang dapat digunakan, serta merumuskan prioritas strategi pada pengusaha pemindangan ikan di Bekasi Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data diperoleh dari instansi terkait dan wawancara langsung dengan pengusaha pemindangan ikan di Bekasi Barat. Analisis yang dilakukan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif dan perumusan strategi menggunakan perangkat SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan pemindangan ikan di Bekasi Barat untuk kondisi saat ini cocok menerapkan strategi agresif. Alternatif strategi yang dapat digunakan yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas ikan pindang serta pengawasan dan pelayanan, meningkatkan jumlah produksi, mengoptimalkan kegiatan produksi dan kesejahteraan, menghasilkan jenis ikan pindang yang baru, meningkatkan teknologi produksi dan pendekatan dengan konsumen, membuat penganggaran produksi
POTENSI LESTARI DAN TINGKAT PEMANFAATAN IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DI PERAIRAN TELUK BANTEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lestari, upaya optimum dan tingkat pemanfaatan ikan kurisi di Perairan Teluk Banten. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara dengan nelayan sedangkan data sekunder diperoleh melalui laporan statistik tahunan (2006-2010) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu meliputi data hasil tangkapan dan upaya penangkapan ikan kurisi di perairan Teluk Banten. Potensi Lestari dianalisis dengan menggunakan Model Produksi Surplus dengan model Schaefer maupun model Fox. Hasil analisis data menunjukkan bahwa potensi lestari ikan kurisi di Perairan Teluk Banten berdasarkan model Fox dan Schaefer berkisar antara 88.647,64 Kg/tahun -103.198,36 Kg/tahun dengan upaya optimum berkisar antara 1.253-1.300 trip/tahun atau setara dengan 7 unit kapal jaring dogol. Berdasarkan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB) yaitu sebesar 80% dari nilai MSY model Fox maka dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2006 dan 2009 hasil tangkapan ikan kurisi di Perairan Teluk Banten masih dibawah JTB sedangkan untuk tahun 2007,2008,dan 2010 hasil tangkapan sudah melebihi dari jumlah tangkapan yang diperbolehkan
DISTRIBUSI KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb dan Cd PADA KOLOM AIR DAN SEDIMEN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU
Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi kandungan logam berat timbal dan kadmium pada kolom air dan sedimen di Aliran Sungai Citarum. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2012. Jumlah titik stasiun yang diamati berjumlah 4 stasiun, dengan pengulangan sebanyak 3 kali setiap 1 minggu. Kandungan logam berat dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrometer (AAS). Hasil penelitian pada kolom air konsentrasi logam berat timbal, bernilai 0,01–0,08 mg/L, pengukuran kadar timbal pada sedimen menunjukan nilai 0,07-0,23 mg/L. Konsentrasi kadmium pada kolom air bernilai 0,003-0,01 mg/L, dan konsentrasi kadmium pada sedimen bernilai 0,02-0,06 mg/L. Hasil ini menunjukan bahwa DAS Citarum telah tercemar oleh logam timbal yang cukup tinggi. Kata kunci : Atomic Absorption Spectrometer, Kadmium, Logam Berat, Sedimen, Timbal
MODIFIKASI KADAR NITROGEN UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI GLUKOSA PADA Nannochloropsis sp. SEBAGAI BAHAN BAKU BIOBUTANOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi nitrogen yang optimal pada kultur Nannochloropsis sp. yang menghasilkan konsentrasi glukosa tertinggi pada Nannochloropsis sp . Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juni sampai dengan 22 Agustus 2012 di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental secara terkontrol dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi konsentrasi nitrogen sebesar 0 mM sebagai kontrol, 0,1 mM, 0.5 mM, 1 mM, dan 1,5 mM. Parameter yang diamati adalah kepadatan sel, biomassa, dan konsentrasi glukosa. Dalam perhitungan kepadatan sel digunakan metode perhitungan Punchard (2006) dan Taw (1990). Perhitungan biomassa digunakan metode feeze drying dan untuk perhitungan glukosa digunakan metode DNS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sel tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1,5 mM dengan kepadatan sel akhir sebanyak 12,54 x 106 sel ml-1, sedangkan untuk biomassa tertinggi adalah pada konsentrasi 1,5 mM yaitu sebesar 0,1041 g dan glukosa tertinggi didapatkan pad
PENINGKATAN KECERAHAN WARNA UDANG RED CHERRY (Neocaridina heteropoda) JANTAN MELALUI PEMBERIAN ASTAXANTHIN DAN CANTHAXANTHIN DALAM PAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis penambahan suplemen warna astaxanthin dan canthaxanthin pada pakan buatan yang dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry (Neocaridina heteropoda) jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah pakan tanpa astaxanthin dan canthaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg astaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg canthaxanthin, dan pakan dengan 50 mg/kg astaxanthin dan 50 mg/kg canthaxanthin. Parameter yang diamati meliputi tingkat perubahan warna, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Data kelangsungan hidup dan pertumbuhan dianalisis dengan ANOVA uji F dengan tingkat kepercayaan 95%. Data perubahan warna dianalisis dengan menggunakan analisis Kruskal-Wallis. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dan canthaxanthin dalam pakan buatan dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry jantan. Penambahan 100 mg/kg canthaxanthin dalam pakan buatan menghasilkan peningkatan kecerahan warna dengan nilai yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ANOVA uji F, tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan dalam kelangsungan hidup dan pertumbuhan
STUDI PEMANFAATAN LARUTAN BIJI PALA SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI TERHADAP TINGKAT KEMUNDURAN MUTU KIMIA IKAN BANDENG PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5-10C)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan biji pala terbaik sebagai pengawet alami terhadap kemunduran mutu masa simpan ikan bandeng pada penyimpanan suhu rendah. Penelitian ini di lakukan pada bulan September 2012 di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran dan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan lima perlakuan, yaitu perendaman ikan bandeng dengan konsentrasi larutan biji pala 0% (kontrol), 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Pengamatan dilakukan pada penyimpanan hari ke- 1, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, dan 12. Variabel yang diamati terdiri dari Total Volatile Base (TVB) dan derajat keasaman (pH). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan larutan biji pala dengan perendaman konsentrasi 0,2% hingga 0,5% dapat memperpanjang masa simpan ikan bandeng. Masing–masing perlakuan memiliki nilai TVB masih dibawah standar penerimaan lebih rendah dari 30 mg N/100 g dengan konsentrasi 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% hingga hari ke-12. Ikan bandeng memiliki karakteristik nilai pH yang rendah pada perendaman larutan biji pala konsentrasi 0,2% dan 0,3% sebesar yaitu 6,80
PENGARUH PEMBERIAN DEDAK PADI HASIL FERMENTASI RAGI (Saccharomyces cerevisiae) TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASSA Daphnia sp
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dedak padi yang telah difermentasi dengan ragi (Saccharomyces cerevisiae) terhadap pertumbuhan biomassa Daphnia sp. Penelitian ini menggunakan Metode Eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (Kontrol) 125 mg/L dedak tanpa fermentasi, perlakuan B (25 mg/L dedak hasil fermentasi), perlakuan C (50 mg/L dedak hasil fermentasi), perlakuan D (75 mg/L dedak hasil fermentasi), perlakuan E (100 mg/L dedak hasil fermentasi), dan perlakuan F (125 mg/L dedak hasil fermentasi). Daphnia sp. dikultur selama 22 hari dalam wadah toples plastik dengan volume 1 Liter. Parameter yang diamati adalah pengujian proksimat dedak hasil fermentasi, pertumbuhan populasi, pertumbuhan biomassa, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi oleh ragi Saccharomyces cerevisiae dapat meningkatkan nilai nutrisi dalam dedak seperti protein sebesar 4,78 % dan karbohidrat sebesar 95,71 %, serta menurunkan nilai nutrisi lipid sebesar 80,07 % dan serat kasar sebesar 17,43 %. Pemberian dedak hasil fermentasi sebesar 125 mg/L menghasilkan puncak populasi tertinggi pada hari ke-12 sebanyak 177 individu dan biomassa tertinggi dicapai pada hari ke-14 sebesar 63,1 mg
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DI PESISIR KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi mangrove di pesisir Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2011. Sebagai bahan kajian penelitian adalah 4 stasiun hutan mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Metode penelitian yang dipakai adalah metode transek kuadrat dengan empat buah transek untuk tiap stasiun penelitian dengan ukuran 10 x 10 m2 dengan arah tegak lurus dari tepi laut. Untuk tingkat pohon ukuran transek 10 x 10 m2, untuk tingkat pancang 5 x 5 m2, dan untuk tingkat semai 2 x 2 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Avicennia alba, Avicennia officinalis, Rhizopora mucronata, Rhizopora stylossa, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorhiza, dan Nypa fruticans. Keanekaragaman vegetasi mangrove di lokasi penelitian tergolong rendah. Berdasarkan hasil analisis kerapatan vegetasi diketahui bahwa kondisi hutan mangrove di pesisir Kecamatan Sungai Raya Kepulauan umumnya rusak
PENGARUH KONSENTRASI PEMAPARAN SURFAKTAN Alkyl Benzene Sulfonate TERHADAP TOKSISITAS DAN KERUSAKAN JARINGAN IKAN NILA
Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi toksisitas Alkyl Benzene Sulfonate (ABS) terhadap kematian LC50 ikan nila pada waktu 96 Jam dan tingkat kerusakan jaringan insang dan hati pemaparan selama 4 hari dan 30 hari.Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan yang terdiri atas enam perlakuan, yaitu pemberian ABS dengan konsentrasi 0 mg/L, pemberian ABS dengan konsentrasi 2,4 mg/L, 5,6 mg/L untuk uji toksisitas sublethal, pada konsentrasi 7,5 mg/L, 10 mg/L dan 13 mg/L dilakukan uji toksisitas akut pada organ insang dan hati. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Ikan nila sebanyak 30 ekor untuk setiap perlakuan diberi ABS. Parameter untuk uji toksisitas akut adalah kondisi jaringan dari organ insang dan hati ikan nila, uji toksisitas sublethal kelangsungan hidup dan parameter pendukung kualitas air. Hasil penelitian menunjukan pemberian ABS dengan konsentrasi yang berbeda dan waktu pemaparan yang berbeda pula mengakibatkan kerusakan jaringan pada insang dan hati. Kerusakan jaringan yang paling parah terjadi pada konsentrasi 10 dan 13 mg/L pada uji toksisitas akut, sedangkan uji toksisitas sublethal pada konsentrasi 2,4 dan 5,6 mg/L tidak jauh berbeda. Hasil analisis EPA Probit, konsentrasi 7,56ppm menyebabkan kematian 50% organisme uji (LC50-96Jam)
DIVERSITAS SYLLIDAE PADA EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU
Diversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukan beberapa variasi bentuk,sifat, jumlah dan bentuk morfologi alam tingkatan gen, spesies dan ekosistem serta dapat mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas syllidae serta hubungannya dengan kondisi kesuburan lamun di perairan Kepulauan Seribu. Pengambilan sampel syllidae dilakukan di empat lokasi (Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, Pulau Cipir dan Pulau Kelor) pada bulan Maret 2011. Sampling menggunakan metode survey dengan garis transek. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan Eveness (e), indeks kekayaan Richness, indeks kesamaan Bray Curtis, dan indeks Multi Variate Statistical Package versi 3.1. Hasil dari setiap stasiun penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan Syllidae yang ditemui 2 subfamily terdiri dari 3 genus dengan 12 jenis/species. Jenis yang paling dominan yaitu genus Typosyllis sebanyak 74 individu. Genus Trypanosyllis dan Brania memiliki jumlah individu terkecil. Pulau Rambut dan Pulau Kelor merupakan lokasi yang mempunyai kekayaan jenis yang tinggi. Klaster Syllidae dan Analisis CCA pada ke empat lokasi menunjukkan terbentuknya pola habitat yang mirip antara satu dengan yang lainnya dan dibedakan jumlah persentase lamun