Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN BAKTERI PROBIOTIK PADA PELET YANG MENGANDUNG KALIANDRA(Calliandracalothyrsus) TERHADAP PERTUMBUHAN BENIHIKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bakteri probiotik yang diberikan pada pelet yang mengandung kaliandra yang dapat menghasilkan pertumbuhan tertinggi pada benih Ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 02 Mei 2012 sampai dengan 30 Mei 2012 di Laboratorium Nutrisi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran.Metode  penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah perlakuan A (5 ml/kg), perlakuan B (10 ml/kg), perlakuan C (15 ml/kg) dan perlakuan D (20 ml/kg). Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri probiotik pada pelet yang mengandung kaliandra berpengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan nila. Pemberian probiotik sebesar 15 ml/kg pakan memberikan hasil terbaik terhadap laju pertumbuhan harian sebesar 2,76 % dan rasio konversi pakan sebesar 1,48. Sedangkan berdasarkanhasilanalisisregresiuntuklaju pertumbuhan optimum sebesar 31,11% dan rasio konversi pakan optimum sebesar 2,32 diperoleh pada konsentrasi sebesar 15,44 ml/kg pakan dan 13,1 ml/kg pakan

    Struktur Komunitas Plankton Di Situ Patengan Kabupaten Bandung, Jawa Barat

    Get PDF
    Penelitian mengenai struktur komunitas plankton di Situ Patengan Kabupaten Bandung Jawa Barat dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai Februari 2012. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan menetapkan empat stasiun dan enam kali waktu sampling secara time series setiap 7 hari sekali. Data yang dihitung meliputi kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman Simpson, biomassa fitoplankton dan analisis saluran pencernaan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas plankton di Situ Patengan terdiri dari 32 genus fitoplankton dan 11 genus zooplankton. Kelimpahan rata-rata terbesar fitoplankton adalah kelas Chlorophyceae (97 ind/L) dengan genus paling banyak ditemukan adalah Spyrogira, sedangkan zooplankton kelimpahan rata-rata terbesar adalah kelas Crustaceae (32 ind/L) dengan genus paling banyak ditemukan adalah Cyclops. Indeks Keanekaragaman rata-rata fitoplankton adalah 0,872 dan zooplankton 0,649. Biomassa fitoplankton tertinggi berasal dari kelas Bacilariophyceae (7681,8 µg/L) sedangkan biomassa terkecil berasal dari kelas Pyrrophyceae (306,7 µg/L). Komunitas plankton dari kelas Chlorophyceae merupakan fitoplankton yang paling banyak terdapat dalam alat pencernaan ikan yang tertangkap di Situ Patengan sedangkan yang jumlahnya sedikit yaitu kelas Cyanophyceae. Kelimpahan pakan alami berdasarkan kelimpahan plankton yang ditemukan di air cukup tinggi sedangkan ikan yang memanfaatkannya rendah sehingga sumberdaya pakan yang tersedia belum dimanfaatkan dengan optimal dalam pengelolaan sumberdaya ikan secara ekstensif.   Kata Kunci, Situ Patengan,  Plankton, Struktur Komunita

    POTENSI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK BIJI BUAH KEBEN (Barringtonia asiatica) DALAM PROSES ANESTESI IKAN KERAPU MACAN (Ephinephelus fuscoguttatus)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak biji Barringtonia asiatica sebagai sumber zat anestesi serta mendapatkan konsentrasi yang menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi pada proses pembiusan ikan kerapu untuk pengemasan transportasi tanpa media air. Ekstrak biji Barringtonia asiatica mengandung senyawa saponin yang dapat memingsankan maupun mematikan ikan kerapu Macan (Ephinephelus fuscogutattus) tergantung dari konsentrasi yang digunakan. Pada konsentrasi 12 mg/l, 14 mg/l, 17 mg/l, 21 mg/l, dan 25 mg/l dapat memingsankan 100% populasi ikan kerapu masing-masing dalam rata-rata waktu dedah 55 menit, 18 menit, 14 menit, 8 menit dan 7 menit. Pada kisaran konsentrasi tersebut semua ikan kerapu dapat pulih sadar secara keseluruhan dalam waktu dedah 10 – 30 menit. Konsentrasi ekstrak biji Barringtonia asiatica sebanyak 14 mg/l merupakan konsentrasi optimal dalam proses anestesi ikan kerapu macan karena menghasilkan fase pingsan dan waktu pulih sadar tercepat. Penggunaan ekstrak biji Barringtonia asiatica untuk transportasi tanpa media air selama 6 jam memperlihatkan bahwa pada konsentrasi 14 mg/l kelangsungan hidup ikan kerapu dapat mencapai 80%.   Kata kunci : Barringtonia asiatica, Ikan kerapu Macan, Waktu Deda

    HUBUNGAN PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP HABITAT BERTELUR PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PANGUMBAHAN UJUNG GENTENG, KABUPATEN SUKABUMI

    Get PDF
    Penelitian mengenai hubungan perubahan garis pantai terhadap habitat bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) di Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi memiliki tujuan untuk melihat hubungan perubahan garis pantai di Pantai Pangumbahan terhadap habitat bertelur Chelonia mydas serta pengaruh abrasi yang menyebabkan perubahan garis pantai di Pantai Pangumbahan. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan survei, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pantai Pangumbahan yang merupakan habitat bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) sebagian besar telah terkena abrasi yaitu sepanjang 1.568,4 meter atau sebesar 80,91% dari total panjang garis Pantai Pangumbahan yaitu 3.761 meter selama 21 tahun dari tahun 1989 sampai tahun 2010. Dari 6 stasiun pengamatan, didapatkan hasil bahwa stasiun 1 dan stasiun 6 dianggap tidak cocok lagi sebagai habitat bertelur penyu hijau dikarenakan lebar dan kemiringannya tidak sesuai.   Kata Kunci : Garis Pantai, Chelonia mydas, Pantai Pangumbaha

    Deteksi Perubahan Padang Lamun Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh Dan Kaitannya Dengan Kemampuan Menyimpan Karbon Di Perairan Teluk Banten

    Get PDF
    Ekosistem laut di Indonesia mempunyai potensi besar untuk menyerap CO2 sebagai gas utama penyebab pemanasan global yang berimplikasi pada terjadinya perubahan iklim salah satunya padang lamun. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan luasan dan klasifikasi lamun menggunakan teknologi penginderaan jauh serta mengkaitkannya dengan kemampuan menyimpan karbonnya di Perairan Teluk Banten. Pada penelitian ini dilakukan analisis perubahan lamun menggunakan data citra ALOS AVNIR-2 selama dua tahun (2008 dan 2010) dengan perbandingan ­post-classification. Algoritma yang digunakan pada pengolahan data adalah algoritma lyzenga sebagai koreksi kolom air. Berdasarkan hasil penelitian, luas ekosistem lamun pada peta hasil pengolahan data citra dengan nilai overall accuracy 57,69% untuk tahun 2008 mencapai 59,5 ha dan 46,8 ha untuk tahun 2010. Kondisi tutupan padang lamun di Perairan Teluk Banten untuk lokasi Pulau Panjang dan Tanjung Kepu masuk ke dalam kelompok status lamun “kurang rapat” sedangkan lokasi Pulau Kubur, Pamujan Besar, Pamujan Kecil dan Dermaga Bojonegara masuk ke dalam kelompok status lamun “jarang”. Untuk perubahannya mengalami penurunan luas area sekitar 2,9% atau 1,4 ha dimana tahun 2008 memiliki  area seluas 45,2 ha menjadi 43,8 ha pada tahun 2010. Keterkaitan simpanan karbon dengan luas area perubahan menunjukan bahwa adanya penurunan  potensi penyerapan dimana potensi penyerapan sebesar 0,0004 tonCha-1tahun-1 dari 0,0114 tonCha-1tahun-1 pada tahun 2008 menjadi 0,0110 pada tahun 2010.   Kata kunci : Lamun, Penginderaan Jauh, Karbon, Teluk Bante

    STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI CITARUM HULU JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton serta melihat hubungannya dengan tata guna lahan dan diharapkan dapat memberikan informasi tentang keberadaan plankton sebagai bagian dari upaya pemantauan kualitas lingkungan di Sungai Citarum Hulu. Metode yang dipergunakan yaitu metode purposive sampling dengan menetapkan 8 stasiun, serta 6 kali waktu sampling secara time series setiap 1 minggu sekali yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2012. Komunitas plankton di Sungai Citarum Hulu terdiri dari 5 kelas fitoplankton dan 3 kelas zooplankton. Kelimpahan terbesar dari fitoplankton adalah dari kelas Bacillariophyceae (13 individu L-1), sedangkan dari zooplankton adalah kelas Crustacea  (19 individu L-1). Kisaran nilai indeks diversitas Simpsons untuk fitoplankton  0,18 – 0,90 dan  0,15 – 0,87 untuk zooplankton. Tata guna lahan di DAS Citarum Hulu sangat berpengaruh terhadap struktur komunitas plankton. Spesies defisit yang meningkat di stasiun 2 dengan nilai -44 menunjukkan perairan belum tercemar tetapi di stasiun 3 sampai stasiun 8 pada kisaran 0 – 63 menunjukkan jumlah genus yang ditemukan berkurang diduga akibat gangguan dari beban cemaran yang masuk ke badan perairan

    INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DALAM KARAMBA JARING APUNG (KJA) DI WADUK CIRATA KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada ikan bandeng yang dibudidayakan dalam Karamba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sampel diambil berdasarkan ukuran yaitu ukuran kecil (8-13 cm) sebanyak 35 ekor dan ukuran besar (20-27 cm) sebanyak 35 ekor dengan tiga kali pengambilan setiap ukurannya. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ditemukan empat jenis ektoparasit pada ikan bandeng ukuran kecil yaitu Trichodina sp. (86,41 %), Trichodinella sp. (0,15 %), Chilodonella sp. (3,97 %), dan I. multifiliis  (9,48 %), sedangkan pada ikan bandeng ukuran besar ditemukan enam jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp. (94,68 %), Trichodinella sp. (0,04 %), Chilodonella sp. (1,88 %), I. multifiliis  (3,36 %), Apiosoma sp. (0,01 %), dan Dactylogyrus sp. (0,03 %). Intensitas dan prevalensi tertinggi terdapat pada ikan bandeng berukuran besar yaitu 99 individu/ekor ikan dan 93,33 %. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada ikan bandeng ukuran besar yaitu Trichodina sp. sebesar 94 individu/ekor ikan dengan prevalensi 74,28 %. Semakin besar ukuran ikan, intensitas dan prevalensi ektoparasit yang menyerang ikan bandeng cenderung meningkat

    KONTRIBUSI EKONOMI PRODUKTIF WANITA NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rata-rata kontribusi wanita nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan, rata rata curahan waktu kerja wanita nelayan untuk aktivitas produktif, aktivitas domestik, dan aktivitas sosial, serta  sejauh mana peran istri nelayan dalam pengambil keputusan. Metode pengamatan yang digunakan adalah metode studi kasus dengan responden adalah istri nelayan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dari sample yang dipilih secara terpilih (purposive sampling). Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri nelayan  memberikan kontribusi cukup besar terhadap keluarga nelayan sebanyak 31,32%. Curahan waktu kerja tertinggi pada aktivitas produktif ekonomi sekitar 9 jam.  Pengambilan keputusan rumah tangga dilakukan secara demokratis dengan didominasi oleh istri nelayan pada pengambilan keputusan dalam hal kebutuhan pangan yaitu sebesar 90% dari tingkat keputusan dan pembelian alat rumah tangga sebesar 100% dari tingkat keputusan. kata kunci : curahan waktu kerja, kontribusi, pendapatan, wanita nelayan

    PENAMBAHAN YOGHURT TERHADAP POPULASI MIKROBA PEMBUSUK PADA SOSIS LELE DUMBO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari penambahan yoghurt yang digunakan untuk memperpanjang masa simpan sosis lele dumbo berdasarkan populasi mikroba pembusuk. Penelitian mengenai pengaruh penambah yoghurt terhadap populasi mikroba pembusuk Metode penelitian dengan penambahan yoghurt pada sosis lele dumbo dilakukan dengan  perlakuan konsentrasi 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, kemudian disimpan pada suhu rendah (5°-10°C). Waktu pengamatan penelitian yang dilakukan yaitu penyimpanan pada hari  1, 4, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14. Parameter pengamatan adalah penghitungan jumlah total bakteri untuk mikroba pembusuk(TPC) dan derajat keasaman (pH) sosis lele dumbo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan yoghurt pada sosis lele dumbo memberikan pengaruh terhadap jumlah bakteri pembusuk dan pH selama penyimpanan suhu rendah. Berdasarkan jumlah populasi selama penelitian ternyata konsentrasi yoghurt memiliki kemampuan yang sama dalam menghambat aktivitas dan pertumbuhan mikroba pembusuk pada sosis lele dumbo. Semua perlakuan penambahan yoghurt 10%-25% dapat menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk. Oleh karena itu penambahan yoghurt sebanyak 10% sudah dapat menghambat aktivitas dan pertumbuhan mikroba pembusuk sampai hari ke-14 dengan kisaran bakteri pembusuk 3,0x104-3,5x104

    KARAKTERISTIK KIMIA CAVIAR NILEM DALAM PERENDAMAN CAMPURAN LARUTAN ASAM ASETAT DENGAN LARUTAN GARAM SELAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN (5-10ºC)

    Get PDF
    Caviar adalah produk perikanan yang terbuat dari telur ikan yang direbus dalam larutan garam 5%. Caviar tidak hanya terbuat dari telur ikan laut tetapi juga dapat berasal dari telur ikan air tawar misalnya telur ikan nilem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat dengan larutan garam selama penyimpanan suhu dingin (5°C-10°C). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang terdiri atas empat perlakuan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar TVB (Total Volatile Base) dan derajat keasaman (pH) pada penyimpanan hari ke-0, ke-7, ke-14, ke-21 dan ke-28. Hasil penelitian menunjukan bahwa  semakin tinggi konsentrasi larutan garam yang dicampurkan dengan larutan asam asetat 0.3% maka peningkatan kadar TVB akan semakin lambat. Caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat 0.3% dan larutan garam 15% pada akhir penelitian (penyimpanan hari ke-28) memiliki kadar TVB sebesar 29.23 mgN/100 g dan pH 4.4

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇