Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    Peningkatan Produksi Ikan Mas (Cyprinus Carpio L) Menggunakan Sistem Budidaya Polikultur Bersama Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) Di Waduk Cirata, Jawa Barat

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di Waduk Cirata, Jawa Barat yang dilaksanakan pada 7 Maret 2016 sampai 14 April 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi padat tebar polikultur ikan mas dan ikan nilem yang paling baik digunakan untuk meningkatkan produksi ikan mas dan juga memberikan keuntungan positif terhadap lingkungan. Benih ikan mas dan ikan nilem yang digunakan berukuran 6-15 gram yang dipelihara pada keramba jaring apung berukuran 1x1x1,2 m. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap lima perlakuan dan tigakali ulangan. Padat tebar yang digunakan adalah 80 ikan mas, 70 ikan mas : 10 ikan nilem, 60 ikan mas : 20 ikan nilem, 50 ikan mas 30 : ikan nilem serta 40 ikan mas : 40 ikan nilem. Parameter utama yang diamati yaitu bobot mutlak, kelimpahan perifiton dan EPP dan produktivitas budidaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan kombinasi padat penebaran 70 ikan mas: 10 ikan nilem merupakan kombinasi yang memberikan produksi yang paling tinggi dan ramah lingkungan

    Analisis Optimasi Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan Usaha Budidaya Udang Windu Di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan usaha dan optimasi penggunaan faktor produksi pada budidaya udang windu di kecamatan cilebar. Sampel sujumlah 36 petani diambil dengan metode purposive dari dua desa yaitu pusakajaya utara dan pusakajaya selatan. Data dianalisis menggunakan linear programing. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi rata-rata 743,32 kg/ha di Pusakajaya Selatan dan 765.75 kg/ha di pusakajaya Utara.  R/C ratio adalah 1,33 di Pusakajaya Selatan dan 1,28 Pusakajaya Utara. Keuntungan aktual (Rp 52.525.730,01) masih lebih rendah dibandingkan keuntungan optimal (Rp 79.608.620). Faktor produksi yang penggunaannya melebihi optimal untuk mencapai keuntungan optimal adalah pakan (Rp 4.340.565), benih (Rp 284.304,78), pupuk (Rp 18.343,06) , tenaga kerja (Rp 753.013,44), obat (Rp 115.671,16), dan listrik (Rp 722.946,56). Hanya ada satu fatkor produksi yang belum optimal yaitu kapur

    Keterkaitan Kepadatan Predator Karang Bintang Laut Berduri (Acanthaster placi) Terhadap Kondisi Terumbu Karang Di Perairan Pulau Batu Malang Penyu, Kepulauan Belitung

    No full text
                    Acanthaster planci atau yang biasa dikenal sebagai Crown of thorns starfish merupakan salah satu jenis bintang laut raksasa dengan jumlah duri yang banyak sekali, merupakan hewan pemakan terumbu karang. Kepadatan populasi Acanthaster planci di daerah terumbu karang akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan karang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang, kepadatan Acanthaster planci dan keterkaitan antara Acanthaster planci dengan terumbu karang. Penelitian ini dilokasi perairan Pulau Batu Malang Penyu Kepulauan Belitung.Penilaian kondisi terumbu karang dan kepadatan Acanthaster planci dilakukan dengan metode Line Intercept Transect (LIT) sejauh 50 meter pada kedalaman 3-5 meter

    Variabilitas Temporal Eddy di Perairan Makassar – Laut Flores

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi eddy secara temporal dari Perairan Makassar (PM) sampai Laut Flores (LF), serta hubungannya dengan upwelling dan downwelling dan konsentrasi klorofil-a. Daerah penelitian berada pada koordinat 115o – 125o BT dan 2.5o – 8o LS. Data yang digunakan adalah dataset bulanan arus geostrofik, tinggi paras laut, suhu permukaan laut, angin permukaan, dan klorofil-a tahun 2008 – 2012. Hasil pengolahan data menunjukkan eddy ditemukan di Selat Makassar dengan diameter dan kecepatan geostrofik tertinggi 255.3 km dan 21.4 cm/s, di Perairan Selatan Makassar (PSM) 266.4 km dan 15.6 cm/s, dan di  Laut Flores berada di sekitar 182.04 km dan11.4 cm/s. Dari total 51 eddy yang ditemukan, mayoritas kejadian tersebut merupakan eddy tipe anticyclonic. Di Selat Makassar dan Laut Flores eddy dapat terbentuk sepanjang musim, sedangkan di Perairan Selatan Makassar tidak terbentuk eddy pada musim barat. Nilai konsentrasi klorofil-a pada daerah yang selalu terbentuk eddy lebih tinggi daripada daerah yang tidak pernah terbentuk eddy, akan tetapi hubungan langsung antara eddy dengan fenomena upwelling/downwelling tidak terlihat berdasarkan nilai SPL

    ANALISIS PEMASARAN IKAN NEON TETRA (Paracheirodon innesi) STUDI KASUS DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CURUG JAYA II (KECAMATAN BOJONGSARI, KOTA DEPOK JAWA BARAT)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) dan menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) di Kelompok Pembudidaya Ikan Curug Jaya II Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Jawa Barat. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2016 hingga Januari 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus untuk responden pembudidaya dan teknik snowball sampling yaitu dengan cara menggunakan rekomendasi dari pembudidaya tersebut untuk menentukan responden di tiap lembaga pemasaran sehingga jumlah responden keseluruhan adalah 21 orang. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis saluran pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran diantaranya analisis margin pemasaran, market share, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran di Pokdakan Curug Jaya II. Saluran pemasaran yang paling efisien ada pada saluran I dengan nilai BCR tertinggi 2.39 serta nilai farmer’s share 24.11%

    STUDI KELAYAKAN ZONA INTI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KECAMATAN SELAT NASIK, KABUPATEN BELITUNG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Nasik dan menganalisis kelayakan ekositem terumbu karang untuk dijadikan zona inti konservasi perairan laut di Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilaksakan pada  bulan Agustus-September 2016  di Pulau Piling dan Pulau Kera Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pemetaan partisipatif masyarakat dalam penentuan lokasi penelitian serta metode observasi untuk menganalisis kondisi ekosistem terumbu karang. Penentuan kesesuaian wilayah menggunkan metode penilaian data dan informasi, kriteria pertimbangan dan penentuan delineasi serta pengaturan kawasan konservasi dalam RZWP3K KKP 2014. Parameter yang diamati meliputi data sosial, data biofisik serta pertimbangan ekonomi.  Data hasil survey kemudian akan diolah menggunkan   softwere Microsoft excel 2010  untuk mendapatkan data atribut yang kemudian diolah kembali dengan menggunkan  softwere ArcGis 10.1 untuk menganalisis dan mengolah serta memodelkan kesesuaian secara spasial. Berdasarkan data penelitian terdapat dua kriteria kesesuaian yakni kriteria sesuai dan sangat sesuai.Pulau piling memiliki  area yang berkategori sesuai dengan luasan 10,45 Ha serta berkategori sangat sesuai dengan luasan  8,126 Ha. Sementara itu hasil pengamatan di Pulau Kera memiliki tingkat kesesuaian lebih baik dengan luasan 19,927 Ha area yang berkategori sesuai serta  45.92 Ha sangat sesuai. Luasan area di dua pulau tersebut  tersebut direkomendasikan sebagai zona inti ekosistem terumbu karang dalam wilayah konservasi perairan dengan total luas area rekomendasi di Perairan laut Selat Nasik sebesar  84,83 Ha

    PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI EKSTRAK ENZIM KASAR PAPAIN DAN BROMELIN PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak enzim kasar papain dan bromelin dalam pemanfaatan pakan dan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan nila. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017 di karamba jaring apung BPPPU Waduk Cirata. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A (tanpa EEKP & EEKB), B (EEKP 3,25% & EEKB 2,50%) C (EEKP 3,50% & EEKB 2,25%), D (EEKP 3,75% & EEKB 2%), E (EEKP 4% & EEKB 1,75%) dan F (EEKP 4,25% & EEKB 1,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi dosis ekstrak enzim kasar papain sebanyak 3,25% dan ekstrak enzim kasar bromelin sebanyak 2,5% yaitu SR 96%, EP 91.13%, LPH 3,61% dan PER 3,61%

    Sebaran Logam Berat Timbal (Pb) Pada Makrozoobenthos Di Perairan Waduk Cirata, Provinsi Jawa Barat

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai akumulasi logam timbal pada makrozoobenthos, pola persebarannya di Waduk Cirata dan mengetahui peranan makrozoobenthos dalam proses biomagnifikasi yang terjadi     di Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengukuran kandungan logam timbal pada sedimen dan makrozoobenthos dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectofotometer). Makrozoobenthos di Waduk Cirata yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus yang keseluruhannya tergolong kedalam Filum Moluska dan Kelas Gastropoda. Kepadatan makrozoobenthos paling rendah berada di Stasiun Muara Cibalagung dengan kepadatan 74 individu/m2 dan kelimpahan tertinggi berada pada Stasiun Dam dengan kepadatan 267 individu/m2. Kandungan logam timbal pada makrozoobenthos berkisar antara 0,78 – 3,22 mg/kg, yang secara umum lebih rendah dari kandungan logam timbal pada sedimen yang berkisar antara 0,29 – 5,04 mg/kg sementara kandungan logam timbal pada air pada semua stasiun yaitu <0,01 ppm. Kandungan logam timbal pada sedimen Inlet Muara Citarum menurun secara perlahan hingga pada stasiun Muara Cibalagung, kemudian kembali naik pada stasiun Gandasoli dan Dam. Hal tersebut diduga akibat adanya masukan logam timbal akibat penggunaan pakan pada budidaya KJA di Waduk Cirata. Makrozoobenthos diduga tidak terlalu berperan dalam dalam proses biomagnifikasi di Waduk Cirata

    Analisis Produktivitas Dan Kinerja Usaha Nelayan Purse Seine Di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Bandar Lampung

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Desa Lempasing, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas alat tangkap purse seine, faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan purse seine serta pendapatan nelayan purse seine. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan nelayan purse seine sesuai dengan kuisioner yang telah dibuat, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dinas dan instansi terkait yang menunjang penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas alat tangkap purse seine pada tahun 2014 sebesar 0,10 ton/trip. Kapasitas armada dan kekuatan mesin secara parsial berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan purse seine, sedangkan, luas palka, jumlah ABK dan jumlah trip secara parsial tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Pendapatan bersih rata-rata nelayan pemilik purse seine dalam setahun sebesar Rp. 120.549.000, sedangkan pendapatan bersih rata-rata nelayan buruh (nakhoda dan abk) dalam setahun sebesar Rp. 12.063.000. Nilai B/C yang diperoleh sebesar 2.53

    Pengaruh Metode Rendering Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Ekstrak Kasar Minyak Ikan Lele

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Kimia Fisik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran pada bulan Juni sampai Agustus 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi rendering terbaik pada minyak ikan lele berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptikMetode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, dengan membandingkan metode ekstraksi Wet Rendering dan Dry Rendering. Pengamatan yang dilakukan terhadap karakteristik fisik adalah viskositas, karakteristik kimia meliputi angka asam dan bilangan peroksida serta karakteristik organoleptik meliputi kekeruhan, warna dan bau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi rendering terbaik untuk minyak ikan lele adalah metode Wet Rendering dengan angka asam sebesar 0.95 mgKOH/g, bilangan peroksida 1.08 meq/kg dan mendapatkan rata-rata skor tertinggi dari 20 panelis pada pengujian organoleptic yang meliputi parameter kekeruhan, bau dan warna

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇