SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Pengembangan Model Permainan untuk Pemanasan dalam Pembelajaran Tolak Peluru Kelas VIII SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar
ABSTRAK Setiawan, Aris. 2015. Pengembangan Model Permainan untuk Pemanasan dalam Pembelajaran Tolak Peluru Kelas VIII SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Febrita Paulina H, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: permainan, pemanasan, tolak peluru Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru pendidikan jasmani dan siswa SMPN 2 Sutojayan Kabupaten Blitar pada tanggal 1 November 2013, pembelajaran tolak peluru yang dilakukan belum pernah menggunakan model-model permainan untuk pemanasannya. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) didapatkan hasil dari 2 guru pengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 2 guru menyatakan bahwa siswa kurang menyukai pembelajaran tolak peluru. Sementara itu, 80,64% siswa merasa bahwa tolak peluru kurang menarik dan 6,43% siswa merasa bahwa tolak peluru tidak menarik. Penelitian pengembangan ini mengunakan metote Borg dan Gall, Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model-model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru. Diharapkan, pengembangan ini dapat mempersiapkan siswa unt uk kegiatan selanjutnya yang lebih berat dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar ini termasuk penelitian dan pengembangan. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Produk awal telah di justifikasi oleh ahli permainan, ahli pembelajaran, ahli atletik dan ahli media yang hasil akhirnya menunjukkan bahwa model permainan untuk pemanasan dapat digunakan. Ahli permainan diperoleh 76,66%, ahli pembelajaran diperoleh 77,67%, ahli atletik diperoleh 87,50% dan ahli media diperoleh 67,22%. Dari hasil evaluasi uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 10 siswa diperoleh 85,98%, dan pada uji coba kelompok besar dengan menggunakan 30 siswa diperoleh 87,70% sehingga model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitardapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan di antaranya: dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberi saran yaitu bahwa sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju baik isi maupun kemasan. Selain itu, untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya di SMPN 2 Sutojayan Kabupaten Blitar, tapi juga di sekolah-sekolah yang lain. Sehingga buku panduan model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru ini lebih menarik dan bermanfaat khususnya bagi kalangan guru mata pelajaran pendidikan jasmani
pengembangan pedoman permainan kasti berbasis electronic book pada siswa kelas VII
ABSTRAK Novidianta, Dwie Purna. 2015. Pengembangan Pedoman Permainan Kasti Berbasis Electronic Book untuk Siswa Kelas VII. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto M.S ,(II) Dr. Eko Hariyanto.M.Pd. Kata kunci : pedoman, permainan kasti, electronic book Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan sarana untuk mengembangkan aspek fisik, keterampilan serta pembentukan watak yang ada di sekolah. Data kebutuhan awal diperoleh temuan 1) sejumlah 48% siswa menyatakan tidak mengerti tentang konsep peraturan permainan kasti, 2) sejumlah 27% siswa menyatakan pernah mempelajari kasti namun hanya teknik dasar, 3) sejumlah 16% siswa menyatakan pernah bermain kasti namun tidak mengerti cara bermain, 4) sejumlah 9% siswa pernah bermain kasti dan mengerti permainan kasti. Badan Pusat Statiskan menyatakan bahwa minat baca masyarakat rendah dibanding mendengar dan melihat, maka dibutuhkan suatu media yang dapat memecahkan masalah yang muncul. Media yang dapat memuat teks, gambar, suara dan video dengan tampilan yang menarik dan memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dengan cepat. Salah satu media tersebut ialah electronic book, electronic book dipilih karena berisikan teks, gambar, suara dan video yang dapat diopersionalkan dengan mudah, dapat digandakan dengan mudah karena file berkapasitas kecil, dapat mencari materi yang akan dipelajari dengan cepat tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menambah pemahaman konsep tentang permainan kasti di kelas VII dalam bentuk electronic book. Dibuat menggunakan microsoft powerpoint yang berisikan (1) sejarah permainan kasti, (2) bentuk dan ukuran lapangan, (3) alat-alat yang digunakan, (4) waktu permainan, (5) jumlah pemain, dan (6) peraturan permainan. Yang disertai dengan penjelasan, gambar-gambar, suara, musik dan video yang mendukung materi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah-langkah yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh langkah kemudian disederhanakan oleh Wayan Ardhana menjadi tujuh langkah. Pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil uji coba kelompok kecil pada 12 siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang menyatakan 81,25% pengembangan pedoman permainan ini cukup valid dengan arti dapat digunakan dengan revisi kecil. Hasil uji coba kelompok besar yaitu 32 siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang menyatakan 87,02% pengembangan pedoman permainan ini sangat valid yang berarti dapat digunakan tanpa revisi dalam pembelajaran pemahaman konsep permainan kasti bagi siswa. Saran-saran yang diajukan berdasarkan kajian produk ini meliputi saran pemanfaatan dan saran pengembangan lebih lanjut. Saran pemanfaatan yang diajukan yaitu hendaknya produk berupa pedoman permainan ini disesuaikan dengan keadaan sekolah. Saran diseminasi sebelum disebarluaskan butuh dievaluasi kembali. Sasaran pengembangan lebih lanjut tidak terpaku hanya satu cabang olahraga saja
PENGARUH SISTEM BERTAHAN ZONE DEFENSE TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MENCEGAH SERANGAN LAWAN PADA SISWA KELAS X DAN XI PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMA NEGERI 1 BATU
ABSTRAK Firmansyah,Akhmad Agung. 2015. Pengaruh Sistem Bertahan Zone Defense Terhadap Tingkat Keberhasilan Mencegah Serangan Lawan Pada Siswa Kelas X Dan Xi Peserta Ekstrakurikuler Futsal Sma Negeri 1 Batu . Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S Kata kunci:. futsal, sistem bertahan, tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan. Futsal dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem bertahan zone defense terhadap tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan pada siswa kelas X dan XI peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain 2 kelompok (between subjek) Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Designdan teknik analisis varian satu jalur. Berdasarkan hasil penelitian kelompok eksperimen (menggunakan sistem bertahan zone defense) mengalami peningkatan mean sebesar 3,08, sedangkan kelompok tanpa menggunakan sistem bertahan mengalami peningkatan mean sebesar 1,41
Pengembangan Model-Model Permainan Lempar dan Tangkap Untuk Pembelajaran Softball Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Malang.
ABSTRAK Akbar, Muhammad Faz’ul. 2015. Pengembangan Model-Model Permainan Lempar dan Tangkap Untuk Pembelajaran Softball Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. (II) Drs. Mardianto, M.Kes. Kata Kunci : pengembangan, model permainan, lempar dan tangkap, softball Berdasarkan observasi awal yang dilakukan tanggal 7-8Februari 2014di SMPNegeri 1 Malang, bahwa pada pelajaran penjaskes, guru memberikan materi softball. Namun pada waktu pembelajaran guru tidak pernah memberikan model permainan lempar dan tangkap untuk pembelajaran softball. Model-model permainan sangat dibutuhkan oleh para siswa. Pada peneltian awal melalui pengisian angket yang diisi oleh 40 siswa/siswi di SMP Negeri 1 Malang. Diketahui 28 atau 63,6% siswa menyatakan pembelajaran softball kurang menyenangkan, 24 atau 56,6% siswa memerlukan model-model permainan dalam pembelajaransoftballdan 30 siswa atau 83,3% siswa menyatakan sangat setuju jika dikembangkan model-model permainan lempar tangkap dalam pembelajaran softball.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model-model permainan lempar dan tangkap softballmenggunakan media buku panduan untuk mempermudah guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menambah minat siswa dalam belajar materi softball.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) dengan metode prosedural dari Borg dan Gall. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Hasil pengembangan model-model permainan lempar dan tangkap sotball diperoleh data sebagai berikut: (1) justifikasi ahli permainan masuk kriteria baik sekali, (2) justifikasi ahli pembelajaran sotballmasuk kriteria baik, (3) justifikasi ahli media masuk kriteria baik, (4) penilaian guru pendidikan jasmani masuk kriteria baik. (5) uji coba kelompok kecil (85,45%) masuk kriteria baik sekali, (6) uji coba kelompok besar (87,68%) masuk kriteria baik sekali. Maka dengan hasil data tersebut produk layak dan dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan model-model permainan lempar tangkap untuk pembelajaran softball dalam bentuk buku panduan ini mudah untuk dipahami dan dengan adanya produk ini dapat menambah pengetahuan baru tentang teknik dasar lempar tangkap softball. Maka peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian selanjutnya yang menguji keefektifan produk yang dikembangkan
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR PENCAK SILAT BAGI SISWA EKSTRAKURIKULER NUR HARIAS SMK SALAHUDDIN MALANG
ABSTRAK Putra, Asmara Alma. 2015. Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Serangan Bagi Siswa Ekstrakurikuler Nur Harias SMK Salahuddin Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi. , M.Psi Kata kunci: Pembelajaran, Teknik Dasar, Buku Panduan, Siswa Ekstrakurikuler. Pencak silat adalah salah satu budaya bangsa Indonesia yang merupakan seni beladiri asli dari rumpun melayu, dan salah satunya adalah ikatan pencaksilat Nur Harias yang didirikan pada tanggal 7 Mei 1972 di Surabaya. Dalam pencak silat terdapat gerakan beladiri yang salah satunya adalah teknik dasar serangan yang berupa pukulan, tendangan, sapuan sirkel dan guntingan. Pencaksilat berkembang pesat sampai masuk kelingkungan sekolah, salah satunya di Ekstrakurikuler SMK Salahuddin Malang. Dalam latihan, teridentifikasi masalah bahwa belum ada buku panduan yang mendukung dan menjadi pedoman dalam latihan. Setelah dilakukan penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) mendapatkan hasil dari 14 siswa Ekstrakurikuler yang menyatakan 64,29% siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari teknik dasar serangan. 71,43% siswa kurang tertarik dengan penyajian materi teknik dasar serangan selama ini. Dan 85,71% siswa sangat membutuhkan buku panduan teknik dasar serangan. Maka, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat Buku Panduan pembelajaran sebagai panduan dalam latihan teknik dasar serangan yang lebih mudah dan lebih dimengerti. Metode yang digunakan penelitian ini adalah pengembangan yang terdiridari 3 langkah yaitu: (1) Melakukan Studi pendahuluan yang terdiri dari 3 langkah yaitu, studi kepustakaan, survei lapangan, dan penyusunan draf awal; (2) Melakukan uji coba pengembangan produk yang terdiri dari 2 langkah yaitu, uji coba terbatas dan uji coba lebih luas; (3)Pembuatan produk akhir.Berdasarkan hasil evaluasi ahli pencaksilat diperoleh persentase 86,1%, ahli kepelatihan 90,2%, ahli media 77,3% dan uji tahap I (14 siswa) diperoleh persentase 86%, dan pada uji tahap II (30 siswa) diperoleh persentase 85,4% sehingga buku panduan materi teknik dasar serangan untuk siswa Ekstrakurikuler Nur Harias SMK Salahuddin Malang dapat digunakan.Pengembangan pembelajaran teknik dasar pencaksilat dapat digunakan sebagai sumber belajar sehingga dapat membantu proses latihan untuk meningkatkan ketrampilan teknik dasar. Selain itu, dalam penyebar luasan produk ke sasaran lebih luas dan sebaiknya produk disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju baik isi maupun kemasan. Untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya di SMK Salahuddin, tapijuga di Sekolah yang lain maupun di Paguyuban pencaksilat Nur Harias cabang-cabang yang lain
Upaya Meningkatkan Keterampilan Passing Bawah Bolavoli Menggunakan Metode Bermain Untuk Siswa Kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Malang
ABSTRAK Fetrianto, Farizal. 2014. “Upaya Meningkatkan Keterampilan Passing Bawah Bolavoli Menggunakan Metode Bermain Untuk Siswa Kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Passing bawah, Metode bermain Permainan Bolavoli adalahsuatu permainan yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan di mana setiap tim terdiri dari enam orang dan terpisah oleh net.Salah satu teknik dasar yang sering digunakan adalah passing bawah. Dari hasil observasi awal didapatkan persentase tingkat keberhasilan siswa pada sub variabel sikap kakisebesar 44,4%; variabelsikap badan sebesar 57,8%; variabelsikap tangan sebesar 50%; dan variabel perkenaan bola sebesar58,9%. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa belum memenuhi Standar Kompetensi Minimum (SKM). Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif pemecahan, salah satunya dengan menggunakan metode bermain di dalam pembelajaran passing bawah bolavoli. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Malang dengan menggunakan metode bermain. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriftif kulitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan BlimbingKota Malang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam melakukan passing bawah setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metodebermain. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus, yaitu tiga pertemuan disiklus 1 dan satu pertemuan disiklus 2. Tingkat keberhasilan siswa pada siklus 1 pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 yaitu 66,4%; 79,8%;90% dan pada siklus 2 sebanyak 90,3%. Hesimpulannya adalah dengan penggunaan metode bermain dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan passing bawah siswa kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan BlimbingKota Malang. Sarannya yaitu: (1) bagi peneliti lain, agar memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah yang dapat menjadikan siswa tidak senang dengan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. (2) bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan BlimbingKota Malang, diharapkan agar lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran terhadap siswa sehingga siswa lebih antusias dan tertarik setiap mengikuti pembelajaran yang dilakukan
Pengaruh Peregangan Dinamis (Dynamic Stretching) terhadap Kemampuan Daya Ledak Otot Pemain Persatuan Sepakbola Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Ghunaifi, Aang. 2014. Pengaruh Peregangan Dinamis (Dynamic Stretching) terhadap Kemampuan Daya Ledak Otot Pemain Persatuan Sepakbola Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd Kata kunci: eksperimen, peregangan dinamis (dynamic stretching), daya ledak otot. Sepakbola adalah permainan bola besar yang dimainkan secara beregu. Dalam satu regu berjumlah sebelas orang. Sepakbola dimainkan di lapangan rumput dengan dua gawang, dan pada dua sisi lebarnya dijaga masing-masing oleh seorang penjaga gawang. Kedua regu selain penjaga gawang, saling berebut bola untuk dimasukkan ke dalam gawang lawannya. Karena setiap gerakan di dalam sepakbola dinamis, maka setiap pemain sepakbola butuh kemampuan daya ledak otot untuk memaksimalkan gerakan pemain saat bermain sepakbola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peregangan dinamis (dynamic stretching) terhadap kemampuan daya ledak otot pemain Persatuan Sepakbola Universitas Negeri Malang. Kemudian metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada setiap kelompok terdiri dari 15 sampel yang dilakukan uji pretest dan posttest. Hasil data dari penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis varian satu jalur atau one way anova dengan taraf signifikansi 0,05. Dari uji tersebut diperoleh Fhitung sebesar 0,00 4,20 Ftabel. Perolehan tersebut merujuk pada kesimpulan terdapat pengaruh signifikan antara peregangan dinamis (dynamic stretching) dengan peregangan konvensional terhadap daya ledak otot pemain. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka kedua latihan peregangan dapat digunakan dalam meningkatkan daya ledak otot pemain, namun latihan peregangan dinamis (dynamic stretching) memberikan pengaruh yang lebih baik dalam meningkatkan daya ledak otot pemain Persatuan Sepakbola Universitas Negeri Malang
Pengembangan Model Latihan Kombinasi Chestpass Dengan Underring Shoot Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bolabasket Di SMPN 21 Kota Malang
ABSTRAK Syah, Huda Gumilang. 2015. Pengembangan Model Latihan Kombinasi Chestpass dengan Underring Shoot pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bola basket di SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S. Kata Kunci: Latihan kombinasi, chestpass dan underring shoot Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan diketahui 100% atau 34 siswaSMPN 21 Kota Malang senang bermain bola basket. 76,4% atau 26 siswa kurang bias melakukan chestpass dengan baik dan masih membutuhkan latihan lagi. 79,4% atau 27 siswa merasa kesulitan melakukan teknik dasar chestpass dan underring shoot. 85,2% atau 29 siswa menjawab latihan kombinasi chestpass dan underring shoot dapat membantu mengurangi kejenuhan saat latihan. 88,2% siswa menginginkan model latihan kombinasi chestpass dengan underring shoot. Pelatih ekstrakurikuler juga sangat setuju jika diadakan pengembangan model latihan tersebut di SMPN 21 Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model latihan kombinasi chestpass dengan underring shoot. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam latihan agar siswa lebih antusias dan bersemangat dalam latihan. Dalam penelitian ini, peneliti mengacu pada model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775). Namun menurut Ardhana “setiap pengembang tentu saja dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khusus yang dihadapinya dalam proses pengembangan”. langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah: (1) Melakukan analisis kebutuhan(2)Membuat produk awal (3) Validasi ahli (4) Uji coba kelompok kecil (5) Revisi produk (6) Uji coba kelompok besar (7) Revisi produk berdasarkan uji coba lapangan (8) Produk akhir berupa model latihan kombinasi chestpass dengan underring shoot pada ektrakurikuler bola basket di SMPN 21 Kota Malang yang dikemas dalam bentuk video. Model latihan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli serta uji coba lapangan, yaitu 1 ahli bola basket, 1 ahli kepelatihan bola basket dan 1 ahli Media. Hasil uji coba kelompok kecil yaitu 75-95,8% dan uji coba kelompok besar 86,6-95%. Itu berarti produk yang dibuat masuk dalam kategori baik sekali dan model latihan kombinasi chestpass dengan underring shoot layak dan bias digunakan oleh siswa serta pelatih di ekstrakurikuler bola basket di SMPN 21 Kota Malang. Kesimpulan dan saran penelitian ini yaitu: (1) Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah model latihan teknik dasar chespass dengan underring shoot (2) Pengembangan model latihan ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar chestpass dan underring shoot (3) Model latihan kombinasi chestpass dan underring shoot dikemas dalam bentuk video (4) Saran untuk penelitian lebih lanjut agar sasaran penelitian tidak terbatas pada satu sekolah yaitu SMPN 21 Kota Malang saja tapi juga sekolah-sekolah lain
Pengembangan Model Latihan Servis Forehand Tenis Meja untuk Atlet Pemula 12 Tahun ke Bawah di PTM Tri Dharma Malang
ABSTRAK Utama, Risang Birawan. 2015. Pengembangan Model Latihan Servis Forehand Tenis Meja untuk Atlet Pemula 12 Tahun ke Bawah di PTM Tri Dharma Malang, Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (2) Drs. Mulyani Surendra, M.S. Kata kunci: model latihan, servis forehand. Servis forehand merupakan pukulan yang penting dalam olahraga tenis meja karena teknik dasar tersebut menjadi inisiatif pertama dalam melakukan serangan. Servis forehand cenderung menjadi kelemahan pada atlet pemula di PTM (Perkumpulan Tenis Meja) Tri Dharma Kota Malang, hal tersebut dikarenakan variasi latihan yang monoton atau tetap sehingga atlet kurang bisa berkreasi dalam melakukan servis forehand. Berdasarkan data observasi awal dari 10 atlet, didapatkan data sebagai berikut: 1) Sebanyak 90% sulit dalam melakukan latihan servis forehand, sedangkan 10% tidak sulit, 2) Sebanyak 100% pengetahuan teknik dasar servis tenis meja hanya melalui pelatih tanpa ada media penunjang latihan servis forehand, 3) Sebanyak 80% kurang menarik dalam proses pelatihan servis forehand. Peneliti mencoba memecahkan masalah dengan mengembangkan model-model latihan servis forehand pada atlet pemula PTM Tri Dharma Kota Malang, yang di dalamnya berisi servis forehand backspin, servis forehand sidespin, servis forehand topspin, dan servis forehand dengan menggunakan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model latihan servis forehand untuk atlet pemula. Diharapkan, pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam pelatihan servis forehand agar atlet lebih antusias dan senang dalam proses latihan. Metode yang digunakan peneliti mengacu pada model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775) dan disederhanakan menjadi 7 langkah sesuai dengan saran Ardhana (2002:9). Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Model latihan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu 1 ahli tenis meja dengan hasil spesifikasi produk sebesar 77,3-88,6%, 1 ahli kepelatihan tenis meja dengan hasil 87,5-91,7% dan 1 ahli media dengan hasil 75-94,6%. Hasil uji coba kelompok kecil berdasarkan semua spesifikasi produk yaitu 84,0-84,3%. Sedangkan hasil uji coba kelompok besar adalah 86,8-87,4% bahwa produk baik sekali, sangat jelas, mudah dipahami, dan bermanfaat. Sehingga model latihan servis forehand pada atlet pemula PTM Tri Dharma Malang dapat digunakan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan model latihan servis forehand dalam bentuk video ini bisa menjadi alternatif menambah variasi saat berlatih servis forehand agar proses latihan lebih bervariasi, bermanfaat, dan berjalan dengan optimal
PENGEMBANGAN POLA LATIHAN FASTBREAK MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERMAINAN BOLABASKET SMP NEGERI 1 MALANG
ABSTRAK Dwi, Ananda, Rifky 2015. Pengembangan Pola Latihan Fastbreak Menggunakan Media Video Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Permainan Bolabasket SMP Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd Kata Kunci : Pengembangan, Pola Latihan, Fastbreak bolabasket, Media Video. Berdasarkan hasil observasi waktu praktik kepelatihan dan dari analisis kebutuhan yang dilakukan pada pelatih dan peserta kegiatan ekstrakurikuler permainan bolabasket di SMP Negeri 1 Malang. Terdapat kesimpulan bahwa pelatih kurang menerapkan berbagai macam pola latihan terutama dalam hal menyerang khususnya fastbreak atau serangan balik cepat cenderung tidak seperti situasi permainan sesungguhnya sehingga latihan kurang menarik, disamping itu pola bentuk latihan monoton tidak adanya penggunaan variasi media dalam latihan. Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan 90,27% berarti penelitian dan pengembangan membutuhkan pola latihan fastbreak menggunakan media video. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan pola latihan fastbeak menggunakan media video pada kegiatan ekstrakurikuler permainan bolabasket SMP Negeri 1 Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 9 langkah. Subjek uji coba meliputi empat orang ahli, pelatih ekstrakurikuler, dan peserta ekstrakurikuler. Jenis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif dan instrumen yang digunakan berupa angket. Tehnik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah pola latihan fastbreak menggunakan media video yang dilengkapi dengan buku panduan. Hasil saran empat orang ahli menyatakan media dapat digunakan. Berdasarkan hasil analisis uji coba kelompok kecil sejumlah 10 peserta diperoleh persentase 85,45%, hasilnya cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil, sedangkan dari uji coba kelompok besar sejumlah 30 peserta diperoleh hasil 88,26% artinya sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Sehingga, penelitian dan pengembangan tentang pola latihan fastbreak menggunakan media video dapat diterapkan pada kegiatan ekstrakurikuler permainan bolabasket di SMP Negeri 1 Malang. Kesimpulan hasil penelitian bahwa pola latihan fastbreak menggunakan media video dapat digunakan pada kegiatan ekstrakurikuler permainan bolabasket di SMP Negeri 1 Malang. Saran bagi pelatih hasil dari penelitian dan pengembangan pola-pola latihan fastbreak bolabasket menggunakan video dapat dijadikan salah satu alternatif latihan bolabasket, latihan lebih menarik dan bervariasi