Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
Not a member yet
275 research outputs found
Sort by
Penggandaan Kromosom Marigold (Tagetes erecta L.) dengan Perlakuan Kolkisin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kolkisin terhadap jumlah kromosom marigold serta dapat mengetahui konsentrasi kolkisin yang efektif untuk menginduksi poliploidi pada kecambah marigold. Kecambah diberi direndam dalam kolkisin dengan konsentrasi 0,1% dan 0,2% selama 6 jam Sebagai kontrol digunakan akuades. Parameter yang diamati adalah jumlah kromosom ujung akar marigold pada masing-masing perlakuan. Pengamatan kromosom dilakukan dengan metode squash ujung akar. Pemberian kolkisin menyebabkan penggandaan jumlah kromosom kecambah marigold. Rata-rata jumlah kromosom kecambah marigold pada kontrol adalah 2n=2x=20,5, sementara rata-rata jumlah kromosom yang diberi perlakuan kolkisin 0,1% dan 0,2 % berturut-turut yaitu 2n=4x=42 dan 2n=4x=43
Analisis Kuantitatif Mikrobiologi Serbuk Minuman Fungsional Lintah Laut (Discodoris sp.) pada Suhu yang Berbeda Selama Penyimpanan
Pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan menunjukkan bahwa didalam produk pangan telah terjadi kontaminasi dari luar ataupun karena proses pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah mikroba yang ada pada serbuk minuman fungsional lintah laut (Discodoris sp.) pada suhu yang berbeda (30 °C, 35 °C dan 45 °C) selama penyimpanan, adapun parameter pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji total mikroba/kapang, pH (derajat keasaman) dan uji kadar air (aw). Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba adalah Perhitungan jumlah total mikroba dilakukan dengan Standard Plate Count (SPC). Analisis data dilakukan dengan mendiskripsikan hasil Total Plate Count pada sampel serbuk minuman fungsional lintah laut. Analisis tersebut disajikan suatu Standards Plate Count (SPC) dalam bentuk grafik untuk mempermudah dalam pembacaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jumlah TPC pada dua formula serbuk minumam fungsional lintah laut ini pada berbagai suhu penyimpanan masih dibawah standar yang ditetapkan oleh SN
Struktur Komunitas Fitoplankton pada Kolong Pengendapan Limbah Tailing Bauksit di Senggarang, Tanjungpinang
Senggarang merupakan salah satu kelurahan di Kota Tanjungpinang yang memiliki kolam pengendapan limbah tailing bauksit. Fitoplankton merupakan salah satu organisme pionir pada ekosistem yang baru terbentuk. Berdasarkan hasil penelusuran, belum ditemukan penelitian mengenai komunitas fitoplankton pada kolam pengendapan limbah tailing bauksit. Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kelimpahan, serta indeks ekologi fitoplankton yang terdapat pada kolam pengendapan limbah tailing bauksit di Senggarang, Kota Tanjungpinang. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun: inlet, outlet, tengah, serta tepi perairan.Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel fitoplankton adalah metode dinamis secara vertikal. Pencacahan fitoplankton menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton berkisar 1.692-2.525 sel/L. Tiga dari empat stasiun didominasi oleh divisi Charophyta, serta satu stasiun lainnya didominasi oleh divisi Chrysophyta. Dominasi divisi Charophyta dipengaruhi oleh tingginya kelimpahan genus Mougeotia sp. Bagian tengah kolong memiliki indeks ekologi yang lebih baik dari pada tepi perairan. Keanekaragam yang rendah pada semua stasiun menujukan kondisi perairan yang labil dan komunitas fitoplankton masih rentan terhadap gangguan. Hal ini sesuai dengan kategori kolong pengendapan limbah tailing bauksit di senggarang tergolong muda (< 5 tahun)
Status Kesehatan dan Uji Spesies Indikator Biologi Ekosistem Mangrove Teluk Yotefa Jayapura
This research was conducted to test the mangrove crab of Sesarmidae family as bio-indicator to assess health status of mangrove ecosystem in Youtefa Bay of Jayapura. Conducted since March-August 2017. Conducted in 3 stations namely St. Enggros, St.Tobati, and St. Nafri. Using the quadratic transect method (1x 1 m) and the quadratic transect (10 x 10 m). Data were analyzed using index of diversity, dominance, evenness, abundance, density, simple linear regression and test criteria of indicator species. The result of the research found the level of mangrove diversity in Enggros Station with the value of index 1.9 then Tobati and Nafri Station of 1, 4 with abundant diversity level. The density of mangroves in the three stations is obtained by Enggors: 1455.6 trees / Ha, Naftri: 1477.8 trees / Ha, and Tobati 1033,5 trees / ha with moderate density categories and good ecosystem health conditions. The biological criteria indicator test shows that the Sesarmidae crab meets the six criteria of the indicator species, so that it can be designated as a species indicator of the health status of the ecosystem
Pemantauan Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Ekosistem Tepi dan Tengah Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
Keberadaan hama dan musuh alami pada tanaman budidaya dapat sebagai acuan dalam kegiatan pengendalian hama tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hama dan musuh alami ekosistem tepi dan tengah permukaan tanah pada pertanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang dipantau dengan memasang perangkap pitfall trap. Penelitian dilakukan di lahan Politeknik Banjarnegara yang berlokasi di kelurahan Kenteng, kecamatan Madukara, kabupaten Banjarnegara, 323 m dpl. Penelitian dengan dua perlakuan berupa lokasi penempatan pitfall trap pada bagian tepi dan tengah lahan tanaman kacang tanah. Lahan tanaman kacang tanah dengan ukuran 40 m x 50 m dan tanaman berumur 28 hari setelah tanam. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman Shannon-Weaver (H’). T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara populasi hama dan musuh alami yang berada pada tepi dan tengah lahan kacang tanah. Populasi hama dan musuh alami permukaan tanah pada tanaman kacang tanah mempunyai tingkat keanekaragaman yang rendah dengan nilai H’<1,0. Nilai indeks keanekaragaman tersebut rendah baik pada populasi hama dan musuh alami tepi lahan maupun tengah lahan kacang tanah. Indeks keanekaragaman hama, musuh alami dan kelompok lainnya pada tepi lahan dengan nilai 0 hingga 0,32; sedangkan pada tengah lahan dengan nilai 0 hingga 0,30
Ikan Kepe – kepe (Chaetodontidae) sebagai Bioindikator Kerusakan Perairan Ekosistem Terumbu Karang Pulau Tikus
Coral reef is one of ecosystem in the ocean that have important ecologycal functions. Coral reef could be habitat for coral fishes.The demage of coral reef could be impacted on ecologycal proceses in the ocean. Therefore, The monitoring of coral reef health should be done to know the healthinees of coral reef. Butterfly fish is fish that can be used as bioindicator of coral demage. The aims of this study were analyzed condition of precent cover of coral reef, and also to measured mortality index of coral reef, abundance index of butterfly fish, and corelation between butterfly fish and coral reef. Survey method was used in this research. Line Intercept Transect used to measuring percent cover of coral reef along 50 m. The resuts showed that station 7 has the higest of precent cover of coral reef (67%), and station 3 has the lowest of of precent cover of coral reef (20.84%). Coral demage could be caused by illegal fishing. Totally, There were 136 of buterfly fish that found which are categoryzed into 9 specieses. The statistical result found that there are positif corelation between coral reef and butterfly fish. It is indicted that the increasing of percent cover of coral reef could be increasing the abundace of butterfly fish too. Precent cover of live coral reef could be impacted on abundance of buterfly fish due to associated with food and shelter.
Penambahan Ekstrak Alga Sargassum duplicatum Bory pada Medium Kultur In Vitro terhadap Pertumbuhan seedling Anggrek Vanda tricolor Lindl.
Vanda tricolor is an orchid species that has many advantages, some of which are due to its beautiful and various flowers of unique shape and size. Propagation of V. tricolor can be performed by in vitro culture.In vitro culture technique needs appropriate medium to support orchid growth. An algae species, Sargassum duplicatum, can be added into the medium, since it contains growth regulating substances, such as auxin and gibberellin, which are useful for seedling growth. This study aims to know the effect of S. duplicatum application into in vitro culture medium of V. tricolor on the seedling growth and to know the best application of the algaein increasing seedling growth. An experimental method was arranged in a Completely Randomized Design (CRD). The treatments were S. duplicatum weight of 0, 12, 24, 36, 48 and 60 g/L replicated three times respectively. The variable examined was seedling growth with parameters comprising day of new leaf emergence, leaf number, leaf length, day of new root emergence, root number, root length and plant height. Data were analyzed using ANOVA or F test with confidence level of 95% and 99%. LSD was carried out when F test showed significant difference. The results reveal that application of S. duplicatum extract has significant effect on the growth of V. tricolor seedling. The best application is of 36 g/L algae weight
Pewarisan Karakter Fenotip Melon (Cucumis melo L. ‘Hikapel Aromatis’) Hasil Persilangan ♀ ‘Hikapel’ dengan ♂ ‘Hikadi Aromatik’
This research aims to develop cultivars with superior phenotypes of melon and high level of productivity. This research used the individual results of crossing between melon ♀ ‘Hikapel' with ♂ 'Hikadi Aromatik'. The research included qualitative and quantitative phenotype characterization test. The research was conducted in Center of Agrotechnology Innovation University of Gadjah Mada (PIAT-UGM), Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta and Laboratory of Genetics Faculty of Biology UGM on December 2016 until March 2017. Quantitative data analysis used ANOVA testing through PKBT-STAT 2.02 software with Random Complete Block Design (RCBD) method at significance level of 1% and 5%. Melon 'Hikapel Aromatik' has several advantages including oval shape, without net, without lobes, crispy texture, skin-collored yellow RHS (6A), has a 7-14 brix, has volatile aromatic compound and transposon influenced. Based on the results of recapitulation of variance, the characters of 'Hikapel Aromatik' was not uniform
Profil RAPD Tanaman Kantung Semar Beberapa Koleksi Kebun Raya Baturraden
Telah dilakukan penelitian tentang profil RAPD beberapa tanaman kantung semar (Nepenthes spp.) koleksi Kebun Raya Baturraden. Tujuh individu yang dipelajari merupakan spesies semiendemik Gunung Slamet dan endemik Jawa, yaitu N. adrianii dan N. gymnampora. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak. DNA genomik sampel diekstraksi untuk kemudian digunakan sebagai templat dalam amplifikasi marka RAPD menggunakan teknik PCR dengan 10 primer acak, yaitu ES10G23, ES10A26, ES10C24, ES10G33, OPA-2, OPA-9, OPA-13, OPB-3, OPB-5, dan OPB-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-10 primer tersebut menghasilkan 43 (67,2%) pita polimorfik dan 21 (32,8%) pita monomorfik dengan ukuran berkisar dari 130 hingga 1.500 bp. OPA-2 and OPB-3 menghasilkan polimorfisme tertinggi, sedangkan ES10G23 dan OPA-13 menghasilkan pita monomorfik terbanyak. Dendogram yang dikonstruksi menggunakan UPGMA dalam MEGA 6.06 memperlihatkan bahwa dua klaster terbentuk pada jarak genetik 18%. Kedua klaster tersebut cenderung dipisahkan oleh lokasi geografi
Intensitas dan Variasi Morfometrik Trichodina sp. pada Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lacepede) Pendederan I yang Dijual di Pasar Ikan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara
Purwonegoro Fish Market, Banjarnegara district is the largest fish market in Central Java southern and western parts. This fish market serves as a center for buying and selling fish and fish seed traffic in a particular place to the location of the fish farmers. It will possibly spread a particular type of disease from one area to another. Trichodina sp. is found in the seed of gouramy fish hatchery center area with the pathogenicity level reached 80%. Trichodina sp. has a big role in the cultivation of gouramy production by reducing the physical condition of the fish so dangerous and cause death of gouramy in the seed phase. The results showed that as many as 150 gouramy fish fry were examined, 56 gouramy fish fry were infected Trichodina sp. All of Trichodina sp. are found as many as 573 individual from the gouramy seeds infected. Total intensity of Trichodina sp. from gouramy seeds amounted to 10.97 individual. The measurement results morphometric characters Trichodina sp. show the variation of morphometric with body diameter from 47.5 to 112.5 μm; denticle ring diameter from 22.5 to 47.5 μm; denticle diameter of 12.5 to 42.5 μm, adhesive disc diameter 37.5 to 65 μm; membrane width 2.5-7.5 μm and the number of denticle 13-28. Trichodina sp. allegedly found there are three types of T. heterodentata, T. nigra, and T. acuta