Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
    244 research outputs found

    Penambahan Ekstrak Kunyit Terhadap Karakteristik Presto Ikan Nila yang Disimpan Pada Suhu Kamar

    Full text link
    Riset ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kunyit serta konsentrasi terbaiknya dalam mengawetkan pindang presto ikan nila berdasarkan karakteristik uji mikrobiologis dan uji kimiawi meliputi kadar air dan pH, dengan demikian dapat diketahui lama masa simpan pindang presto ikan nila yang ditambahakan ekstrak kunyit tersebut. Riset ini dilaksanakan di Laboratorium Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Juli 2019. Metode riset yang digunakan adalah eksperimental, dengan empat perlakuan penambahan larutan ekstrak kunyit sebesar 0%, 3%, 4% dan 5%. Parameter uji yang diamati dalam riset yaitu uji mikrobiologis dengan metode TPC (Total Plate Count) secara duplo dan uji kimiawi meliputi analisis kadar air dan pH. Hasil riset menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak kunyit dengan konsentrasi sebesar 4% mampu memberikan masa simpan pindang presto ikan nila sampai lima hari dibandingkan dengan pindang presto ikan nila yang tidak diberi perlakuan ekstrak kunyit atau kontrol (0%) yang hanya mampu bertahan selama dua hari, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah total bakteri pada perlakuan 4% mencapai 5,57x104 CFU/gram pada hari ke-5, nilai kadar air mencapai 73% pada hari ke-5 dan  nilai pH mecapai 6,5 pada hari ke-5

    Fitoremediasi Limbah Budidaya Ikan Koi (Cyprinus Carpio) dengan Beberapa Tanaman Sayuran dalam Sistem Resirkulasi Akuaponik

    Full text link
    Kegiatan budidaya ikan koi (Cyprinus carpio) secara intensif menghasilkan limbah yang dapat menurunkan kualitas air. Untuk memperbaiki kualitas air tersebut, salah satunya dengan cara fitoremediasi menggunakan tanaman sayur seperti kangkung (Ipomoea aquatica) selada (Brasssica rapa chinensis, selada dan pakcoy (Brassica rapa chinensis). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pengaruh penerapan kangkung, selada dan pakcoy sebagai agen fitoremediator terhadap limbah budidaya ikan koi (Cyprinus carpio) dalam sistem resirkulasi akuaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2018 di Green house Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor sedangkan uji kualitas air dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan dengan 3 perlakuan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kualitas air, produktivitas tanaman, kelulushidupan ikan (SR). Data hasil penelitian dianalisis secara ANOVA dan dideskripsikan dengan membandingkan pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman pakcoy efektif dalam mereduksi amonia dengan rata-rata penurunan terbesar 32,0347% serta tanaman selada mereduksi nitrat rata-rata sebesar 12,7369% dan fosfat justru mengalami rata-rata kenaikan konsentrasi sebesar 122,5603% pada tanaman pakcoy. Selain itu, integrasi tanaman sayur dalam system akuapionik ini mampu memberikan kondisi lingkungan yang layak untuk budidaya benih ikan koi sehingga menghasilkan nilai survival rate tertinggi yaitu sebesar 100%

    Analisis Pemasaran Rumah Makan Seafood Kidang Mas Putra Di Pantai Barat Kabupaten Pangandaran Jawa Barat

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada Rumah Makan Seafood Kidang Mas Putra dan menganalisis strategi pengembangan pemasaran Rumah Makan Seafood Kidang Mas Putra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 sampai dengan bulan Januari 2018 bertempat di Rumah Makan Seafood Kidang Mas Putra, Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Parameter yang dianalisis yaitu strategi pengembangan pemasaran pada Rumah Makan Seafood Kidang Mas Putra. Hasil analisis mengunakan metode IFAS-EFAS untuk menganalisis lingkungan rumah makan dan SWOT untuk merumuskan alternatif strategi pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Rumah Makan Seafood Kidang Mas Putra berada pada kuadran II atau Diversifikasi yaitu Strategi ST (Strenght dan Threaths) yang menggunakan semua kekuatan untuk menghindari ancaman

    Laju Pengosongan Lambung Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Ikan Nila (Oreochoromis niloticus)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk pengosongan lambung benih ikan nila dan benih ikan mas sebagai dasar manajemen pemberian pakan pada stadia benih. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan nila dan benih ikan mas dengan ukuran 5-7 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dengan membandingkan 2 jenis benih ikan pada pengamatan waktu 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, dan 24 jam. Parameter yang diamati pada penelitian diantaranya adalah bobot tubuh ikan, bobot usus yang berupa makanan, bobot usus tanpa isi, bobot isi usus, panjang usus, pH lambung dan usus, dan suhu media air. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pH lambung benih ikan nila sebesar 5,8 yang bersifat basa,  sedangkan rata-rata pH lambung pada benih ikan mas sebesar 6,7 hampir mendekati netral serta pH usus pada kedua benih ikan bersifat mendekati netral. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bawha semakin lama waktu pengamatan, maka bobot usus isi makanan, bobot usus tanpa makanan, dan bobot isi usus semakin rendah

    Identifikasi Kapang Pada Dendeng Daging Lumat Nila Dengan Penggunaan Anti Kapang Lidah Buaya

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajaran pada bulan Agustus-November,2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi untuk mengetahui sejauh mana pengaruh anti kapang terhadap jenis dan pertumbuhan kapang yang terdapat pada dendeng daging lumat ikan nila. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai antikapang pada dendeng adalah lidah buaya (Aloe vera L). Beberapa kandungan zat penting dalam gel lidah buaya diantaranya saponin dan antraquinon yang mempunyai sifat antifungi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama adalah dendeng daging lumat ikan nila tanpa anti kapang lidah buaya, dan perlakuan kedua adalah dendeng daging lumat ikan nila dengan anti kapang lidah buaya.Pengambilan dan pengujian sampel dilakukan pada hari yang sama dengan hari dendeng ikan selesai dibuat. Pengamatan dilakukan enam hari hingga jamur terlihat secara makroskopis pada permukaan dendeng.  Parameter yang diamati meliputi identifikasi kapang, perhitungan jumlah kapang, kadar air dan pengukuran derajat keasaman.Hasil peneliian menunjukan bahwa kapang yang terdapat pada dendeng daging lumat ikan nila adalah jenis Penicillium sp. Pengaplikasian anti kapang lidah buaya pada dendeng daging lumat ikan nila berhasil menghambat pertumbuhan kapang Penicillium sp. secara signifikan dimulai dari hari pertama hingga hari keenam dengan jumlah kapang 3,7 x 107  cfu/g

    Pengaruh Kondisi Mangrove Terhadap Kelimpahan Kepiting Biola (Uca sp.) Di Karangsong Kabupaten Indramayu

    Full text link
    Kepiting biola (Uca sp.) merupakan salah satu jenis kepiting yang hidup dalam lubang atau berendam dalam substrat pada ekosistem mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2017 di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendapat nilai korelasi dari pengaruh kondisi mangrove terhadap kelimpahan kepiting biola (Uca sp.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian ditemukan 2 jenis mangrove yaitu jenis Rhizopora mucronata dan Avicennia marina. Kondisi mangrove pada stasiun yang diamati termasuk kategori jarang (rusak). Kerapatan mangrove pada stasiun 1 memiliki nilai 360 pohon/ha, pada stasiun 2 yaitu 380 pohon/ha, pada stasiun 3 yaitu 860 pohon/ha dan pada stasiun 4 memiliki nilai 480 pohon/ha. Nilai kelimpahan kepiting biola (Uca sp.) tertinggi pada stasiun 1 sebanyak 1100 ind/ha dan nilai kelimpahan terendah pada stasiun 3 yaitu tidak ditemukannya spesies kepiting biola (Uca sp.). Keterkaitan antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan kepiting biola (Uca sp.) tingkat pohon memiliki nilai koefisien determinasi (R2) 97,74 %. Nilai koefisien korelasi -0,9886 artinya kerapatan mangrove tingkat pohon dengan kelimpahan kepiting biola (Uca sp.) memiliki hubungan negatif yang kuat artinya semakin tinggi nilai kerapatan mangrove, maka kelimpahan kepiting biola (Uca sp.) menurun

    Daya Serap Akar Mangrove Avicennia marina Terhadap Logam Berat Timbal (Pb) Di Perairan Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta

    Full text link
    Tumbuhan mangrove mempunyai fungsi ekologis yaitu dapat menyerap, mengangkut dan menimbun materi yang bersifat toksik yang berasal dari sekitar lingkungan tempat tumbuhnya, salah satunya adalah logam berat timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan akar mangrove A. marina dalam mengakumulasi logam berat timbal (Pb) di Perairan Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta. Sampel yang diambil berupa akar mangrove A. marina, air, dan sedimen yang dibagi kedalam 3 stasiun. Kemudian sampel dianalisis di Laboratorium dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan perhitungan nilai rata-rata bioconcentration factor logam berat Pb pada stasiun 1 sebesar 0,2478. Sementara nilai BCF logam berat Pb untuk stasiun 2 sebesar 0,3078. Dan untuk stasiun 3, nilai BCF logam berat Pb sebesar 2,5180. Secara umum akar A. marina mampu mengakumulasi logam berat timbal (Pb) dengan nilai BCF 1,0246

    Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Kayu Apu (Pistia Stratiotes) Sebagai Agen Fitoremediasi Limbah Sungai Citarum

    Full text link
    Fitoremediasi dapat didefinisikan sebagai pencucian polutan yang dimediasi oleh tumbuhan, termasuk pohon, rumput-rumputan dan tumbuhan air. Tujuan dari riset ini adalah untuk mendapatkan jenis tumbuhan air yang memiliki daya serap lebih baik diantara eceng gondok dan kayu apu sebagai agen fitoremediasi terhadap limbah Sungai Citarum. Riset ini dilaksanakan pada tanggal 23 Maret hingga 12 Mei 2018 yang bertempat di Laboratorium basah (Ciparanje) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Pengujian kualitas air dilakukan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Balai Laboratorium Lingkungan Hidup, Ujung Berung. Riset ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan uji beda dua rata-rata dengan 15 ulangan. Perlakuan pada riset ini yaitu kayu apu dan eceng gondok. Hasil riset ini menunjukkan bahwa perlakuan kayu apu lebih efektif menurunkan bahan organik dengan nilai akhir yang berkisar antara 6,45 mg/L hingga 11,35 mg/L (36,41%- 63,87%). Kelangsungan hidup hewan uji kayu apu memiliki presentase yang lebih besar berkisar antara 52% hingga 88%

    Keterkaitan Tipe Substrat dan Laju Sedimentasi dengan Kondisi Tutupan Terumbu Karang Di Perairan Pulau Panggang, Taman Nasional Kepulauan Seribu

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari sampai maret 2017. Penelitian dilakukan untuk menentukan kondisi tutupan terumbu karang dan bentuk pertumbuhan terumbu karang pada tipe substrat yang berbeda, mengukur laju sedimentasi dan menganalisis keterkaitan tipe substrat dan laju sedimentasi dengan kondisi tutupan terumbu karang di Perairan Pulau Panggang Taman Nasional Kepulauan Seribu. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survey. Parameter yang diamati yaitu parameter fisika –kimia perairan seperti suhu berkisar antara 28,7 0 C – 30,02 0 C, kecerahan 3.7 m – 4 m, kecepatan arus permukaan 0,043 m/s – 0,116 m/s, laju sedimentasi 0.157 mg/cm2/hari - 1.1026 mg/cm2/hari, pH 7,3 – 7,6, oksigen terlarut 6,1 mg/l – 6,2 mg/l, salinitas 29,6 o/oo – 32,6 o/oo, nitrat 0,002 mg/l, ammonia 0,002 mg/l, posfat 0,047 mg/l – 0,051 mg/l dan laju sedimentasi berkisar antara 0.1573 hingga 1.1026 mg/cm2/hari. Tempat hidup terumbu karang adalah substrat, seperti substrat lumpur (silt), patahan karang (rubble) dan pasir (sand). Terumbu karang yang temukan di setiap tipe substrat adalah Coral Massive dan Coral Submassive, kondisi terumbu karang di perairan Pulau Panggang berkisar antara 8.10 % sampai 27.20 % dapat dikategorikan kedalam kondisi buruk hingga sedang.

    Kepadatan dan Preferensi Habitat Kima (Tridacnidae) Di Perairan Pulau Semak Daun Provinsi DKI Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2017 di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu dengan pengolahan data di Laboratorium Komputer FPIK UNPAD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan populasi kima hubungannya dengan karakteristik substratnya pada ekosistem terumbu karang di pulau Semak Daun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengolahan data menggunakan metode statistik deskriptif yaitu Corespondence Analisys (CA) dan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis/PCA). Hasil penelitian ditemukan 2 jenis kima dilokasi penelitian yaitu T. Crocea dan T. Maxima. Kelimpahan Spesies T. Crocea menjadi yang tertinggi dengan kelimpahan rata-rata 290 ind/ha dan Kelimpahan Spesies T. Maxima memiliki kelimpahan rata-rata 20 ind/ha. Kelimpahan kima tertinggi berada di stasiun 2 yang berada di bagian selatan pulau sebesar 420 ind/ha, dan terendah berada di stasiun 4 yang berada di bagian utara pulau sebesar 180 ind/ha. Pola distribusi spesies kima sebagian bersifat mengelompok (T. Crocea) dan sebagian lagi bersifat seragam. Distribusi kima preferensinya terhadap substrat dikelompokan dalam 2 kelompok karakteristik habitat. Spesies kima T. Crocea dengan jenis substrat Dead Coral Algae (DCA). Sedangkan spesies kima T. Maxima dengan jenis substrat Dead Coral Algae (DCA) dan substrat karang masif (CM)

    230

    full texts

    244

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perikanan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇