Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
Selektivitas Alat Tangkap Purse Seine Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke Jakarta
Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing - masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg. Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah
SEDIMENTASI DAN SEBARAN MAKROZOOBENTOS DI KAWASAN LAGUNA SEGARA ANAKAN NUSAKAMBANGAN, CILACAP
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2016 di Laguna Segara Anakan dengan tujuan untuk mengetahui laju sedimentasi dan sebaran makrozoobentos di Laguna Segara Anakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey Pengambilan Sampel makrozoobentos dan sedimen pada setiap stasiun dilakukan dengan menggunakan Grab Sampler dan sampel sedimen terakumulasi diambil menggunakan Sedimen trap. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Laju sedimentasi di Laguna Segara Anakan sangat tinggi. Laju sedimentasi yang paling tinggi terdapat di Stasiun 2 (muara sungai Citanduy) yaitu 1,88 ml/m3/hari. Hal ini disebabkan karena pada stasiun ini terjadi perubahan kecepatan arus yang melambat cukup tinggi sehingga banyak sedimen terakumulasi di daerah ini. Kondisi lingkungan Laguna Segara Anakan masih baik untuk kelangsungan hidup makrozoobentos, kecuali pada stasiun 4 (daerah yang berhubungan langsung dengan laut). Namun, dilihat dari nilai indeks keanekaragaman beberapa stasiun yang mendekati kriteria keanekaragaman rendah (H’<1) dan indeks dominansi yang mendekati kriteria ada jenis yang dominansi (C<1) menunjukkan bahwa perairan Segara Anakan sudah mulai mengalami degradasi lingkungan
Korelasi Kelimpahan Ikan Baronang (Siganus Spp) Dengan Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu
Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan Mei 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis lamun dan ikan baronang serta dianalisis hubungan yang terjadi antara lamun dan ikan baronang. Penentuan stasiun ditentukan berdasarkan tingkat kerapatan lamun, analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis korelasi dengan variabel bebas kerapatan lamun dan variabel tidak bebas yang merupakan kelimpahan ikan baronang. Parameter yang diamati adalah lamun, ikan baronang, dan kualitasperairan. Lamun yang ditemukan sebanyak empat spesies yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, dan Thalassia hemprichii, sedangkan jenis ikan baronang yang ditemukan adalah Siganus canaliculatus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penutupan lamun rata-rata berkisar antara 14,14 – 51,1% dan kerapatan berkisar 24,5 – 93,6 ind/m 2 , sedangkan kelimpahan ikan baronang berkisar 0 – 6 ind/are. Nilai korelasi antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan baronang sebesar 0,971 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 94,2%. Nilai tersebut menunjukkanhubungan yang sangat kuat dengan pola regresi positif
PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN TONGKOL BERDASARKAN PENDEKATAN DISTRIBUSI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN UTARA INDRAMAYU JAWA BARAT
Penelitian mengenai penentuan daerah penangkapan ikan tongkol berdasarkan distribusi suhu permukaan laut dan hasil tangkapan ikan tongkol di perairan utara Indramayu ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu permukaan laut terhadap jumlah dan ukuran panjang ikan tongkol hasil tangkapan di perairan Indramayu serta mengetahui daerah penangkapan ikan tongkol yang potensial sehingga membantu dalam pengefektifan penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan tongkol tertinggi terjadi pada bulan April sebesar 2.520 kg dengan CPUE sebesar 194 kg/setting dengan 13 kali setting, lalu bulan Maret sebesar 1.750 kg/setting dengan CPUE 159 kg/setting dengan 11 kali setting dan bulan Mei sebesar 1.540 kg dengan CPUE 128 kg/setting dengan 12 kali setting. Sebaran suhu permukaan laut di perairan Indramayu pada bulan Maret sampai Mei berkisar antara 28°C – 31°C. Hasil tangkapan terbanyak dengan rata-rata 172 kg pada suhu permukaan laut kisaran 30°C-31°C dan ukuran ikan terbesar tertangkap pada suhu kisaran 28°C-29°C dengan ukuran rata-rata penangkapan sebesar 43 cm. Daerah potensial penangkapan ikan tongkol di perairan utara Indramayu terletak pada jarak lebih dari 50 mil dari Tempat Pendaratan Ikan Karangsong, Indramayu
Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Yang Diberi Kentang Pada Media Pemeliharaan
Penelitian tentang Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Yang Diberi Kentang Pada Media Pemeliharaan telah dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2015 di Hatchery Ciparanje Universitas Padjadjaran Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pemberian kentang untuk menghasilkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang galah tertinggi. Bobot udang galah yang digunakan adalah 2 – 3 g/ekor. Udang galah didapat dari BPPI Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Wadah penelitian berupa bak fiber sebanyak 12 buah dengan ukuran 70 x 70 x 70 cm3. Setiap bak fiber diisi udang galah 50 ekor dan air tawar sebanyak 258 L. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A (kontrol), perlakuan B (pemberian kentang 2 g/ekor), perlakuan C (pemberian kentang 3 g/ekor), perlakuan D (pemberian kentang 4 g/ekor). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kentang 3 g/ekor menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi dibandingkan dengan kontrol. Kelangsungan hidup pada udang galah pada masing-masing perlakuan adalah A 41,33%, B 38,00%, C 51,33% dan D 33,33%. Pemberian kentang juga meningkatkan pertumbuhan panjang pada udang galah. Perlakuan penambahan kentang pada pemeliharaan udang memiliki nilai pertumbuhan yaitu perlakuan A 2,50 cm, B 2,97 cm, C 3,23 cm, dan D 3,47 cm
PEMANFAATAN SURIMI IKAN LELE DALAM PEMBUATAN DIM SUM TERHADAP TINGKAT KESUKAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase terbaik surimi lele dalam pembuatan dim sum yang disukai oleh panelis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2016 di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Mikrobiologi dan Biokimia Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan, yaitu penggunaan daging lumat 100% serta kombinasi daging lumat dan surimi lele 30% : 70%; 25% : 75%; 20% : 80%; dan 15% : 85% berdasarkan berat daging lumat dan surimi lele. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu kadar air, kadar protein, dan karakteristik organoleptik (uji hedonik) yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur dim sum. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan dim sum surimi lele dapat disimpulkan bahwa penggunaan surimi ikan lele untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penggunaan daging lumat 20% dan surimi lele 80% merupakan perlakuan yang paling disukai panelis dengan nilai median 7, nilai rata-rata kenampakan 7, aroma 7, rasa 7, tekstur 7, serta kadar air sebesar 56,72% dan kadar protein sebesar 9,86%
Kondisi Arus dan Variabilitas Suhu Permukaan Laut pada Musim Barat dan Kaitannya dengan Distribusi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacores) Di Perairan Selatan Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi arus dan variabilitas suhu terhadap hasil tangkapan ikan Tuna sirip kuning di daerah selatan Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi arus dan variabilitas suhu di perairan selatan Jawa Barat pada musim barat selama tahun 2009-2013. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data arus dan suhu selama masa penelitian disertakan dengan data hasil tangkapan pada waktu yang sama. Data arus dan suhu permukaan laut didapatkan dari website opensource. Data kemudian diolah menggunakan software berbasis informasi geografis untuk melihat pola sebaran arus dan suhu. Data yang sudah diolah kemudian digunakan untuk perhitungan korelasi menggunakan persamaan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan antara kondisi arus dan suhu permukaan laut memiliki hubungan yang lemah terhadap hasil tangkapan ikan Tuna Sirip Kuning dengan nilai korelasi sebesar 0,04552
PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN PEMPEK LELE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap tingkat kesukaan panelis pada produk pempek lele. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan 15 panelis semi terlatih dan lima perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00% dari berat surimi ikan lele. Uji yang diamati dalam penelitian yaitu uji hedonik dengan parameter karakteristik organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa pempek lele, uji lipat (Folding test), dan kadar air pada perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0% dan 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan penambahan tepung karagenan masih disukai penelis, namun perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0,5% menghasilkan pempek lele dengan tingkat kesukaan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan nilai median karakteristik kenampakan, aroma dan tektur yaitu 7 (disukai) dan rasa yaitu 9 (sangat disukai), nilai rata-rata kekenyalan 5 (sangat kenyal) serta kadar air 48,22%
Analisis Kekerabatan Genetik Hibrid Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dan Ikan Mas (Cyprinus carprio L) Mengunakan PCR-RAPD
Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerabatan generasi kedua hasil persilangan ikan mas (Cyprinus carprio) dan hibrid ikan nilem (Osteochilus hasselti) terhadap induknya dengan metode PCR-RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA – Polymerase Chain Reaction) menggunakan Primer jenis Operon, OPA-3 dan OPA-11. Metode penelitian dilakukasn secara ekploratif dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penggunaan primer OPA-11 memunculkan pita lebih banyak jika dibandingkan dengan OPA-3. indeks kekerabatan generasi keduanya sangat beragam, hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan mas betina sebesar 70,5% mengarah kepada ikan mas. Hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan nilem betina memilki nilai kekerabatan sebesar 26% mengarah kepada hibrid ikan nilem. Fenotip yang dimunculkan dari generasi kedua ini mengarah pada indukan betina seperti persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan mas betina lebih menyerupai ikan mas dibandingkan ikan nilem. Sedangkan Hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan nilem betina menyerupai ikan nilem
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Abon Ikan (Studi Kasus Rumah Abon Di Kota Bandung)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam kegiatan produksi dan pemasaran abon ikan di Rumah Abon dan menganalisis strategi bisnis pengembangan abon ikan di Rumah Abon. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan satuan kasusnya adalah usaha Rumah Abon. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara langsung dengan pengusaha Rumah Abon. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Abon untuk kondisi saat ini cocok menerapkan strategi agresif. Alternatif strategi yang dapat digunakan yaitu meningkatkan penguasaan teknologi pengolahan abon untuk menigkatkan produksi dan kualitas produk, meningkatkan kualitas tenaga kerja, menambah kapasitas produksi, meningkatkan modal untuk menambah kapasitas produksi dan meningkatkan kegiatan promosi. Kata Kunci : abon ikan, strategi, SWO