SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
PENGARUH LATIHAN JUGGLING DAN DAYA LEDAK TERHADAP PRESTASI SHOOTING SISWA SSB PERSEDAPIM DESA DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU KELOMPOK USIA 13-15 TAHUN
ABSTRAK Putra, Saka Pradana. 2015. Pengaruh Latihan Juggling dan Daya Ledak Otot Tungkai terhadap Prestasi Shooting Siswa SSB Persedapim Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu Kelompok Usia 13-15 Tahun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd dan (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata kunci: latihan juggling dan daya ledak otot tungkai, prestasi shooting. Sepakbola merupakan permainan yang dimainkan oleh 11 pemain di setiap tim dengan tujuan memasukkan bola ke dalam gawang lawan supaya mendapatkan kemenangan. Salah satu teknik dasar yang penting untuk mencetak goal adalah shooting. Saat peneliti melakukan pengamatan di SSB Persidapim Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu menunjukkan adanya suatu masalah yaitu kurangnya keterampilan dasar shooting dari pada keterampilan dasar yang lain. Hal tersebut dikarenakan kecepatan dan arah tendangan bola yang kurang saat melakukan shooting. Dari data hasil pretest menunjukan bahwa 12 (60%) pemain SSB dari 20 pemain mendapatkan skor di bawah rata-rata, untuk itu perlu adanya latihan yang tepat untuk meningkatkan prestasi shooting.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan juggling dan daya ledak otot tungkai terhadap prestasi shooting dalam permainan sepakbola. Rancangan penelitian yang dipakai adalah matching pretest-posttest control group design dengan menggunakan sampel 20 siswa SSB Persidapim. Cara pengambilan sampel adalah acak, setelah itu sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen latihan juggling dan daya ledak dan kelompok kontrol dengan latihan konvensional dengan menggunakan cara ordinal pairing matching.Berdasarkan hasil analis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan juggling dan daya ledak otot tungkai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi shooting siswa SSB Persedapim (Fhitung 5,54 > Ftabel 4,41). Kedua, latihan konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi shooting siswa SSB Persedapim (Fhitung = 0,537 Ftabel 4,41). Latihan juggling dan daya ledak otot tungkai (mean = 28,90 dan SD = 3,25) memberikan pengaruh lebih baik terhadap prestasi shooting siswa SSB Persedapim daripada latihan konvensional (mean = 25,90 dan SD = 3,31).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua bentuk latihan ini dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi shooting. Namun penggunaan latihan juggling dan daya ledak otot tungkai memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan latihan konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian eksperimen ini. ABSTRACT Putra, Saka, Pradana. 2015. Exercise Explosive Power Training Juggling and Leg Muscles against Shooting Student Achievement SSB Persedapim Dadaprejo Village Batu Subdistrict Junrejo Age Group 13-15 Years. Scribd , Majoring in Physical Education and Health, Sport Science Faculty, Malang State University. Tutorship: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. Keywords: training juggling and leg muscle, achievement shooting. Soccer is a game played by 11 players on each team with the aim of inserting the ball into the opponent's goal in order to get the win. One of the basic techniques that are important to score goals is shooting. When researchers conducted observations in SSB Persidapim Dadaprejo village Batu subdistrict Junrejo indicate the existence of a problem is a lack of basic skills of shooting from the other basic skills. That is because the speed and direction of the kick the ball less while doing the shooting. From the data pretest results showed that 12 (60%) of the 20 players SSB players get a score below the average, to the need for proper training to improve performance shooting.The purpose of this study was to determine whether there is influence of juggling exercises and leg muscle explosive power of the achievements of shooting in the game of soccer.The study design used is matching pretest-posttest control group using a sample of 20 students SSB Persidapim. The way the sampling is random, after which the samples were divided into two groups, the experimental group juggling exercises and explosive power and the control group with conventional exercise by using ordinal pairing matching.Based on the results of the data analyst, three conclusions obtained the following results. First, juggling exercises and leg muscle explosive power deliver a significant influence on student achievement SSB shooting Persedapim (Fhitung 5.54> Ftabel 4.41). Second, conventional exercise does not have a significant influence on student achievement SSB shooting Persedapim (Fhitung = 0.537 Ftabel 4.41). Juggling exercises and leg muscle explosive power (mean = 28.90 and SD = 3.25) gives a better effect on student achievement SSB shooting Persedapim than conventional exercise (mean = 25.90 and SD = 3.31). Based on the results of this study concluded that both forms of exercise can be used to improve the performance of shooting. However, the use of juggling exercises and leg muscle explosive power giving better effect compared with conventional exercise. This can be seen from the results of this experimental study.
Pengaruh Kombinasi Latihan Power Tungkai Terhadap Peningkatan Keterampilan Passing Bagi Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 21 Malang
ABSTRAK Dany, Megha Mahatma. 2015. Pengaruh Kombinasi Latihan Power Tungkai terhadap Peningkatan Keterampilan Passing Bagi Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd. Kata Kunci: kombinasi latihan power tungkai, keterampilan passing sepakbola. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim di lapangan, ada beberapa teknik yang harus dikuasai dalam permainan sepakbola, teknik mengoper bola (passing), dari keterampilan passing peserta ekstrakurikules sepakbola SMPN 21 Malang memiliki permasalahan ketika peserta melakukan teknik passing, saat melakukan passing peserta terbilang kurang maksimal dan pesetra belum menguasai saat mengumpan kepada teman satu tim. Hal ini disebabkan karena pelatih terdahulu kurang memberikan porsi latihan yang bervariasi pada passing dengan mengunakan cone dan monoton. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi passing yaitu dengan menggunakan kombinasi latihan power tungkai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan power terhadap peningkatan keterampilan passing bagi peserta kegiatan ekstrakurikuler sepakbola SMPN 21 Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada peserta ekstrakurikuler SMPN 21 Malang dengan rentang usia 13-15 tahun. Jumlah sampel 24 peserta dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes passing kontrol sepakbola. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Berdasarkan hasil analis data, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kombinasi latihan power memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 13,74 > Ftabel 4,30). Kedua, latihan komando tidak pengaruh terhadap peningkatan keterampilan passing bagi peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 1,49 Ftabel 4,30). Saran yang diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMPN 21 Malang, sebaiknya menggunakan kombinasi latihan power tungkai sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan passing, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan kombinasi latihan power tungkai memberikan pengaruh yang baik dari pada latihan komando terhadap peningkatan keterampilan passing bagi peserta kegiatan ekstrakurikuler sepakboa SMPN 21 Malang
Pengembangan Variasi Latihan Service Atas untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Negeri 4 Malang
ABSTRAK Mustafa, Pinton Setya. 2015. Pengembangan Variasi Latihan Service Atas untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd, (II) Dr. Asim, M.Pd Kata Kunci: variasi latihan, service atas, ekstrakurikuler bolavoli Permainan bolavoli merupakan suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu masing-masing regu terdiri dari enam orang dengan tujuan untuk menjatuhkan bola ke daerah lawan melewati atas net, dengan cara bermain yang diatur dalam peraturan tertentu. Dalam memulai permainan bolavoli maka diperlukan teknik service. Service atas adalah salah satu jenis service dengan teknik memukul bola dengan satu tangan dan perkenaan bola dengan tangan berada di atas depan kepala. Oleh karena itu kualitas service atas perlu diperhatikan dengan cara dilatih dengan baik. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMK Negeri 4 Malang mulai tanggal 13 September 2014. Proses latihan service atas hanya dilakukan dengan cara service atas berulang-ulang di belakang garis akhir lapangan permainan bolavoli. Selain itu berdasarkan wawancara dari pelatih selama ini proses latihan service atas hanya menggunakan drill dan latihan kekuatan saja. Di samping itu berdasarkan penyebaran kuesioner kepada 36 peserta ekstrakurikuler tersebut diperoleh bahwa pelatih hanya memberikan satu jenis variasi latihan saja untuk materi service atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan variasi latihan service atas dalam permainan bolavoli untuk peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK Negeri 4 Malang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model prosedural dari Borg and Gall (1983:775) yang dimodifikasi dari 10 langkah menjadi 7 langkah, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) pembuatan produk awal, (3) evaluasi para ahli yang terdiri dari ahli kepelatihan bolavoli dan ahli permainan bolavoli, (4) uji coba kelompok kecil (6 subjek), (5) revisi produk, (6) uji coba kelompok besar (30 subjek), (7) revisi produk akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner terbuka dan tertutup. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif deskriptif persentase. Produk pengembangan variasi latihan service atas ini valid dan praktis digunakan untuk peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK Negeri 4 Malang. Produk pengembangan ini terdiri dari 9 spesifikasi produk, yaitu: (1) lempar tangkap bola satu tangan dengan jarak ± 6 meter dari net, (2) melambungkan bola secara vertikal ke atas depan kepala, (3) memukul bola dengan dipegang teman, (4) service atas mengarahkan ke lantai, (5) service atas dengan jarak ± 6 meter dari net, (6) service atas dengan diarahkan lurus, (7) service atas dengan diarahkan menyilang, (8) service atas dengan diarahkan ke sasaran teman, (9) service atas dengan berusaha menjatuhkan bola ke daerah lawan. Saran untuk penyebaran produk pengembangan lebih luas hendaknya perlu direvisi kembali dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dengan demikian produk pengembangan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan
Pengembangan Pembelajaran Renang Gaya Bebas Menggunakan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas X SMKN 4 Malang
ABSTRAK Pranoto,Wira, Fals Hadi. 2014. Pengembangan Pembelajaran Renang Gaya Bebas Menggunakan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas X SMKN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. (2) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Pembelajaran Renang Gaya Bebas, Gaya Mengajar Inklusi Mata pelajaran pendidikan jasmani di SMKN 4 Malang masih menggunakan gaya mengajar demonstrasi yaitu gaya mengajar yang masih terpusat pada guru. Dari pembelajaran ini siswa tidak diberi kesempatan untuk berlatih pada tingkat kemampuan mereka sendiri. Untuk itu diperlukan suatu gaya mengajar sesuai dengan keterampilan yang dimiliki siswa. Gaya mengajar inklusi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memulai latihan pada tingkat kemampuan sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan materi pembelajaran renang gaya bebas menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas X SMKN 4 Malang dengan harapan agar siswa antusias dalam mempelajari materi renang gaya bebas secara mandiri sehingga apabila belajar untuk ranah psikomotor dalam melakukan keterampilan renang gaya bebas ditunjang dengan ranah kognitif berupa pengetahuan tentang pembelajaran renang gaya bebas menggunakan gaya mengajar inklusi, maka hasil dari pembelajaran renang gaya bebas akan lebih maksimal. Prosedur pengembangan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dengan memodifikasi dari 10 langkah menjadi 7 langkah, yaitu observasi dan pengumpulan data, mengembangkan produk, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, revisi produk awal, uji coba kelompok besar, revisi produk akhir. Tempat penelitian di SMKN 4 Malang, subjek uji coba terdiri (1) Tinjauan ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, renang, dan media, (2) Uji coba kelompok kecil, (3) Uji coba kelompok besar. Hasil penelitian pengembangan ini adalah pengembangan pembelajaran renang gaya bebas menggunakan gaya mengajar inklusi pada siswa kelas X SMKN 4 Malang sebagai berikut: ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yaitu I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Kes memberikan hasil penilaian bahwa produk pengembangan sudah sesuai sehingga dapat digunakan, dari ahli renang yaitu Dynar Putra Hidayatullah, S.Pd memberikan hasil penilaian bahwa produk pengembangan sudah sesuai sehingga dapat digunakan, begitupun dengan ahli media yaitu Darmawan Satyananda, ST, MT memberikan penilaian yang sama, dari uji coba (kelompok kecil) siswa diperoleh persentase 76,96% (baik), dan uji coba (kelompok besar) siswa diperoleh persentase 76,11% (baik). Pengembangan pembelajaran renang gaya bebas menggunakan gaya mengajar inklusi mudah dilakukan siswa dan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan renang gaya bebas. Produk ini diharapkan dapat dijadikan referensi guru SMKN 4 Malang terkait dalam pembelajaran renang gaya bebas. ABSTRAK Pranoto, Wira, Fals Hadi. 2014. Development of Learning Pool Freestyle Using Inclusion Teaching Style In Class X SMKN 4 Malang. Thesis, Department of Physical Education and Sport Sciences Faculty of Health, State University of Malang. Supervisor (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. (2) Febrita Paulina H, S. Pd, M.Pd. Keywords: Development, Learning Pool Freestyle, Teaching Style Inclusion Subjects of physical education at SMK 4 Malang still using demonstration teaching style is the style of teaching that is centered on the teacher. From this learning students are not given the opportunity to practice at their own level of ability. It required a teaching style according to the skills of the students. Inclusion teaching style provides the opportunity for students to begin training at their own ability level. The purpose of this research is to develop learning materials freestyle using inclusion of teaching styles to students of class X SMK 4 Malang with the expectation that students are enthusiastic in learning the material independently freestyle so that when studying for the psychomotor skills in doing freestyle supported by cognitive form of knowledge about learning freestyle using inclusion teaching style, the result of learning freestyle will be maximal. Procedure development refers to the development model of the Borg and Gall with the modify of 10 steps into 7 steps, namely observation and data collection, develop products, expert evaluation, small group trial, the initial product revision, testing a large group, revision of the final product. The place of research in SMKN 4 Malang, test subjects comprising (1) Overview of learning experts Physical Education, Sport and Health, swimming, and the media, (2) the trial was small, (3) trial was a large group. The result of this development research is the development of freestyle swimming lessons using teaching styles inclusion in class X SMK 4 Malang as follows: expert teaching Physical Education, Sports, and Health ie Nengah Sudjana, S. Pd, Kes provide assessment results that the product development is appropriate and can be used, from the pool of experts that Dynar Son Hidayatullah, S.Pd provide assessment results that are in accordance product development so that it can be used, as well as with media experts that Darmawan Satyananda, ST, MT provides the same assessment, of trials (small) percentage of students obtained 76.96% (good), and test (large group) the percentage of students obtained 76.11% (good). Learning development freestyle using easy inclusion of teaching styles and students can improve students' skills in doing freestyle. This product is expected to be a reference SMKN 4 Malang teachers involved in learning freestyle
pengaruh latihan weight training otot lengan perut dan kaki terhadap kecepatan memanjat pada atlet M.I.M kota malang
ABSTRAK Ahmad, Adam Bahtiar Mufthi Arif Safita. 2014. Pengaruh Latihan Waigth Training Otot Lengan, Perut dan Kaki Terhadap Kecepatan Memanjat Pada Atlet MIM Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembi,bing (1) Dra. Sulistyorini, M. Pd., (2) Dr. Eko Haiyanto, M. Pd. Kata Kunci: latihan, beban, otot, kecepatan, memanjat Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap individu agar tetap bisa melakukan aktivitas dengan baik dan juga tetap dapat bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan baik secara fisik maupun emosional. Panjat tebing merupakan salah satu olahraga untuk menjaga kesehatan dan juga prestasi. Panjat tebing mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960, dan di Indonesia olahraga panjat tebing telah cukup memasyarakat dan berkembang pesat. Sebagai olahraga yang mengacu pada prestasi panjat tebing memerlukan kondisi fisik yang baik. Dengan kondisi fisik yang baik meliputi kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, kelentukan, kelincahan, reaksi untuk bisa menghasilkan waktu pemanjatan sesuai dengan yang diharapkan. Latihan beban adalah salah satu pendukung dalam olahraga panjat tebing. Pada olahraga panjat tebing otot lengan, perut dan kaki sangat dominan digunakan, sehingga sangat perlu diberikan latihan-latihan untuk menambah otot-otot tersebut. Dalam upaya mendapatkan waktu pemanjatan yang cepat sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan program latihan beban yang terstruktur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini mencari pengaruh latihan beban otot lengan, perut dan kaki terhadap kecepatan memanjat pada atlet Malang Iso Manjat (MIM) Kota Malang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pengaruh latihan beban otot lengan, perut dan kaki terhadap kecepatan memanjat yang meliputi pererncanaan tes kecepatan memanjat, tes kekuatan otot lengan, perut dan kaki, pemberian latihan beban yang terdiri dari Bicep Curl, Tricep press down,Bicep revese, Concentration bicep curl, Hummer curl, Sit up, Hanging knee leg/rise, Abdominal cruch, leg press, leg extension, Lying leg curl, Side dumbbell squat, , tes akhir kecepatan memanjat, tes kekuatan otot lengan (pull up), perut (Sit up) dan kaki (leg dynamometer), pada atlet MIM Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Pengumpulan data dengan menggunakan eksperimental semu latihan beban dengan tes awal sebelum diberikan perlakuan dan tes akhir pada 15 atlet MIM Kota Malang. Selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata tes awal dan tes akhir. Jadi hipotesis (Ho) yang berbunyi “latihan beban tidak mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kecepatan memanjat” ditolak, sedangkan (Ha) yang berbunyi “latihan beban mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kecepatan memanjat” diterima. Maka Ho ditolak dan Ha diterima diperoleh pengujian hipotesis sebagai berikut : latihan beban mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan memanjat pada atlet MIM Kota Malang. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa tingkat keberhasilan juga ditentukan oleh pola latihan yang digunakan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pola latihan yang baik, benar, bertahap dan teratur, hasil yang diperoleh juga akan baik atau maksimal. Adapun saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah : menggunakan latihan beban sebagai salah satu cara meningkatkan kecepatan memanjat, pelatih diharapkan dapat lebih kreatif dalam memberikan program latihan seperti latihan beban ini yang dapat meningkatkan kecepatan atlet dalam memanjat dengan maksimal sesuai yang diharapkan, pihak MIM Kota Malang diharapkan dapat mengupayakan mencari tempat fitness yang memiliki alat berfariasi sehingga aka nada banyak variasi latihan
pengembangan model permainan lari bervariasi pada pembelajaran atletik lari jarak pendek untuk peserta didik kelas VII smp n 6 malang
ABSTRAK Ningsih, Sri Nawang. 2015, Pengembangan Model Permainan Lari Bervariasi Pada Pembelajaran Atletik Lari Jarak Pendek Untuk Peserta Didik Kelas VII SMP N 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Drs. Supriatna, M.Pd Kata Kunci: model permainan lari bervariasi, atletik lari jarak pendek Di dalam kurikulum pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi atletik khususnya lari jarak pendek dibelajarkan di sekolah pada setiap semester. Namun, di dalam pelaksanaan pembelajaran atletik lari jarak pendek di sekolah kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena minat peserta didik yang kurang dalam menerima materi atletik yang diberikan oleh pendidik. Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka pendidik harus kreatif menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan di samping memanfaatkan sarana prasarana yang ada di sekolah. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan pengembangan tentang model permainan lari bervariasi pada pembelajaran atletik lari jarak pendek untuk peserta didik kelas VII SMP N 6 Malang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan model permainan lari bervariasi pada pembelajaran atletik lari jarak pendek untuk peserta didik kelas VII SMP N 6 Malang.. Penelitian yang dilaksanakan di SMP N 6 Malang ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development). Dalam penelitian dan pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis deskriptif kuantitatif. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan berupa model prosedural, dengan merujuk langkah-langkah penelitian yang dimodifikasi. Hasil analisis data diperoleh sebagai berikut: evaluasi produk dari ahli pembelajaran diperoleh hasil 80% termasuk katerogi baik, evaluasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani diperoleh hasil 81,67% termasuk kategori sangat baik, evaluasi ahli pembelajaran atletik diperoleh hasil 87,5% termasuk kategori sangat baik, evaluasi ahli permainan diperoleh hasil 75% termasuk kategori baik, evaluasi ahli media diperoleh hasil 80% termasuk kategori baik, uji coba tahap I (kelompok kecil) diperoleh hasil 84,72% termasuk kategori sangat baik, dan dari uji coba tahap II (kelompok besar) diperoleh hasil 83,89% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data disarankan (1) Model permainan lari bervariasi pada pembelajaran atletik lari jarak pendek yang dikembangkan ini diharapkan dikembangkan lagi supaya lebih variatif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal, (2) Untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, baik jumlah peserta didik maupun sekolah yang digunakan sebagai kelompok uji coba, (3) Sebaiknya hasil pengembangan dilanjutkan pada penelitian mengenai efektifitas produk, karena hasil pengembangan ini hanya terbatas sampai penyusunan sebuah produk
hubungan pola asuh orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ngadirojo
ABSTRAK Putra, Ardhi N.S. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ngadirojo. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Prokrastinasi Akademik. Kemalasan merupakan hal yang sering muncul dan dialami oleh siswa dengan bentuk menunda-nunda dalam mengerjakan tugas akademik. Perilaku menunda-nunda dalam mengerjakan tugas akademik disebut dengan prokrastinasi akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik anak adalah pola asuh orang tua. Pola asuh adalah aktifitas kompleks yang melibatkan perilaku spesifik yang bekerja secara individual dan bersama-sama untuk mempengaruhi anak. Pola asuh orang tua ada tiga macam yaitu pola asuh otoriter, demokratis dan permisif. Tujuan penelitian ini (I) Untuk mengetahui pola asuh orang tua, (II) Untuk mengetahui tingkat prokrastiansi akademik, (III) Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ngadirojo dengan sampel berjumlah 127 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari skala pola asuh orang tua dan skala prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif prosentase secara manual dan regresi berganda dengan menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orang tua siswa kecenderungannya adalah demokratis (69,3%). Kemudian prokrastinasi akademik cenderung pada kategori sedang dengan prosentase 52,7%. Dengan analisi regresi berganda diketahui nilai koefisien korelai sebesar 5,143 pada signifikansi 0,002 ata
Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Permainan Bolavoli di SMPN 9 Malang
ABSTRAK Linanto, Be’eng. 2015. Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Permainan Bolavoli di SMPN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, variasi latihan, passing atas, bolavoli Passing atas merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bolavoli. dalam kegiatan ekstrakurikuler permianan bolavoli di SMPN 9 Malang, passing atas merupakan salah satu materi yang diajarkan oleh pelatih. Menurut hasil analisis kebutuhan terhadap peserta kegiatan ekstrakurikuler 40 peserta dan 1 pelatih diperoleh hasil materi passing atas sangat sulit dikuasai peserta dan perlu diadakan pengembangan variasi latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah produk yaitu variasi latihan passing atas pada kegiatan esktrakurikuler permainan bolavoli di SMPN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), namun penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan variasi latihan passing atas permainan bolavoli dengan 14 variasi formasi latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) uji lapangan, dan (7) hasil akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Desain uji coba menggunakan dua tahap yaitu tahap evaluasi ahli yakni ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli, ahli media dan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket. Selama proses penelitian dan pengembangan ditemukan hasil 87,05% permainan bolavoli, 73,66% ahli kepelatihan bolavoli, dan 71,77% dari ahli media serta dari hasil uji coba kelompok kecil sebesar 83,07% dan uji coba kelompok besar sebesar 87,48%. Dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan oleh layak digunakan. Besar harapan peneliti bila produk yang telah dikembangkan oleh peneliti dapat digunakan untuk sasaran yang lebih luas serta dikembangkan lebih variatif sehingga dapat dikaji keefektifan dari produk pengembangan variasi latihan passing atas yang telah dikembangkan peneliti
PENINGKATAN KETERAMPILAN QUICK SMASH BOLAVOLI DENGAN METODE PART AND WHOLE PADA TIM BOLAVOLI PUTRI KLUB BINAYUDA ROWOKANGKUNG KABUPATEN LUMAJANG
ABSTRAK Atmaja, Kharisma Wahyu. 2015. “Peningkatan Keterampilan Quick Smash Bolavoli Dengan Metode Part and Whole Pada Pemain Tim Bolavoli Putri Klub Binayuda Rowokangkung Kabupaten Lumajang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: quick smash, part and whole Permainan Bolavoli adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan di mana setiap tim terdiri dari enam orang dan terpisah oleh net. Salah satu keterampilan teknik dasar yang sering digunakan pada saat penyerangan dalam permainan bolavoli adalah smash. Dalam permainan bolavoli smash mempunyai beberapa macam, salah satunya yaitu quick smash. Dari hasil observasi awal didapatkan persentase tingkat keberhasilan pemain pada gerakan awalan sebesar 88,23%; gerakan tolakan sebesar 76,48%; gerakan meloncat sebesar 70,59%; gerakan perkenaan bola sebesar 35,29%; dan gerakan mendarat sebesar 82,35%. Data tersebut menunjukkan bahwa pemain masih melakukan banyak kesalahan. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif pemecahan, salah satunya dengan menggunakan metode part and whole di dalam latihan keterampilan quick smash permainan bolavoli. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan quick smash permainan bolavoli dalam latihan pada Tim Bolavoli Putri Klub Binayuda Rowokangkung Kabupaten Lumajang dengan menggunakan metode Part and Whole. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 17 pemain putri Klub Bolavoli Binayuda Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan pemain dalam melakukan quick smash setelah dilakukan latihan dengan menggunakan metode part and whole. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu tiga minggu dengan sembilan pertemuan di siklus 1, dan dua minggu dengan 6 pertemuan di siklus 2. Tingkat keberhasilan pemain pada siklus 1 pertemuan 1 sampai pertemuan 3 pada minggu pertama, pertemuan 4 sampai pertemuan 6 pada minggu kedua, pertemuan 7 sampai pertemuan 9 pada minggu ketiga yaitu dari awalan di minggu pertama 87,06%, 94,68% di minggu kedua, dan 100% di minggu ketiga. Tolakan di minggu pertama 69,80%, 83,53% di minggu kedua, dan 90,20% di minggu ketiga. Meloncat di minggu pertama 63,14%, 76,86% di minggu kedua, dan 83,92% di minggu ketiga. Perkenaan bola di minggu pertama 55,29%, 67,85% di minggu kedua, dan 78,04% minggu ketiga. Mendarat di minggu pertama 80%, 92,94% di minggu kedua, dan 96,86% di minggu ketiga. Pada siklus 2 jumlah persentase gerakan yang benar yaitu mulai pertemuan 1 sampai pertemuan 6 atau mulai minggu 1 sampai minggu 2 mengalami peningkatan. Tingkat keberhasilan mulai dari awalan di minggu pertama 100% dan tetap sebesar 100% di minggu kedua. Tolakan di minggu pertama 94,51% dan 98,04% di minggu kedua. Meloncat di minggu pertama 90,59% dan 93,73% di minggu kedua. Perkenaan bola di minggu pertama 85,88% dan 90,98% di minggu kedua. Mendarat di minggu pertama sebesar 97,26% dan tetap 97,26% di minggu kedua. Kesimpulannya adalah dengan penggunaan metode part and whole dalam latihan dapat meningkatkan keterampilan quick smash pemain Tim Putri Bolavoli Klub Binayuda Rowokangkung Kabupaten Lumajang
Pengembangan Latihan Teknik dasar Futsal Menggunakan Model-Model Permainan yang Menyenangkan dalam bentuk VCD di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Santoso, Firman. Eko. 2015. Pengembangan Latihan Teknik dasar Futsal Menggunakan Model-Model Permainan yang Menyenangkan dalam bentuk VCD di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) I Nengah Sudjana, S. Pd., M.Pd (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd Kata Kunci: Model-model, Latihan, Teknik Dasar, Futsal Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti kepada pelatih dan peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang, latihan teknik dasar futsal yang dilakukan peserta ekstrakurikuler futsal kurang bervariasi. Pada saat kegiatan penelitian awal melalui penyebaran angket kepada peserta ekstrakurikuler, menyatakan bahwa peserta kurang tertarik pada saat melakukan latihan futsal dan belum pernah melakukan model latihan teknik dasar lainnya. Penyebaran angket terhadap 23 peserta ekstrakurikuler diperoleh hasil bahwa 95,7% peserta menyatakan latihan teknik dasar futsal yang disajikan pelatih tidak bervariasi, baik pelatih maupun peserta ekstrakurikuler setuju apabila dikembangkan model-model latihan teknik dasar futsal.Penelitian ekstrakurikuler ini bertujuan untuk mengembangkan model-model latihan teknik dasar futsal bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) melakukan analisis kebutuhan dan membuat produk awal, (2) justifikasi ahli, (3) revisi produk, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk, (6) uji coba kelompok besar, (7) produk akhir. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase dan analisis kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket dan teknik data analisis kualitatif diperoleh dari kritik dan saran para ahli. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah model-model latihan teknik dasar futsal untuk kegiatan ekstrakurikuler futsal. Pengembangan latihan teknik dasar futsal ini terdiri dari 7 model-model latihan teknik dasar futsal, diantaranya adalah permainan 3 vs 6, permainan dribshoot, permainan kecepatan dribbling, permainan 2:1, permainan empat gawang, permainan shooting, permainan teknik dasar dribbling shooting dan passing. Berdasarkan saran atau masukan para ahli, yang terdiri dari ahli kepelatihan futsal 75%, ahli permainan 84,3%, ahli media 75%, serta hasil uji coba kelompok kecil sebesar 78,1% dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 86,9%. Dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peserta ekstrakurikuler dapat mengetahui dan memahami tentang latihan teknik dasar futsal menggunakan model-model permainan menyenangkan yang akan dipelajari dan dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan layak digunakan