Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
Analisis Struktur Rantai Pasok Komoditas Ikan Laut Segar Dalam Usaha Rumah Makan Seafood Di Kota Bandung (Studi Kasus Rumah Makan Seafood Vitamin Sea Di Kecamatan Coblong)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur rantai pasok komoditas ikan laut segar dalam bisnis rumah makan seafood di Kota Bandung (Studi Kasus di Rumah Makan seafood Vitamin Sea Kecamatan Coblong Bandung, Indonesia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan nelayan dan pemilik rumah makan seafood selanjutnya data tersebut di analisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian struktur rantai pasok komoditas ikan laut segar dalam bisnis rumah makan seafood vitamin sea adalah dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) langsung ke rumah makan seafood tersebut
Efektivitas Penambahan Spirullina platensis sebagai Sumber Immunostimulan Dalam Pakan Ikan Koi (Cyprinus carpio)
Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juli 2017 di Hatchery Ciparanje Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Spirullina platensis dalam pakan yang efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan koi (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu penambahan Spirullina platensis sebanyak 0%, 2 %, 4%, 6%, 8% kedalam pakan. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari pemeliharaan dan dilanjutkan dengan uji viabilitas menggunakan stres salinitas sebesar 15 ppt. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah leukosit, jumlah eritrosit, pertumbuhan, uji salinitas dan kualitas air. Hasil pengamatan jumlah leukosit, jumlah eritrosit, uji viabilitas dan kualitas air dianalisis secara deskriptif sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Spirullina platensis 4% kedalam pakan menampakkan hasil terbaik dengan jumlah eritrosit dan jumlah leukosit yang paling tinggi yaitu 3.936.667 sel/mm3 dan 426.400 sel/ml dengan lama kematian 73 menit
Analisis Kepuasan Wisatawan Terhadap Kualitas Produk Jasa Wisata Mangrove Di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan wisatawan terhadap kualitas dari produk jasa Wisata Mangrove Desa Karangsong Kabupaten Indramayu. Waktu dan tempat penelitian dilaksanan pada bulan Maret hingga bulan Oktober 2018 di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode accidental sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan software SPSS versi 21 for windows dan Ms. Excel untuk dilakukan Uji Validitas dan Reliabilitas terhadap kuesioner yang disebar kemudian diolah menggunakan metode Importance Perfomance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI) dan Uji Chi Square. Dimana pada metode IPA dibagi menjadi 4 kuadran. Kuadran I prioritas utama, Kuadran II pertahankan kinerja, Kuadran III prioritas rendah, Kuadran IV berlebihan. Dimana hasil pada Kuadran I yang menjadi prioritas utama bagi pihak pengelola untuk dilakukan pengembangan guna meningkatkan tingkat kepuasan wisatawan kedepannya. Kemudian hasi dari CSI yaitu tingkat kepuasan wisatawan sekitar 61%. Dari hasil tersebut, wisatawan “Cukup Puas” dengan Wisata Mangrove Desa Karangsong dan hasil uji chi square menyatakan asal tempat tinggal memiliki korelasi terhadap kepuasan wisatawan
Analisis Bioekonomi Sumber Daya Ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) Di Perairan Kabupaten Indramayu Jawa Barat
Penelitian dilakukan di perairan Kabupaten Indramayu, dimulai pada September 2016 sampai Desember 2017. Analisis bioekonomi dilakukan untuk menganalisis kinerja usaha penangkapan ikan kakap merah, kondisi produksi dan effort aktual ikan kakap merah dan menghitung produksi dan effort lestari dalam rezim MSY, MEY dan OA di Kabupaten Indramayu. Alat tangkap yang digunakan adalah gill net dan pancing rawai. Penelitian ini memaparkan analisis bioekonomi pemanfaatan sumber daya ikan kakap merah di Kabupaten Indramayu pada berbagai rezim dengan Model Gordon Schaefer, serta arah kebijakan pengelolaannya. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey melalui analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan usaha penangkapan ikan kakap merah dengan gill net dan pancing rawai dianggap layak dengan nilai B/C masing-masing 2,65 dan 1,2. Hasil penelitian menunjukkan upaya maksimum lestari (EMSY) yaitu 3.471 trip/tahun dengan nilai produksi maksimum lestari sebesar 2.047 ton/tahun. Upaya MEY (EMEY) sebesar 3.468 trip/tahun dengan produksi sebesar 2.047 ton/tahun. Upaya penangkapan perikanan terbuka (EOA) adalah 6.937 trip/tahun dengan produksi (HOA) sebesar 4,96 ton/tahun. . Kuartal 12 dari penelitian diperoleh produksi sebesar 2.157,18 ton dan effort sebanyak 6.480 trip yang mana telah melebihi nilai produksi dan upaya lestari sehingga kegiatan pemanfaatan sumber daya ikan kakap merah di Kabupaten Indramayu menunjukkan telah terjadi tangkap lebih secara biologidan ekonomi. Implementasi kebijakan dari penelitian ini adalah pembatasan upaya sebanyak 600 trip, pengaturan armada alat tangkap jaring insang hanyut adalah 697 unit dan untuk alat tangkap pancing rawai adalah 51 unit. Jumlah tangkapan yang diperbolehkan untuk ikan kakap merah adalah 1.638,12 ton dengan kuota untuk jaring insang hanyut sebanyak 1.556,214 ton dan untuk pancing rawai 81,906 ton
Karakteristik Fisik dan Kimia Gelatin Kulit Kakap pada Hasil Ekstraksi Suhu yang Berbeda
Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan suhu yang tepat dalam proses ekstraksi gelatin dari kulit kakap. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu suhu ekstraksi 60˚C (A), 70˚C (B), dan 80˚C (C) yang diekstraksi selama 2 jam untuk perhitungan rendemen, sedangkan metode deskriptif untuk karakteristik gelatin yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin dengan suhu ekstraksi 80˚C menghasilkan rata-rata rendemen 5,51%, kadar air 3,87%, kadar abu 0,61%, kadar protein 90,32%, dan viskositas 26,00 cP
Perubahan Karakteristik Ikan Nilem Pada Berbagai Pengolahan Suhu Tinggi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik ikan nilem secara fisik dan kimiawi yang terjadi pada berbagai pengolahan ikan nilem dengan suhu tinggi. Ikan Nilem diolah dengan proses goreng, kukus, dan presto. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental yang datanya dianalisis secara deskriftif. Parameter yang diuji adalah uji fisik yaitu warna (kecerahan, nilai a, nilai b,nilai c, dan hue), dan tekstur (kekerasan, daya kohensif, dan kelengketan) serta uji kimiawi (protein, karbohidrat, air, abu dan lemak). Hasil penelitian karakteristik nilai kecerahan ikan nilem berkisar dari 40,15 - 47,29. Pada uji nilai hue didapatkan kisaran nilai 72,17 – 88,13 termasuk kategori yellow red. Nilai chroma tertinggi terdapat pada ikan nilem goreng yaitu 19,51 dan terendah pada ikan segar yaitu 1,80. Nilai a positif dan b positif menunjukan bahwa olahan ikan nilem segar, ikan nilem goreng, ikan nilem kukus, dan ikan nilem presto mengandung unsur warna merah dan kuning. Uji tekstur menghasilkan nilai kekerasan tertinggi pada ikan nilem segar yaitu 2404,1 dan terendah pada ikan nilem olahan presto yaitu 992,2. Nilai elastisitas tertinggi pada ikan nilem goreng yaitu 70,70 dan terendah pada ikan nilem segar 31,79. Nilai kohensif tertinggi ada pada ikan nilem goreng yaitu 0,633 dan terendah pada ikan segar 0,334. Kadar protein tertinggi terdapat pada ikan nilem goreng 31,67% dan terendah pada ikan nilem segar 15,97%. Kadar karbohirat pada semua olahan ikan nilem adalah 0 %. kadar air tertinggi terdapat ikan nilem segar 77,37%, dan terendah pada ikan nilem goreng 18,50%. Kadar abu tertinggi terdapat pada ikan nilem goreng 4,93% dan terendah terdapat pada ikan nilem presto 1,01%. Hasil kadar lemak tertinggi pada ikan nilem goreng 44,17 dan terendah pada ikan nilem segar 4,35%
Penambahan Hidrolisat Protein Lele Dumbo Terhadap Tingkat Kesukaan Opak Singkong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan hidrolisat protein lele dumbo pada opak singkong terhadap tingkat kesukaan. Penelitian di laksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran, Laboratorium Pusat Institut Teknologi Bandung dan Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pangan Universitas Pasundan pada Bulan Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 6 perlakuan penambahan hidrolisat protein lele dumbo yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% dengan 20 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Variabel yang diamati terdiri atas rendemen hidrolisat protein lele dumbo, tingkat kesukaan panelis terhadap kenampakan, aroma, tekstur, serta rasa opak singkong, dan uji proksimat terhadap kadar air, kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat. Tingkat kesukaan dihitung dengan uji Friedman kemudian dilanjutkan dengan uji Bayes untuk mengetahui opak singkong dengan penambahan hidrolisat protein lele dumbo yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan masih termasuk disukai namun opak singkong dengan penambahan hidrolisat protein lele dumbo sebesar 2,5% lebih disukai dari perlakuan lainnya. Nilai median uji kesukaan opak singkong terhadap kenampakan, tekstur dan rasa adalah 7 yaitu disukai, serta aroma adalah 6 yaitu netral, dengan kadar air 2,5%, kadar abu 1,46%, protein 5%, lemak 17,3% dan karbohidrat 72,69
Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Daphnia spp.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan konsentrasi optimum pupuk kotoran burung puyuh yang menghasilkan laju pertumbuhan Daphnia spp. tertinggi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian berbagai konsentrasi pupuk kotoran burung puyuh yaitu 1,8 g/L, 2,4 g/L, 3,0 g/L dan 3,6 g/L. Kultur ini menggunakan 100 indukan Daphnia spp. dengan kohort yang sama sejak menjadi neonet hingga menjadi dewasa dan mati pada satu siklus hidup. Semenjak hari ke-2 sudah terdapat neonet pada media kultur dengan puncak populasi perlakuan A (1,8 g/L), B (2,4 g/L) dan D (3,6 g/L) pada hari ke-3 sedangkan perlakuan C (3 g/L) pada hari ke-4. Usia kematian seluruh perlakuan induk Daphnia sp. adalah 10 hari. Laju pertumbuhan Daphnia spp. pada perlakuan A (1,8 g/L) sebesar 2,091, B (2,4 g/L) yaitu 2,186, C (3 g/L) yaitu sebesar 2,195, dan D (3,6 g/L) sebesar 2,013. hal ini menunjukan bahwa pupuk kotoran burung puyuh dengan konsentrasi 3 g/L memberikan laju pertumbuhan Daphnia sp. tertinggi
Pergerakan Larva Karang (Planula) Acropora Di Kepulauan Seribu, Biawak, dan Karimunjawa Berdasarkan Kondisi Oseanografi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan planula Acropora Kepulauan Seribu, Biawak, dan Karimunjawa berdasarkan kondisi oseanografi (arus, batimetri, dan pasang surut) Laut Jawa. Metode yang digunakan adalah simulasi hidrodinamika (HD) dan particle tracking (PT) yang dilakukan pada bulan Januari, April, Oktober, dan November 2016. Area penelitian meliputi 6 pulau di bagian timur Kepulauan Seribu; Pulau Biawak, Gosong, dan Candikian; dan 6 pulau di bagian barat Kepulauan Karimunjawa. Semua pulau mewakili zona inti, perlindungan, pemanfaatan, dan pemukiman. Data yang digunakan adalah data hidrodinamika yaitu angin, pasang surut, dan batimetri serta data partikel yaitu berat dan flux planula. Hasil simulasi model HD menunjukkan pergerakan arus di area model memiliki pengaruh yang kuat dari pasang surut dengan pola yang bolak-balik. Kecepatan arus berubah-ubah seiring kondisi air laut saat pasang dan surut. Hasil simulasi model PT menunjukkan pergerakan planula di Kepulauan Seribu memiliki pola bergerak ke utara dan selatan dengan pergerakan terjauh adalah 7,89 km; di Kepulauan Biawak polanya bergerak ke tenggara dan barat laut dengan pergerakan terjauh 5,93 km; di Kepulauan Karimunjawa polanya bergerak ke timur dan barat dengan pergerakan terjauh 9,32 km. Wilayah yang potensial untuk pertumbuhan planula adalah Pulau Tondan Barat, Tondan Timur, dan Menjangan Besar sehingga ketiga pulau yang termasuk zona pemanfaataan ini dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi atau direkomendasikan menjadi zona inti. Kepulauan Biawak yang merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) memiliki Pulau Biawak sebagai daerah potensial pertumbuhan karang dan dapat dijadikan wilayah rehabilitasi
Pengaruh Penggunaan Jenis Gula Dan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Tingkat Kesukaan Dendeng Ikan Nila
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan konsentrasi gula pada dendeng ikan nila yang paling disukai panelis berdasarkan karakteristik organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2018, bertempat di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sedangkan uji proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan enam perlakuan jenis dan konsentrasi gula yang berbeda: gula pasir konsentrasi 15%, 20%, 25%, gula merah konsentrasi 15%, 20%, 25% dari total berat ikan dengan 20 panelis semi terlatih sebagai ulangannya. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan terhadap karakteristik organoleptik meliput kenampakan, aroma, tekstur, serta rasa dan uji proksimat meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat pada perlakuan yang paling disukai. Data tingkat kesukaan dianalisis menggunakan analisis non parametrik Friedman dan pengambilan keputusannya menggunakan metode Bayes. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua perlakuan masih disukai panelis namun perlakuan penggunaan gula merah 25% adalah perlakuan yang lebih disukai dibanding perlakuan lainnya dengan nilai median kenampakan, tekstur, dan rasa adalah 7 (disukai) dan aroma adalah 8 (sangat disukai), kadar air 8,83%, kadar abu 16,31%, lemak 9,31%, protein 27,28%, dan karbohidrat 45,49%