SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Pengaruh Latihan Kelincahan dan Kelentukan terhadap Keterampilan Dribbling Sepakbola SSB PAS-ITN Kabupaten Malang
ABSTRAK Utama, Andhi, Zakariya. 2015. Pengaruh Latihan Kelincahan dan Kelentukan terhadap Keterampilan Dribbling Sepakbola SSB PAS-ITN Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd, (II)I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: kelincahan, kelentukan, dribbling Sepakbola adalah suatu yang umum diantara orang-orang dengan latar belakang dan keturunan yang berbeda-beda sebagai jembatan yang menghubungkan jenjang ekonomi, politik, kebudayaan dan agama. Dalam permainan sepakbola, menggiring bola merupakan salah satu teknik dasar yang memiliki peranan penting dalam permainan sepakbola. Pelaksanaan proses pembelajaran permainan sepakbola di SSB PAS-ITN Kabupaten Malang menunjukkan adanya masalah yaitu, kurangnya keterampilan menggiring bola, hal tersebut karena kurangnya latihan yang menunjang komponen latihan menggiring bola. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar menggiring bola adalah dengan menggunakan latihan kelincahan dan kelentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan kelincahan, kelentukan dan latihan konvensional terhadap hasil belajar keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel penelitian 20 siswa sekolah sepakbola PAS-ITN Kabupaten Malang. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes dribbling sepakbola. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan kelincahan dan kelentukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan dribbling siswa (Fh = 5,369 > Ft = 4,41). Kedua, latihan konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan dribbling siswa (Fh = 0,57 Ft = 4,41), dan latihan kelincahan kelentukan (mean = 26,47 dan SD = 3,09) memberikan pengaruh lebih baik terhadap keterampilan dribbling siswa daripada latihan konvensional (mean = 28,71 dan SD = 2,16). Saran yang dapat diberikan kepada Pelatih SSB PAS-ITN Kabupaten Malang, hendaknya menggunakan latihan kelncahan dan kelentukan , karena dari hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan kelincahan dan kelentukan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan keterampilan dribbling siswa SSB PAS-ITN Kabupaten Malang
Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Permainan Bolavoli di SMPN 9 Malang
ABSTRAK Linanto, Be’eng. 2015. Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Permainan Bolavoli di SMPN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, variasi latihan, passing atas, bolavoli Passing atas merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bolavoli. dalam kegiatan ekstrakurikuler permianan bolavoli di SMPN 9 Malang, passing atas merupakan salah satu materi yang diajarkan oleh pelatih. Menurut hasil analisis kebutuhan terhadap peserta kegiatan ekstrakurikuler 40 peserta dan 1 pelatih diperoleh hasil materi passing atas sangat sulit dikuasai peserta dan perlu diadakan pengembangan variasi latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah produk yaitu variasi latihan passing atas pada kegiatan esktrakurikuler permainan bolavoli di SMPN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), namun penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan variasi latihan passing atas permainan bolavoli dengan 14 variasi formasi latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) uji lapangan, dan (7) hasil akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Desain uji coba menggunakan dua tahap yaitu tahap evaluasi ahli yakni ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli, ahli media dan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket. Selama proses penelitian dan pengembangan ditemukan hasil 87,05% permainan bolavoli, 73,66% ahli kepelatihan bolavoli, dan 71,77% dari ahli media serta dari hasil uji coba kelompok kecil sebesar 83,07% dan uji coba kelompok besar sebesar 87,48%. Dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan oleh layak digunakan. Besar harapan peneliti bila produk yang telah dikembangkan oleh peneliti dapat digunakan untuk sasaran yang lebih luas serta dikembangkan lebih variatif sehingga dapat dikaji keefektifan dari produk pengembangan variasi latihan passing atas yang telah dikembangkan peneliti
PengaruhInterval TrainingterhadapPeningkatan Daya Tahan VO2 MaxPemain Futsal Klub Kawat Duri Malang
ABSTRAK Fatoni, Rizal Achmad. 2014.Pengaruh Interval Training terhadap Peningkatan Daya Tahan VO2 MaxPemain Futsal Klub Kawat Duri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmanidan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing:(I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata kunci:eksperimen, interval training,daya tahan vo2 max. Kemampuan fisik salah satu komponen yang paling dominan dalam pencapaian prestasi olahraga.Prestasi olahraga tidak akan terlepas dari unsur-unsur taktik, teknik dan kualitas kondisi fisik. Seorang atlet sangat membutuhkan kualitas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik.Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan agar mampu bergerak dan bereaksi dengan baik selama pertandingan.Seorang atlet yang ingin maju atau tetap dapat mempertahankan prestasinya, selain harus berlatih teknik, juga harus tetap berlatih fisik secara teratur. Dengan latihan tertentu dan teratur kemampuan fisik seorang pemain dapat meningkat, kapasitas difusi paru orang terlatih lebih baik dari pada orang tidak terlatih. Makin tinggi kemampuan fisik seseorang, makin mampu mengatasi beban kerja yang diberikan, atau dengan kata lain kemampuanproduktivitas orang tersebut makin tinggi. Yang perlu diperhatikan oleh seorang pemain, yaitu keadaan fisik dan teknik yang dikuasasi oleh pemain.Untuki tu, perlu diperhatikan mekanisme yang mendasari suatu latihan yang diberikan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Pada setiap kelompok terdiri dari 15 sampel yang dilakukan uji prestest dan postest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhinterval trainingterhadappeningkatandayatahan VO2 maxpemain futsal Kawat Duri Malang. Hasil data dari penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis varian satu jalur atau one way anova dengan taraf signifikansi 0,05. Dari uji tersebut diperoleh Fhitung sebesar 4,8485 4,20 Ftabel. Perolehan tersebut merujuk pada hasil penelitian yang diperoleh. Kesimpulanada pengaruh signifikan antara interval training dengan latihankonvensional terhadap peningkatan daya tahan pemain. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, interval training dan latihan konvensional dapat digunakan dalam meningkatkan daya tahan pemain, namun bila dilihat dari perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan interval training memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan daya tahan VO2 max pemain futsal Kawat Duri Malang
Pengembangan Buku Saku Permainan Futsal Untuk Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMA Negeri 4 Malang
ABSTRAK Tirta, Kharisma Yanuar. 2014. Pengembangan Buku Saku Permainan Futsal untuk Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMA Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriatna, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M,Pd Kata kunci: pengembangan, buku saku, futsal Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru pendidikan jasmani dan peserta ekstrakulikuler pada tanggal 18-20 Juni 2013, bahwa intensitas latihan futsal hanya satu kali dalam seminggu dengan jumlah peserta yang cukup banyak, yaitu 25 siswa, sehingga pelatih merasa kekurangan waktu untuk melatih tim futsal secara maksimal. Selain itu, pelatih juga membutuhkan buku panduan yang dapat digunakan siswa untuk belajar secara mandiri sebelum latihan, namun di SMA Negeri 4 Malang belum ada buku panduan mengenai futsal yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan buku saku futsal untuk peserta ekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Malang. Diharapkan, pengembangan ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami sarana dan prasara yang dibutuhkan, peraturan-peraturan, serta teknik-teknik dalam bermain futsal. Selain itu buku saku yang akan dikembangkan juga dilengkapi dengan sejarah permainan futsal yang dapat menambah wawasan siswa. Diharapkan dengan adanya buku saku futsal ini siswa yang tergabung dalam tim futsal SMA Negeri 4 Malang dapat lebih berprestasi dengan menjuarai event-event yang diadakan di sekolah, di Kota Malang, bahkan menjadi juara tingkat Nasional. Penelitian yang dilaksanakan di SMA 4 Malang ini termasuk penelitian dan pengembangan. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Dari validasi satu ahli permainan futsal diperoleh hasil 75,0%, cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil, dari validasi satu ahli media diperoleh hasil 73,96%, cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil. Dari hasil uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 86,67%, sangat valid dan dapat diuji cobakan, serta dari hasil uji coba lapangan (kelompok besar) diperoleh hasil 87,83%, sangat valid dan dapat digunakan. Revisi terhadap produk yang dikembangkan berdasarkan dari saran para ahli adalah sebagai berikut: (1) Nama pembimbing (skripsi) tidak dicantumkan pada cover depan, (2) Buku saku ditujukan untuk siswa ekstrakulikuler dicantumkan di cover depan, (3) Materi di ganti menggunakan font times news roman
Pengembangan Pembelajaran Prinsip Gizi Seimbang Melalui Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Singosari
ABSTRAK Prinsip gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal untuk mencegah masalah gizi. Di dalam kurikulum pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan materi prinsip gizi seimbang merupakan materi yang diajarkan di sekolah pada tiap semester. Namun dalam pelaksanaannya di sekolah, pembelajaran prinsip gizi seimbang masih kurang maksimal. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya variasi media pembelajaran yang mengakibatkan minat dan tingkat pemahaman peserta didik dalam menerima pembelajaran prinsip gizi seimbang masih kurang . Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penelitian dan pengembangan pembelajaran prinsip gizi seimbang untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singosari. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran baru berupa multimedia interaktif prinsip gizi seimbang yang diharapkan mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan research and development yang terdiri dari 7 langkah, yaitu analisis kebutuhan awal, pengembangan produk awal, validasi ahli, uji coba kelompok kecil, revisi produk, uji coba kelompok besar, dan revisi produk akhir. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif dan deskiptif dengan persentase. Berdasarkan pengumpulan data diperoleh hasil sebagai berikut: (1) validasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani diperoleh hasil 87,5% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan, (2) validasi ahli kesehatan diperoleh hasil 83,6% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan, (3) validasi ahli media diperoleh hasil 98% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan, (4) uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 86,5% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan tanpa revisi, dan (5) uji coba kelompok besar diperoleh hasil 88,1% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Produk berupa media pembelajaran berbasis flash yang ditujukan untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singosari ini diharapkan mampu membantu guru dan siswa dalam mempermudah proses belajar mengajar materi prinsip gizi seimbang. Diharapkan dengan adanya media pembelajaran berupa multimedia interaktif prinsip gizi seimbang ini, siswa memiliki minat dan semangat belajar, serta tingkat pemahaman yang lebih tinggi untuk menerapkan konsep prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari
Pengembangan Media Pembelajaran Bentuk e-book Materi NAPZA untuk Peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang.
ABSTRAK Mutmainah, Diyah. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Bentuk e-book Materi NAPZA untuk Peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Media Pembelajaran, e-book, NAPZA. Materi NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) di dalam kurikulum pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dibelajarkan di sekolah pada setiap semester. Namun, di dalam pelaksanaan pembelajaran materi NAPZA di sekolah kurang maksimal, karena kurangnya minat belajar dari peserta didik saat menerima materi NAPZA. Yang menyebabkan timbulnya kondisi tersebut adalah penyajian materi tidak menggunakan media yang tepat, sehingga peserta didik tidak tertarik dengan pelaksanaan pembelajaran NAPZA. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan pengembangan tentang media pembelajaran bentuk e-book materi NAPZA untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran bentuk e-book materi NAPZA untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dan langkah-langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah. Subjek penelitian meliputi (1) subjek ahli yaitu ahli media, ahli pembelajaran dan ahli kesehatan (2) subjek coba yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Jenis data penelitian dan pengembangan berupa data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan instrumen yang digunakan berupa wawancara dan angket. Teknik analisis data berupa analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil analisis data evaluasi produk dari ahli media diperoleh hasil 75% termasuk kriteria cukup valid, ahli pembelajaran diperoleh 95% kriteria sangat valid, ahli kesehatan I diperoleh 75% cukup valid, ahli kesehatan II diperoleh 79% kriteria cukup valid. Hasil uji coba kelompok kecil diperoleh 83% kriteria cukup valid, dan dari hasil uji coba kelompok besar diperoleh 87% sangat valid. Kesimpulan hasil evaluasi ahli terhadap produk media pembelajaran bentuk e-book materi NAPZA untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Malang menyatakan bahwa produk e-book valid dan dapat digunakan untuk pembelajaran materi NAPZA. Uji coba kelompok besar disimpulkan bahwa media pembelajaran bentuk e-book sangat valid dan dapat digunakan untuk pembelajaran materi NAPZA. Produk e-book berisi materi tentang NAPZA, dikerjakan menggunakan power point 2010, dilengkapi dengan teks, musik, animasi, gambar, video, latihan soal dan produk akhir dikemas dalam bentuk compact disc (CD). Disarankan produk e-book materi NAPZA dikembangkan lagi supaya lebih menarik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal
Pengaruh Pemberian Warming Up Masase Olahraga Sebagai Tambahan Pemanasan Pasif Terhadap Daya Tahan Cardiovascular Pemain Ekstrakurikuler Bolabasket di SMP Negeri 8 Malang.
ABSTRAK Buwono, Rizki. 2015. Pengaruh Pemberian Warming Up Masase Olahraga Sebagai Tambahan Pemanasan Pasif Terhadap Daya Tahan Cardiovascular Pemain Ekstrakurikuler Bolabasket di SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd dan (II) Drs. Supriatna, M.Pd. Kata Kunci: Bolabasket, daya tahan cardiovascular, pemanasan pasif, masase olahraga. Bolabasket merupakan salah satu permainan terpopuler di Dunia. Dalam permainan bolabasket diperlukan keterampilan-keterampilan dasar dan olahraga tim mulai dari pemanasan, olah bola, mengumpan, menembak, taktik dan kerja sama tim. Olahraga ini termasuk olahraga gabungan antara aerobic dan anaerobic. Karena dalam permainan ini mempunyai tempo permainan yang cepat maka memerlukan daya tahan cardiovascular dan kondisi fisik yang baik agar dapat bermain bagus. Untuk menyiapkan kondisi fisik salah satunya perlu dilakukan pemanasan pasif. Dalam melakukan pemanasan pasif dapat menggunakan masase olahraga. Peranan masase olahraga dalam pemanasan dapat membuka pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat sehingga jantung bisa berjalan dengan optimal, memperlancar distribusi energi ke dalam jaringan, sehingga kinerja jantung, paru-paru, dan peredaran darah serta menyiapkan kondisi fisik sebaik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian masase olahraga sebagai pemanasan pasif. Penelitian ini adalah eksperimen sungguhan. Populasi penelitian adalah pemain ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 8 Malang sebanyak 30 pemain. Pengelompokan untuk kelas yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol menggunakan teknik matching sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest posttest. Analisis data untuk melengkapi hipotesis digunakan uji Anava satu arah dengan taraf 0,05 sebelum dilakukan uji anava dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil Analisis sebagai berikut : (1) Tambahan pemanasan pasif berupa masase olahraga berpengaruh terhadap daya tahan cardiovascular dengan rata-rata nilai untuk pretest 32,61 dan untuk posttest 35,47, (sig=0,000). Berdasarkan temuan tersebut diperoleh sig 0,05 maka Ho diterima. (3) Kelompok pemberian tambahan pemanasan pasif berupa masase olahraga mempunyai pengaruh lebih baik dengan nilai rata-rata tes akhir 35,47 dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan dengan nilai rata-rata 32,95 dengan sig < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pemanasan pasif berupa masase olahraga berpengaruh baik terhadap daya tahan cardiovascular dibandingkan kelompok tanpa pemberian pemanasan pasif
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENTUK E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN NAPZA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 13 MALANG
ABSTRAK Ramadhani, Eliev. Dwi. 2015.Pengembangan Media Pembelajaran Bentuk E-learning Dalam Pembelajaran NAPZA Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, e-learning, NAPZA. Pada kurikulum Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga tingkat SMP terdapat materi NAPZA yang dibelajarkan disekolah. Namun, di dalam proses pembelajaran di sekolah materi NAPZA kurang di minati oleh peserta didik. Dengan kondisi tersebut maka perlu adanya media yang tepat untuk menarik minat peserta didik. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran bentuk e-learning dalam pembelajaran NAPZA pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa e-learning dalam pembelajaran NAPZA pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan serta menimbulkan minat belajar peserta didik dengan memberikan media yang menarik berupa media e-learning khususnya untuk peserta didik kelas VIII SMPN 13 Malang. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah. Subjek penelitian meliputi (1) subjek ahli yaitu ahli media, ahli pembelajaran, ahli kesehtan dan ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.(2) subjek uji coba yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan instrumen yang digunakan berupa wawancara dan angket. Hasil analisis data evaluasi produk dari ahli media diperoleh 91,07% termasuk kriteria baik sekali, ahli pembelajaran diperoleh 95,65% termasuk kriteria baik sekali, ahli kesehatan diperoleh 90,62% termasuk kriteria baik sekali, ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan diperoleh 88,75% yang termasuk kriteria baik sekali. Hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh 80,4% yang termasuk kriteria baik dan uji coba kelompok besar diperoleh 85,5% termasuk kriteria baik sekali. Berarti model media bentuk e-learning termasuk kriteria baik sekali. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan yaitu berupa media e-learning. Berikut merupakan spesifikasi produk, meliputi: (1) Produk pengembangan menggunakan software utama autoplay 8 profesional dan dikemas dalam bentuk compact disk (CD), (2) Produk ini dilengkapi dengan teks, gambar, audio, animasi serta vidio yang menarik, (3) Pada tampilan utama terdapat pilihan menu kurikulum, materi, kuis petunjuk penggunaan dan biografi pengembang, (4) Isi dari produk ini berupa materi NAPZA. Dari hasil penelitian dan pengembangan disarankan hasil pengembangan ini dapat disosialisasikan sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk materi NAPZA pada kelas VIII SMP Negeri 13 Malang
PENGEMBANGAN SENAM AEROBIK DENGAN KOMBINASI ZUMBA MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Suminar, Tiassari Janjang. 2015. Pengembangan Senam Aerobik Dengan Kombinasi Zumba Melalui Video Pembelajaran Untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd., Pembimbing (II): Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, video pembelajaran, senam aerobik kombinasi zumba Senam irama merupakan salah satu materi yang ada pada kurikulum 2013 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Berdasarkan wawancara kepada guru olahraga dan observasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang diperoleh data bahwa pembelajaran senam iramakurang menarik, kurang bervariasi, dan guru belum memanfaatkan sarana media dalam proses pembelajaran, sehingga siswa merasa membutuhkan media dalam proses pembelajaran senam irama, karena lebih mudah dan lebih menarik oleh karena itu peneliti mengembangkan media pembelajaran yang berisi tentang materi senam aerobik dengan kombinasi zumba, agar media pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar.Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk senam aerobik dengan kombinasi zumba melalui video pembelajaran untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang, supaya siswa lebih aktif pada saat pembelajaran senam irama.Metode yang digunakan mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah, dan peneliti hanya mengambil 7 langkah. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan berupa kuisioner. Subyek penelitian terdiri dari subyek ahli meliputi ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan 1 orang, ahli pembelajaran 1 orang, ahli media 1 orang, dan ahli senam aerobik dan zumba 1 orang dan subyek uji coba berupa peserta didik berjumlah 30 orang. Jenis data yang diperoleh termasuk jenis data kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian dan pengembanan senam aerobik dengan kombinasi zumba diperoleh presentase 81,25% dari ahli senam aerobik dan zumba, diperoleh presentase 89,28% dari ahli media, diperoleh presentase 82,81%pendidikan jasmani dan kesehatan, diperoleh presentase 79,68% dari ahli pembelajaran. Dari hasil uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 10 siswa didapatkan reta-rata presentase 81,25%, dan uji coba lapangan (uji coba kelompok besar) dilakukan pada 30 siswa dengan presentase 84,49%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran senam aerobik dengan kombinasi zumba memenuhi syarat kelayakan dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam materi senam irama di SMP Negeri 2 Malang. Hasil Produk pengembangan senam aerobik dengan kombinasi zumba dapat memudahkan siswa dalam mempelajari senam irama, membuat siswa lebih tertarik dalam melakukan gerak senam irama, video pembelajaran ini dapat digunakan siswa sebagai sumber belajar, dan juga dapat dijadikan sebagai rujukan guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam materi pembelajaran senam irama
PENGEMBANGAN PAPAN PANTUL SEBAGAI SARANA BERLATIH PUKULAN FOREHAND PUSH DAN BACKHAND PUSH BAGI PESERTA EKSTRAKURIKULER TENIS MEJA DI MI KHADIJAH MALANG
ABSTRAK Hanim, Muhammad Iqbal Jauhar. 2015. Pengembangan Papan Pantul sebagai Sarana Berlatih Pukulan Forehand Push dan Backhand Push bagi Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di MI Khadijah Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd Kata Kunci: papan pantul, forehand push, backhand push, peserta ekstrakurikuler tenis meja. Siswa sekolah dasar berumur 8-12 tahun memasuki periode anak-anak tengah dan akhir. Ini adalah periode tenang sebelum ledakan pertumbuhan yang cepat di masa remaja. Pada masa ini anak mengalami pertumbuhan fisik. Pertumbuhan fisik erat kaitannya dengan perkembangan motorik. Perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan syaraf pusat, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Keterampilan motorik dibagi menjadi dua, yaitu keterampilan motorik halus dan keterampilan motorik kasar. Hasil observasi awal yang telah dilakukan penulis kepada peserta ekstrakurikuler tenis meja MI Khadijah Malang didapatkan hasil frekuensi berlatih pukulan forehand push dan backhand push yang kurang, sehingga peserta ekstrakurikuler tenis meja kurang terampil dalam melakukan pukulan forehand push dan backhand push. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan papan pantul sebagai sarana berlatih pukulan forehand push dan backhand push bagi peserta ekstrakurikuler tenis meja MI Khadijah Malang. Dengan adanya pengembangan papan pantul ini dapat menjadi solusi agar peserta ekstrakurikuler tenis meja dapat menambah frekuensi berlatih pukulan forehand push dan backhand push, dengan berbagai macam variasi, dan berlatih secara mandiri. Metode penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Sesuai pernyataan Ardhana bahwa setiap pengembang berhak memilih langkah-langkah yang tepat untuk penelitiannya sesuai dengan kondisi yang dihadapi, maka penulis menggunakan 7 langkah untuk penelitiannya. Analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli media tenis meja, evaluasi ahli kepelatihan tenis meja, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Evaluasi yang dilakukan ahli media tenis meja memperoleh hasil rata-rata persentase keseluruhan komponen 81%, termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Evaluasi yang dilakukan ahli kepelatihan tenis meja memperoleh hasil rata-rata persentase keseluruhan komponen sebesar 87,5%, termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan, bahwa papan pantul dapat diujicobakan kepada peserta ekstrakurikuler tenis meja MI Khadijah Malang. Uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata persentase sebesar 88,12%, termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Revisi produk yang dilakukan berdasarkan saran dari uji coba kelompok kecil yaitu baut rusak diganti dengan baut yang baru, karet bet diratakan permukaannya dengan papan pantul, dibuat model latihan pengenalan terhadap papan pantul. Selanjutnya hasil uji coba kelompok besar sebesar 85,17%, termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Revisi produk yang dilakukan berdasarkan saran dari uji coba kelompok besar , yaitu karet bet direkatkan kembali, karet bet dibersihkan dengan tissu basah karena berjamur, baut dikencangkan. Pemenuhan terhadap uji coba di atas, maka papan pantul dapat digunakan sebagai sarana berlatih pukulan forehand push dan backhand push peserta ekstrakurikuler tenis meja MI Khadijah Malang. Saran-saran oleh penulis sehubungan dengan produk yang dikembangkan. Saran-saran yang dijelaskan meliputi saran pemanfaatan, saran diseminasi, dan saran pengembangan lebih lanjut. (1). Saran Pemanfaatan. Penggunaan produk papan pantul sebaiknya dilakukan sesuai dengan model latihan yang telah disusun, kemudian dilakukan evaluasi terhadap hasil kegiatan berlatih pukulan forehand push dan backhand push tenis meja. (2). Saran Diseminasi. Sebelum disebarluaskan sebaiknya produk papan pantul ini dilakukan evaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju baik papan pantul maupun model latihan menggunakan papan pantul. Sehingga pengembangan papan pantul bagi peserta ekstrakurikuler tenis meja ini lebih menarik dan bermanfaat. Akan lebih baik jika produk papan pantul disosialisasikan kepada induk olahraga tenis meja yaitu PTMSI Kota Malang (tingkat kota/kabupaten), PTMSI Jawa Timur (tingkat provinsi), dan PTMSI Nasonal (induk organisasi pusat). (3). Saran Pengembangan Lebih Lanjut. Pengembangan model latihan pukulan push dengan papan pantul dapat dikembangkan lebih lanjut agar model latihan dapat lebih variatif dibandingkan dengan yang sudah ada sebelumnya. Pengembangan didasarkan kepada tujuan latihan. Pengembangan papan pantul selanjutnya juga diharapkan menggunakan bahan yang terjangkau dari segi bahan yang digunakan. ABSTRACT Hanim, Muhammad Iqbal Jauhar. 2015. The Development of Return Board as Tool for Training Forehand Push and Backhand Push Stroke for Table Tennis Extracurricular Participants in the MI Khadijah Malang. Minor Thesis, Department of Physical and Health Education, Sport Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Keywords: Return Board, Forehand Push, Backhand Push, Table Tennis Extracurricular Participants in the MI Khadijah Malang. Student of elementary school who has 8-12 years old enter middle and last kids period. This is silent period before fast explotion grow in teenage period. In this period, kids have physical grow. Physical grow has related with motor development. Motor development is development of motor physical with neuro center and coordinate muscle. Motor skills divide be two, there are soft motor skill and hard motor skill. Based on preliminary observation that have been conducted by researcher in the MI Khadijah Malang, showed that result of frecuency of training forehand push and backhand push stroke is less, so table tennis extracurricular participants is skilled less for doing forehand push and backhand push stroke. This research was conducted with purpose for developing return board as tool for training forehand push and backhand push stroke for table tennis extracurricular participants in the MI Khadijah Malang. With availability this return board development can be solution so table tennis extracurricular participants training forehand push and backhand push stroke with various kinds and training individually. This research and development method refers to the model of research and development (R&D) of Bors and Gall. Based Ardhana’s statement that every developer can choose many steps which right for his research, based on condition be faced, than researcher use seven steps for his research. Data analysis use qualitative and quantitative for analyzing result of data collecting from analysis of needs, evaluation from experts, small group tested, and big group tested. Evaluation did to table tennis tools expert get whole average result percentage as big as 81%, included in the qualifiers very good. Evaluation did to the table tennis training expert get whole result percentage as big as 87,5%, included in the qualifiers very good. Based that explanation can be concluded that return board could be tested to the table tennis extracurricular participants in the MI Khadijah Malang. Small group tested get average result percentage as big as 88,12%, included in the qualifiers very good. Product revision did based suggestion from small group tested there are broken bolt changed with the new bolt, rubber bet flattened sirface with return board, made introduce training models to return board. Then big group tested get average result percentage as big as 85,17%, included in the qualifiers very good. Product revision did based suggestion from big group tested there are rubber bet to be glued, rubber bet clean with wet tissue because it was covered by mold, bolt densed. Based tested above, then return board can used as tool for training forehand push and backhand push stroke for table tennis extracurricular participants in the MI Khadijah Malang. Suggestions by researcher with the product which developing. Suggestions which explained there are utilization suggestion, dissemination suggestion, further development suggestion. (1) Utilization Suggestion.Utilization of return board product should doing appropriote with training models which has been drawn up, then doing evaluation to get the result of practice activities table tennis forehand push and backhand push stroke. (2) Dissemination Suggestion. Before doing dissemination, should this return board product doing evaluation again and be adopted with target condition which wanted comprehend return board product and training model use return board. So this return board development for table tennis extracurricular participants having interesting and benefit. It will be better if return board product socialized to table tennis major sports there are PTMSI Malang City as city level, PTMSI East Java as provincial level, and PTMSI National as major organization. (3) Further Development Suggestion. Development of push stroke training model with return board can be furthered so training model can move varied compared with product before. Development based training purpose. Further development of return board also use material which affordable