SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Januariansyah, Faizal. 2009. Perbaikan Pembelajaran Teknik Dasar Passing Dada (Chest pass) Bolabasket, Menggunakan Part-Whole Methods Untuk Siswa Kelas VII A, SMP Negeri 1 Pamekasan

    No full text
    ABSTRAK   Januariansyah, Faizal. 2009. Perbaikan Pembelajaran Teknik Dasar Passing Dada (Chest pass) Bolabasket, Menggunakan Part-Whole Methods Untuk Siswa Kelas VII A, SMP Negeri 1 Pamekasan, Skripsi, Jurusan pendidikan jasmani dan kesehatan fakultas ilmu keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes., Pembimbing: (2) Drs. Heru Widijoto, M.S   Kata kunci: perbaikan pembelajaran passing dada bolabasket   Salah satu ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan  kesehatan untuk jenjang SMP / MTs adalah permainan dan olahraga yang meliputi: olahraga tradisional, permainan, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor, manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bolabasket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya (BSNP, 2006:513). Bolabasket merupakan salah satu ruang lingkup permainan dan olahraga  yang diajarkan pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas VII semester gasal dengan standar kompetensi mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dengan kompetensi dasar mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan. untuk jenjang SMP (BSNP, 2006:513-515), Teknik dasar chest pass (passing dada) adalah sub materi pokok dari cabang olahraga bolabasket yang diajarkan pada kelas VII A SMP Negeri 1 Pamekasan semester gasal. Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan Pendekatan Motor Learning. "Part-whole (bagian-keseluruhan) akan sesuai untuk pembelajaran teknik dasar, yaitu dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan" (Widijoto, 2010:11). Pemberian part-whole metods tidak secara global malainkan pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga keseluruhan teknik. Pemberian pendekatan part-whole methods pada siswa sebagai upaya pemberian kemudahan pemahaman teknik pasing dada (chest pass) bola basket. Dari hasil observasi tanggal 8 maret di SMPN 1 Pamekasan, siswa kelas VII A angkatan 2009, yang berjumlah 40 orang siswa semester gasal pada proses pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket, diperoleh data sebagai berikut: (1) 2 Siswa yang kurang bersemangat  selama poses pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket, (2) 1 Siswa terlihat kurang aktif pada waktu mengikuti pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket; (3) sedangkan dilihat dari penguasaan teknik passing dada (chest pass) bolabasket ada 33 Siswa yang kurang sempurna pada waktu melakukan gerakan passing dada (chest pass) bolabasket. Terkait teknik dasar chest pass, pada waktu pembelajaran, (1) 25 Siswa kaki tidak melangkah kedepan pada waktu melakukan Chest pass,(2) 17 Siswa sikunya masih terbuka kesamping pada saat melakukan Chest pass, (3) 15 Siswa masih parabol pada waktu melakukan Chest pass, (4) 12 Siswa pada waktu melakukan Chest pass tangan terlalu tegak.   Identifikasi permasalahan pada pembelajaran antara lain: Terkait dengan media/alat pembelajaran, bola basket standar yang dipergunakan pada pembelajaran terlalu berat bagi anak kelas VII A, sehingga siswa takut untuk menangkapnya. Terkait dengan strategi dan pengelolaan kelas saat pembelajaran,  (1) pemberian  contoh gerakan chest pass oleh guru dilakukan secara global, sehingga siswa merasa kesulitan dalam menerima materi yang telah diberikan oleh guru, (2) pemberian contoh oleh guru dilakukan dari satu sisi saja, dan mengabaikan perhatian siswa saat contoh diberikan, sehingga siswa kurang antusias untuk melihat contoh yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan identifikasi permasalahan sebagaimana tersebut diatas, secara kolaborasi dengan teman sejawat, dilakukan upaya perbaikan dan dirancang suatu pembelajaran pasing dada (chest pass) dengan menggunakan bolavoli, sebagai upaya meminimalkan ketakutan siswa saat menerima bola dalam pembelajaran, penggunaan model part- whole, sebagai upaya pemberian kemudahan pemahaman teknik, serta peningkatan pengelolaan kelas agar siswa lebih bersungguh-sungguh pada saat pembelajaran. Rancangan penelitian ini adalah rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian ini merupakan bentuk kajian reflektif yang dilakukan peneliti untuk tujuan perbaikan layanan profesionalisme guru dalam menangani proses pengajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus, dimana setiap siklusnya melakukan tiga kali pertemuan. sampai tidak ditemukan kekurangan dan kelemahan dalam proses pembelajaran. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni: perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan pendekatan Motor Learning. Part-whole adalah pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan dan metode ini sesuai untuk pembelajaran teknik dasar (Widijoto, 2010:11). Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki pembelajaran teknik passing dada (cchest pass) bolabasket untuk siswa kelas VII A SMP Negeri I Pamekasan. Adapun tahap-tahap teknik dasar dalam melakukan pasing dada (chest pass)  sebagai berikut: (a) bola dipegang sesuai dengan teknik memegang bola basket.  (b) sikut dibengkokkan ke samping sehingga bola dekat dengan dada. (c) sikap kaki dapat dilakukan sejajar atau kuda-kuda dengan jarak selebar bahu. (d) ditekuk, badan condong kedepan, dan jaga keseimbangan. (e) bola didorong kedepan dengan kedua tangan sambil meluruskan lengan dan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan sehingga telapak tangan menghadap keluar. (f) bagi yang baru belajar, gerakan pelurusan dapat dibantu dengan melangkahkan salah satu kaki kedepan. (g) arah operan setinggi dada, atau antara pinggang dan bahu penerima. (h) bersamaan dengan gerak pelepasan bola, berat badan dipindahkan didepan

    Pengaruh program latihan beban terhadap peningkatan prestasi nomor downhill cabang olahraga balap sepeda

    No full text
    Latihan beban merupakan salah satu bentuk pola latihan yang berpengaruh pada latihan kekuatan dan daya tahan. Downhill salah satu cabang olahraga balap sepeda yang membutuhkan tenaga yang maksimal, tanpa ditunjang dengan otot yang kuat dan mendukung maka akan sangat berpengaruh bagi perkembangan prestasi atlet. Dengan lintasan balapan yang sangat curam, ketinggian 2-5 meter, pembalap dituntut melakukan lompat ke bawah, tikungan yang terjal dan beberapa rintangan yang sulit tanpa ditunjang dengan otot yang baik, maka pembalap akan mengalami kesulitan pada saat mengendalikan sepeda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh Program latihan beban terhadap peningkatan prestasi nomor Downhill cabang olahraga balap sepeda dan membantu pelatih sekaligus atlet sebagai program latihan beban khususnya pada cabang balap sepeda nomor Downhill. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan menggunakan pola rancangan Pretest dan Posttest. Hasil data penelitian ini diambil sebelum (Y1) dan sesudah (Y2) diberikan perlakuan berupa program latihan beban (X). Subyek penelitian di ambil dari 2 klub yang aktif di Malang yakni Extrime Ride Malang (XTR) dan Kencana Bike Club Malang (KBC), dengan jumlah subyek 10 Atlet, antara lain 6 atlet dari klub Extrime Ride Malang (XTR) dan 4 atlet dari klub Kencana Bike Club Malang (KBC). Pada penelitian ini program latihan beban diberikan selama 8 minggu, dengan frekuensi latihan 3 kali setiap minggu.Hasil penelitian yang disajikan dengan teknik Statistik Deskriptif pada tes awal menunjukkan rata-rata hitung (mean); 3.5100, Standart Deviasi; 0.7610 dan rentang skor antara; 2.75, sampai dengan; 4.97. Sedangkan pada tes akhir menunjukkan rata-rata hitung (mean); 2.8070, Standart Deviasi; 0.6992 dan rentang skor antara; 2.03, sampai dengan; 4.05.Berdasarkan hasil uji beda dengan menggunakan Uji Amatan Ulangan untuk data variabel tes awal dan tes akhir Downhill pada jalur 1.800 Meter, maka terdapat perbedaan yang signifikan karena p =0.045 < α=0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan beban berpengaruh sangat signifikan (p = 0.045) terhadap peningkatan prestasi Downhill cabang olahraga balap sepeda. Sehingga dapat dijadikan pedoman program latihan beban alternatif oleh pelatih dan atlet untuk meningkatkan prestasi dalam cabang olahraga balap sepeda nomor Downhill

    Motivasi peserta sanggar kebugaran jasmani dalam mengikuti senam erobik di sanggar kebugaran jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun 2007

    No full text
    anggar Kebugaran Jasmani Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang merupakan salah satu sanggar yang menyediakan fasilitas senam erobik di kota Malang. disanggar tersebut pada bulan juli tahun 2007 memiliki jumlah peserta yang aktif sebanyak 83 orang, terdiri dari putra 53 orang dan putri 30 orang. Akan tetapi, peserta yang mengikuti latihan senam erobik keseluruhan pesertanya adalah putri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji motivasi peserta sanggar kebugaran jasmani dalam mengikuti senam erobik di Sanggar Kebugaran Jasmani Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Tahun 2007.Populasi penelitian ini adalah peserta yang aktif dan terdaftar di Sanggar Kebugaran Jasmani Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang yang mengikuti senam aerobik berjumlah 30 orang.Hasil penelitian yang menyatakan bahwa sebagian besar 48,08% peserta sanggar termotivasi secara intrinsik, 29,42% peserta sanggar termotivasi secara ekstrinsik, dan 22,5% peserta termotivasi secara intrinsik dan ekstrinsik dalam mengikuti senam erobik di Sanggar Kebugaran Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta sanggar kebugaran jasmani dalam mengikuti senam erobik di Sanggar Kebugaran Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Tahun 2007 termotivasi secara intrinsik. Peneliti menyarankan agar: (1) Diharapkan peserta sanggar bisa lebih meningkatkan lagi frekuensi dalam setiap melakukan latihan senam erobik di Sanggar Kebugaran Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. (2) Hasil penelitian ini, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Sanggar Kebugaran Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para pelanggan. (3) Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, diharapkan ada peneliti lain yang mengadakan pengamatan lebih lanjut dengan menambah variabel dan indikator pertanyaan serta jumlah sampel penelitian dan dilakukan uji perbandingan hasil dengan penelitian ini

    PENGEMBANGAN LAPANGAN DAN BOLA SEPAKBOLA MINI UNTUK SISWA V DAN VI SDN TIGASAN KULON IV KECAMATAN LECES KABUPATEN PROBOLINGGO

    No full text
    ABSTRAK   Kusuma, Adi Winarta. 2009. Pengembangan Fasilitas Lapangan dan bola Sepakbola Mini Untuk Siswa Kelas V dan VI SDN Tigasan Kulon IV Kecematan Leces.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes (II) Dr. Saichudin, M.Kes.   Kata Kunci: Pengembangan, lapangan, bola, sepakbola mini, siswa Kelas V dan VI SD.             Permainan bola besar merupakan salah satu kompetensi dasar dari permainan dan olahraga dalam satuan kurikulum untuk pendidikan jasmani sekolah dasar. Dalam permainan bola besar terdapat berbagai permainan dan olahraga yang salah satu diantaranya adalah permainan sepakbola. Permainan sepakbola diberikan pada siswa kelas V dan VI SD sebagai kompetensi dasar yang diajarkan dengan tujuan siswa kelas V dan VI SD terampil dan bisa menerapkan norma-norma yang diajarkan pada permainan sepakbola ini. Permainan sepakbola perlu juga diberikan sejak usia dini dan sekolah dasar. Namun dalam pelaksanaanya siswa SD masih kesulitan dan menemui banyak masalah dalam pembelajaran sepakbola di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan lapangan dan bolasepakbola mini untuk siswa kelas V dan VI SDN Tigasan Kulon IV Kecamatan Leces yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa SD. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan research and development dari Borg dan Gall. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner untuk para ahli dan siswa.Dengan kualifikasi ahli sepakbola dan ahli pendidikan jasmani, sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba I (kelompok kecil) sebanyak 10 siswa, dan uji coba lapangan (kelompok besar) sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian ini berupa pengembangan lapangan dan bolasepakbola miniuntuk siswa kelas V dan VI SDN Tigasan Kulon IV Kecamatan Leces ini adalah uji coba I (kelompok kecil) dengan persentase 71,77%, dan dari uji lapangan (kelompok besar), dengan persentase 77,77%. Produk pengembangan lapangan dan bolasepakbola mini untuk siswa kelas V dan VI SD ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam bermain sepakbola. Diharapkan pengembangan lapangan dan bolasepakbola mini yang sesuai siswa tidak lagi mengalami kesulitan mengenai masalah lapangan dan bola yang digunakan.Dalam mengembangkan penelitian ini kearah lebih lanjut, peneliti mempunyai beberapa saran sebagai berikut. Untuk subjek penelitian sebaiknya dilakukan pada subjek yang lebih luas, baik itu siswa maupun sekolah yang digunakan sebagai kelompok uji coba. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan. Pengembangan langan dan bola yang sesuai disuatu tempat belum tentu sesuai digunakan dan diterapkan ditempat lain, mengingat kebutuhan dan karakteristik yang berbeda.

    Penerapan model pemaduan Problem Based Learning dan Cooperatif Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan belajar ekonomi siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang

    No full text
    Seiring dengan berjalannya waktu dan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dari pada student-oriented dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui tuntutan dan target dari kurikulum baru yang diterapkan pada tahun ajaran 2006, maka diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, selain itu baik murid maupun guru harus memiliki sikap kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar.Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan Model Pemaduan Problem Based Learning dan Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang.(2) Mengetahui peningkatan motivasi belajar ekonomi siswa setelah diterapan Model Pemaduan Problem Based Learning dan Cooperative Learning  Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang.(3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis ketuntasan belajar ekonomi siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapkan Model Pemaduan Problem Based Learning dan Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT).Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan induktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Alat pengumpulan data menggunakan, Soal tes, lembar observasi, lembar catatan lapangan, angket dan pedoman wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2007/2008. Data untuk motivasi belajar ekonomi siswa dapat diperoleh nilai rata-rata pada siklus pertama sebesar 80% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 92%. Sedangkan Ketuntasan belajar ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 67,6% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 86,4%.Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Penerapan model pemaduan PBL dan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) yaitu: (1) Penerapan Model Pemaduan Problem Based Learning dan Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang dapat meningkatkan motivasi dan ketuntasan belajar ekonomi siswa. (2) Motivasi belajar ekonomi siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapan Model Pemaduan Problem Based Learning dan Cooperative Learning  Tipe Teams Games Tournament (TGT) meningkat. (3) Ketuntasan belajar ekonomi siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapkan Model Pemaduan Problem Based Learning dan Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) meningkat. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 5 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan model pemaduan PBL dan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT) pada materi perilaku konsumen dan perilaku produsen dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model pemaduan PBL dan  pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT). (2) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 5 Malang, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran model pemaduan PBL dan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT)  menggunakan variasi permainan sehingga siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. (3) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 5 Malang, disarankan untuk sering memberikan tugas, sehingga dapat meningkatkan kerajinan dan kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas. (4) Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT), guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efesien

    Pengembangan model-model latihan shooting ke gawang dalam permainan sepakbola di SSB Bina Taruna usia 16-18 tahun Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember

    No full text
    Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga beregu yang mengutamakan kerjasama tim.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dan analisis kebutuhan bahwa di SSB Bina Taruna Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember model latihan shooting ke gawang sudah diberikan namun kurang bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan shooting ke gawang yang baik dan sesuai untuk siswa SSB Bina Taruna usia 16-18 tahun, yang nantinya dengan adanya produk pengembangan ini siswa lebih semangat dan lebih meningkatkan keterampilan shooting dalam mengikuti latihan.Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan modifikasi research and development dari Borg dan Gall yang terdiri dari: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan bentuk produk awal (berupa model-model latihan shooting ke gawang untuk siswa SSB Bina Taruna usia 16-18 tahun), (3) evaluasi ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 ahli kepelatihan sepakbola, 1 pelatih sepakbola, 1 ahli fisiologi olahraga, dan uji coba (kelompok kecil), (4) revisi produk pertama (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba), (5) uji lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal, (6) revisi produk akhir (sesuai dari hasil uji lapangan), (7) hasil akhir produk pengembangan model-model latihan shooting ke gawang untuk siswa SSB Bina Taruna Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember.Penelitian dilakukan di lapangan Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember  Subjek uji coba terdiri dari: tinjauan ahli, terdiri dari 3 orang yaitu ahli kepelatihan sepakbola, pelatih sepakbola dan ahli fisiologi olahraga, sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba (kelompok kecil) sebanyak 10 siswa, dan uji lapangan (kelompok besar) sebanyak 30 siswa.Penilaian model-model latihan shooting ke gawang di SSB Bina Taruna Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember yaitu sebagai berikut: dari ahli kepelatihan sepakbola 100% (valid), dari pelatih sepakbola 88,75% (valid) dan ahli fisiologi olahraga 88,75% (valid), dari uji coba (kelompok kecil) 95,68% (valid), dan uji lapangan (kelompok besar) 88,29% (valid). Berarti pengembangan model latihan shooting ke gawang di SSB Bina Taruna usia 16-18 tahun Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember dapat digunakan.Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang dan diharapkan ada peneliti lain yang meneliti efektivitas produk pengembangan ini agar lebih bermanfaat

    Peningkatan Hasil belajar Gerakan Senam Lantai Guling ke Depan dengan Menggunakan Media Matras dan Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas VII B SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Aswara, Agung Yuda. 2009. Peningkatan Hasil belajar Gerakan Senam Lantai Guling ke Depan dengan Menggunakan Media Matras dan Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas VII B SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Drs. Lokananta Teguh H. W., M.Kes   Kata kunci: media matras, variasi pembelajaran, senam lantai guling ke depan   Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada pendidikan formal baik SD, SMP/MTs, SMA/MA. Senam lantai guling ke depan merupakan salah satu olahraga yang ada pada kurikulum sekarang yaitu kurikulum KTSP. Oleh karena itu Senam lantai guling ke depan diberikan pada sekolah-sekolah.Berdasarkan hasil observasi awal di SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan pada pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok Senam lantai guling ke depan kelas VII B, tampak bahwa siswa masih sulit mempelajari gerakan senam lantai guling ke depan yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani. Dalam pembelajaran senam lantai guling ke depan juga terdapat kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh siswa yaitu sulit pada saat impact dengan matras sebagian besar siswa menggunakan kepala bukan dengan tengkuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar gerakan senam lantai guling ke depan dengan menggunakan matras dan variasi pembelajaran pada siswa kelas VII B SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang melalui tiga siklus. Subyek penelitian adalah peneliti sendiri sebagai guru pendidikan jasmani siswa kelas   VII B SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan. Jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sebanyak 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) dalam siklus 1 masih ada siswa yang melakukan kesalahan mendasar seperti mengangkat tumit, menekuk siku, menekuk leher/menundukkan kepala hingga tengkuk menumpu pada matras sebanyak 13 siswa. (2) dalam siklus II menunjukkan siswa yang melakukan kesalahan mendasar saat melakukan gerakan senam lantai guling ke depan berkurang menjadi 9 siswa. (3) dalam siklus III menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa sudah bisa melakukan gerakan senam lantai guling ke depan dengan baik dan benar. Hasil ini didapatkan karena dengan memberikan bantuan dan dengan meninggikan matras untuk tempat berpijak dari tempat tangan bertumpu. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah media mtras dan variasi pembelajaran yang diberikan oleh guru dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar gerakan senam lantai guling ke depan pada siswa kelas VII B SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan. Hal itu bisa dilihat dari aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dari siklus I hingga siklus III. Selain itu, bisa dilihat melalui peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar secara individu dan secara klasikal dari sebelum dan sesudah dilakukan PTK juga menunjukkan adanya peningkatan

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇