Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    EFEK PENGURANGAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PL - 21 YANG DIBERI BIOFLOK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengurangan pakan buatan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan udang vaname yang diberi bioflok. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan yaitu pengurangan pakan 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, dan 25 % dari total pakan yang diberikan/hari. Bioflok yang diberikan adalah 1 ml/1g bobot udang perhari. Parameter yang diamati yaitu kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, dan rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengurangan pakan buatan 25 % memiliki laju pertumbuhan sebesar 3,1679 % dengan kelangsungan hidup sebesar 92 % dan nilai rasio konversi pakan sebesar 0,73.   Kata Kunci      : bioflok, laju pertumbuhan, pengurangan pakan, udang vaname

    POLA MIGRASI VERTIKAL DIURNAL PLANKTON DI PANTAI SANTOLO KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pola migrasi vertikal diurnal plankton di Pantai Santolo dengan menggunakan analisis populasi berdasarkan perbedaan kedalaman dan waktu sampling. Aspek yang dianalisis ialah nilai kelimpahan, indeks dominansi, indeks keanekaragaman dan indeks kesamaan untuk menunjang analisis pola migrasi vertikal diurnal. Aspek pendukung lainnya yang di analisis adalah karakteristik kualitas perairan. Penelitian dilakukan dengan metode sampling lapangan dan metode analisis laboratorium. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran kualitas perairan dan analisis sampel plankton lalu dihitung nilai kelimpahannya sesuai kedalaman dan waktu sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pola migrasi vertikal diurnal yang berpengaruh kepada keberadaan plankton pada kedalaman dan waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan pola migrasi nokturnal untuk zooplankton dan pola migrasi reverse untuk fitoplankton

    UJI EFEKTIVITAS DAUN PEPAYA (Carica papaya) UNTUK PENGOBATAN INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan daun pepaya dalam mengobati penyakit ikan mas koki yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, dan 2000 ppm. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup ikan uji, gejala klinis, uji histopatologi hati dan ginjal, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan daun pepaya untuk pengobatan ikan mas koki yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila melalui perendaman selama 48 jam pada konsentrasi 1000 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan kelangsungan hidup sebesar 73,33%, sedangkan dari hasil Uji Regresi diketahui bahwa dosis optimum penggunaan daun pepaya dengan perendaman selama 48 jam yaitu 1245 ppm serta pengaruh perbedaan konsentrasi larutan daun pepaya terhadap kelangsungan hidup ikan mas koki sebesar 99,31 % dengan nilai R2 = 0,9863.   Kata kunci : Aeromonas hydrophila, daun pepaya, ikan mas koki, kualitas air

    KERAGAMAN GENETIK RUMPUT LAUT Eucheuma spp. DARI SUKABUMI, JAWA BARAT BERDASARKAN METODE RAPD PCR

    Get PDF
    Informasi tentang keragaman genetik plasma nutfah sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan dan upaya konservasi. Metode RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) telah digunakan untuk mengetahui keragaman genetik rumput laut Eucheuma spp di Sukabumi, Jawa Barat. DNA dari sampel rumput laut jenis Eucheuma spp diisolasi menggunakan metode CTAB dan diamplifikasi dengan PCR-RAPD menggunakan dua primer acak yaitu OPA-02 (5’- TGCGGAGCTG -3’) dan OPA-03 (5’- AGTCAGCCAC -3’). Aplikasi penggunaan primer OPA-03 lebih banyak menghasilkan larik polimorfik sehingga lebih sensitif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif di laboratorium. Hasil visualisasi DNA dari kedua primer menunjukkan 119 pola larik yang terdiri dari 15 pola larik polimorfik dan 104 pola larik monomorfik. Pola larik tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk data numerik (1/0). Program NTSYS-pc digunakan untuk membangun pohon filogenetik.Hasil pohon filogenik secara umum dari kedua primer diperoleh 2 kelompok besar. Kelompok pertama terdiri dari Eucheuma cottonii dan Eucheuma serra. Di kelompok kedua terdiri dari  Eucheuma denticulatum. Secara umum keragaman genetik dari 9 sampel rumput laut Eucheuma spp dari Sukabumi, Jawa Barat memperlihatkan hubungan kekerabatan yang rendah. Populasi-populasi yang berdekatan mempunyai kecenderungan untuk membentuk satu sub-kelompok

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA MARIGOLD DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP KUALITAS WARNA, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan tepung bunga marigold dalam pakan buatan yang dapat meningkatkan kualitas warna, kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada benih ikan mas koki (Carassius auratus) varietas oranda. Metode  penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah A (0% tepung bunga marigold), B (0,5% tepung bunga marigold), C (1,0% tepung bunga marigold), D (1,5% tepung bunga marigold) dan E (2,0% tepung bunga marigold). Analisis yang digunakan yaitu Anova uji F dengan taraf 5% dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan dengan kepercayaan 95%. Parameter yang diamati adalah pengamatan kualitas warna, kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan tepung bunga marigold ke dalam pakan buatan, maka semakin tinggi  nilai chroma pada tubuh ikan mas koki. Penambahan tepung bunga marigold sebesar 1,5% dari total pakan buatan memberikan peningkatan kualitas warna benih ikan mas koki terbaik yaitu sebesar 127,53% dengan kandungan chroma akhir sebesar 54,54 dan warna yang dihasilkan kuning pekat (oranye). Penambahan tepung bunga marigold tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas koki.

    Pengaruh Padat Penebaran Gracilaria sp. Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos) Pada Budidaya Sistem Polikultur

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat tebar Gracilaria sp. terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan bandeng pada budidaya sistem polikultur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok 3 perlakuan 4 ulangan yaitu : perlakuan A (Tanpa Gracilaria sp.), perlakuan B (Gracilaria sp. 250 kg/ 2.500 m2), perlakuan C (Gracilaria sp. 500 kg/ 2.500 m2). Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar Gracilaria sp. yang baik untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan bandeng pada sistem budidaya polikultur yaitu dengan padat tebar 500 kg Gracilaria sp. karena dapat memberikan kelangsungan hidup yang tinggi sebesar 100 %. Laju pertumbuhan bobot mutlak sebesar 9,26 g dan pertumbuhan panjang sebesar 6,892 cm.   Kata kunci : padat tebar, polikultur,  gracilaria sp. , ikan banden

    PENGARUH EKSTRAK TEPUNG TESTIS SAPI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KEBERHASILAN MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.)

    Get PDF
    Penelitian penggunaan Ekstrak Tepung Testis Sapi (ETTS) pada proses maskulinisasi ikan nila merah (Oreochromis sp.), telah dilakukan pada bulan Maret – Mei 2012, yang bertempat di Hatchery FPIK UNPAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Ekstrak Tepung Testis Sapi terhadap keberhasilan maskulinisasi larva ikan nila merah. Pada penelitian ini ETTS diberikan dengan cara perendaman terhadap larva ikan nila merah yang berumur 4 hari (fase diferensiasi sex) selama 8 jam. Konsentrasi ETTS yang digunakan yaitu perbandingan volume antara  ETTS dan Air. Perlakuan yang diberikan yaitu 0 ml/L, 1,5 ml/L, 3 ml/L, 4,5 ml/L dan 6 ml/L. Perendaman larva dilakukan pada stoples volume 5 liter dengan kepadatan 10 ekor/liter. Larva yang telah direndam ETTS dipelihara pada wadah akuarium  berukuran 40 x 30 x 30 cm3 dengan kepadatan awal 1ekor/liter, kemudian setelah 15 hari umur pemeliharaan larva kepadatan menjadi 2 ekor/liter. Hasil pengamatan menunjukan larva ikan nila merah berumur 4 hari dengan ekstrak tepung testis sapi (ETTS) sebanyak 3 ml/L menghasilkan ikan nila merah berkelamin jantan sebesar 69,07%

    STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SITU GEDE KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 September 2011 sampai dengan 8 Oktober 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas plankton di perairan Situ Gede dihubungkan dengan beberapa parameter kualitas airnya dan diharapkan dapat memberikan informasi serta menjadi pertimbangan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan pemanfaatan terutama oleh pihak-pihak terkait di Situ Gede Kota Tasikmalaya Jawa Barat.   Hasil penelitian ini menunjukkan plankton di Situ Gede terdiri dari kedalam 8 kelas diantaranya 5 kelas fitoplankton dan 3 kelas zooplankton. Kelas fitoplankton terdiri dari kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Euglenophyceae dan Myxophyceae. Zooplankton terdiri dari kelas Crustaceae, Rhizopoda dan Rotifera. Kegiatan yang ada di Situ Gede sangat mempengaruhi kualitas air yang terdapat di Situ Gede. Nilai indeks keanekaragaman Simpsons fitoplankton adalah 0,76 sampai 0,84, sedangkan zooplankton adalah 0,71 sampai 0,87. Nilai biomassa fitoplankton di Situ Gede saat itu adalah sebesar 17632,71 µg/L. Hal ini menunjukkan ketersediaan pakan alami di Situ Gede dikategorikan cukup baik.   Kata kunci : Struktur komunitas, Plankton, Situ Gede, Kota Tasikmalaya

    ANALISIS PERMINTAAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) KONSUMSI DI KECAMATAN LOSARANG KABUPATEN INDRAMAYU

    Get PDF
    Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Juli sampai September 2011.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh harga ikan terhadap permintaan ikan lele serta mengetahui elastisitas permintaan harga ikan terhadap kosumen di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Teknik pengambilan data ini dengan menggunakan purposive sampling dimana seorang peneliti harus benar-benar mengetahui bahwa responden yang dipilihnya dapat memberikan informasi yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele bukan merupakan barang inferior. Yang berarti jika harga ikan lele meningkat maka tidak akan ada perubahan terhadap permintaan, karena ikan lele tersebut akan tetap dicari.Berartiharga ikan terhadap permintaan ikan lele di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu sangat berpengaruh. Jika ikan air tawar lain dan ikan laut mengalami kenaikan harga maka permintaan akan ikan lele semakin tinggi. Elastisitas permintaan terhadap harga ikan lele sebesar 0,000. Elastisitas silang terdiri atas elastisitas harga ikan air tawar jenis lain sebesar 0.002 dan harga ikan air laut sebesar 0,000. Sifat elastisitas semuanya bersifat inelastis (e<1)

    EFEKTIVITAS JAMUR Marasmius sp UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH PENGOLAHAN AGAR (Gracilaria sp) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas dosis inokulum dan lama waktu fermentasi jamur Marasmius sp untuk mendegradasi limbah industri pengolahan agar Gracillaria sp sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 faktor pertama adalah dosis inokulum yaitu D1=5%, D2=7,5%, D3=10%, sedangkan faktor yang kedua adalah lamanya fermentasi yaitu W1= 2 minggu, W2= 3 minggu, W3= 4 minggu. Data hasil penelitian berupa kadar lignoselulosa limbah agar, jumlah glukosa (mg/mL) yang dihasilkan dalam proses hidrolisis, dan jumlah bioetanol (%). Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dosis 10 % dengan lama waktu fermentasi 3 minggu merupakan kombinasi yang terbaik untuk menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 0,072 mg/mL

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇