SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PengembanganPanduanLatihanBebanBagian Kaki Melalui Media ElektronikuntukMember Di Atlas Fitness Center Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zubairi. 2015. Pengembangan Panduan Latihan Beban Bagian Kaki Melalui Media Elektronik untuk Member Di Atlas Fitness Center Kota Malang. Skripsi.Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyadi, M.Kes., (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd.   Kata kunci: penelitian pengembangan, media elektronik,fitness, latihan beban,otot bagian kaki, Atlas fitness center Kota Malang Berdasarkan penelitian awal dan analisis kebutuhan yang sudah dilakukan peneliti di Atlas fitness center Kota Malang diperoleh informasi bahwa: (1) 100% member Atlas Fitness center membutuhkan macam-macam bentuk latihan beban untuk melatih otot bagian kaki, (2) 100% member di Atlas fitness center perlu media untuk membantu memandu latihan kaki, (3) 80% member di Atlas fitness center membutuhkan media elektronik panduan latihan beban bagian kaki, (4) 100% membersetuju bila di Atlas fitness center Kota Malang ada panduan latihan beban bagian kaki melalui media elektronik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan latihan beban bagian kaki melalui media elektronik untuk member di Atlas Fitness Center kota Malang. Berdasarkan hasil uji kelompok kecil dengan menggunakan 10 member diperoleh persentase sebesar 81,39% tergolong kategori sangat valid. Hasil uji kelompok besar dengan menggunakan 30 member diperoleh persentase sebesar 82,96% tergolong kategori sangat valid sehingga panduan latihan beban bagian kaki melalui media elektronik untuk member di Atlas Fitness Center kota Malang dapat digunakan.Hasil pengembangan berupa media elektronik flipbook yang berisikan panduan latihan beban bagian kaki dengan bentuk-bentuk latihannya, yaitu; Barbell lunges, Barbell squat, Standing calf raises, Flying squat, Dumbell flying squat, Hammer Squat, Flying Lunges, Dumbell flying lunges, Hammer lunges, Crab dumbell squat, beserta variabel-variabelnya yang dikemas menjadi produk yang berbentuk flash. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan, sehingga saran peneliti pada penelitian selanjutnya perlu dilanjutkan sampai pada efektivitas produk yang dikembangkan.Peneliti berharap instruktur atau personal trainer sebaiknya lebih kreatif dan inovatif dalam hal pengembangan dan pemanfaatan media panduan dalam proses pemahaman informasi yang akan merangsang member untuk lebih tertarik dengan latihan beban yang akhirnya bermuara pada percepatan proses pemahaman member terhadap latihan beban terutama latihan beban bagian kaki

    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN PASSING ATAS DAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLAVOLI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMK NEGERI 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ningrum, Wimma Almira. 2015. Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas dan Passing Bawah Permainan Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M. Pd, (II) Febrita P. Heynoek, S.Pd., M. Pd Kata Kunci:  Pengembangan, Latihan, Permainan Bolavoli, Passing Atas, Passing Bawah Passing merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bolavoli. Penguasaan passing yang baik merupakan modal utama dalam permainan bolavoli. Untuk itu, diperlukan variasi-variasi latihan passing atas dan        passing bawah yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan passing dalam permainan bolavoli. Berdasarkan hasil observasi, pemberian variasi latihan passing masih kurang bervariasi. Sehingga, minat dari peserta ekstrakurikuler untuk menguasai teknik dasar passing masih kurang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan variasan latihan passing bawah dan passing atas permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang, sehingga peserta ekstrakurikuler dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar dan menguasai variasi teknik passing atas dan passing  bawah dalam permainan bolavoli dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan variasi latihan passing atas dan passing bawah permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang menggunakan model penelitian dan pengembangan Research and Development dari Borg and Gall (1989) yang telah dimodifikasi yaitu hanya menggunakan 7 langkah dari 10 langkah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskiptif dengan persentase. Pada uji coba (kelompok kecil) menggunakan subjek penelitian sebanyak 8 peserta ekstrakurikuler dan pada uji coba lapangan (kelompok besar) menggunakan subjek penelitian sebanyak 30 peserta ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMK Negeri 2 Malang. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah adanya beberapa variasi model latihan passing atas dan passing bawah permainan bolavoli yang dikemas dalam media buku, dalam setiap variasi memiliki tingkat kesulitan dari tahap mudah ketahap yang sulit dan telah dianalisis validasi ahli permainan bolavoli dengan hasil 84,4%, ahli media 82,01% serta dari hasil uji coba kelompok kecil 80,3% dan uji coba kelompok besar 84%, maka produk pengembangan layak digukan sebagai media latihan pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang. Produk berupa buku panduan tentang variasi latihan passing atas dan passing bawah permainan bolavoli ini ditujukan untuk peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 2 Malang, yang telah divalidasi oleh beberapa ahli sebelum diberikan kepada peserta ekstrakurikuler. Dalam penerapannya pelatih sebaiknya menggunakan variasi ini dengan mengembangkan level yang lebih kreatif, inovatif dan melakukan evaluasi terhadap proses latihanya

    Pengembangan Interactivity Sport Massage untuk Pemulihan Kebugaran pada Tim Futsal Meok Kabupaten Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Yuniardi, Rizki. 2015. Pengembangan Interactivity Sport Massage untuk Pemulihan Kebugaran pada Tim Futsal Meok Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana S.Pd, M.Pd (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd Kata Kunci: interactivity sport massage, pemulihan kebugaran, futsal Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan peneliti kepada 18 atlet dan 1 orang pelatih tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto pada tanggal  5 Mei 2015, melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) didapatkan hasil sebagai berikut: (67%) atlet tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto sering mengalami kelelahan, kehabisan stamina hingga kejang otot pada saat pertengahan latihan, (67%) atlet dan pelatih tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto setuju jika dikembangkan interactivity sport massage untuk pemulihan kebugaran, atlet dan pelatih tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto membutuhkan panduan dalam melaksanakan interactivity sport massage dan setuju jika dikemas dalam bentuk buku panduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan interactivity sport massage untuk pemulihan kebugaran bagi atlet futsal pada saat jeda pertandingan. Diharapkan pengembangan ini bermanfaat untuk tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto agar atlet tidak kehabisan stamina, mengurangi resiko cedera hingga mampu melanjutkan permainan dengan bugar serta meraih hasil maksimal. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil pengembangan interactivity sport massage untuk pemulihan kebugaran pada tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto diperoleh data sebagai berikut: (1) hasil justifikasi ahli masase sebesar 75% (baik), (2) hasil justifikasi ahli futsal sebesar 80% (baik), (3) justifikasi ahli media sebesar 62,5% (baik),  (4) uji coba kelompok kecil sebesar 79% (baik), (5) uji coba kelompok besar sebesar 80% (baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa interactivity sport massage untuk pemulihan kebugaran pada tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto menarik, mudah dilakukan, mudah dipahami, bermanfaat serta sesuai untuk atlet futsal. Pengembangan interactivity sport massage untuk pemulihan kebugaran pada tim futsal Meok Kabupaten Mojokerto ini diharapkan dapat dijadikan alternatif untuk pemulihan kebugaran pada saat jeda pertandingan untuk meraih hasil yang maksimal

    Pengembangan variasi latihan smash permainan bolavoli bagi peserta ekstrakurikuler di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Istiqomah, Shofiah. 2015.Pengembangan Variasi Latihan Smash Permainan BolavoliBagi Peserta Ekstrakurikuler di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd. (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd.   Kata Kunci: variasi latihansmashpermainan bolavoli, permainan bolavoli. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap peserta di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan pada tanggal 27 Oktober 2014, latihan smash pernah diberikan tapi hanya dengan drill tanpa adanya variasi, sehingga latihan yang diberikan membuat siswa jenuh dan bosan.Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) kepada 10 peserta serta 1 pelatih pada ekstrakurikuler di SMA Yadika BangilKabupaten Pasuruan, hasil observasi selama latihan, materi smash permaian bolavoli kurang banyak bervariasi, sehingga minat peserta untuk melakukan latihan smash kurang maksimal dan tidak banyak dari peserta melakukan latihan smash permainan bolavoli. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangakan variasi latihan smash permainan bolavoli yang lebih bervariatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat, semangat berlatih untuk meningkatkan keterampilan smashpermainan bolavoli pada peserta ekstrakurikuler di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dari sepuluh langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti hanya menggunakan 7 langkah saja. Hasil analisis validasi ahli kepelatihan permainan bolavoli diperoleh hasil 84,8%, ahlipermainan bolavoli diperoleh hasil 76,7% dan ahli media diperoleh hasil 86,6% maka produk pengembangan layak digunakan sebagai media latihan pada pesertaekstrakurikuler di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan. Dari hasil uji coba kelompok (kelompok kecil) diperoleh persentase sebesar 85,8% dan pada uji lapangan (kelompok besar) diperoleh persentase sebesar 81,5% sehingga produk pengembangan dapat digunakan. Produk pengembangan variasi latihan smash permainan bolavoli pada peserta ekstrakurikuler di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan antara lain: (1) variasi latihan dikemas dalam bentuk buku panduan sesuai dengan peserta ekstrakurikuler di SMA Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan, (2) tampilan variasi latihan dalam buku panduandisertai dengan petunjuk pelaksanaan latihan sehingga mempermudah peserta untuk memahami variasi latihan tersebut. Pengembangan variasi latihan smashpermainan bolavoli dapat disimpulkan adalah menarik untuk dilakukan siswa, latihan aman dilakukan, latihan mudah dilakukan, serta latihan bermanfaat untuk siswa. Permainan amandilakukan karena setiap variasi latihan berkonsep sederhana dan menarik. Latihan mudah untuk dilakukan dengan konsep langkah-langkah yang mudah dipahami

    Survei Kegiatan Ektrakurikuker Bolabasket Putra di SMA Negeri Se-Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Dio Alief Eka Utama. 2015. Survey Of Men’s Basketball Extracurricular Activities In High School At Lamongan Sub District In The Lamongan District. Physical Education and Healthy Major, Sport Science Faculty, State University Of Malang. Advisors: (1) Drs. Oni Bagus Januarto M.Kes, (II) Dr. Roesdiyanto M.Kes.   Key Word : Survey, Training Activities, Basketball, Extracurricular. High schools in Lamongan District not only prioritize the academic activities, but non-academic activities as well like extracurricular. Basketball became one of extracurricular favored by students, because the sport is becoming increasingly popular in many circles and boys or girls can do this. From the results of the initial observation that has been conducted by researchers, Data obtained men's basketball team performance different from each of the schools during the last three years. This was caused by the use of the different training methods also. The purpose of this study was to determine and describe how the implementation of mens basketball extracurricular activities in Lamongan District. With the holding of this study are expected to be useful for the parties concerned, among other things, researchers, trainers, extracurricular participants and school. This data collection there are several steps, among others: (1) preparation, (2) the stage of implementation, (3) the stage of research reporting. The formula used to analyze the data that is P = F / N x 100%. Based on this research, the average percentage of sub-indicators of the characteristics of the coach outside the exercise of 100% and the characteristics of the coach in the exercise of 16.67%. Sub-indicators of the motivation of 22.22% and a sense of security sub-indicators of 50%. Sub indicators dicipline of 16.67% and sub-indicators of confidence of 100%. Sub indicator of the type of exercise 66.67% and sub indicators workout schedule by 33.33%. Sub indicator mastery of technique by 100% and tactical mastery sub indicator by 100%. Sub physical indicators beyond athletes at 0% and sub-indicators of the health of athletes 33.33%. Sub-indicators of the condition of the ball by 50% and sub indicator field conditions by 50%. Sub-indicators of support from the management is 0% and the sub-indicators of support from the school is 0%. Based on the results of this study concluded, mens basketball extracurricular activities in Lamongan District from Coach aspects of 58.33% included in the category good enough. Psychological aspects of athletes of 57,14% included in the category quite well. Aspects of exercise routines for 53.33% including the unfavorable category. Aspects of skill athletes 100% included in both categories. Physical aspects of the athletes of 20% included in the category of no good. Aspects of infrastructure by 50% including the unfavorable category. 0% coaching aspect included in the category of no good. With these conclusions it is suggested to the coach, all participants extracurricular basketball, the school and its management to always cooperate and support each other for the sake of better achievement

    Pengembangan Model Latihan Pukulan Loop Drive Backhand Untuk Atlet Tenis Meja Usia 12 Tahun Kebawah di Persatuan Tenis Meja (PTM) Tri Dharma Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Assyidiq,MauliFajar. 2015. Pengembangan Model Latihan Pukulan Loop Drive BackhandUntukAtletTenisMejaUsia 12 TahunKebawah di PersatuanTenisMeja (PTM) Tri Dharma Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Purnami, M.Pd. (2) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata Kunci : Pengembangan, video model latihan pukulan loop drive backhand, tenismeja Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di Persatuan Tenis Meja (PTM) Tri Dharma Malang pada tanggal 3 Desember 2013,model latihan pukulan loop drive backhand yang dilakukan belum pernah menggunakan pengembangan model-model yang bervariasi serta respon atlet terhadap materi loop drive backhand sangat kurang. Pada penelitian awal melalu observasi penleliti menyatakan bahwa minat atlet sangat kurang terhadap materi loop drive backhand. Pada penyebaran angket terhadap 10 atlet (PTM) Tri Dharma, diperolehhasil 3 atlet menjawab menyenangkan, 7 menjawab kurang menyenangkanuntuk materi loop drive backhand. Ketika pelatih jarang memberikan model-model pukulan loop drive backhand dalam bentuk variasi . Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan pukulan loop drive backhand menggunakan media video audio visual untuk mempermudah atlet dalammelakukan latihan pukulan loop drive backhand. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapatmenunjangkeberhasilan proses latihan di PTM Tri Dharma Kota Malang. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiandanpengembangan (research and development)denganmetodeproseduraldari Borg dan Gall. Teknikinidigunakanuntukmenganalisis data yang diperolehdarihasilpenyebaranangket.Angketdiberikankepada 1 ahliisi, 1 ahli media, 1 ahlikepelatihan, 6 subjekdariujikelompokkecil, dan 30 subjekdariujikelompokbesar di PTM Tri Dharma Kota Malang. Hasil pengembangan model pukulan loop drive backhand ntuk atlet usia 12 tahun ke bawah di Persatuan Tenis Meja (PTM) Tri Dharma Kota Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) justifikasi ahli isi tenis meja masuk kriteria baik sekali, (2) justifikasi ahli kepelatihan tenis meja masuk kriteria baik sekali, (3) justifikasi ahli media masuk kriteria baik, (4) uji coba kelompok kecil diperoleh presentase rata-rata 83,7$% masuk kriteria baik sekali, (5) uji coba kelompok besar diperoleh presentase rata-rata 87,7% masuk kriteria baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa media video tentang model latihan pukulan loop drive backhand tenis meja untuk (PTM) Tri Dharma Kota Malang sangat jelas dan menarik untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar, adanya produk ini dapat menambah pengetahuan baru tentang model-model latihan pukulan loop drive backhand yang bervariasi. Sedangkan kelemahan produk ini yaitu hanya ada model latihan pukulan loop drive backhand  tenis meja

    Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Meroda dengan Menggunakan Metode Part-Whole pada Siswa Kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Panatas, Vilan Argo. 2015. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Meroda dengan Menggunakan Metode Part-Whole pada Siswa Kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata Kunci: metode part-whole, efektivitas, meroda. Senam lantai merupakan salah satu materi yang terdapat dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Salah satu Kompetensi dasar kelas X yaitu mempraktikkan  rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama dan tanggungjawab. Materi senam lantai yang diajarkan pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang yaitu meroda. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara di kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang diketahui bahwa kondisi atau realita guru pendidikan jasmani dalam materi senam lantai meroda dalam proses belajar mengajar kurang maksimal. Hal itu dikarenakan metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran menggunakan demonstrasi dan dril. Sehingga banyak siswa yang tidak dapat memahami dan mempraktikkan materi dari guru dengan baik. Oleh karena itu diperlukan metode yang dapat memudahkan siswa melakukan gerakan meroda. Dan metode yang dirasa tepat untuk masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode part-whole. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran meroda dengan menggunakan metode part-whole pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang. Pada siklus 1 didapat hasil keterampilan siswa yaitu pada indikator sikap awal sebanyak 29 siswa (96,66%) sudah melakukan gerakan dengan benar. Pada indikator saat melakukan yang benar sudah dilakukan oleh 16 siswa (53,33%). Pada indikator sikap akhir yang benar sudah dilakukan oleh  25 siswa (83,33%). Hasil siklus 2 diketahui siswa yang benar melakukan sikap awal sebanyak 30 siswa (100%) sehingga masuk kategori baik. Pada indikator saat melakukan yang benar sudah dilakukan oleh 26 siswa (86,66%) sehingga masuk kategori baik. Pada indikator sikap akhir yang benar sudah dilakukan oleh 28 siswa (93,33%) sehingga masuk kategori baik dan tidak perlu diadakan tindak lanjut pada siklus berikutnya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penerapan metode part-whole dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran meroda pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang. Saran yang dapat diberikan yaitu: metode part-whole dapat diterapkan pada kelas yang mengalami permasalahan sama karena terbukti dapat meningkatkan keterampilan gerak siswa, penelitian tindakan kelas ini bisa dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan gerakan meroda

    Peningkatan Kemampuan Lompat Jauh Akibat Latihan Loncat-loncat Cepat dan Lambat Melewati Gawang Setinggi 20 cm pada Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Atletik di SMPN 9 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Sarwopeni, Tri Gigih. 2015. Peningkatan Kemampuan Lompat Jauh Akibat Latihan Loncat-loncat Cepat dan Lambat Melewati Gawang Setinggi 20 cm pada Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Atletik di SMPN 9 Blitar. Skripsi,  Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Siti Nurrochmah, M. Kes, (2) Drs. Supriatna, M. Pd.   Kata Kunci: kemampuan lompat jauh, loncat-loncat cepat, loncat-loncat lambat, gawang 20 cm, Atletik.   Untuk menunjang prestasi dalam lompat jauh, pelatih harus mengetahui potensi peserta didiknya. Dalam pelaksanaan program  latihan ekstrakurikuler belum banyak melakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan dalam menolak. Sebagian peserta kegiatan belum mengetahui model latihan untuk melatih kekuatan daya ledak otot tungkai dalam melakukan tolakan. Program latihan yang diberikan oleh pelatih banyak melakukan model latihan yang konvensional seperti latihan kekuatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan bentuk latihan plyometric berupa latihan loncat-loncat cepat dan lambat pada ekstrakurikuler atletik SMPN 9 Blitar Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) besarnya peningkatan kemampuan lompat jauh akibat latihan loncat-loncat cepat. (2)besarnya peningkatan kemampuan lompat jauh akibat latihan loncat-loncat lambat.(3) membandingkan tingkat efektifitas latihan loncat-loncat cepat dan loncat-loncat lambat. Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan eksperimental berbentuk Pre-Test Post-Test Control Group Design. Dari 35 populasi diambil sampel sebanyak 30 dengan teknik purposive sistematic random sampling. Instrument yang digunakan berupa tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan lompat jauh tercoba, sedangkan teknik non tes berupa lembar observasi pengamatan di lengkapi dengan blangko penilaian tekhnik gerakan lompat jauh. Data yang terkumpul dianalis menggunakan data analisis varian (Anava) satu jalan dan uji-t dengan α = 0,05. Hasil analisis varian satu jalan menggunakan data beda hasil tes akhir dan tes awal diperoleh hasil F hitung 10,736126 dan F tabel α 0,05 sebesar 4,20. Oleh karena F hit. > F tab, berarti kemampuan lompat jauh meningkat. Hasil analisis uji lanjut uji-t berpasangan menggunakan data beda hasil dari tes akhir dan tes awal diperoleh hasil t hitung 4,4907, dimana t tabel α0,05 sebesar1,833 (t hitung > t tabel) berarti latihan loncat-loncat cepat lebih baik dibandingkan dengan latihan loncat-loncat lambat. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan lompat jauh secara signifikan akibat latihan loncat-loncat cepat, ada peningkatan kemampuan lompat jauh secara signifikan akibat latihan loncat-loncat lambat melewati gawang setinggi 20 cm, dan latihan loncat-loncat cepat lebih baik dibanding latihan loncat-loncat lambat untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh. Saran bagi pelatih ekstrakurikuler atletik hendaknya menggunakan latihan loncat-loncat cepat dan lambat melewati gawang setinggi 20 cm untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh.         ABSTRACT   Sarwopeni, Tri Gigih. 2015. Increasing long jumping capability as a result of th equick and slow capers exercise through the post as high as 20 cm high in athletic extracurricular SMPN 9 Blitar. A undergraduate thesis, sport and health education department, health sciencefaculty, Malang state university. Supervisors( 1 ) Dr .Sitinurrochmah, M.Kes, ( 2 ) Drs .Supriatna, M.Pd.   Keywords: long jumping capability, fast capers, slow capers, through 20 cm high, athletic.   To support achievements in the long jump, coaches must know the potential of the students. In the implementation of the extracurricular exercise program to the increase the strength of the refusing.Some participants activities do not know how to train the power of explosive power limb muscles in the conduct of the repercussion. Most of the exercise program that given by coach is conventionally exercise model to train the power. That is the reason to do this research by the practice of training plyometric faster and slower capers at the extracurricular athletic smpn 9 blitar. The aim of this research is to find: ( 1 ) the increase of the long jump capability by doing fast capers exercise.( 2 ) the increase of the long jump capability by doing slow capers exercise.( 3 ) comparison of the effectiveness between fast and slow capers exercise toward long jump capability. The design of research is experimental, pre-test post-test control group design. From 35 the population taken 30 samples by applying a technique sistematic purposive random sampling. Instrument used in the form of a test and non tests.Tests used to measure the capability of the long jump, and non to observe the long jump movement technique. Data were analyzed by using the data collected variant analysis (ANAVA) one way and  t-test. Hypotesa test using α 0,05. The analysis of one a variant of the road using different data the end of the test results and initial test results f count 10,736126  and f table α 0,05  4,20 0.05 of . Because of f hit . and f  tab , means the ability of the long jump increased .The analysis further test uji-t pairs used data from different the results of tests and the end of early test results 4,4907 L count , L table α 0,05  1,833 0.05 of . L count and L table , means training jump quickly better than with the exercise of caper slow . The conclutionis increased capability long jump is significantly due to exercise fast capers, ncreased capability long jump is significantly due to exercise slow capers exercise through 20 cm high. The fast capers exercise is better to increase the capability of the long jump then the slow capers. Advice for extracurricular coach are should use athletic fast or slow capers exercise through 20 cm high to improve the ability of long jump

    Pengembangan Model LatihanFisik yang Dikombinasikan dalam Variasi Shooting Bola basket Bagi Peserta Ekstrakuri kuler SMP Negeri 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatullah, Syarif. 2015. Pengembangan Model LatihanFisik yang Dikombinasikan dalam Variasi Shooting Bola basket Bagi Peserta Ekstrakuri kuler SMP Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, model latihan, latihan fisik, variasi shooting.   Shooting merupakan usaha memasukkan bola kekeranjang dan merupakan teknik dasar dari permainan bola basket. Wawancara yang dilakukan peneliti kepada pelatih ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Malang, pelatih mengungkapkan masih belum ada latihan kombinasi latihan fisik dan teknik shooting dalam model latihan yang dilakukan. Kemampuan siswa dalam melakukan teknik shooting sudah baik, namun ketika kondisi tubuh sudah kelelahan karena kondisi fisik yang buruk, siswa cenderung tidak focus lagi dalam melakukan shooting. Untuk meningkatkan kemampuan fisik dan keterampilan teknik secara bersamaan, maka model latihan kombinasi harus diberikan untuk mengefisienkan serta mengefektifkan latihan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan fisik yang dikombinasikan dalam variasi shooting bola basket yang dikemas dalam buku panduan. Dengan adanya buku panduan ini dapat membantu atau mempermudah siswa dalam mempraktikkan model latihan fisik yang dikombinasikan dalam variasi shooting bolabasket. Metode penelitian dan pengembangan ini mengacup ada model prosedural atau model pengembangan research and development dari Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah penelitian, namun penelitihanya menggunakan 8 langkah yaitu: (1) analisis produk yang dikembangkan, (2) rancangan produk awal, (3) evaluasi para ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisi produk akhir, (8) hasil produk akhir pengembangan. Berdasarkan hasil dari uji coba kelompok kecil dari 8 peserta uji coba adalah 92% hasilnya sangat valid, sedangkan hasil dari uji coba kelompok besar dari 30 peserta uji coba adalah 91% hasilnya sangat valid. Jadi dapat disimpulkan bahwa model latihan fisik yang dikombinasikan dalam variasi shooting bolabasket bagi peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Malang dapat digunakan. Kesimpulan penelitian ini meliputi (1) hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini berupa model latihan fisik yang dikombinasikan dalam variasi shooting bolabasket, (2) model latihan fisik yang dikombinasikan dalam variasi shooting bolabasket dapat dimanfaatkan untuk siswa yang sudah menguasai teknik dasar bolabasket. Saran penelitian ini meliputi (1) sebelum digunakan dalam lingkup masal atau lebih luas lagi, hendaknya dilakukan pengkajian ulang tentang kecakapan gerak motorik siswa dan tingkat usia anak agar tidak terlalu membebani kondisi tubuh siswa, (2) sebaiknya dalam penelitian pengembangan dilakukan pada subjek yang luas

    Peningkatan Keterampilan Tolak Peluru Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Hafid, Mohammad Miftakhul. 2015. Peningkatan Keterampilan Tolak Peluru Dengan  Metode Bermain Pada Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd. Pembimbing: (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran, Tolak peluru, Bermain. Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani tingkat Sekolah Dasar. Permasalahan yang terjadi siswa kurang antusias di kegiatan pembelajaran, karena dalam bola tolak peluru standart dirasa terlalu berat oleh siswa. Maka diperlukan sarana bisa digunakan untuk mensiasatinya, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal. Hasil observasi awal, tingkat kesalahan pada sikap awal 65,7%, sikap melakukan 70,4%, dan sikap akhir 71,3%. Kesimpulannya 60% siswa melakukan kesalahan pada sikap awal, melakukan dan akhir, dikarenakan guru pendidikan jasmani kurang kreatif dalam pembelajaran, sedangkan siswa menginginkan model pembelajaran yang lebih bervariasi. Maka perlu ada peningkatan hasil pembelajaran agar siswa dapat mencapai standart minimal ketuntasan belajar yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan keterampilan tolak peluru menggunakan metode bermain pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan pembelajaran tolak peluru menggunakan metode bermain. Peneliti berkolaborasi dengan guru pendidikan jasmani dan kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan dalam merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus dan masing-masing siklus ada 3 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tolak peluru dengan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan tolak peluru gaya menyamping pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari II, hasil dari masing-masing siklus adalah: 1) Hasil belajar siswa pada pertemuan pertama siklus I: (a) kebenaran menunjukkan sikap (afektif) sebesar 55,3% dan tingkat kesalahan menunjukkan sikap (afektif) sebesar 44,7%, (b) hasil belajar siswa pada pertemuan kedua siklus I, dalam kebenaran menunjukkan sikap (afektif ) sebesar 60,8% dan tingkat kesalahan menunjukkan sikap (afektif) sebesar 39,2%, (c) hasil belajar siswa pada ketiga pertama siklus I, dalam kebenaran menunjukkan sikap (afektif) sebesar 68,3% dan tingkat kesalahan menunjukkan sikap (afektif) sebesar 31,7%. 2) Hasil belajar siswa pada pertemuan pertama siklus II: (a) hasil belajar siswa pada pertemuan pertama siklus II, dalam kebenaran menunjukkan sikap (afektif) sebesar 78,6% dan tingkat kesalahan menunjukkan sikap (afektif) sebesar 21,4% (b) hasil belajar siswa pada pertemuan kedua siklus II, dalam kebenaran menunjukkan sikap (afektif) sebesar 62,8% dan tingkat kesalahan menunjukkan sikap (afektif) sebesar 37,2%: (c) hasil belajar siswa pada pertemuan ketiga siklus II, dalam kebenaran menunjukkan sikap (afektif) sebesar 94,7% dan tingkat kesalahan menunjukkan sikap (afektif) sebesar 5,3%.Rata rata hasil pelaksanaan tindakan dari siklus I dan II ditunjukkan dari kebenaran menunjukkan sikap (afektif) dari pertemuan siklus I sebesar 61,48% ke pertemuan siklus II sebesar 79,07% mengalami peningkatan sebesar 17,59%, sedangkan tingkat kesalahan hasil belajar siswa dari pertemuan siklus I sebesar 38,52% ke pertemuan siklus II sebesar 20,93% mengalami penurunan sebesar 17,59%. Dari 1 dari 19 siswa yang dapat melakukan dengan benar meningkat menjadi 36 siswa, pada sikap menolak dari 12 siswa meningkat menjadi 32 siswa melakukanya dengan benar, dan sikap akhir dari 10 siswa menjadi 30 siswa yang melakukanya dengan benar. Keaktifan siswa dan kedisiplinan siswa mengalami peningkatan keaktifan dan kedisiplinan. Sehingga proses pembelajaran menjadi lancar dan hasilnya menjadi meningkat.  Kesimpulan dari penelitian adalah dengan menggunakan metode bermain dan modifikasi pada pembelajaran tolak peluru gaya menyamping dapat meningkat hasil belajar siswa. Peneliti menyarankan bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, metode bermain dapat dijadikan alternatif pilihan dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping karena berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan keterampilan tolak peluru gaya menyamping siswa IV di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇